Makna Baju Lebaran di Mata Gen Z dan Milenial Menurut Survei Terkini: Tak Harus Baru

Daripada baru, ada yang lebih penting dari baju lebaran di mata Gen Z dan kaum milenial. Apa itu?

Diterbitkan 20 Maret 2026, 09:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bila dulu, orang merayakan Idulfitri dengan membeli baju lebaran baru, kini makna tersebut sudah bergeser. Menurut penelitian terbaru Populix, ada pergeseran makna baju Lebaran dari beberapa tahun sebelumnya berdasarkan riset yang dilakukan kepada 1.000 orang Gen Z dan milenial pada 18--19 Februari 2026.

"Meskipun hampir sepertiga masih mengidentikkan Idulfitri dengan baju baru, mayoritas Gen Z dan Milenial kini memiliki pandangan lain. Mereka cenderung mementingkan kelayakan dan kondisi keuangan dibandingkan harus memaksakan untuk membeli baru," kata Susan Adi Putra, Research Director Populix, dalam keterangan tertulis kepada Liputan6.com, 17 Maret 2026.

Sekitar 30 persen responden menyatakan kelayakan baju menjadi faktor yang lebih penting. Kemudian, sekitar 26 persen lainnya menyatakan pembelian baju baru hanya akan dilakukan dalam kondisi keuangan yang baik. Hanya 29 persen responden yang masih mengidentikkan lebaran dengan baju baru.

Alih-alih baru, masyarakat saat ini cenderung lebih mementingkan pakaian Lebaran yang serasi. Hal ini terlihat dari rencana tujuh dari sepuluh keluarga di Indonesia yang akan mengenakan baju serasi untuk lebaran.

Empat di antaranya menyatakan bahwa akan mengenakan baju serasi dengan keluarga besar, sedangkan sekitar tiga keluarga memilih untuk membatasi baju serasi hanya dengan keluarga inti. Ada banyak faktor yang menjadi alasan mengapa tren ini terjadi. Selain karena baju yang serasi dipandang sebagai simbol kebersamaan keluarga di momen lebaran, foto bersama keluarga juga dapat terlihat lebih rapi.

Inspirasi Baju Lebaran

Pilihan gaya dan warna baju Lebaran umumnya diputuskan secara bersama-sama, terutama bagi kalangan Milenial. Sedangkan, sebagian dari Gen Z masih mengikuti pilihan orangtua.

Anggaran yang dipatok oleh mayoritas responden untuk satu set baju Lebaran sekitar Rp500 ribu atau kurang. Dibandingkan Gen Z, Milenial cenderung memiliki bujet lebih besar yang mencapai lebih dari Rp1 juta.

Terkait sumber inspirasi baju lebaran, 82 persen dari total responden mencarinya melalui media sosial, diikuti live streaming sebanyak 39 persen. "Hal ini menegaskan pengaruh kuat media sosial dan platform digital dalam mempromosikan produk fesyen," jelas Susan.

Gaya baju lebaran tahun ini untuk kalangan Gen Z dan Milenial adalah yang minimalis dan rapi, dengan potongan yang lebih sederhana dan warna-warna netral. "Kemudian diikuti oleh tren pakaian-pakaian fungsional dan praktis, yang harapannya dapat dipakai kembali untuk aktivitas lain di luar Idulfitri," sambungnya.

Survei juga menemukan bahwa selera warna antara laki-laki dan perempuan berbeda. Mayoritas perempuan menyukai warna-warna earth tone, seperti beige, olive, khaki, cokelat dan juga warna-warna pastel. Di sisi lain, laki-laki cenderung menyukai warna putih, diikuti warna earth tone, dan hitam/gelap yang lebih netral.