Keistimewaan Malam Lailatul Qadar dan Tanda-tandanya Menurut Ulama, Simak Penjelasannya

Umat Islam perlu memahami keistimewaan malam Lailatul Qadar dan tanda-tandanya menurut ulama, agar berpotensi merihnya di 10 hari terakhir Ramadhan

Diterbitkan 12 Maret 2026, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keistimewaan malam Lailatul Qadar dan tanda-tandanya menurut ulama menjadi pembahasan penting yang tak pernah usang di setiap Ramadhan. Malam yang dalam Al-Qur'an disebut "lebih baik dari seribu bulan" (QS. Al-Qadr: 3) ini menyimpan rahasia keagungan yang telah lama dikaji para ulama melalui dalil-dalil shahih.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa meskipun waktu pastinya dirahasiakan, Allah memberikan tanda-tanda khusus yang dapat diamati sebagai petunjuk kehadiran malam mulia tersebut.

Keistimewaan Lailatul Qadar tidak hanya terletak pada nilainya yang melebihi ibadah selama 83 tahun lebih, tetapi juga pada momentum turunnya Al-Qur'an dan para malaikat ke bumi. Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa bagi siapa saja yang menghidupkan malam ini dengan iman dan keikhlasan (HR. Bukhari dan Muslim).

Ebook Lailatul Qadar karya Muhammad Ibn Syâmi Muthâin Syaibah menegaskan bahwa pada malam ini Allah menetapkan takdir tahunan yang penuh hikmah. Para ulama merinci tanda-tanda Lailatul Qadar berdasarkan hadits-hadits shahih. Berikut ini ulasan lengkapnya.

 

1. Lebih Baik dari Seribu Bulan

Keutamaan paling utama dari Lailatul Qadar adalah nilainya yang melebihi seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)

Ibrahim al-Nakha'i ketika menafsirkan ayat ini berkata: "Beramal pada malam tersebut (Lailatul Qadar) lebih baik daripada beramal pada seribu bulan." (Lihat Lathaif al-Ma'arif, hlm. 341) . Yang dimaksud dengan amalan yang lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan baik lainnya yang dikerjakan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan .

Menurut perhitungan Syekh Abdul Halim Mahmud, seribu bulan (alfu syahrin) setara dengan 83 tahun 4 bulan yang merupakan umur standar manusia. Beliau menulis: "Seribu bulan adalah delapan puluh tiga tahun empat bulan. Itu merupakan standar umum umur manusia.

Lailatul Qadar lebih baik dari umur setiap manusia, baik umur manusia di masa lalu maupun umur manusia di masa mendatang. Intinya, Lailatul Qadar lebih baik dari (usia) zaman." (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ramadhân, h. 21).

2. Malam Turunnya Al-Qur'an

Lailatul Qadar adalah malam di mana Al-Qur'an pertama kali diturunkan. Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan." (QS. Al-Qadr: 1)

Dalam sejarahnya, Al-Qur'an merupakan wahyu Allah diturunkan ke muka bumi kepada Nabi Muhammad dengan perantara Malaikat Jibril di Gua Hira, Surah Al-'Alaq ayat 1-5, di bulan Ramadhan (QS Al-Baqarah: 185). Bersamaan dengan peristiwa Lailatul Qadar yaitu terjadi pada malam 17 Ramadhan tahun 610 Masehi.

3. Malam Turunnya Malaikat

Lailatul Qadar juga ditandai dengan turunnya para malaikat ke bumi. Allah berfirman:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan." (QS. Al-Qadr: 4)

Pada malam ini, malaikat turun membawa rahmat dan berkah bagi orang-orang yang beribadah . Malam lailatul qadar sesungguhnya adalah perjumpaan antara dua cahaya yaitu cahaya langit yang terpantul dari para malaikat Allah SWT dengan cahaya yang terpantul dari qalbu orang-orang mukmin yang telah mempersiapkan diri dengan segala amaliah Ramadhannya .

4. Malam Penuh Kesejahteraan dan Ampunan

Malam ini dipenuhi dengan kesejahteraan dan kedamaian hingga terbit fajar. Allah berfirman:

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 5)

Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa bagi siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan harapan pahala dari Allah. Beliau bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Doa di Malam Ini Mustajab

Malam Lailatul Qadar merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dianjurkan untuk dibaca saat malam Lailatul Qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni"(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku.) (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad; dinilai hasan shahih oleh Tirmidzi).

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Ulama

Para ulama menjelaskan bahwa meskipun waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT, terdapat beberapa tanda yang dapat diamati sebagai petunjuk bahwa suatu malam adalah Lailatul Qadar. Tanda-tanda ini bersumber dari hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.

1. Malam yang Tenang dan Nyaman (Tidak Panas dan Tidak Dingin)

Tanda pertama adalah kondisi cuaca yang sangat nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Dalam hadits riwayat Ath-Thabrani disebutkan:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً

"Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang." (HR. Ath-Thabrani)

Ubadah Bin Al-Shomit RA berkata secara marfu': "Sesungguhnya malam tersebut bersih terang, seolah-olah bulan yang menerangi, tenang, nyaman tidak terlalu sejuk pada malam tersebut dan tidak terlalu panas." (Lihat Umdah Al-Qari, 11/134).

2. Matahari Terbit dengan Warna Putih dan Tanpa Sinar Menyilaukan

Tanda paling masyhur tentang Lailatul Qadar adalah kondisi matahari pada pagi harinya. Dalam hadits riwayat Muslim dari Ubay bin Ka'ab, Rasulullah SAW bersabda:

وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا

"Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru."

Daripada Ubay Bin Ka'ab RA menyatakan daripada Nabi SAW, sabdanya: "Sesungguhnya matahari terbit pada hari tersebut tidak mempunyai cahaya dan kepanasan."

Mengikut riwayat daripada ucapan Ibn Mas'ud berkata: "Sesungguhnya matahari keluar setiap hari antara dua tanduk syaitan, kecuali pagi malam qadar." (Lihat Umdah al-Qari, 11/134).

3. Malam yang Cerah dan Terang

Dalam riwayat yang disebutkan oleh Ubadah Bin Al-Shomit RA: "Sesungguhnya malam tersebut bersih terang, seolah olah bulan yang menerangi tenang."

4. Bintang Tidak Tampak di Langit

Salah satu tanda yang disebutkan dalam hadits adalah tidak tampaknya bintang-bintang di langit. Dalam riwayat disebutkan: "Dan tiadalah tempat bagi bintang untuk dilihat dengannya hingga ke waktu pagi."

Ini menunjukkan bahwa langit malam tersebut tampak berbeda dari malam-malam biasa, tidak ada gemerlap bintang yang biasanya terlihat.

5. Suasana Hati yang Tenang dan Khusyuk

Para ulama juga menyebutkan bahwa orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar akan merasakan ketenangan hati dan kekhusyukan yang luar biasa dalam ibadahnya . Ini merupakan tanda spiritual yang dirasakan langsung oleh hamba yang mendapat kemuliaan malam tersebut.

Amalan-Amalan Malam Lailatul Qadar

Al-Habib Mohammad bin Alawi al-Idrus (Habib Sa'ad) dalam bukunya Lailatu al-Qadar: Fadhluha wa Alamaatuha wa Ma Yustahab Fi'luha (halaman 25-28) menjelaskan bahwa ada delapan amalan yang disunnahkan untuk menyambut malam Lailatul Qadar :

1. Membulatkan Niat dan Tekad

Amalan pertama adalah meluruskan dan membulatkan niat beserta tekad untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Usaha yang kuat serta penuh kesabaran sangat dituntut dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seseorang yang tidak berniat untuk menyambut malam lailatul Qadar tidak akan mendapatkan pahala, keberkahan dan keutamaan malam Lailatul Qadar .

2. Berpenampilan Terbaik

Disunnahkan berpenampilan terbaik dalam menyambut Lailatul Qadar dengan cara mandi, memakai pakaian terbaik, dan memakai wangi-wangian yang bisa dilakukan setelah salat magrib hingga selesainya salat tarawih. Cara ini didasarkan pada cara penyambutan para sahabat dan tabi'in .

3. Tidak Terlalu Banyak Makan

Disunnahkan untuk tidak terlalu banyak makan saat berbuka puasa karena akan menyebabkan datangnya rasa kantuk dan lemah serta tidak bersemangat dalam beribadah, khususnya dalam melaksanakan ibadah tarawih dan ibadah malam lainnya .

4. Memperbanyak Doa

Amalan yang paling utama pada malam yang diyakini sebagai Lailatul Qadar adalah memperbanyak doa, khususnya doa memohon ampunan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu 'anni"

Doa ini mengandung permohonan ampunan yang sempurna, karena Allah adalah Maha Pemaaf dan mencintai sifat pemaaf.

5. Membangunkan Keluarga

Disunnahkan membangunkan sanak famili dan keluarga, baik yang dewasa maupun anak-anak. Hal ini berdasarkan hadits shahih bahwa Rasulullah SAW melakukan hal yang sama terhadap keluarganya di malam Lailatul Qadar .

Dari Aisyah RA, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

"Apabila Nabi Muhammad SAW memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Menjaga Shalat Berjamaah

Menjaga shalat berjamaah, khususnya shalat Magrib, Isya, Tarawih, dan Subuh di malam yang diduga kuat sebagai malam Lailatul Qadar.

7. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an

Memperbanyak membaca Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar sangat dianjurkan. Imam An-Nakha'i biasa mengkhatamkan Al-Qur'an setiap tiga malam sekali di bulan Ramadhan, dan ketika memasuki sepuluh hari terakhir, beliau menambah bacaannya dengan mengkhatamkan setiap dua malam sekali .

8. Memperbanyak Sedekah dan Amal Shaleh

Memperbanyak sedekah dan amal shaleh lainnya pada malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan." (HR. Tirmidzi).

Amalan Tambahan Lailatul Qadar

Beberapa amalan lain yang juga dianjurkan pada malam Lailatul Qadar antara lain :

  • Taubat Nasuha: Bertaubat dengan sungguh-sungguh karena pintu taubat terbuka lebar pada malam-malam Ramadhan
  • Memperbaiki Hubungan: Saling memaafkan kesalahan dengan tetangga, kerabat, maupun keluarga serta memperkuat tali silaturahmi
  • I'tikaf di Masjid: Berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT

Waktu Terjadinya Lailatul Qadar:

Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari)

Dengan demikian, malam yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

People Also Ask:

Apa ciri khas malam Lailatul Qadar menurut hadits yang sahih?

Ciri-ciri Lailatul Qadr menurut Al-Qur'an dan hadits shahih dapat dirangkum sebagai berikut: Turunnya malaikat membawa kedamaian. Malam yang tenang, tidak ekstrem secara cuaca. Terjadi pada sepuluh malam terakhir, khususnya malam ganjil.

Apa tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar?

Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka'ab). Hadits ini menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki tanda pada pagi harinya, yakni matahari terbit dengan warna yang putih dan tidak memancarkan sinar secara menyeluruh.

Apa keistimewaan yang dimiliki oleh malam Lailatul Qadar?

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar memiliki keutamaan luar biasa yang disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 3, yakni bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Secara linguistik, seharusnya perbandingan yang digunakan adalah malam dengan malam atau bulan dengan bulan.

Mengapa para ulama ada yang mengartikan Lailatul Qadar sebagai malam yang?

Dalam ajaran Islam, malam Lailatul Qadar diyakini sebagai malam yang istimewa karena malam tersebut diturunkannya Al-Quran dan lebih baik dari seribu bulan. Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatulqadar.