Bacaan Doa Setelah Mendapat Mimpi Buruk: Bentuk Pemrohonan Ketenangan Kepada Allah SWT

Mengetahui bacaan doa setelah mendapat mimpi buruk yang bisa diamalkan agar memberikan ketenangan batin.

Diterbitkan 14 November 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mimpi buruk merupakan pengalaman yang kerap menimbulkan rasa cemas dan ketakutan bagi siapa saja yang mengalaminya. Dalam Islam, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa setelah mendapat mimpi buruk sebagai bentuk perlindungan dan permohonan ketenangan kepada Allah SWT.

Terdapat beberapa jenis mimpi dalam ajaran Islam, yakni mimpi yang datang dari Allah SWT dan mimpi yang berasal dari godaan setan. Ketika seseorang mengalami mimpi yang menakutkan atau mengganggu, membaca doa menjadi amalan penting untuk menenangkan hati dan memohon perlindungan dari segala keburukan.

Mengutip dari Doa dan Zikir Mustajab (Dibaca Sehari-hari Sepanjang Masa) karya Wijayanti (2024), doa setelah mendapat mimpi buruk merupakan bentuk berlindung kepada Allah dari perbuatan syaitan dan keburukan mimpi yang dapat mengganggu ketenangan jiwa.  Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (13/11/2025).

Doa Setelah Mendapat Mimpi Buruk: Arab, Latin, dan Terjemahan

Ketika terbangun dari mimpi yang menakutkan atau tidak menyenangkan, umat muslim memiliki doa khusus yang dapat diamalkan. Doa ini bertujuan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala keburukan yang mungkin terkandung dalam mimpi tersebut. Berikut adalah bacaan doa setelah mendapat mimpi buruk yang dapat diamalkan:

Teks Arab: اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَل الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الْأَحْلَامِ

Teks Latin: Allaahumma innii a'uudzubika min 'amalisy syaithaani wa sayyi-aatil ahlaami.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syaitan dan keburukan mimpi."

Doa ini merupakan bentuk taawudz atau permohonan perlindungan yang sangat penting untuk dibaca segera setelah terbangun dari mimpi buruk. Dengan mengucapkan doa ini, seorang muslim menyerahkan segala kekhawatirannya kepada Allah SWT dan memohon agar dampak negatif dari mimpi tersebut tidak terjadi dalam kehidupan nyata. 

Adab dan Amalan Saat Mengalami Mimpi Buruk

Selain membaca doa, terdapat beberapa adab dan amalan yang dianjurkan dalam Islam ketika seseorang mengalami mimpi buruk. Amalan-amalan ini berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW yang bertujuan untuk melindungi diri dari gangguan setan dan dampak negatif mimpi.

  • Pertama, segera berlindung kepada Allah dari setan dengan membaca ta'awudz.
  • Kedua, meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali sebagai bentuk penolakan terhadap keburukan mimpi.
  • Ketiga, mengubah posisi tidur dari sisi yang semula ditempati ke sisi lainnya.
  • Keempat, tidak menceritakan mimpi buruk kepada siapa pun karena dikhawatirkan dapat menjadi kenyataan.
  • Kelima, segera melaksanakan salat sunnah sebagai bentuk penguatan diri dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
  • Keenam, memperbanyak istighfar dan dzikir kepada Allah untuk membersihkan hati dari rasa takut dan cemas yang ditimbulkan oleh mimpi tersebut.
  • Ketujuh, meyakini bahwa mimpi buruk adalah ujian dan godaan dari setan yang tidak akan terjadi selama kita berlindung kepada Allah. 

Dengan mengamalkan adab-adab ini secara konsisten, seorang muslim dapat terhindar dari dampak psikologis negatif dan tetap tenang dalam menghadapi mimpi yang mengganggu.

Sunah Sebelum Tidur untuk Menghindari Mimpi Buruk

Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu pula dengan mimpi buruk. Islam mengajarkan beberapa sunah sebelum tidur yang dapat diamalkan untuk mengurangi kemungkinan mengalami mimpi yang mengganggu dan meningkatkan kualitas tidur.

1. Membersihkan Tempat Tidur Sebelum Tidur

Rasulullah SAW mengajarkan untuk membersihkan atau mengibaskan tempat tidur sebelum berbaring sambil membaca basmalah. Hadis riwayat Al-Bukhari no. 6320 menyebutkan: "Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, 'bismillah,' karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi." 

2. Berwudu Sebelum Tidur

Mengambil wudu sebelum tidur merupakan sunah yang sangat dianjurkan. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710: "Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudulah seperti wudu untuk salat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu." Wudu sebelum tidur membantu membersihkan diri secara lahir dan batin serta meningkatkan perlindungan dari Allah.

3. Tidur Menghadap ke Kanan

Posisi tidur yang dianjurkan adalah berbaring di sisi kanan badan, mengikuti sunah Rasulullah SAW. Posisi ini tidak hanya baik secara kesehatan, tetapi juga merupakan adab tidur yang diajarkan dalam Islam untuk memperoleh keberkahan dan perlindungan.

4. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

Hadis dari Aisyah ra. yang diriwayatkan oleh Bukhari no. 5017 menceritakan bahwa Nabi SAW setiap malam membaca ketiga surah ini, kemudian meniup kedua telapak tangannya dan mengusapkannya ke seluruh tubuh sebanyak tiga kali. Amalan ini merupakan benteng perlindungan yang sangat kuat dari berbagai gangguan, termasuk mimpi buruk.

5. Membaca Ayat Kursi

Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) memiliki keutamaan luar biasa sebagai pelindung dari gangguan setan hingga pagi hari. Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca ayat ini sebelum tidur agar mendapat perlindungan Allah sepanjang malam.

6. Membaca Doa Sebelum Tidur

Terdapat beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur, seperti "Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa" (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan aku hidup). Doa ini mengingatkan kita akan kematian dan kehidupan yang ada dalam genggaman Allah.

7. Menghindari Tidur dalam Keadaan Marah atau Bermusuhan

Islam mengajarkan untuk menyelesaikan konflik sebelum tidur dan tidak membiarkan amarah atau permusuhan menguasai hati. Kondisi emosi negatif sebelum tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur dan memicu mimpi buruk.

Dengan mengamalkan sunah-sunah ini secara konsisten, umat muslim dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kemungkinan mengalami mimpi buruk, sekaligus memperoleh keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

FAQ

1. Apa doa yang dibaca setelah mendapat mimpi buruk? Doa yang dibaca adalah "Allaahumma innii a'uudzubika min 'amalisy syaithaani wa sayyi-aatil ahlaami" yang artinya berlindung kepada Allah dari perbuatan setan dan keburukan mimpi.

2. Apakah mimpi buruk boleh diceritakan kepada orang lain? Tidak, mimpi buruk sebaiknya tidak diceritakan kepada siapa pun karena dikhawatirkan dapat menjadi kenyataan.

3. Apa yang harus dilakukan segera setelah bangun dari mimpi buruk? Segera membaca doa perlindungan, meludah ke kiri tiga kali, mengubah posisi tidur, dan melaksanakan salat sunnah.

4. Apakah mimpi buruk selalu memiliki makna tertentu? Tidak, mimpi buruk dalam Islam dianggap sebagai godaan setan yang tidak memiliki makna khusus dan tidak perlu ditafsirkan.

5. Bagaimana cara mencegah mimpi buruk menurut Islam? Dengan mengamalkan sunah sebelum tidur seperti berwudu, membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Ayat Kursi, dan doa sebelum tidur.

6. Apakah mimpi buruk tanda akan terjadi sesuatu yang buruk? Tidak, selama kita membaca doa perlindungan dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, mimpi buruk tidak akan membahayakan.

7. Kapan waktu terbaik membaca doa setelah mimpi buruk? Segera setelah terbangun dari mimpi buruk, agar dapat langsung memohon perlindungan kepada Allah SWT dan menenangkan hati.