Jawa Timur Juarai Lomba Qasidah Kolaborasi di Festival Seni Budaya Islam

Lomba Qasidah Kolaborasi merupakan bagian dari Festival Seni Budaya Islam yang rutin diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI.

Diterbitkan 15 Oktober 2025, 19:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Provinsi Jawa Timur berhasil meraih juara pertama Lomba Qasidah Kolaborasi dalam ajang Festival Seni Budaya Islam (FSBI) yang digelar di sela kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Grup MAN Satoe Voice asal Jawa Timur tampil memukau dan unggul atas peserta dari berbagai provinsi setelah melalui proses penjurian yang ketat. Kompetisi ini menjadi wadah ekspresi seni Islami yang memadukan nilai spiritual, kreativitas, dan kearifan lokal.

Lomba Qasidah Kolaborasi merupakan bagian dari Festival Seni Budaya Islam yang rutin diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI.

Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, mengapresiasi semangat dan kreativitas seluruh peserta yang menampilkan karya bernuansa Islami dengan pesan moral yang kuat.

“Festival ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi ruang ekspresi dan kolaborasi yang memperlihatkan kekayaan budaya Islam di Indonesia. Seni dan dakwah harus berjalan beriringan, saling menguatkan dalam membangun karakter umat,” ujar Zayadi kepada wartawan, Rabu (15/10/2025).

Zayadi menegaskan, ajang seperti ini bukan semata tentang kompetisi, melainkan juga sarana membangun harmoni dan karakter umat melalui seni yang inspiratif.

 

Seleksi Ketat dan Penilaian Berimbang

Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, menjelaskan bahwa peserta lomba di tingkat nasional merupakan hasil seleksi berjenjang dari kabupaten hingga provinsi.

“Setiap kabupaten mengirimkan pesertanya ke provinsi untuk dinilai yang terbaik. Dari situ, dipilih peserta yang mewakili daerahnya di ajang perlombaan tingkat pusat,” jelas Wida saat ditemui di lokasi kegiatan.

Tahun ini, panitia menetapkan empat kategori penilaian utama, yakni vokal (30 persen), aransemen (30 persen), penampilan (20 persen), dan adab (20 persen). Unsur penilaian ini mencerminkan keseimbangan antara kemampuan teknis dan nilai etika.

“Peserta tidak hanya dinilai dari keindahan suara, tetapi juga ketulusan ekspresi dan kesopanan dalam berpenampilan,” tambahnya.

Daftar Pemenang dan Apresiasi Kearifan Lokal

Selain Jawa Timur sebagai juara pertama, posisi kedua diraih oleh kelompok Bismillah dari Bali, dan juara ketiga diraih oleh grup Salten asal Banten. Sementara Harapan I diraih oleh Hidayatullah Insan dari Kalimantan Tengah.

Panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk penampilan kearifan lokal terbaik, yang diraih oleh Sulawesi Tenggara. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah tersebut dalam memadukan budaya lokal dengan nilai-nilai Islam.

 

Media Dakwah yang Sejuk dan Kreatif

 

Wida menilai, Lomba Qasidah Kolaborasi tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antarprovinsi melalui seni dan budaya.

“Kami ingin menumbuhkan semangat kolaborasi dan melestarikan budaya Islam Indonesia yang kaya warna dan makna,” ujarnya.

Ia menambahkan, festival ini menunjukkan bahwa kesenian Islam mampu menjadi ruang interaksi positif dan media dakwah yang sejuk serta kreatif.

“Dengan memadukan unsur modern dan tradisional, peserta tidak hanya menampilkan karya musikal, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang mendalam,” pungkas Wida.