Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Nginap di Muzdalifah, Ini Skema yang Disiapkan PPIH

PPIH merupakan akronim dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Diterbitkan 17 Mei 2026, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan skema murur bagi jemaah haji lansia, risiko tinggi (risti), dan jemaah dengan penyakit penyerta atau komorbid saat fase puncak ibadah haji 1447 H/2026. Melalui skema tersebut, jemaah-jemaah dalam kategori itu tidak perlu bermalam di Muzdalifah.

Petugas akan langsung membawa mereka menggunakan bus dari Arafah menuju Mina demi mengurangi kepadatan dan risiko kelelahan selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Jemaah lansia, jemaah dengan komorbid, jemaah risiko tinggi, termasuk pendampingnya, akan langsung kami bawa dari Arafah menuju Mina,” kata Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, pada tim Media Center Haji di Makkah, Sabtu, 16 Mei 2026.

Pihaknya menerapkan skema murur karena keterbatasan kapasitas tempat di Muzdalifah. Selain itu, pemerintah ingin menghindari kejadian jemaah tertahan terlalu lama di Muzdalifah seperti musim haji sebelumnya.

Petugas juga menyiapkan skema berbeda bagi jemaah yang sehat. Mereka akan tetap menjalani mabit atau bermalam di Muzdalifah.

“Nanti sebagian jemaah yang sehat tetap dimabitkan di Muzdalifah, lalu diberangkatkan ke Mina setelah tengah malam,” ujarnya.

Mekanisme Murur Belum Final

PPIH bersama Satuan Operasi Armuzna saat ini masih memfinalisasi mekanisme pelaksanaan murur, termasuk pembagian jemaah yang akan mengikuti skema tersebut.

Pemerintah meminta ketua kloter, pembimbing ibadah, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) mengikuti seluruh ketentuan operasional yang akan ditetapkan.

Menurut Puji, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) menjadi kunci untuk mengurangi risiko keterlambatan dan penumpukan jemaah selama pergerakan Armuzna.

“Kami tidak ingin kejadian jemaah terlambat keluar dari Muzdalifah atau harus berjalan kaki terulang kembali,” katanya.

Dia juga mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik menjelang puncak haji. Pemerintah meminta jemaah mengurangi aktivitas berlebihan agar tetap prima saat menjalani wukuf di Arafah.

“Haji itu puncaknya saat wukuf di Arafah. Karena itu kesehatan harus dijaga supaya bisa menjalani ibadah dengan maksimal,” ujarnya.

Menurut dia, waktu utama untuk berdoa di Arafah berlangsung setelah matahari tergelincir hingga terbenam. Karena itu, jemaah diminta mempersiapkan diri dan fokus menjalani ibadah pada fase tersebut.