Begini Skema Penyambutan Jemaah Haji Indonesia 2026 Kloter Pertama di Madinah

Kloter pertama jemaah haji Indonesia 2026 berasal dari embarkasi Jakarta-Garuda (JKG).

Diterbitkan 21 April 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madinah - Skema khusus dipersiapkan untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia 2026 kloter pertama yang dijadwalkan tiba di Bandara Madinah, Arab Saudi, pada Rabu 22 April 2026, pukul 06.00 pagi, waktu setempat. Skema ini menitikberatkan kelancaran alur kedatangan hingga penempatan jemaah di Madinah.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Budi Agung Nugroho memastikan seluruh layanan utama, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi, telah siap. Sebanyak 682 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara untuk mengawal proses kedatangan jemaah.

Tahun ini, kloter pertama dari embarkasi Jakarta-Garuda (JKG) kembali menggunakan skema fast track. Dengan skema ini, proses imigrasi di bandara berlangsung lebih cepat sehingga penyambutan hanya dilakukan secara singkat.

"Sambutan resmi yang lebih besar akan dilakukan saat jemaah tiba di hotel di Madinah," ujar Budi di Kantor Daker Madinah, Minggu, 19 April 2026. Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad bersama Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron B. Ambary dijadwalkan hadir langsung dalam penyambutan tersebut.

Yang juga diberi perhatian khusus, yakni pengaturan pergerakan jemaah dari bandara menuju bus. Petugas mengatur pergeseran jemaah secara berkelompok, baik per regu maupun rombongan, untuk menjaga ketertiban hingga proses pembagian kamar di hotel.

"Tujuannya agar saat masuk bus sampai pembagian kamar hotel, jemaah tetap dalam ikatan kelompoknya. Ini kunci ketertiban," tegas Budi.

Ibadah Arbain di Madinah

Dalam pelaksanaannya, PPIH bekerja sama dengan Nusuk Marhaban dan Syarikah Duyuf Al-Bait. Sementara itu, pengelolaan bagasi jemaah ditangani pihak syarikah guna memastikan barang tiba dengan aman.

Sementara itu, tenaga pendukung berjumlah 423 personel, terdiri dari warga Indonesia dan mahasiswa yang tinggal di Arab Saudi. Mereka dibagi ke dua daerah kerja, yakni Madinah dan Bandara, untuk bersinergi dengan PPIH Arab Saudi dalam melayani jemaah.

Selama berada di Madinah, jemaah akan menjalani masa tinggal selama 8 hingga 9 hari untuk melaksanakan ibadah Arbain. Selama periode tersebut, PPIH memastikan kebutuhan konsumsi jemaah terpenuhi dengan menyediakan hingga 27 kali layanan makan.

Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Madinah, jemaah diberangkatkan menuju Makkah untuk memasuki tahapan puncak ibadah haji.