Liputan6.com, Jakarta - Zakat mal diberikan kepada siapa sering menjadi pertanyaan bagi Muslim yang ingin menunaikan zakat dengan tepat. Zakat mal berperan membersihkan harta sekaligus membantu mereka yang membutuhkan di masyarakat.
Memahami zakat mal diberikan kepada siapa penting agar penyalurannya sesuai syariat. Islam menetapkan delapan golongan penerima zakat atau asnaf yang harus diketahui muzakki agar harta bermanfaat maksimal.
Panduan mengenai zakat mal diberikan kepada siapa tersebut tentunya membantu Muslim menyalurkan zakat dengan tepat, memastikan manfaatnya dirasakan oleh penerima yang berhak.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang zakat mal diberikan kepada siapa, Kamis (12/3/2026).
Memahami Zakat Mal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4616110/original/038428500_1697686028-jar-with-savings-coins-table.jpg)
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta seorang Muslim yang diperoleh secara halal. Harta tersebut wajib dizakati jika telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun hijriah penuh atau haul.
Berbagai jenis harta termasuk dalam zakat mal, seperti emas, perak, uang tunai, tabungan, saham, aset perdagangan, hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan hasil tambang.
Selain itu, penghasilan rutin, honorarium, gaji, jasa, saham, obligasi, dan rikaz (harta karun) juga termasuk zakat mal. Dengan demikian, zakat mal mencakup hampir semua kekayaan yang dimiliki seorang Muslim.
Kewajiban menunaikan zakat mal ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya pada Surah At-Taubah ayat 103:
اٰخُذُوْا۟ الزَّكٰوةَ مِنْ اَمْوَالِهِمْ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ وَصَلُّوا۟ عَلَيْهِمْ ۚ اِنَّ صَلٰوتَكُمْ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At-Taubah: 103)
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat mal berfungsi tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sarana penyucian harta dan jiwa bagi seorang Muslim.
Advertisement
Syarat Harta Wajib Zakat Mal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290322/original/070922900_1753098674-pexels-michael-steinberg-95604-366551.jpg)
Agar harta dapat dikenakan zakat mal, muzakki harus memenuhi beberapa syarat berikut:
1. Kepemilikan Penuh (Almikuttam)
Harta harus sepenuhnya dikuasai oleh pemiliknya tanpa ada hak orang lain di dalamnya.
2. Sumber Harta Halal
Harta diperoleh secara sah dan tidak bertentangan dengan hukum Islam.
3. Harta Dapat Berkembang
Harta memiliki potensi untuk bertambah jika diusahakan, sehingga layak dizakati.
4. Mencapai Nisab
Harta telah mencapai batas minimal yang ditetapkan syariat, yaitu setara dengan harga 85 gram emas atau 595 gram perak. Mengutip dari laman Baznas Kota Surabaya, nisab emas, eerak, uang, dan perdagangan yaitu setara dengan 85 gram emas murni. Nilai rupiahnya disesuaikan dengan harga emas 24 karat di pasaran saat jatuh tempo pembayaran zakat. Sementara untuk nisab pertanian adalah setara dengan 653 kg gabah atau 520 kg beras.
5. Bebas dari Utang
Harta yang akan dizakati harus bebas dari kewajiban utang yang harus segera dilunasi.
6. Haul
Harta telah dimiliki selama satu tahun hijriah penuh. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Tidak ada (wajib) zakat pada harta seseorang sebelum sampai satu tahun dimilikinya." (H.R. Daruquthni)
7. Lebih dari Kebutuhan Pokok
Harta yang dizakati harus melebihi kebutuhan pokok pemiliknya, sehingga zakat tidak membebani kehidupan sehari-hari.
8. Pemilik Baligh dan Berakal
Kewajiban zakat hanya berlaku bagi pemilik harta yang sudah baligh dan berakal.
Pemenuhan syarat-syarat ini memastikan bahwa zakat mal hanya dikenakan pada harta yang sesuai ketentuan syariat, sehingga ibadah zakat berjalan sah dan membawa keberkahan.
Mengutip buku berjudul Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian (2017) oleh Dr. Muh. Hambali, M.Ag, adapun syarat-syarat zakat mal adalah sebagai berikut:
- Islam
- Merdeka
- Harta benda
- Cukup senisab (batas jumlah minimal)
- Cukup waktunya (haul).
Golongan Penerima Zakat Mal (Mustahik Zakat)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304440/original/011493200_1754271410-emas_3.jpg)
Pertanyaan zakat mal diberikan kepada siapa telah dijawab secara jelas dalam Al-Qur’an. Allah SWT menetapkan delapan golongan atau asnaf yang berhak menerima zakat, sebagaimana tercantum dalam Surah At-Taubah ayat 60.
Golongan-golongan ini dikenal sebagai mustahik zakat, dan penyaluran zakat harus ditujukan kepada mereka agar sesuai ketentuan syariat.
QS. At-Taubah [9]:60
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Innamal-shadaqaatu lil-fuqaraa'i wal-masakiin wal-‘aamilina ‘alaiha wal-mu’allafati qulubuhum wa fir-riqaabi wal-ghaarimiina wa fi sabiilillahi wa ibnis-sabiili fariidatan minal-lahi wallaahu ‘Aliimun Hakiim.
Terjemahan: "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk fakir, miskin, amil zakat, mualaf, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berutang, di jalan Allah, dan untuk ibnu sabil, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
1. Fakir
Orang yang tidak memiliki harta dan penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tingkatan fakir berada di bawah miskin karena biasanya tidak memiliki pekerjaan atau usaha.
2. Miskin
Orang yang memiliki penghasilan tetapi masih kurang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Pendapatan mereka tidak mencukupi, sering disebabkan oleh pendapatan rendah atau tanggungan finansial yang besar.
3. Amil Zakat
Orang yang bertugas mengelola zakat, mulai dari pengumpulan hingga distribusi dan pelaporan. Mereka berhak menerima bagian zakat sebagai imbalan atas kerja keras dalam menyalurkan dana zakat secara amanah.
4. Mualaf
Orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan dukungan ekonomi maupun spiritual. Zakat untuk mualaf berperan mempererat persaudaraan dan memperkuat keimanan mereka.
5. Riqab (Budak yang Ingin Merdeka)
Dahulu zakat diberikan untuk membantu membebaskan budak. Saat ini, dapat dimaknai sebagai bantuan bagi orang yang terbelenggu dalam bentuk lain, misalnya korban perdagangan manusia.
6. Gharim (Orang yang Terlilit Utang)
Orang yang berutang karena kebutuhan mendesak dan tidak mampu melunasinya. Utang tersebut harus untuk kebutuhan sah, bukan untuk maksiat, seperti untuk makan, obat, atau kebutuhan dasar lain.
7. Fi Sabilillah
Mereka yang berjuang di jalan Allah. Termasuk pendakwah, santri, pejuang, pendidikan Islam, kegiatan sosial, dan pelayanan kesehatan umat. Konteks modern bisa diperluas menjadi segala aktivitas yang menegakkan nilai-nilai Islam.
8. Ibnu Sabil (Musafir yang Kehabisan Bekal)
Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Bantuan diberikan agar mereka bisa melanjutkan perjalanan atau kembali ke tempat asal, terlepas dari status ekonomi sebelumnya.
Q & A Seputar Topik
Apa itu zakat mal?
Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta atau kekayaan yang dimiliki oleh seorang Muslim, yang secara zat maupun substansi perolehannya tidak bertentangan dengan ketentuan agama Islam, dan telah mencapai nisab serta haul.
Zakat mal diberikan kepada siapa saja?
Zakat mal diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya, dikenal sebagai mustahik zakat, sesuai QS. At-Taubah ayat 60: fakir, miskin, amil zakat, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil.
Apa saja syarat harta yang wajib dizakati mal?
Syarat harta yang wajib dizakati mal meliputi kepemilikan penuh, halal, dapat berkembang, mencukupi nisab, bebas dari utang, mencapai haul, lebih dari kebutuhan pokok, serta pemiliknya berakal dan baligh.
Apakah perbedaan fakir dan miskin dalam penerimaan zakat?
Fakir adalah mereka yang tidak memiliki harta dan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan tidak memiliki pekerjaan atau usaha. Sementara miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan, tetapi masih kurang untuk mencukupi kebutuhan dasar mereka dan keluarganya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429927/original/018407700_1764648000-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-02T105923.268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3434366/original/035684400_1618907350-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5626466/original/003931900_1778221281-ALJAZAIR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265428/original/072310000_1782111808-AP26172732756707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264294/original/025943800_1782105633-IMG-20260622-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264381/original/045958100_1782109190-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985606/original/007135300_1649144512-000_9YF9E8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264311/original/009112200_1782106678-AP26173041080733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264299/original/095323600_1782105973-AP26172695358194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5114475/original/051696300_1738232003-1738220587779_arti-zakat-mal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3387060/original/008003200_1614263292-businesswoman-holding-coins-putting-glass_34152-1848.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5087411/original/003801200_1736406649-1736398582844_perbedaan-zakat-fitrah-dan-zakat-mal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529989/original/003217300_1773388683-hll.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529970/original/061253200_1773388017-unnamed__77_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5159323/original/011934800_1741710369-zakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4383041/original/089396700_1680601074-zlataky-cz-fqUBQejVYDM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3434481/original/072587800_1618910601-Zakat_Pajak_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3434366/original/035684400_1618907350-1.jpg)