Cerita di Balik Suara Merdu Pelantun Selawat yang Sambut Jemaah Haji Indonesia dengan Hangat

Lantunan salawat Thalaal Badru mengalun lembut di lobi Gulf Suites Hotel 1, Syisyah, Makkah, Jumat malam (30/4/2026).

Diterbitkan 05 Mei 2026, 08:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah - Lantunan selawat Thalaal Badru mengalun lembut di lobi Gulf Suites Hotel 1, Syisyah, Makkah, Jumat malam (30/4/2026). Syair yang dahulu menyambut hijrah Nabi Muhammad SAW kini jadi ungkapan selamat datang bagi jemaah haji Indonesia di Makkah.

Di balik suara itu berdiri Saleh Abkar, pria Arab berusia 40 tahun. Ia bernyanyi tanpa alat musik, hanya ditemani dua anak muda yang sesekali mengisi koor ringan. Sederhana, tapi hangat.

Bus demi bus membawa jemaah Kloter 4 Embarkasi Solo (SOC) tiba setelah perjalanan darat sekitar enam jam dari Madinah. Mereka turun perlahan, melewati gapura berhias balon merah putih.

Petugas menyambut dengan air zamzam dan suvenir berupa tasbih, kipas, kurma, Al-Qur’an, serta kudapan ringan. Di tengah suasana itu, suara Saleh menjadi pengikat yang menenangkan.

Ia berhenti sejenak saat rombongan pertama masuk ke kamar. Namun begitu bus berikutnya datang, ia kembali berdiri dan bernyanyi.

Sekitar 15 menit setiap sesi, ia melantunkan pujian untuk menyambut para tamu Allah. Pola itu berulang sepanjang malam—ritme sederhana yang terasa personal bagi setiap jemaah yang datang.

Saleh bukan penyanyi biasa. Ia mengajar musik dan seni di Fariq Al-Jasis, dan telah menekuni dunia vokal sejak usia 17 tahun.

Dua anak muda yang mendampinginya malam itu adalah muridnya sendiri. Setiap musim haji, ia rutin menerima undangan dari hotel-hotel yang bekerja sama dengan berbagai maktab.

Dalam sehari, ia bisa tampil dua hingga tiga kali, menyambut jemaah dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Turki, Bangladesh, hingga Nigeria.

Di sela penampilan, seorang petugas haji Indonesia, Asep Badruddin, menghampirinya. Mereka berbincang dalam bahasa Arab, lalu berduet melantunkan beberapa bait selawat, termasuk dari Maulid Al-Barzanji.

Suasana lobi pun terasa semakin hangat. Saat ditanya tentang jemaah Indonesia, Saleh menjawab tanpa ragu, “Siapa bilang Indonesia tidak baik? Indonesia itu baik!”

Malam itu, suara Saleh tidak sekadar mengisi ruang. Ia menjadi jembatan rasa—menyambut, menenangkan, dan menghadirkan kehangatan di langkah awal jemaah Indonesia menapaki ibadah haji di Makkah.