Hari Ini Tanggal Berapa Syawal? Cek Kalender Hijriah 1447 H Lengkap

Cari tahu hari ini tanggal berapa Syawal 1447 H lengkap dengan kalender Hijriah, perbedaan versi pemerintah dan Muhammadiyah, serta amalan penting yang sayang u

Diterbitkan 05 April 2026, 09:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun, saat bulan Syawal tiba, banyak umat Islam yang mulai aktif mencari informasi seputar penanggalan Hijriah. Pertanyaan seperti "hari ini tanggal berapa Syawal?" menjadi salah satu yang paling banyak dicari di mesin pencari, terutama karena kalender Hijriah tidak selalu selaras dengan kalender Masehi yang digunakan sehari-hari. Wajar jika banyak orang merasa perlu memverifikasi tanggal Hijriah secara berkala, apalagi jika ingin memastikan waktu yang tepat untuk menjalankan ibadah-ibadah sunnah di bulan Syawal.

Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap yang bisa kamu jadikan rujukan selama bulan Syawal 1447 H berlangsung. Mulai dari informasi tanggal Syawal hari ini, daftar lengkap kalender Syawal dari tanggal 1 hingga 29, perbedaan versi penetapan antara pemerintah dan Muhammadiyah, hingga amalan-amalan penting yang sebaiknya tidak kamu lewatkan. 

Hari Ini Tanggal Berapa Syawal 1447 H?

Hari ini Minggu, 5 April 2026, bertepatan dengan 16 Syawal 1447 H berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia. Ini artinya bulan Syawal sudah memasuki pertengahan, dan umat Islam yang belum menuntaskan puasa sunnah enam hari Syawal masih memiliki waktu tersisa sekitar dua pekan sebelum bulan ini berakhir pada 18 April 2026. Mengetahui posisi tanggal Hijriah secara tepat sangat penting agar ibadah yang terikat waktu bisa dilaksanakan dengan benar dan tidak terlewat begitu saja.

Perlu diingat bahwa kalender Hijriah bersifat lunar, artinya setiap bulannya mengikuti siklus peredaran bulan yang berlangsung selama 29 hingga 30 hari. Inilah mengapa tanggal Hijriah dan Masehi tidak pernah bertemu di titik yang sama setiap tahunnya. Selisih antara keduanya terus bergeser sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahun, sehingga wajar jika banyak orang merasa perlu mengecek ulang penanggalan Hijriah secara berkala, termasuk di bulan Syawal ini. Mengacu pada sumber yang valid dan terpercaya adalah langkah terbaik untuk memastikan tanggal yang kamu pegang sudah sesuai.

Kalender Syawal 1447 H

Bulan Syawal 1447 H resmi dimulai pada Sabtu, 21 Maret 2026 berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI. Bulan ini berlangsung selama 29 hari dan akan berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Mengetahui daftar lengkap tanggal Syawal akan sangat membantu kamu dalam merencanakan ibadah, menghitung sisa hari untuk puasa sunnah, atau sekadar mengetahui posisi hari ini dalam kalender Hijriah tanpa harus menghitung sendiri dari awal.

Berikut adalah padanan lengkap setiap tanggal Syawal 1447 H dengan tanggal Masehi, yang bisa kamu jadikan referensi sepanjang bulan ini berlangsung.

1 Syawal 1447 H — Sabtu, 21 Maret 2026

2 Syawal 1447 H — Minggu, 22 Maret 2026

3 Syawal 1447 H — Senin, 23 Maret 2026

4 Syawal 1447 H — Selasa, 24 Maret 2026

5 Syawal 1447 H — Rabu, 25 Maret 2026

6 Syawal 1447 H — Kamis, 26 Maret 2026

7 Syawal 1447 H — Jumat, 27 Maret 2026

8 Syawal 1447 H — Sabtu, 28 Maret 2026

9 Syawal 1447 H — Minggu, 29 Maret 2026

10 Syawal 1447 H — Senin, 30 Maret 2026

11 Syawal 1447 H — Selasa, 31 Maret 2026

12 Syawal 1447 H — Rabu, 1 April 2026

13 Syawal 1447 H — Kamis, 2 April 2026

14 Syawal 1447 H — Jumat, 3 April 2026

15 Syawal 1447 H — Sabtu, 4 April 2026

16 Syawal 1447 H — Minggu, 5 April 2026

17 Syawal 1447 H — Senin, 6 April 2026

18 Syawal 1447 H — Selasa, 7 April 2026

19 Syawal 1447 H — Rabu, 8 April 2026

20 Syawal 1447 H — Kamis, 9 April 2026

21 Syawal 1447 H — Jumat, 10 April 2026

22 Syawal 1447 H — Sabtu, 11 April 2026

23 Syawal 1447 H — Minggu, 12 April 2026

24 Syawal 1447 H — Senin, 13 April 2026

25 Syawal 1447 H — Selasa, 14 April 2026

26 Syawal 1447 H — Rabu, 15 April 2026

27 Syawal 1447 H — Kamis, 16 April 2026

28 Syawal 1447 H — Jumat, 17 April 2026

29 Syawal 1447 H — Sabtu, 18 April 2026

Perbedaan Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Perbedaan penetapan awal bulan Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah bukan hal baru dan sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda di ufuk barat setelah matahari terbenam. Metode ini melibatkan tim pemantau di berbagai titik di seluruh Indonesia, dan hasilnya kemudian dikonfirmasi melalui sidang isbat sebelum diumumkan secara resmi kepada publik. Untuk tahun ini, sidang isbat menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Muhammadiyah, di sisi lain, menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomis yang menentukan awal bulan berdasarkan posisi geometris bulan tanpa harus menunggu hasil pengamatan langsung di lapangan. Dengan metode ini, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H lebih awal, yaitu pada Jumat, 20 Maret 2026, sehingga seluruh tanggal Syawal versi Muhammadiyah pun bergeser satu hari lebih awal dibandingkan versi pemerintah. Perbedaan ini murni bersifat metodologis dan tidak menyangkut perbedaan keyakinan dalam hal yang lebih substansial.

Lalu mana yang sebaiknya dipakai? Jawabannya bergantung pada pilihan dan keyakinan masing-masing. Bagi yang mengikuti ketetapan pemerintah, maka 1 Syawal jatuh pada 21 Maret dan bulan berakhir 18 April 2026. Bagi yang mengikuti Muhammadiyah, tanggal-tanggal tersebut bergeser satu hari lebih awal. Yang terpenting adalah konsistensi dalam mengikuti salah satu metode dan saling menghormati perbedaan yang ada, karena keduanya memiliki landasan ilmu dan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Amalan Penting di Bulan Syawal

Bulan Syawal bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan. Ia adalah bulan yang kaya akan amalan sunnah, dan salah satu yang paling dikenal adalah puasa enam hari Syawal. Dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang berpuasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun. Puasa ini bisa dimulai sejak 2 Syawal, karena 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri adalah hari yang dilarang untuk berpuasa. Kamu bebas memilih untuk melakukannya secara berturut-turut maupun selang-seling sesuai kemampuan dan kondisi.

Selain puasa sunnah, bulan Syawal juga menjadi momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi. Tradisi saling berkunjung dan bermaaf-maafan yang identik dengan Lebaran sebaiknya tidak hanya berhenti di hari pertama Idul Fitri, melainkan dijaga dan diperpanjang sepanjang bulan Syawal. Silaturahmi bukan hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki keutamaan spiritual yang besar dalam Islam. Menyambung hubungan yang sempat renggang, mengunjungi orang tua, kerabat, atau sahabat lama adalah bentuk nyata dari semangat Syawal yang sesungguhnya.

Amalan penting lainnya adalah menjaga konsistensi ibadah yang sudah dibangun selama Ramadan. Banyak orang mengalami penurunan semangat beribadah setelah bulan puasa berakhir, padahal justru di sinilah ujian yang sebenarnya dimulai. Syawal bisa dijadikan sebagai bulan transisi untuk mempertahankan kebiasaan baik seperti membaca Al-Qur'an, shalat sunnah, bersedekah, dan dzikir yang sudah terbentuk selama sebulan penuh. Jika Ramadan adalah bulan pelatihan, maka Syawal adalah bukti apakah latihan itu berhasil mengubah kebiasaan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Hari ini tanggal berapa Syawal 1447 H?

Pada 5 April 2026, hari ini bertepatan dengan 16 Syawal 1447 H berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia versi Kementerian Agama.

2. Kapan 1 Syawal 1447 H menurut pemerintah?

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 melalui hasil sidang isbat.

3. Bulan Syawal 2026 berakhir tanggal berapa?

Bulan Syawal 1447 H berakhir pada Sabtu, 18 April 2026 menurut kalender resmi pemerintah Indonesia.

4. Puasa sunnah 6 hari Syawal boleh dimulai kapan?

Puasa sunnah enam hari Syawal boleh dimulai sejak 2 Syawal atau 22 Maret 2026 dan boleh dilakukan hingga akhir bulan Syawal.

5. Apakah boleh puasa Syawal tidak berurutan?

Boleh, puasa enam hari Syawal bisa dilakukan secara berturut-turut maupun selang-seling sesuai kemampuan masing-masing.