Liputan6.com, Jakarta - Aidilfitri datang setelah Ramadan berlalu dan disambut dengan suka cita, sebagai hari fitrah. Dalam Islam, perayaan Kemenangan setelah tarbiyah di bulan suci itu seyogianya jadi momentum hijrah setelah Idul Fitri. 1 Syawal menjadi titik awal perubahan diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
Merujuk jurnal Jurnal Living Islam: Tradition of Visiting the Ulamas’ House In Eid al-Fitri karya Rahmat Fauzi, Idul Fitri secara bahasa berasal dari kata 'ied yang berarti hari raya dan al-fithri yang berarti berbuka atau suci. Para ulama menyebut Idul Fitri sebagai yaumul jaza' (hari pembalasan) bagi mereka yang telah menunaikan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Madrasah Ramadhan diharapkan menjadikan umat Islam lebih taat dan menjadi titik perubahan fundamental dalam berbagai dimensi kehidupan. Artikel ini mengulas Idul Fitri sebagai momentum hijrah yang paripurna dan menjadi titik tolak perubahan yang konsisten dan berkelanjutan. Simak selengkapnya.
Advertisement
Idul Fitri sebagai Momentum Hijrah
Idul Fitri dan hijrah memiliki benang merah yang kuat. Idul Fitri adalah hari kemenangan setelah sebulan berlatih menahan diri, sementara hijrah adalah proses berkelanjutan untuk meninggalkan keburukan menuju kebaikan. Jika Ramadan adalah "madrasah" pelatihan, maka Idul Fitri adalah "wisuda" yang sekaligus menjadi titik tolak untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Dalam konteks ini, Idul Fitri dapat dipahami sebagai momentum hijrah paripurna karena beberapa alasan:
1. Idul Fitri menandai keberhasilan seseorang meninggalkan kebiasaan buruk (makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa) selama sebulan penuh. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa perubahan itu mungkin dilakukan.
2. Idul Fitri mengajarkan pentingnya kontinuitas. Puasa Ramadan telah melatih kedisiplinan, pengendalian diri, dan kepekaan sosial—nilai-nilai yang harus terus dijaga setelah Ramadan.
3. Tradisi-tradisi dalam Idul Fitri, seperti silaturahmi dan saling memaafkan, adalah bentuk aktualisasi nilai hijrah dalam ranah sosial. Ini sejalan dengan pesan hijrah Nabi yang membangun persaudaraan dan perdamaian.
Advertisement
Hijrah: Perubahan Multidimensi
Izza Royyani dalam penelitiannya tentang makna hijrah menegaskan bahwa pesan utama hijrah adalah perubahan dalam berbagai dimensi kehidupan. Berdasarkan analisis terhadap hadis-hadis hijrah dan historisitas Nabi, setidaknya terdapat tiga pesan utama:
Pertama, niat yang tulus karena Allah. Hadis utama tentang hijrah (HR. Bukhari no. 1) menegaskan bahwa amal tergantung niatnya. Hijrah yang bernilai ibadah adalah yang diniatkan untuk Allah dan Rasul-Nya, bukan karena dunia atau wanita.
Kedua, implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa hijrah dimaksudkan untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam sendi-sendi kehidupan.
Ketiga, nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. Secara historis, hijrah Nabi membangun masyarakat Madinah yang harmonis dengan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar serta menjalin perjanjian dengan non-Muslim. Nilai universal inilah yang sering hilang dalam pemaknaan hijrah kontemporer yang cenderung eksklusif.
Membangun Resolusi Hijrah Pasca-Idul Fitri
Idul Fitri seharusnya menjadi momentum untuk menyusun "resolusi hijrah" pasca Ramadan. Jika selama Ramadan kita berhasil meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa, maka pasca Ramadan kita harus berhijrah meninggalkan hal-hal yang merusak kualitas iman.
Beberapa resolusi hijrah yang dapat dibangun:
1. Dimensi Spiritual
Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah wajib maupun sunnah yang telah terbiasa di Ramadan, seperti shalat malam, tadarus Al-Qur'an, dan sedekah.
2. Dimensi Sosial
Memperkuat silaturahmi, memaafkan kesalahan orang lain, dan berkontribusi positif bagi masyarakat sebagaimana dicontohkan dalam tradisi kunjung ulama.
3. Dimensi Moral
Menjaga kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan yang telah dilatih selama Ramadan. Prof. Dafik dalam ceramahnya menyebut tiga kunci menjaga fitrah pasca Idul Fitri: sabar, ikhlas, dan jujur .
4. Dimensi Intelektual
Terus belajar dan meningkatkan pemahaman agama, tidak berhenti hanya pada seremoni, tetapi mendalami makna di balik setiap ritual.
Advertisement
Panduan Praktis Menjaga Momentum Hijrah setelah Idul Fitri
Berdasarkan sintesis antara pemikiran Fauzi tentang living Islam, analisis Royyani tentang makna hijrah, serta sumber-sumber primer keislaman, berikut adalah panduan praktis untuk menjaga momentum hijrah pasca-Idul Fitri:
1. Mempertahankan "Tradisi Baik" Ramadan
Ramadan telah melatih berbagai kebiasaan baik. Pasca Idul Fitri, tantangannya adalah mempertahankan kebiasaan tersebut. Beberapa langkah konkret:
- Puasa Syawal. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan enam hari di Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh. Puasa Syawal adalah "jembatan" yang menghubungkan kebiasaan puasa Ramadan dengan bulan-bulan berikutnya.
- Tadarus rutin. Jika selama Ramadan terbiasa membaca Al-Qur'an setiap hari, pertahankan meski hanya beberapa ayat. Konsistensi lebih utama daripada kuantitas sesaat.
- Shalat malam. Qiyamul lail yang biasa dilakukan di Ramadan, coba pertahankan meski hanya sekali atau dua kali seminggu.
2. Memperkuat Silaturahmi dan Ukhuwah
Tradisi kunjung-mengunjungi saat Idul Fitri jangan berhenti di hari raya saja. Silaturahmi adalah inti dari hijrah sosial yang diajarkan Nabi. Beberapa praktik yang dapat dilakukan:
- Kunjungan rutin. Jadwalkan kunjungan ke keluarga, tetangga, atau ulama secara berkala, tidak hanya menunggu momen Idul Fitri.
- Majelis ilmu. Ikuti pengajian atau halaqah secara rutin untuk menjaga koneksi dengan ulama dan memperdalam pemahaman agama.
- Kegiatan sosial. Libatkan diri dalam kegiatan kemasyarakatan seperti kerja bakti, bantuan bencana, atau kegiatan positif lainnya.
3. Menjaga Konsistensi Perubahan Diri
Perubahan diri adalah proses seumur hidup. Beberapa tips menjaga konsistensi:
- Mulai dari yang kecil. Jangan memaksakan perubahan drastis yang sulit dipertahankan. Perubahan kecil tapi konsisten lebih baik dari perubahan besar tapi temporer.
- Bergaul dengan lingkungan positif. Lingkungan sangat mempengaruhi konsistensi hijrah. Carilah teman-teman yang mendukung proses perubahan diri.
- Evaluasi berkala. Lakukan muhasabah secara rutin, misalnya setiap malam Jumat atau setiap akhir pekan, untuk mengevaluasi sejauh mana komitmen hijrah dijalankan.
- Niatkan karena Allah. Ingatlah hadis tentang niat: "Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya." Luruskan niat agar hijrah tidak sekadar ikut-ikutan tren, tetapi benar-benar karena Allah.
4. Mengintegrasikan Nilai-nilai Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari
Royyani menekankan bahwa hijrah mencakup berbagai dimensi kehidupan: sosial, politik, dan ekonomi. Implementasinya:
- Dimensi ekonomi: Hijrah berarti meningkatkan etos kerja, kejujuran dalam berbisnis, dan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.
- Dimensi politik: Hijrah berarti berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa, memilih pemimpin yang amanah, dan menjauhi korupsi serta penyalahgunaan wewenang.
- Dimensi sosial: Hijrah berarti menjunjung tinggi toleransi, menghormati perbedaan, dan berkontribusi bagi kerukunan umat.
- Dimensi budaya: Hijrah berarti melestarikan tradisi baik yang selaras dengan Islam, seperti tradisi kunjung ulama yang didokumentasikan Fauzi, sekaligus meninggalkan tradisi yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
5. Menghindari Perangkap Hijrah Semu
Sebagian kelompok memahami hijrah sekadar perubahan identitas fisik seperti pakaian dan gaya bicara, bahkan cenderung eksklusif dan memvonis yang belum hijrah sebagai "kurang Islam" [citation:0]. Ini adalah perangkap yang harus dihindari.
Hijrah sejati, menurut analisis Royyani terhadap hadis dan historisitas Nabi, justru membangun persaudaraan, menjunjung nilai kemanusiaan, dan menciptakan perdamaian. Bukan sebaliknya, memecah belah dan merendahkan orang lain.
Oleh karena itu, dalam menjaga momentum hijrah pasca Idul Fitri, penting untuk:
- Tidak mudah memvonis orang lain
- Menghargai proses perubahan setiap individu
- Fokus pada substansi, bukan sekadar simbol
- Menjadikan hijrah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk pamer atau mencari pengakuan.
People Also Ask:
Apa yang dilakukan orang-orang di akhir Idul Fitri?
Keesokan paginya, umat Muslim pergi ke masjid atau Eidgah setempat untuk salat Id dan memberikan zakat Id sebelum pulang ke rumah. Setelah itu, anak-anak diberi eidi (hadiah uang tunai) dan teman serta kerabat saling mengunjungi rumah untuk makan dan merayakan .
Apa yang dimaksud kembali ke fitrah?
"Kembali ke fitrah" artinya kembali ke keadaan suci, murni, dan asal penciptaan manusia seperti saat baru dilahirkan, bebas dari dosa, serta kembali pada ajaran tauhid yang lurus dan akhlak yang mulia, biasanya dikaitkan dengan perayaan Idul Fitri setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan. Ini melibatkan pembersihan diri dari dosa dan kesalahan, serta berkomitmen untuk hidup lebih baik, jujur, ikhlas, dan taat pada ajaran Allah SWT.
Puasa sunnah setelah hari raya Idul Fitri?
Puasa Sunah di Awal Bulan Syawal
Ketentuan puasa sunah di awal bulan Syawal dilaksanakan enam hari di awal bulan Syawal atau enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Kapan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah?
Surabaya - Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di Indonesia berpotensi memiliki perbedaan tanggal. Organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1633655/original/030905500_1498376269-20170625-Salat-Ied-AFP5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)