Liputan6.com, Jakarta - Bacaan Tasbih Subbuhun Quddusun merupakan salah satu dzikir yang memiliki keutamaan besar dalam ibadah, terutama setelah sholat witir di bulan Ramadhan. Kalimat ini sering terdengar di masjid-masjid ketika imam dan jamaah menutup sholat witir dengan penuh kekhusyukan.
Bacaan Subbuhun Quddusun Robbuna Malaikatu Warruh mengandung makna penyucian terhadap Allah SWT sebagai Tuhan para malaikat dan ruh. Dzikir ini bukan hanya bacaan lisan, tetapi juga bentuk pengakuan hati atas kemahakuasaan dan kesucian Allah.
Makna dalam Bacaan Tasbih Subbuhun Quddusun juga menuntun umat Islam untuk selalu mengingat bahwa Allah Maha Suci dari segala kekurangan. Dalam keseharian, kalimat ini bisa menjadi pengingat bahwa segala sesuatu di dunia ini terjadi atas izin dan kebesaran-Nya.
Advertisement
Bacaan ini berbunyi:سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Subbuhun Quddusun Rabbunaa wa Rabbul Malaikati war-Ruh
Artinya: “Maha Suci lagi Maha Quddus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan ruh (Jibril).”
Asal Usul dan Waktu Membaca
Kalimat Subbuhun Quddusun menjadi bagian penting dalam dzikir setelah sholat witir. Bacaan ini diriwayatkan dalam berbagai hadits shahih yang menceritakan kebiasaan Rasulullah SAW dalam menutup sholat malamnya.
Biasanya, bacaan ini diucapkan tiga kali, dengan suara yang dikeraskan pada bacaan terakhir. Tradisi ini dilakukan secara berjamaah, terutama di bulan Ramadhan, ketika umat Islam memperbanyak ibadah malam.
Di berbagai kitab dan literatur Islam klasik, tasbih ini disebut sebagai bentuk pemuliaan Allah yang paling sempurna. Ucapan Subbuhun Quddusun menandakan pengakuan akan keesaan Allah dalam seluruh ciptaan-Nya.
Advertisement
Dzikir Setelah Sholat Witir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380436/original/025286300_1760424585-Wanita_muslim_berdoa_setelah_sholat__Pexels_.jpg)
Dalam pelaksanaan sholat witir, dzikir ini dibaca setelah salam. Rasulullah SAW mencontohkan agar umatnya mengakhiri witir dengan tasbih yang menunjukkan kekhusyukan dan rasa syukur.
Adapun urutan dzikir setelah sholat witir di bulan Ramadhan adalah:Subhanal Malikil Quddus (Maha Suci Allah Raja Yang Maha Suci)Subbuhun Quddusun Rabbunaa wa Rabbul Malaikati war-Ruh
Kedua bacaan ini menjadi simbol penutup sholat malam yang penuh ketenangan. Setelah itu, jamaah biasanya melanjutkan dengan bacaan dzikir lainnya seperti Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.
Keutamaan Bacaan Tasbih Subbuhun Quddusun
Keutamaan Bacaan Tasbih Subbuhun Quddusun sangat besar karena mengandung penyucian terhadap Dzat Allah. Bacaan ini juga disebut dalam hadits riwayat An-Nasa’i dan Abu Dawud sebagai tasbih yang diucapkan Rasulullah setiap selesai witir.
Selain itu, bacaan ini menenangkan jiwa, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan rasa tawadhu dalam diri seorang Muslim. Dzikir seperti ini membantu menjaga hati agar tidak lalai dan selalu terhubung dengan Sang Pencipta.
Manfaat lainnya juga disebutkan dalam kitab Percikan Samudra Hikmah karya Muhammad Luthfi Ghozali, di mana dzikir menjadi amal pengingat akan kebesaran Allah dan penolak kelalaian.
Bacaan Lengkap Dzikir Setelah Witir
Selain tasbih Subbuhun Quddusun, ada doa yang biasa dibaca setelahnya:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيمَانًا دَائِمًاوَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًاوَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًاوَنَسْأَلُكَ يَقِينًا صَادِقًا
Latin: Allahumma innaa nas’aluka imaanan daa’iman, wa nas’aluka qalban khaasyi’an, wa nas’aluka ‘ilman naafi’an, wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang terus-menerus, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, dan keyakinan yang benar.”
Advertisement
Doa Penutup Sholat Witir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380435/original/008084100_1760424585-Pria_berdoa_setelah_sholat__Pexels_.jpg)
Setelah dzikir tersebut, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa tambahan agar ibadah malam lebih sempurna:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا
Allāhumma rabbana taqabbal minnā shalātanā wa shiyāmanā wa qiyāmanā.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, terimalah dari kami sholat, puasa, dan ibadah malam kami.”
Doa ini menjadi ungkapan harapan agar seluruh amal diterima dan mendapat ridha Allah.
Makna Spiritualitas dalam Bacaan Ini
Bacaan Tasbih Subbuhun Quddusun tidak hanya sekadar rangkaian kata, tetapi simbol penyucian yang mendalam. Ia menanamkan kesadaran spiritual tentang kebesaran Allah dan keagungan malaikat sebagai makhluk yang selalu bertasbih kepada-Nya.
Membaca dzikir ini setiap malam akan menumbuhkan rasa damai dan membuat hati lebih mudah bersyukur. Dalam kesendirian malam, dzikir ini menjadi penyejuk batin bagi mereka yang mencari ketenangan spiritual.
Subbuhun Quddusun dalam Hadits
Dalam riwayat Abdurrahman bin Abza RA, Rasulullah SAW setiap kali menunaikan sholat witir mengucapkan tasbih ini tiga kali, dengan suara keras di akhir bacaan.
“Rasulullah SAW melaksanakan salat witir dengan membaca surah Al A’la, Al Kafirun, dan Al Ikhlas. Ketika salam, beliau mengucapkan Subhanal Malikil Quddus tiga kali dan mengeraskan suaranya pada ucapan ketiga.” (HR An Nasa’i dan Abu Dawud).
Hadits ini menjadi dasar kuat bagi umat Islam dalam mengamalkan dzikir tersebut sebagai bagian dari sunnah.
Hubungan dengan Dzikir Malaikat
Kalimat Subbuhun Quddusun Robbuna Malaikatu Warruh juga disebut sebagai dzikir para malaikat di langit. Malaikat senantiasa bertasbih tanpa henti, memuliakan Allah dengan kalimat yang sama.
Maka ketika manusia mengucapkannya di bumi, itu menjadi bentuk keselarasan dzikir antara makhluk langit dan bumi.
Advertisement
Hikmah dari Bacaan Ini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5404221/original/063316800_1762399422-Pria_muslim_berdoa_dalam_sholat__Pexels_.jpg)
Salah satu hikmah utama dari Bacaan Tasbih Subbuhun Quddusun adalah penyucian diri. Ketika seseorang mengucapkannya dengan hati penuh iman, maka ia menegaskan kebesaran Allah dan menghapus kesombongan dalam dirinya.
Selain itu, dzikir ini menjadi pelindung spiritual di malam hari, terutama setelah sholat witir yang menjadi penutup segala ibadah malam.
Bacaan Pendukung Dzikir
Sebagai tambahan, Rasulullah SAW juga menganjurkan dzikir berikut setelah witir:
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhānallāh, wal-hamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Dzikir ini menambah kesempurnaan ibadah malam dan menjaga hati agar tetap lembut.
Amalan di Luar Ramadhan
Walaupun sering diamalkan di bulan Ramadhan, bacaan Subbuhun Quddusun juga bisa dibaca di luar bulan tersebut. Rasulullah SAW tidak membatasi waktu dzikir, karena dzikir dapat dilakukan kapan pun.
Dengan membiasakan bacaan ini setiap selesai sholat malam, umat Islam bisa menjaga hubungan spiritualnya dengan Allah sepanjang tahun.
Pada akhirnya, Bacaan Tasbih Subbuhun Quddusun menjadi simbol kesucian dan kekhusyukan dalam ibadah. Kalimat ini bukan hanya penghias lisan, tetapi juga peneguh iman dalam hati setiap Muslim.
Membaca dan memahami maknanya akan membawa seseorang lebih dekat dengan Sang Pencipta. Dzikir ini mengajarkan bahwa dalam setiap malam yang sunyi, selalu ada ruang untuk menyebut nama-Nya dengan penuh cinta.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Tasbih
1. Kapan waktu terbaik membaca Subbuhun Quddusun?Setelah sholat witir, khususnya di malam hari atau bulan Ramadhan.
2. Apa arti dari Subbuhun Quddusun?Maha Suci lagi Maha Quddus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan ruh.
3. Berapa kali bacaan ini diucapkan setelah witir?Tiga kali, dengan suara dikeraskan pada bacaan terakhir.
4. Apakah dzikir ini boleh dibaca di luar Ramadhan?Ya, boleh dibaca kapan pun setelah sholat malam.
5. Apa manfaat membaca Bacaan Tasbih Subbuhun Quddusun?Menenangkan hati, menyucikan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3766877/original/ACg8ocKpfjo6a6Tc_tlhryHVdvOwcUORNeBWIMQYOzK476OGcu5jCgmN%3Ds96-c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8479065/original/058215800_1782390523-afsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3214081/original/074063100_1597893428-ramadan-2366301_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258005/original/098217100_1781274255-a02bde8a-5408-4394-96ba-968c51077929.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837148/original/057742900_1716182391-haji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5933770/original/078360100_1778831227-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5147777/original/080836800_1740973885-cac3366a-77d9-4654-a09b-f2ed915290f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4437659/original/087344800_1684829069-5452136.jpg)