Liputan6.com, Jakarta - Sunnah Rasulullah saat Idul Fitri menjadi panduan penting bagi umat Islam dalam merayakan hari kemenangan setelah Ramadhan. Hari raya tidak hanya diisi dengan kegembiraan, tetapi juga dengan berbagai amalan yang dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ. Dengan mengikuti sunnah tersebut, kebahagiaan Idul Fitri memiliki nilai ibadah yang lebih mendalam.
Sunnah Rasulullah saat Idul Fitri menunjukkan bahwa perayaan hari raya memiliki tata cara yang penuh makna spiritual. Rasulullah ﷺ mengajarkan umat Islam untuk merayakan Idul Fitri dengan ibadah, rasa syukur, serta mempererat hubungan antar sesama. Tradisi tersebut telah diwariskan sejak masa sahabat hingga generasi sekarang.
Idul Fitri sendiri merupakan momentum kemenangan setelah sebulan menjalani puasa Ramadhan. Umat Islam merayakan keberhasilan menahan diri dari hawa nafsu. Oleh karena itu, hari raya dipenuhi dengan doa, takbir, serta rasa syukur kepada Allah SWT.
Advertisement
Kebahagiaan hari raya juga tidak lepas dari nilai kebersamaan. Silaturahmi, saling memaafkan, serta berbagi dengan sesama menjadi bagian dari tradisi umat Islam. Semua itu memiliki dasar dalam ajaran Rasulullah ﷺ.
Menghidupkan Malam Idul Fitri
Salah satu sunnah yang dianjurkan adalah menghidupkan malam Idul Fitri dengan ibadah. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, serta membaca Al-Qur’an. Malam tersebut menjadi waktu yang penuh keberkahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَيْ الْعِيدِ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ
Man ahyaa laylatayil ‘iidi lam yamut qalbuhu yauma tamuutul quluub.
Artinya: “Barangsiapa menghidupkan dua malam hari raya, maka hatinya tidak akan mati pada hari ketika banyak hati mati.” (HR. Daruquthni).
Malam Idul Fitri juga identik dengan kumandang takbir. Takbir menjadi simbol pengagungan kepada Allah SWT. Suasana ini biasanya terdengar di masjid, rumah, hingga sepanjang jalan.
Takbir yang dikumandangkan menjadi tanda berakhirnya bulan Ramadhan. Umat Islam mengagungkan nama Allah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat ibadah. Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Nabi.
Advertisement
Memperbanyak Takbir di Hari Raya
Perintah bertakbir disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ
Wa litukmilul ‘iddah wa litukabbirullaha.
Artinya: “Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya serta mengagungkan Allah.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Takbir Idul Fitri biasanya dibaca sejak malam hingga sebelum sholat Id dilaksanakan. Bacaan takbir menjadi syiar yang menggema di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan kegembiraan umat Islam menyambut hari raya.
Salah satu contoh bacaan takbir adalah:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar laa ilaaha illallah wallahu akbar Allahu akbar walillahil hamd.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Mandi dan Berhias Sebelum Sholat Id
Rasulullah ﷺ juga menganjurkan umat Islam untuk mandi sebelum berangkat sholat Id. Mandi ini menjadi bentuk kebersihan sekaligus persiapan menyambut hari raya. Sunnah ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan.
Selain mandi, umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik. Pakaian bersih dan rapi menjadi simbol kebahagiaan di hari raya. Hal ini juga termasuk syiar Islam yang menunjukkan keindahan agama.
Berhias juga dapat dilakukan dengan memakai wewangian. Namun bagi perempuan tetap dianjurkan menjaga batasan syariat. Penampilan tetap sederhana dan tidak berlebihan.
Tradisi mengenakan pakaian terbaik ini juga menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah. Hari raya bukan hanya tentang kemewahan, tetapi tentang kebahagiaan yang penuh kesederhanaan.
Advertisement
Makan Sebelum Berangkat Sholat Id
Sunnah Rasulullah lainnya adalah makan sebelum berangkat sholat Idul Fitri. Hal ini berbeda dengan Idul Adha yang dianjurkan makan setelah sholat. Kebiasaan ini dilakukan untuk menandakan bahwa hari tersebut bukan lagi hari berpuasa.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa memakan kurma sebelum berangkat sholat. Kurma tersebut dimakan dalam jumlah ganjil. Sunnah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Tradisi makan kurma ini memiliki makna simbolis. Rasulullah ingin menunjukkan bahwa umat Islam telah kembali kepada keadaan normal setelah Ramadhan. Puasa telah selesai dan kini saatnya merayakan kemenangan.
Selain kurma, makanan lain juga diperbolehkan. Namun tetap dianjurkan tidak berlebihan. Prinsip kesederhanaan tetap dijaga.
Melaksanakan Sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ selalu melaksanakannya bersama para sahabat. Bahkan perempuan dan anak-anak dianjurkan ikut menghadiri sholat Id.
Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Fa shalli li rabbika wanhar.
Artinya: “Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu.” (QS. Al-Kautsar: 2).
Sholat Idul Fitri biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan. Hal ini menunjukkan kebersamaan umat Islam dalam merayakan hari raya. Suasana sholat Id sering dipenuhi dengan kebahagiaan.
Setelah sholat, biasanya dilanjutkan dengan khutbah Id. Khutbah berisi pesan keimanan, persatuan, dan kebaikan. Umat Islam diingatkan untuk menjaga nilai-nilai Ramadhan.
Advertisement
Silaturahmi dan Memberi Ucapan Selamat
Setelah melaksanakan sholat Id, sunnah berikutnya adalah mempererat silaturahmi. Rasulullah ﷺ dan para sahabat saling mengunjungi rumah satu sama lain. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi budaya halal bihalal.
Ucapan selamat hari raya juga termasuk bagian dari tradisi yang dianjurkan. Salah satu ucapan yang dikenal adalah:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Artinya: “Semoga Allah menerima amal kami dan kalian.”
Ucapan ini mengandung doa agar amal ibadah selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT. Selain itu, ucapan tersebut juga menjadi bentuk kebersamaan antar umat Islam. Hari raya menjadi momen mempererat persaudaraan.
Silaturahmi juga menjadi kesempatan untuk saling memaafkan. Kesalahan yang mungkin terjadi selama setahun dihapus dengan keikhlasan. Inilah makna terdalam dari Idul Fitri.
Pada akhirnya, sunnah Rasulullah saat Idul Fitri mengajarkan bahwa hari raya bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang ibadah dan kebersamaan. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah saat Idul Fitri, umat Islam dapat merasakan makna kemenangan yang sesungguhnya. Sunnah Rasulullah saat Idul Fitri menjadi panduan agar kebahagiaan hari raya selalu bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
People Also Talk
1. Apa saja sunnah Rasulullah saat Idul Fitri? Di antaranya memperbanyak takbir, mandi sebelum sholat Id, makan kurma sebelum sholat, melaksanakan sholat Id, serta mempererat silaturahmi.
2. Mengapa disunnahkan makan sebelum sholat Idul Fitri? Hal ini sebagai tanda bahwa hari raya bukan lagi hari berpuasa dan mengikuti kebiasaan Rasulullah ﷺ.
3. Apa arti ucapan Taqabbalallahu minna wa minkum? Ucapan tersebut berarti semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.
4. Kapan waktu membaca takbir Idul Fitri? Takbir biasanya dibaca sejak malam 1 Syawal hingga sebelum sholat Id dilaksanakan.
5. Apakah perempuan boleh menghadiri sholat Id? Ya, perempuan dianjurkan ikut menghadiri sholat Id selama tetap menjaga adab dan ketentuan syariat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315277/original/076754200_1785833101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-04T154035.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5153883/original/049050900_1741324493-1741320480558_contoh-kartu-ucapan-lebaran-idul-fitri.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779768/original/056174500_1711004488-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507622/original/094965800_1771504770-pexels-thirdman-7956565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528237/original/095128400_1773266971-cover_imsak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527659/original/035921500_1773210171-41087.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864072/original/057644500_1718374352-pexels-karolina-grabowska-5900152.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523626/original/099249500_1772852561-unnamed__33_.jpg)