Liputan6.com, Jakarta - Doa mujahadah merupakan amalan spiritual mendalam dalam Islam yang melibatkan kesungguhan hati. Praktik ini bertujuan mengendalikan diri dari godaan hawa nafsu. Melalui doa mujahadah, seorang Muslim berupaya mencapai kedekatan yang lebih erat dengan Sang Pencipta.
Mujahadah berasal dari kata Arab "jahada-yujahidu" yang berarti bersungguh-sungguh. Secara etimologis, istilah ini dapat diartikan sebagai upaya keras, memaksa, dan menundukkan nafsu.
Doa mujahadah adalah kesungguhan untuk melawan hawa nafsu dan menghindari segala perilaku yang dilarang Allah SWT. Menurut Buku Saku Mujahadah Asmaul Husna oleh Tim MKAH, mujahadah dapat dipahami sebagai tindakan bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu atau mujahadah an-nafs.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (6/10/2025).
Bacaan Doa Mujahadah Lengkap
Pelaksanaan doa mujahadah umumnya diawali dengan mengirimkan hadiah Surah Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan orang-orang saleh. Ini bertujuan untuk menghubungkan ruh dengan arwah mereka dan sebagai wasilah agar doa lebih cepat terkabul.
Dalam praktiknya, bacaan mujahadah diawali dengan membaca Al-Fatihah tiga kali sebagai hadiah, kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan surat-surat tertentu. Melansir dari berbagai sumber ini bacaannya:
Membaca Al-Fatihah
Teks Arab: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّيْنَ ࣖ
Latin: Bismilllahirahmaaniraahim. al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. ar-raḥmānir-raḥīm. māliki yaumid-dīn. iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Terjemahan: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
Membaca Surah Al-Insyirah (7x)
Teks Arab: اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ - الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ - اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ - فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ ࣖ
Latin: a lam nasyraḥ laka ṣadrak wa waḍa'nā 'angka allażī angqaḍa ẓahrak wa rafa'nā laka żikrak fa inna ma'al-'usri yusrā inna ma'al-'usri yusrā fa iżā faragta fanṣab wa ilā rabbika fargab
Terjemahan: "Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu, dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap."
Membaca Ayat Kursi (3x)
Teks Arab: ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.
Terjemahan: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar."
Membaca Al-Ikhlas (7x)
Teks Arab: قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Latin: qul huwallāhu aḥad. allāhuṣ-ṣamad. lam yalid wa lam yuład. wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad.
Terjemahan: "Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.”"
Membaca Al-Falaq (7x)
Teks Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ
Latin: Qul a'ụżu birabbil-falaq. min syarri mā khalaq. wa min syarri gāsiqin iżā waqab. wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Terjemahan: "Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”"
Membaca An-Nas (7x)
Teks Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ مَلِكِ النَّاسِۙ اِلٰهِ النَّاسِۙ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ
Latin: qul a'ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās. min syarril-waswāsil-khannās. allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās.
Terjemahan: "Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”"
Amalan doa mujahadah ini dapat diamalkan setiap hari. Jika dibaca sungguh-sungguh dengan niat ikhlas, seseorang akan memiliki kontrol diri yang baik dan terhindar dari penyakit hati, sehingga merasa aman, nyaman, dan tenteram.
Advertisement
Tujuan dan Manfaat Melaksanakan Doa Mujahadah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3112740/original/038261400_1587956306-20200427-Masjid-Agung-Sanaa-2.jpg)
Melaksanakan doa mujahadah secara tekun membawa berbagai tujuan dan manfaat spiritual. Tujuan utama amalan ini adalah mencapai kedekatan dengan Allah SWT melalui peningkatan kualitas ibadah dan ketaatan. Tujuan utama mujahadah adalah untuk mencapai kedekatan dengan Allah SWT.
Selain itu, mujahadah juga bertujuan membersihkan jiwa dari penyakit hati dan sifat tercela, serta meningkatkan kualitas keimanan. Praktik ini membantu seseorang menghindari perbuatan negatif dan membentuk karakter yang tangguh.
Manfaat yang dapat diperoleh dari doa mujahadah sangat beragam, antara lain:
- Memperoleh ketenangan jiwa dan pikiran.
- Meningkatkan kualitas ibadah dan kekhusyukan.
- Memperbaiki akhlak dan perilaku.
- Membangun kedekatan dengan Allah SWT.
- Meraih ridha Allah SWT.
- Terhindar dari penyakit hati seperti gelisah, cemas, dan iri.
- Meningkatkan kesabaran dalam menghadapi masalah.
- Mampu mempertimbangkan kebutuhan hidup secara bijak.
Kesungguhan dalam amalan ini merupakan bentuk cinta kepada Allah, yang diberkahi dengan keridhaan-Nya.
Doa Mujahadah dalam Perspektif Imam Al-Ghazali
Imam Al-Ghazali, pemikir klasik terkemuka dalam teologi dan tasawuf, banyak menuangkan pemikirannya tentang mujahadah dalam karyanya, Ihya’ Ulumuddin. Beliau mengemukakan bahwa mujahadah adalah kunci hidayah.
Al-Ghazali menegaskan, "Mujahadah adalah kuncinya hidayah, tidak ada kunci untuk memperoleh hidayah selain mujahadah." Ini menunjukkan betapa pentingnya kesungguhan dalam beribadah untuk mendapatkan petunjuk ilahi.
Menurut Al-Ghazali, mujahadah merupakan tahap awal dalam penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs). Tahap ini melibatkan pembersihan jiwa dari segala sesuatu selain Allah SWT, terutama dari sifat dan perilaku buruk seperti dendam dan dengki.
Beliau menekankan bahwa mujahadah lebih kepada menyingkirkan dan menghilangkan nafsu serta syahwat. Mengutip hadis, Al-Ghazali menjelaskan bahwa musuh terbesar manusia adalah nafsu yang ada dalam dirinya, yang harus dilawan dan dikalahkan karena selalu mendorong pada kejahatan.
Advertisement
Pelaksanaan Ritual Doa Mujahadah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3112743/original/076840400_1587956308-20200427-Masjid-Agung-Sanaa-5.jpg)
Pelaksanaan ritual doa mujahadah dapat dilakukan secara individu maupun berjamaah, disesuaikan dengan tempat, situasi, dan kondisi. Dalam tradisi Wahidiyah, mujahadah memiliki jadwal rutin, mulai dari harian (yaumiyah), mingguan (usbu'iyah), bulanan (syahriyah), hingga mujahadah besar (kubro) yang melibatkan seluruh pengamal.
Ada juga mujahadah khusus untuk tujuan tertentu seperti keamanan atau keuangan, serta mujahadah non-stop dan waqtiyah. Kuliah Wahidiyah oleh Yayasan Perjuangan Wahidiyah menjelaskan bahwa pengamalan sholawat Wahidiyah dapat dilakukan selama 40 hari berturut-turut.
Adab atau etika dalam bermujahadah meliputi khusyuk dan dijiwai dengan lillah-billah, konsentrasi penuh kepada Allah (hudhur), merasa hadir di hadapan Rasulullah SAW (istihdhor), serta merasa rendah dan banyak berbuat dosa (tadzallul dan tazhallum).
Selain itu, pengamal juga harus merasa butuh ampunan dan petunjuk Allah (iftiqar), berdoa untuk umat, dan yakin akan terkabulnya doa. Pelaksanaan doa mujahadah secara rutin ini membantu membentuk sikap kontrol diri dan menghindari penyakit hati.
Pengalaman Keagamaan Melalui Doa Mujahadah
Pengalaman keagamaan yang timbul dari doa mujahadah dapat beragam, seringkali menjadi titik balik dalam kehidupan seseorang. William James mengemukakan empat bentuk pengalaman keagamaan: penglihatan, keilahian, konversi, dan pengalaman mistik, sebagaimana dijelaskan dalam bukunya The Varieties of Religious Experiences.
Contoh pengalaman penglihatan adalah seorang remaja yang bermujahadah dan diberi penglihatan tentang proses pemakaman ayahnya yang tidak bisa ia hadiri. Pengalaman keilahian dirasakan ketika seseorang merasa diingatkan untuk khusyuk dalam ibadah setelah tertidur dalam mujahadah, merasakan kehadiran Dzat Yang Maha Tinggi.
Konversi terjadi saat seseorang mendapatkan pemahaman atau keyakinan agama yang baru, yang memperkokoh keimanan. Seorang remaja yang awalnya kurang yakin terhadap mujahadah, menjadi sangat yakin setelah doanya untuk ibunya terkabul, atau perubahan suasana keluarga menjadi lebih damai.
Pengalaman mistik melibatkan hal-hal yang tidak dapat dijelaskan secara logika, melampaui pemikiran normal. Misalnya, seorang remaja bermimpi hanyut di sungai jernih dengan logo Wahidiyah bersinar terang, dimaknai sebagai ketenangan hati dan jiwa dari doa mujahadah.
Advertisement
Membangun Kesehatan Spiritual dengan Doa Mujahadah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3112741/original/023488100_1587956307-20200427-Masjid-Agung-Sanaa-3.jpg)
Doa mujahadah berperan penting dalam membangun kesehatan spiritual. Amalan ini dapat menjernihkan hati, menenangkan batin, dan memberikan ketenteraman jiwa, yang mendorong seseorang untuk lebih banyak mengingat Allah dan berzikir.
Kesehatan spiritual adalah kemampuan alami manusia untuk mencapai kebahagiaan serta kesehatan jiwa dan mental. Dengan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama melalui doa mujahadah, seseorang dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
Mujahadah menjadi perantara untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, mencapai ketenangan hati dan pikiran, serta memperkuat iman dan keyakinan. Banyak pengamal merasakan kedamaian setelah bermujahadah, terutama saat menghadapi masalah.
Praktik mujahadah dengan prinsip lillah (hanya karena Allah) dapat membentuk sikap istiqomah, rendah hati, tawakal, dan berintegrasi. Ini juga memicu perubahan perilaku positif, dari berprasangka buruk menjadi terhindar dari pikiran negatif, dari gelisah menjadi tenang, dan dari pemarah menjadi lebih sabar.
FAQ
1. Apa itu doa mujahadah?
Doa mujahadah adalah amalan spiritual dalam Islam yang menekankan kesungguhan hati untuk melawan hawa nafsu. Tujuannya agar seseorang mencapai kedekatan dengan Allah SWT melalui pengendalian diri dan peningkatan kualitas ibadah.
2. Kapan doa mujahadah sebaiknya dilakukan?
Doa mujahadah dapat dilakukan kapan saja, baik pagi, malam, maupun waktu senggang lainnya. Sebagian tradisi melaksanakannya secara rutin, seperti harian, mingguan, atau bulanan, tergantung pada tujuan spiritual masing-masing.
3. Apa bacaan utama dalam doa mujahadah?
Bacaan doa mujahadah umumnya dimulai dengan Surah Al-Fatihah, diikuti Al-Insyirah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Setiap surat dibaca beberapa kali dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Apa tujuan utama melaksanakan doa mujahadah?
Tujuan utama mujahadah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan hati dari sifat buruk, dan meningkatkan keimanan. Amalan ini juga membantu seseorang melatih kesabaran serta menjaga ketenangan jiwa.
5. Apa manfaat dari rutin melaksanakan doa mujahadah?
Manfaatnya antara lain memperoleh ketenangan batin, memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan rasa syukur dan tawakal. Doa mujahadah juga membantu mengendalikan emosi dan menjauhkan diri dari penyakit hati.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3112742/original/001374400_1587956308-20200427-Masjid-Agung-Sanaa-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)