Liputan6.com, Jakarta - Menjelang bulan Dzulhijjah, umat Islam yang telah terpanggil menjadi tamu Allah (Duyufurrahman) perlu menyiapkan diri, baik lahir maupun batin. Di antara persiapan spiritual adalah melakukan amalan sunnah menjelang bulan Dzulhijjah untuk calon haji.
Perlu dipahami, persiapan ibadah haji tidak sekadar berpusat pada kesiapan logistik dan rukun fisik, melainkan juga harus diiringi dengan keluhuran spiritual dan mental. Terdapat berbagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi calon haji sebelum bertolak ke Tanah Suci atau sudah berada di Haramain, sebelum bulan Dzulhijjah.
Merujuk Buku Manasik Haji dan Umroh Rasulullah SAW, Imam Ghazali Said, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah dan ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji, terbitan Ditjen Haji dan Umrah Kemenag, serta sumber kredibel lain, berikut ini adalah panduan amalan sunnah dan persiapan batin yang perlu diamalkan sebelum memasuki bulan Dzulhijjah.
Advertisement
1. Bertaubat (Taubatan Nasuha) dan Menyelesaikan Hak Adami (Urusan dengan Manusia)
Persiapan spiritual paling mendasar adalah memastikan diri dalam keadaan suci dari dosa.
- Syarat Taubat Kepada Allah: Calon jemaah harus memenuhi tiga syarat utama: An-Nadam (menyesali perbuatan dosa), Al-Iqla' (seketika menghentikan maksiat), dan Al-'Azmu (bertekad kuat untuk tidak mengulanginya).
- Penyelesaian Hak Adami: Dosa kepada sesama manusia tidak akan gugur hanya dengan istighfar. Jemaah wajib mengembalikan harta yang bukan haknya, melunasi utang yang telah jatuh tempo (atau meminta penangguhan/keikhlasan dari pemberi utang), serta secara lisan memohon maaf kepada keluarga, tetangga, dan rekan kerja.
- Izin dan Ridha: Bagi seorang istri, wajib hukumnya mengantongi ridha dari suami. Bagi anak yang masih memiliki orang tua, wajib memohon doa restu dari keduanya.
Advertisement
2. Memastikan Nafkah yang Halal untuk Perjalanan dan Keluarga
Ibadah haji menuntut kebersihan harta yang digunakan.
- Prinsip Kehalalan: Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah Maha Baik (Thayyib) dan hanya menerima yang baik. Biaya haji harus dipastikan bebas dari unsur syubhat, riba, atau hasil kezaliman. Jika berangkat menggunakan harta haram, para ulama menyebut hajinya tertolak.
- Nafkah Keluarga yang Ditinggalkan: Calon jemaah diwajibkan menyiapkan dana yang cukup untuk menjamin kehidupan dan keseharian keluarga (anak, istri, atau tanggungan lain) selama mereka ditinggalkan, agar keluarga tidak telantar atau harus berutang.
3. Mempersiapkan Fisik (Istitha'ah Badaniyah)
Haji adalah ibadah yang sangat didominasi oleh aktivitas fisik (thawaf, sa'i, melontar jumrah).
- Latihan Fisik Terukur: Jemaah dianjurkan melakukan jalan kaki rutin minimal 30 menit setiap hari beberapa bulan sebelum keberangkatan untuk melatih ketahanan otot dan kardiovaskular.
- Pemeriksaan Kesehatan: Menjalani medical check-up secara disiplin, melengkapi vaksinasi yang diwajibkan, dan menyiapkan obat-obatan pribadi yang biasa dikonsumsi.
Advertisement
4. Melaksanakan Shalat Sunnah Safar
Sebagai bentuk kepasrahan dan memohon perlindungan kepada Allah sebelum meninggalkan kediaman.
Tata Cara: Dilaksanakan sebanyak dua rakaat sebelum melangkahkan kaki keluar rumah. Disunnahkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah.
Doa Khusus: Setelah salam, dianjurkan membaca Ayat Kursi, Surah Quraisy (Li-ilaafi quraish), dan membaca doa safar (doa bepergian) guna memohon agar keluarga, harta, dan perjalanan senantiasa berada dalam penjagaan Allah SWT.
5. Menggelar Walimatussafar dengan Adab yang Benar
Tradisi berkumpul sebelum berangkat haji sangat baik jika diisi dengan tuntunan syariat.
- Niat Bersedekah: Walimatussafar harus diniatkan sebagai bentuk rasa syukur (tahaddus bin ni'mah) dan medium untuk bersedekah makanan.
- Sasaran Undangan: Sangat dianjurkan mengundang anak yatim, fakir miskin, serta kerabat dan tetangga terdekat, bukan sekadar ajang pamer kemewahan yang hanya mengundang orang-orang kaya.
- Fokus Acara: Diisi dengan saling memaafkan, tausiyah pengingat niat, dan memohon doa keselamatan dari jemaah yang hadir, serta menjauhi sifat riya (ingin dilihat) dan sum'ah (ingin didengar/dipuji).
Advertisement
6. Sunnah Kebersihan Fisik dan Adab Berihram
Perpindahan dari kondisi biasa (halal) menuju kondisi ihram memiliki protokol kebersihan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
- Membersihkan Tubuh: Disunnahkan memotong kuku, merapikan kumis, serta mencabut/mencukur rambut ketiak dan kemaluan sebelum mandi besar.
- Mandi Sunnah Ihram: Melakukan mandi besar (niat mandi sunnah ihram) untuk membersihkan seluruh tubuh. Mandi ini disunnahkan bagi semua jemaah, termasuk wanita yang sedang haid atau nifas.
- Pemakaian Wewangian: Khusus bagi laki-laki, disunnahkan memakai parfum atau minyak wangi yang aromanya kuat di tubuh dan rambut sebelum memakai kain ihram. Catatan penting: Wewangian sama sekali tidak boleh diteteskan/disemprotkan pada kain ihramnya.
7. Membekali Diri dengan Ilmu Manasik (Fikih Haji)
Ibadah haji memiliki aturan rukun, wajib, dan larangan yang sangat ketat.
- Pemahaman Rukun dan Wajib Haji: Rukun haji (jika ditinggalkan, hajinya tidak sah) meliputi Niat Ihram, Wukuf, Thawaf Ifadhah, Sa'i, Tahallul, dan Tertib. Sedangkan wajib haji (jika ditinggalkan harus membayar dam/denda) meliputi mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar Jumrah, dan Thawaf Wada'.
- Mengetahui Larangan (Muharramat): Jemaah wajib menghafal larangan saat berihram, seperti tidak boleh memotong kuku/rambut, tidak boleh memakai wewangian (setelah niat ihram), bagi pria tidak boleh memakai pakaian berjahit dan penutup kepala, serta larangan berburu dan memotong pepohonan.
Advertisement
Hikmah dan Makna Spiritual Persiapan Haji
1. Tazkiyatun Nafs (Pembersihan Jiwa yang Paripurna)
Rangkaian persiapan seperti bertaubat, meminta maaf, dan mengembalikan hak orang lain adalah proses detoksifikasi jiwa. Seorang tamu Allah (Duyufurrahman) tidak pantas memasuki rumah-Nya dan menginjakkan kaki di tanah haram apabila di dalam hatinya masih bersarang kesombongan, dendam, atau hak orang lain yang dirampasnya. Jiwa yang bersih akan melahirkan tangisan yang khusyuk saat wukuf di Arafah.
2. Dzikrul Maut (Pengingat Kematian dan Kehidupan Akhirat)
Seluruh prosesi awal keberangkatan haji adalah simulasi kematian. Meninggalkan harta dan keluarga, mandi sunnah ibarat dimandikan sebagai jenazah, dan memakai dua helai kain ihram putih yang tak berjahit adalah representasi dari pemakaian kain kafan. Hal ini memukul kesadaran manusia bahwa pada akhirnya, tidak ada yang dibawa mati selain amal ibadah.
3. Menumbuhkan Kesetaraan dan Menghancurkan Kasta Sosial (Egalitarianisme)
Ketika jemaah memakai kain ihram putih dan melepaskan seluruh pakaian kebesarannya (seragam dinas, perhiasan, pakaian desainer), terhapuslah semua sekat status sosial, ekonomi, dan jabatan. Di mata Allah, seorang pejabat tinggi maupun rakyat jelata adalah sama, berdiri setara di padang Arafah, hanya dibedakan oleh ketakwaannya.
4. Pelatihan Disiplin dan Pengendalian Hawa Nafsu (Riyadhah)
Mempelajari ilmu manasik dan menaati larangan ihram mengajarkan disiplin tingkat tinggi. Sesuatu yang sebelumnya halal (seperti memotong kuku, memakai wangi-wangian, atau berhubungan suami-istri) menjadi haram saat berihram. Ini melatih manusia untuk mampu mengendalikan insting dan hawa nafsunya agar sepenuhnya tunduk pada aturan dan waktu yang telah ditetapkan Allah SWT.
5. Bukti Cinta dan Ketaatan Mutlak (Ittiba' As-Sunnah)
Mengamalkan sunnah-sunnah kecil seperti shalat safar, mendahulukan kaki tertentu, atau memakai wewangian di badan sebelum ihram adalah manifestasi ketaatan tanpa syarat kepada Allah dan Rasul-Nya. Beberapa rukun haji mungkin tidak sepenuhnya dapat dicerna oleh logika (seperti melempar batu ke tiang jamarat), namun melaksanakannya dengan penuh ketundukan adalah bentuk Ubudiyah (penghambaan) sejati seorang mukmin.
People also Ask:
Amalan manakah yang paling baik di bulan Dzulhijjah?
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW pada Dzulhijjah.Puasa Sunah, Terutama Puasa Arafah.Mengumandangkan Takbir.3. Berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.4. Shalat Iduladha.Menyembelih Hewan Kurban.Maksimalkan Keberkahan Dzulhijjah.
Amalan apa agar cepat naik haji?
Ringkasan AIAmalan agar cepat naik haji meliputi kombinasi doa dan tindakan nyata: rutin membaca Al-Qur'an dan doa khusus (seperti surat Al-Hajj: 27), memperbanyak sedekah, istigfar, shalat sunnah (Tahajud/Dhuha), serta berbakti kepada orang tua. Usaha fisik meliputi menabung (bisa melalui Investasi Sukuk) dan mendaftar haji segera.
Apa saja yang terjadi dalam 10 hari sebelum ibadah Haji?
“Alasan paling nyata mengapa sepuluh hari di bulan Dzul Hijjah diistimewakan adalah karena terkumpulnya amalan-amalan ibadah terbesar pada periode ini - salat, siyam (puasa), sedekah (amal), dan haji (ziarah) .”
Zikir apa di bulan Dzulhijjah?
Jenis Dzikir yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah
Takbir adalah dzikir yang sangat dianjurkan di awal bulan Dzulhijjah hingga hari tasyrik. Takbir terbagi menjadi dua: Takbir Muthlaq: Dilakukan kapan saja dan di mana saja, sejak awal bulan hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah).
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4840923/original/066809800_1716467767-Ilustrasi_haji__Ka_bah__Islami__muslim.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550396/original/088397900_1775689022-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_05.41.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445379/original/009807100_1765853634-Gemini_Generated_Image_aq9ze9aq9ze9aq9z.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7632888/original/091705200_1780421506-IMG-20260602-WA0042.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163744/original/091320600_1742047214-pexels-rdne-7249191.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5741108/original/036838900_1778638509-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5693712/original/095484400_1778570534-newsCover_2026_5_12_1778565245198-r6q31.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5627714/original/073793700_1778223438-kenapa-terkadang-musik-bisa-menempel-di-otak-anda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573152/original/045833500_1777882831-ciri_orang_berkelas_meski_belum_kaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572313/original/002786000_1777790454-tanda-tanda_seseorang_berbohong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)