Liputan6.com, Jakarta - Perang sarung semakin meresahkan beberapa tahun belakangan. Pasalnya kegiatan ini telah berubah tujuan, dari yang awalnya dilakukan oleh anak-anak hingga remaja hanya untuk sekedar mengisi kekosongan setelah tarawih, menjadi kegiatan berbahaya yang memicu terjadinya tawuran.
Sarung yang digunakan pun berubah fungsi, dari yang hanya sebagai alat pendukung permainan menjadi membahayakan karena sebelum dililit, sarung diisi batu atau pemberat terlebih dahulu, melansir Antara, Senin 2 Maret 2026.
Di Mataram, kegiatan ini kembali menghebohkan kota tahun ini. Pemerintah setempat menghimbau para orangtua menjaga dan mengawasi anak-anak mereka secara intensif.
Advertisement
Tak tanggung-tanggung, sanksi tegas diberikan bagi siswa yang kedapatan terlibat dan bisa berujung skorsing.
Seperti yang terjadi di Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mengakibatkan 2 remaja diamankan polisi setelah kedapatan tawuran berkedok perang sarung dengan melibatkan batu dan anak panah. Patroli malam pun ditingkatkan hingga tiba waktu sahur.Â
Awalnya perang sarung merupakan kegiatan sederhana yang dilakukan anak-anak hingga remaja untuk mengisi waktu sahur dan setelah tarawih dengan memelintir sarung dan memukulkannya pelan.
Perang Sarung Bukan Lagi Hiburan Semata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4787310/original/098056000_1711602995-IMG-20240328-WA0001.jpg)
Permainan perang sarung mengundang kebahagiaan dan tawa, juga membuat remaja dan anak-anak menjalani Ramadhan dengan gembira.
Namun kini, permainan itu berubah membahayakan, karena sarung yang dipelintir diisi batu, benda logam hingga kepala ikat pinggang yang mengundang terjadinya tawuran antar kelompok seperti yang terjadi di Dompu.
Hal ini seolah membuktikan bahwa hal ini bukan lagi permainan melainkan kekerasan berkedok permainan tradisional.Â
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa perang sarung yang terjadi pada bulan Ramadhan merupakan puncak es bahwa ruang bermain sudah krisis, ditambah melemahnya pengawasan dan juga lingkungan yang gagal memfasilitasi kebutuhan hak anak.
"Fenomena 'perang sarung' yang marak, bahkan hingga merenggut nyawa dan menyebabkan gegar otak bukanlah sekadar kenakalan remaja biasa. Ini adalah sinyal darurat dari krisis ruang bermain, lemahnya pengawasan, dan gagalnya lingkungan memfasilitasi energi anak-anak kita," ucap Wakil Ketua KPAI Jasra Putra saat dihubungi di Jakarta.
Pembangunan yang seolah terjadi dimana-mana mempersempit ruang bermain anak-anak, sehingga perang sarung saat ini umumnya sering terjadi di perkampungan yang padat penduduk.Â
"Pada saat lahan-lahan luas telah berubah menjadi pabrik atau area parkir, ruang gerak anak menjadi sangat sempit. Akibatnya, ketika Ramadhan tiba dan anak-anak memiliki alasan untuk keluar rumah pada malam hari, mereka berlari mencari ruang seluas-luasnya untuk berekspresi," kata Jasra Putra.
Advertisement
Sikap Pemerintah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374032/original/062064800_1679978049-perang_sarung_lumajang.jpeg)
Beberapa daerah di Indonesia pun turut meningkatkan kewaspadaan, pasalnya perang sarung bukan lagi masalah tunggal kenakalan remaja. Beberapa kenakalan remaja yang lain turut diamankan seperti knalpot bising dan balap liar dan selalu terjadi di jam rawan.
Kekerasan yang melibatkan anak masih terpantau sering terjadi, baik sebagai korban maupun pelaku, ini menurut data nasional Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.Â
Hal ini dipicu oleh perubahan siklus yang dialami oleh remaja. Bangun lebih dini untuk sahur, jadwal sekolah yang fleksibel hingga tidak tersalurkannya energi yang dimiliki. Sehingga tanpa pengawasan, ruang publik menjadi arena unjuk keberanian.
Menurut Jasra Putra, sebetulnya negara telah menjamin pemenuhan waktu luang anak sebagaimana tertuang pada Klaster 4 Pemenuhan Hak Anak dalam Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), namun hal ini belum sepenuhnya terealisasikan karena membutuhkan dukungan anggaran dan rekayasa lingkungan yang sistematis.
Di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, polisi berhasil menggagalkan perang sarung pada Sabtu 28 Februari 2026 dan mengamankan 16 anak.
Penggagalan juga terjadi di Garut, Provinsi Jawa Barat pada Minggu 1 Maret 2026 dan langsung dibubarkan, di Ponorogo polisi melakukan razia untuk mencegah perang sarung dan balap liar, sementara di Bantul polisi melakukan upaya pencegahan perang sarung dan petasan dengan patroli subuh.
Upaya Pencegahan
Banyak orang tua bekerja hingga larut sampai-sampai melupakan perannya dirumah. Pengawasan yang minim membuat anak-anak bergerak lebih bebas dan tak terkendali.
Tanpa pengawasan yang cukup dan teratur, anak mudah terseret kedalam pergaulan yang kurang baik disekitarnya karena merasa mendapatkan teman dengan kesamaan latar belakang.Â
Banyak remaja yang mencari identitas, validasi, pengakuan dan dukungan, Remaja juga memerlukan tempat untuk menyalurkan emosi dan energinya.
Sementara itu, rumah yang seharusnya dapat menjadi tempat untuk anak-anak menyalurkan energi tersebut tidak bisa memberikan apa yang mereka membutuhkan. Sehingga anak-anak mencari apa yang tidak mereka dapatkan di luar rumah.
Selain itu, perlu juga dorongan dari masjid dan mushola agar dapat menjadi tempat pusat aktivitas remaja. Banyak peran yang bisa diberikan seperti menjadi ruang diskusi, kelas keterampilan, juga kajian yang dikemas segar sehingga para remaja merasa dilibatkan.
Literasi digital juga penting dilakukan, karena umumnya ajakan perang sarung dimulai dari pesan singkat yang beredar di ponsel, maka dari itu ajakan yang dekat dengan mereka juga perlu dilakukan dan lebih baik dari hanya sekedar larangan normatif.
Begitu juga dengan penyikapan terhadap anak-anak yang melakukan tindakan tersebut, lebih baik memberikan pendekatan yang restoratif dan pembinaan dibanding memproses secara pidana, namun prinsip perlindungan harus dijalankan beriringan dengan penegakan ketertiban.Â
Bulan puasa seharusnya diisi dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Seperti berkumpul bersama teman dan saudara, membantu sesama, memperbanyak ibadah dan menjalin hubungan yang baik dengan tetangga.
Meskipun tidak ada kegiatan yang ingin dilakukan, setidaknya kita menghindari kegiatan negatif dan membahayakan agar menambah esensi puasa kita.Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1201848/original/099845800_1460536563-1590_670tips_game3.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514671/original/069588600_1772099481-IMG_20260226_162328.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)