Tata Cara Puasa Syawal, Ini Aturannya agar Sah

Pelajari tata cara puasa Syawal dan aturannya agar sah serta mendapatkan keutamaan dari Allah SWT.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 14:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Syawal merupakan ibadah sunah yang biasa dilaksanakan setelah bulan Ramadan. Ibadah ini memiliki keutamaan besar, yaitu pahala setara puasa setahun penuh. Meski bisa dikerjakan setelah lebaran, ada aturan khusus yang perlu diketahui agar terdapat nilai pahala dan tidak sia-sia dalam menjalankannya.

Saat ini, masih banyak umat Islam yang belum sepenuhnya memahami detail pelaksanaan puasa sunah ini, mulai dari niat hingga waktu pelaksanaan. Pengetahuan yang tepat akan membimbing umat dalam menjalankan amalan ini dengan benar. Hasilnya, ibadah ini bisa membawa semangat ketaatan yang berlanjut setelah bulan puasa sebelumnya.

Lantas bagaimana sebenarnya tata cara dalam melakukan ibadah puasa sunnah syawal? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya berikut, dihadirkan Liputan6 untuk Anda.

 

Apa Itu Puasa Syawal?

Merujuk laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, Puasa Syawal didefinisikan sebagai ibadah sunah yang dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal. Bulan Syawal sendiri adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah, yang datang setelah bulan Ramadan. Ibadah ini merupakan anjuran dari Rasulullah SAW bagi umat Islam yang telah menyelesaikan puasa wajib Ramadan.

Tujuan puasa Syawal adalah untuk melengkapi ibadah selama Ramadan dan meraih pahala yang besar. Pelaksanaan puasa Syawal menjadi bukti bahwa ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan kemauan untuk terus melakukan ibadah meskipun bulan Ramadan telah berlalu.

Keutamaan puasa Syawal sangat besar, yaitu pahala berpuasa seperti setahun penuh. Rasulullah SAW bersabda: 

 مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Siapa saja yang berpuasa Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR. Muslim). Dalil ini menjadi landasan utama anjuran puasa Syawal.

Beda Puasa Syawal dengan Puasa Ramadan

Perbedaan utama antara puasa Syawal dan puasa Ramadan terletak pada hukum pelaksanaannya. Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi setiap muslim yang memenuhi syarat, sedangkan puasa Syawal adalah ibadah sunah. Meskipun sunah, puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa.

Puasa Ramadan dilaksanakan selama satu bulan penuh, yaitu 29 atau 30 hari, sesuai dengan penampakan hilal. Sebaliknya, puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari. Waktu pelaksanaan puasa Ramadan adalah sepanjang bulan Ramadan, sedangkan puasa Syawal dimulai setelah Hari Raya Idulfitri.

Keutamaan pahala juga menjadi pembeda. Puasa Ramadan selama satu bulan setara dengan puasa sepuluh bulan. Dengan menambahkan enam hari puasa Syawal, total pahala yang didapatkan menjadi seperti berpuasa setahun penuh. Ini menunjukkan bahwa puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna dan pelengkap pahala puasa Ramadan.

Tata Cara Puasa Syawal Sesuai Tuntunan Islam

Tata cara pelaksanaan puasa Syawal tidak jauh berbeda dengan puasa sunah lainnya. Puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan niat.

Tak lupa, sebelum menjalankannya, perlu membaca niat Puasa Syawal yang dapat dilafalkan pada malam hari setelah magrib hingga sebelum tergelincirnya matahari keesokan harinya. Dirujuk dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI) berikut bacaan niat puasa Syawal yang umum dilafalkan adalah:

"نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى".

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT."

Jika seseorang lupa berniat pada malam hari, niat puasa sunah masih sah dilakukan pada pagi hari, asalkan belum makan atau minum sejak subuh. Setelah berniat, umat Islam menjalankan sahur sebelum imsak, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sepanjang hari, dan berbuka puasa saat magrib tiba.

Kapan Puasa Syawal Bisa Dimulai dan Berapa Lama?

Puasa Syawal dapat dimulai sejak tanggal 2 Syawal, yaitu sehari setelah Hari Raya Idulfitri. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam diharamkan untuk berpuasa. Puasa ini dilaksanakan selama enam hari.

Waktu ideal untuk melaksanakan puasa Syawal adalah pada hari kedua lebaran, yaitu tanggal 2 Syawal sampai 7 Syawal. Namun, puasa Syawal tidak wajib dilakukan secara berurutan. Seseorang dapat melaksanakannya secara terpisah-pisah selama masih dalam bulan Syawal.

Keutamaan puasa Syawal tetap dapat diraih meskipun tidak dilakukan secara berurutan, asalkan jumlah hari puasa mencapai enam hari dan dilaksanakan dalam rentang bulan Syawal. Batas waktu pelaksanaan puasa Syawal adalah hingga akhir bulan Syawal.

Hukum Puasa Syawal

Hukum puasa Syawal adalah sunah muakkadah, yaitu sunah yang sangat dianjurkan. Mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi'i, Hanbali, dan Hanafiyah berpendapat bahwa puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadan adalah mustahab. Pendapat ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshari.

Hadis tersebut menyatakan, "Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian menyusulnya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seakan dia berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim). Puasa Syawal menjadi sunah bagi umat Islam yang tidak memiliki utang puasa Ramadan.

Bagi mereka yang masih memiliki tanggungan puasa karena sakit atau musafir, hukum puasa Syawal menjadi makruh jika didahulukan. Melaksanakan puasa Syawal menunjukkan konsistensi dalam ibadah dan komitmen untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apakah puasa Syawal harus dilakukan berturut-turut?

A: Tidak, puasa Syawal tidak wajib dilakukan secara berturut-turut.

Q: Kapan waktu terbaik untuk memulai puasa Syawal?

A: Waktu terbaik untuk memulai puasa Syawal adalah pada tanggal 2 Syawal.

Q: Berapa hari puasa Syawal dilaksanakan?

A: Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari.

Q: Apa hukum puasa Syawal jika masih memiliki utang puasa Ramadan?

A: Sebagian ulama berpendapat bahwa qada puasa Ramadan harus didahulukan.

Q: Apa keutamaan puasa Syawal?

A: Keutamaan puasa Syawal adalah mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh.