Menghidupkan Sunnah Sederhana yang Sering Terlupakan di Ramadhan, Apa Saja?

Menghidupkan sunnah sederhana yang sering terlupakan di Ramadhan penting karena bernilai agung di sisi Allah, tapi sering terpinggirkan karena berbagai penyebab

Diterbitkan 24 Februari 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di bulan suci, umat Islam biasanya sibuk merencanakan berbagai ibadah besar: target khatam Al-Qur'an beberapa kali, rutinitas shalat tarawih berjamaah di masjid, atau menyiapkan hidangan istimewa untuk berbuka. Semangat ini tentu patut diapresiasi. Namun, menghidupkan sunnah sederhana yang sering terlupakan di Ramadhan juga penting.

Yang dimaksud dengan sunnah sederhana adalah praktik-praktik ibadah yang diajarkan Rasulullah SAW, yang secara teknis mudah dilakukan, tidak membutuhkan biaya besar, namun memiliki nilai pahala yang sangat agung di sisi Allah.

Amalan-amalan ini sering dilupakan bukan karena umat tidak mengetahuinya, tetapi lebih karena dianggap remeh atau tergeser oleh kesibukan duniawi yang seolah lebih mendesak. Rasa malas, kebiasaan menunda, serta anggapan bahwa ibadah harus selalu besar dan berat menjadi penyebab utama mengapa sunnah-sunnah sederhana ini terpinggirkan.

Padahal, dalam pandangan syariat, konsistensi pada amalan kecil justru lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang dilakukan hanya sesekali.

Merujuk ebook Amalan-Amalan di Bulan Suci Ramadhan, oleh Mohammad Iqbal Ghazali dan sumber relevan lainnya, mari simak sunnah sederhana tersebut.

Berikut adalah sebelas amalan sunnah sederhana yang dapat menghidupkan bulan suci Ramadan.

1. Membaca Doa Memasuki Bulan Ramadhan

Ketika hilal Ramadán telah terlihat dan dipastikan bahwa esok hari kita akan memulai puasa, ada satu doa agung yang sering terlewatkan: doa memasuki bulan Ramadán. Banyak orang sibuk dengan perdebatan penetapan awal puasa atau hiruk-pikuk persiapan, namun lupa memanjatkan doa kepada Allah agar diberikan kekuatan menjalani bulan penuh berkah ini .

Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

"Allahumma ahillahu 'alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah."Artinya: "Ya Allah, jadikanlah bulan ini sebagai bulan yang penuh keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah" (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Doa sederhana ini memiliki makna mendalam: memohon kepada Allah agar bulan yang akan kita lalui dipenuhi dengan kebaikan dan perlindungan-Nya.

 

2. Memperbarui Niat Setiap Hari

Niat merupakan fondasi setiap amal. Dalam konteks puasa Ramadán, memperbarui niat setiap hari adalah sunnah yang agung namun sering dilupakan. Banyak orang menganggap bahwa niat cukup dilakukan sekali di awal Ramadán, padahal menurut mazhab Syafi'i (yang dianut mayoritas Muslim Indonesia), niat puasa wajib diperbarui setiap malam .

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan bagi setiap orang sesuai dengan apa yang ia niatkan" (HR. Bukhari dan Muslim) .

Memperbarui niat setiap malam membuat kita kembali menyadari bahwa puasa yang kita jalani adalah semata-mata karena Allah. Di tengah kesibukan bekerja atau melayani keluarga, niat yang diperbarui akan mengubah aktivitas rutin menjadi ibadah yang bernilai pahala.

3. Menghidupkan Waktu Sahur dengan Istighfar dan Doa

Sahur sering dipahami sekadar sebagai aktivitas makan untuk persiapan puasa. Padahal, di balik kesederhanaannya, waktu sahur adalah momen mustajab untuk berdoa dan memohon ampun. Allah ﷻ memuji hamba-hamba-Nya yang bertakwa dengan salah satu ciri mereka adalah "وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ" "dan yang memohon ampun di waktu sahur" (QS. Ali Imran: 17).

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

"Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur terdapat keberkahan" (HR. Bukhari dan Muslim) .

Bahkan, Nabi ﷺ menegaskan bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang bersahur. Dalam riwayat Ahmad, disebutkan:

السَّحُورُ كُلُّهُ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

"Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur" (HR. Ahmad) .

Keberkahan sahur tidak hanya pada makannya, tetapi juga pada amalan sunnah lainnya seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan shalat malam di waktu yang penuh kemuliaan ini.

4. Menyegerakan Berbuka Puasa

Kebahagiaan orang yang berpuasa saat berbuka adalah salah satu dari dua kebahagiaan yang dijanjikan Rasulullah ﷺ. Menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam adalah sunnah yang sering diabaikan, terutama ketika kita masih asyik dengan aktivitas atau sengaja menunda karena menunggu sesuatu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا أَخَّرُوا السَّحُورَ وَعَجَّلُوا الْفِطْرَ

"Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka" (HR. Ahmad) .

Dalam hadits lain, beliau bersabda:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ

"Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya" (Muttafaq 'Alaih) .

Menyegerakan berbuka bukan berarti tergesa-gesa tanpa doa. Justru di sinilah letak keindahan sunnah: kita diajarkan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum menyantap hidangan.

5. Membaca Doa Berbuka yang Shahih

Doa berbuka adalah amalan sederhana yang sering terlewat karena kita terlalu bersemangat menyantap hidangan. Padahal, momen berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berbuka yang masyhur:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu."Artinya: "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka" (HR. Abu Dawud).

Doa yang lebih lengkap juga diriwayatkan:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

"Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah."Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah" (HR. Abu Dawud) .

Doa-doa sederhana ini mengandung makna syukur dan pengakuan bahwa segala nikmat berasal dari Allah.

6. Memberi Makan Orang Berbuka Puasa

Memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka adalah amalan sunnah yang sangat mudah dilakukan namun pahalanya luar biasa besar. Banyak orang mengira bahwa memberi makan berarti mengundang dalam jamuan besar, padahal memberikan seteguk air atau beberapa butir kurma pun sudah termasuk dalam amalan mulia ini .

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga" (HR. Tirmidzi) .

Amalan sederhana ini dapat dilakukan dengan berbagai cara: memberikan takjil di masjid, menyumbang makanan ke panti asuhan, atau sekadar membelikan air mineral untuk mereka yang berbuka di jalan . Pahalanya tidak main-main: kita mendapatkan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

7. Menjaga Lisan dari Ghibah dan Perkataan Sia-sia

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa. Menjaga lisan dari ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dan perkataan sia-sia adalah amalan sunyi yang sangat berat namun krusial. Banyak orang berpuasa, namun lisannya masih sibuk membicarakan keburukan orang lain. Padahal, ghibah dapat "membocorkan" pahala puasa tanpa disadari.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya" (HR. Bukhari) .

Dalam riwayat lain disebutkan:

خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ: الْغِيبَةُ، وَالنَّمِيمَةُ، وَالْكَذِبُ، وَالنَّظْرُ بِالشَّهْوَةِ، وَالْيَمِينُ الْكَاذِبَةُ

"Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa, yaitu: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu" (HR. Ad-Dailami) .

Ulama menjelaskan bahwa hal-hal tersebut tidak membatalkan puasa secara hukum fikih, tetapi dapat menggugurkan pahala puasa. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin menyebut menjaga lisan sebagai salah satu rahasia batiniah puasa yang harus dijaga agar puasa kita sempurna di sisi Allah.

8. Mandi Sebelum Terbit Fajar (Mandi Besar)

Bagi yang memiliki hadas besar seperti junub, haid, atau nifas, disunnahkan untuk mandi sebelum terbit fajar agar dapat memulai ibadah puasa dalam keadaan suci. Amalan sederhana ini sering dilupakan karena orang cenderung menunda mandi hingga masuk subuh.

Syekh Muhammad Ibnu 'Umar Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nihayah al-Zain fi Irsyad al-Mubtadi'in menyebutkan bahwa mandi sebelum fajar termasuk salah satu kesunahan dalam mengiringi ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain untuk bersuci, mandi sebelum fajar juga membantu kita lebih segar menjalani ibadah di pagi hari.

9. Shalat Sunnah Qabliyah Subuh

Shalat sunnah qabliyah subuh (dua rakaat sebelum subuh) adalah shalat sunnah yang sangat ditekankan, bahkan Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya baik dalam keadaan mukim maupun bepergian. Namun, amalan ini sering terlewat karena waktu subuh yang mepet atau rasa kantuk setelah sahur .

Rasulullah ﷺ bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

"Dua rakaat shalat fajar (qabliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya" (HR. Muslim).

Salah satu hikmah mengakhirkan sahur menjelang waktu subuh adalah agar kita tidak terlewat menjalankan shalat subuh berjamaah di masjid sekaligus mengerjakan qabliyah subuh . Jika sahur terlalu dini, kita rentan tertidur dan melewatkan keutamaan besar ini.

10. Memperbanyak Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir pagi dan petang adalah amalan sunnah yang bisa dilakukan di sela-sela aktivitas sehari-hari. Namun, kesibukan bekerja atau perjalanan menuju kantor sering membuat kita lalai dari dzikir .

Allah ﷻ berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Berzikirlah (ingatlah) kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku" (QS. Al-Baqarah: 152) .

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوا: بَلَى، قَالَ: ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى

"Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sebaik-baik amal, yang paling suci di sisi Tuhanmu, yang paling meninggikan derajat kalian, yang lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian daripada bertemu musuh lalu kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?" Para sahabat menjawab, "Tentu." Beliau bersabda, "Yaitu dzikir kepada Allah Ta'ala" (HR. Tirmidzi) .

Untuk masyarakat perkotaan yang sibuk, dzikir dapat dilakukan sambil dalam perjalanan menuju kantor dengan mendengarkan murattal atau dzikir melalui ponsel . Yang penting adalah menjaga lisan tetap basah dengan menyebut nama Allah.

11. Qailulah (Tidur Sejenak Sebelum Dzuhur)

Qailulah atau tidur sejenak sebelum waktu dzuhur adalah sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk membantu seseorang bangun malam (tahajud). Imam Syarbini rahimahullah menyimpulkan bahwa disunnahkan bagi orang yang ingin melakukan shalat tahajud untuk ber-qailulah, yaitu tidur sebelum dzuhur.

Manfaat qailulah bagi orang yang berpuasa seperti halnya sahur: memberikan energi untuk melanjutkan ibadah di sisa hari.

Keutamaan Menghidupkan Amalan Sederhana

  • Bentuk kecintaan kepada Rasulullah: Mengikuti sunnah dalam hal kecil menunjukkan keteladanan beliau dalam seluruh aspek kehidupan.
  • Menyempurnakan ibadah wajib: Amalan sunnah menambal kekurangan yang mungkin terjadi pada ibadah puasa.
  • Konsistensi lebih dicintai Allah: Amalan kecil yang dilakukan rutin lebih baik daripada amalan besar yang hanya sesekali.
  • Investasi akhirat yang besar: Amalan sederhana seperti memberi minum orang berbuka bisa mendatangkan pahala berlipat.
  • Melatih keikhlasan: Amalan yang tidak tampak melatih kita beribadah hanya karena Allah, bukan karena pujian manusia.

People also Ask:

Apa saja tujuh Sunnah yang terlupakan?

Dokumen ini menguraikan tujuh Sunnah yang terlupakan yang dapat mendatangkan berkah (barakah) yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk memasuki rumah dengan salam, menggunakan miswak, minum air sambil duduk, memakai sepatu kanan terlebih dahulu, tersenyum kepada orang lain, tidur di sisi kanan, dan mengucapkan bismillah sebelum melakukan suatu pekerjaan

Apa saja sunnah di bulan Ramadhan?

Cari tahu amalan-amalan bulan Ramadhan yang bisa Anda lakukan di bulan suci ini untuk mendapatkan pahala berlipat dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala!Perbanyak Sedekah. ...Ibadah Malam (Qiyamul Lail) ...Membaca Al-Qur'an. ...Mendirikan Sholat Tarawih. ...I'tikaf di Masjid. ...Mengakhirkan Sahur. ...7. Menyegerakan Berbuka Puasa.

Apa itu Sunnah yang terlupakan dalam Islam?

“Sunnah yang terlupakan” merujuk pada praktik-praktik Nabi ﷺ yang semakin jarang dilakukan seiring berjalannya waktu . Tindakan-tindakan ini, meskipun kecil usahanya, memiliki bobot yang signifikan dalam hal pahala dan manfaat. Menghidupkan kembali Sunnah yang terlupakan tidak hanya mendekatkan Anda kepada Allah—tetapi juga berfungsi sebagai pengingat bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Apa saja 12 sunnah yang umum?

Performing 12 Sunnah prayers is easy but the reward from ...Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa yang rutin mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah baginya di surga: empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh ." Sumber: Tirmidzi 414, Ibnu Majah 1140.