Tanwir II Pemuda Muhammadiyah, Ratusan Kader Bersihkan Sampah Plastik di Pantai Bali

Ratusan kader Pemuda Muhammadiyah menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Kedonganan Bali sebagai komitmen nyata merespons krisis lingkungan dalam rangkaian Tanwir II.

Diterbitkan 23 Mei 2026, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan kader Pemuda Muhammadiyah turun langsung membersihkan kawasan Pantai Kedonganan, Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat, 22 Mei 2026. Aksi corve bersih pantai ini menjadi bagian dari rangkaian Tanwir II Pemuda Muhammadiyah sekaligus bentuk kritik sosial bahwa persoalan lingkungan tidak boleh terus dipandang sebagai isu pinggiran.

Pantai Kedonganan yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pesisir populer di Bali hingga kini masih menghadapi persoalan sampah kiriman. Limbah plastik dan botol minuman sekali pakai yang terbawa arus laut kerap mengotori bibir pantai.

Dalam aksi tersebut, para kader bersama pelajar sekolah Muhammadiyah di Bali memungut sampah di sepanjang pesisir dan menyerahkan bantuan tong sampah untuk mendukung program pemilahan limbah di kawasan wisata.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan bahwa budaya bersih telah lama menjadi tradisi melekat di Muhammadiyah dan bukan sekadar mengikuti tren isu lingkungan global.

“Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah rutin dilakukan Pemuda Muhammadiyah jauh sebelum sampah menjadi isu nasional. Sebab dalam Islam sudah jelas diterangkan Annadhofatu Minal Iman, kebersihan adalah sebagian dari iman. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sudah menjadi prinsip Muhammadiyah,” ujar Dzulfikar.

Dzulfikar yang juga menjabat Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menambahkan, seruan Presiden Prabowo Subianto terkait kepedulian lingkungan turut menjadi energi tambahan bagi para kader untuk memperkuat gerakan kolektif menjaga bumi.

Environment itu bahasa global yang sudah sepatutnya menjadi kesadaran bersama lintas generasi, lintas agama, dan lintas bangsa. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa gerakan anak muda hari ini tidak cukup hanya bicara gagasan besar, tetapi juga harus hadir dengan aksi nyata menjaga bumi,” tuturnya.

Ia menilai persoalan sampah kerap kali disederhanakan sebagai urusan teknis pemerintah daerah semata. Padahal, akar masalah utamanya menyangkut pola konsumsi masyarakat serta rendahnya disiplin publik terhadap lingkungan.

“Kita tidak boleh mewariskan laut yang kotor dan pantai penuh plastik kepada generasi berikutnya. Kalau semua hanya saling menyalahkan tanpa aksi kolektif, maka krisis lingkungan akan terus berulang,” tegas Dzulfikar.

 

Bahas Isu Ketahanan Pangan Hingga Masalah Masyarakat Pesisir

Sebelumnya, forum Tanwir II Pemuda Muhammadiyah resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

Agenda ini dirancang tidak hanya untuk membahas isu strategis kepemudaan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif kader dalam isu ketahanan pangan, krisis lingkungan, hingga problem sosial masyarakat pesisir.

Di sisi lain, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq turut menyampaikan apresiasinya terhadap kesadaran pengelolaan sampah di Bali. Kendati demikian, ia mengingatkan ancaman sampah di area wisata tetap menjadi tantangan serius yang memerlukan kolaborasi jangka panjang antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat sipil.