Doa Melihat Ka’bah Bacaan Arab, Latin, dan Artinya: Pahami Adab di Baitullah

Ketahui panduan lengkap doa melihat Ka’bah, mulai dari bacaan Arab, Latin, artinya, hingga adab dan keutamaannya saat pertama kali menyaksikan Baitullah. Jangan lewatkan momen spiritual ini!

Diterbitkan 22 September 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Melihat Ka'bah secara langsung adalah momen spiritual yang sangat dinantikan oleh setiap Muslim. Perasaan haru dan takjub seringkali menyelimuti hati saat pertama kali pandangan tertuju pada bangunan suci ini.

Oleh karena itu, terdapat anjuran khusus mengenai doa melihat Ka’bah yang dapat dipanjatkan. Momen ini bukan sekadar melihat sebuah bangunan, melainkan sebuah pertemuan dengan kiblat umat Islam sedunia.

Memanjatkan doa melihat Ka’bah menjadi wujud syukur dan permohonan kepada Allah SWT. Ka'bah sendiri merupakan bangunan suci yang terletak di Masjidil Haram, Kota Mekkah, seperti dikutip dari buku Sejarah Lengkap Agama-agama Lengkap Ibrahimi dari Masa ke Masa oleh Rizem Aizid.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (22/9/2025).

Bacaan Doa Melihat Ka'bah: Arab, Latin, dan Artinya

Saat pertama kali melihat Ka'bah, terdapat beberapa bacaan doa yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan. Doa-doa ini merupakan ungkapan kekaguman, penghormatan, dan permohonan kepada Allah SWT.

Berikut adalah bacaan doa melihat Ka’bah yang umum diamalkan, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya, seperti dirujuk dari buku Kumpulan Doa dan Dzikir Ibadah Umrah:

  • Doa Pertama:

    للَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرا

    Latin: Allahumma zid haadzaal baita tasyriifaa wa ta'dhiimaa wa takriimaa wa mahaabah wa zid man syarafahu wa karramah mimman hajjahu awi'tamarah tasyriifaa wa ta'dhiimaa wa takriimaa wa birra.

    Artinya: Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada Bait (Ka'bah) ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.

  • Doa Kedua (Anjuran Imam An-Nawawi):

    Setelah membaca doa pertama, Imam An-Nawawi menganjurkan untuk melanjutkan dengan doa berikut:

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ

    Latin: Allāhumma antas salām, wa minkas salām, fa hayyinā rabbanā bis salām.

    Artinya: Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan.

Setelah membaca kedua doa tersebut, Imam An-Nawawi juga menyarankan agar umat Islam berdoa apa saja yang berkaitan dengan kepentingan dunia dan akhirat. Hal ini dikarenakan pintu langit terbuka bagi orang yang sedang melihat Ka'bah, sehingga doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan, seperti dijelaskan dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj.

Makna dan Keutamaan Doa Melihat Ka'bah

Melihat Ka'bah adalah pengalaman spiritual yang mendalam bagi umat Muslim, menandai puncak perjalanan ibadah haji atau umrah. Momen ini seringkali diiringi dengan perasaan haru dan kekaguman yang luar biasa, mengingat Ka'bah adalah pusat ibadah dan simbol keagungan umat Muslim di seluruh dunia.

Memanjatkan doa melihat Ka’bah pada saat ini merupakan bentuk penghormatan dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT. Doa ini juga menjadi sarana untuk mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk dapat menyaksikan Baitullah secara langsung, sebagaimana disebutkan oleh antaranews.com.

Keutamaan membaca doa saat melihat Ka'bah terletak pada keyakinan bahwa pada momen tersebut, pintu langit terbuka lebar. Hal ini menjadikan setiap permohonan yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan memperbanyak doa dan zikir.

Doa yang dipanjatkan tidak hanya terbatas pada permohonan kebaikan dunia, tetapi juga kebaikan akhirat, termasuk ampunan dosa dan peningkatan derajat di sisi-Nya. Imam An-Nawawi bahkan menganjurkan agar seseorang yang melihat Ka'bah berdoa apa saja yang berkaitan dengan kepentingan dunia dan akhirat, menunjukkan betapa istimewanya waktu tersebut di mata syariat Islam.

Adab Saat Pertama Kali Melihat Ka'bah

Melihat Ka'bah adalah momen sakral yang memerlukan adab atau tata krama khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap Baitullah. Adab-adab ini dianjurkan untuk dilakukan agar ibadah yang dilakukan lebih sempurna dan penuh berkah.

Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqih Sunnah menjelaskan beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan oleh umat Islam ketika pertama kali melihat Ka'bah:

  1. Mengangkat Kedua Tangan Sambil Membaca Doa: Saat pandangan pertama kali tertuju pada Ka'bah, dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan seraya membaca doa melihat Ka’bah yang telah disebutkan sebelumnya. Gerakan ini melambangkan kerendahan hati dan permohonan kepada Allah SWT.
  2. Dianjurkan Mendekati Hajar Aswad dan Menciumnya: Jika memungkinkan dan kondisi tidak terlalu padat, umat Islam sangat dianjurkan untuk mendekati Hajar Aswad dan menciumnya. Ini adalah sunah Rasulullah SAW yang memiliki keutamaan tersendiri.
  3. Jika Tidak Bisa Mencium, Cium Tangan Kanan Lalu Letakkan ke Hajar Aswad: Apabila sulit untuk mencium Hajar Aswad secara langsung karena keramaian, alternatifnya adalah mencium tangan kanan kemudian meletakkan tangan tersebut ke Hajar Aswad. Ini tetap dianggap sebagai bentuk penghormatan.
  4. Jika Masih Tidak Bisa, Lambaikan Tangan dari Jauh ke Arah Hajar Aswad: Dalam situasi yang sangat padat sehingga tidak memungkinkan untuk mendekat atau menyentuh Hajar Aswad, umat Islam dapat melambaikan tangan dari jauh ke arah Hajar Aswad. Gerakan ini sebagai isyarat telah menyentuhnya.
  5. Perbanyak Zikir dan Doa: Selain doa khusus, sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir, tasbih, tahmid, takbir, dan doa-doa lainnya saat berada di sekitar Ka'bah. Momen ini adalah waktu yang mustajab untuk memohon segala kebaikan dunia dan akhirat.

Sejarah Singkat Ka'bah: Rumah Suci Umat Islam

Ka'bah, yang berarti "kubus" dalam bahasa Arab, adalah bangunan berbentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi. Bangunan ini bukan hanya sekadar struktur fisik, melainkan pusat spiritual bagi miliaran Muslim di seluruh dunia.

Ka'bah menjadi kiblat, arah yang dituju oleh umat Islam saat melaksanakan salat, dan merupakan tujuan utama dalam ibadah haji dan umrah. Sejarahnya yang panjang dan penuh makna menjadikannya salah satu situs paling suci dalam Islam.

Pembangunan Ka'bah pertama kali dikaitkan dengan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Mereka berdua membangun kembali fondasi Ka'bah atas perintah Allah SWT. Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an, menunjukkan betapa fundamentalnya peran Ka'bah dalam sejarah kenabian.

Sebelum kedatangan Islam, Ka'bah digunakan oleh berbagai kabilah di Arab sebagai tempat ibadah, meskipun pada masa itu Ka'bah dikelilingi oleh patung-patung dan berhala yang disembah oleh masyarakat setempat. Namun, pada tahun 630 M, Nabi Muhammad SAW menaklukkan Mekah dan membersihkan Ka'bah dari segala bentuk penyembahan berhala, mengembalikannya sebagai pusat monoteisme dan ibadah kepada Allah SWT semata.

Sepanjang sejarah, Ka'bah telah mengalami beberapa kali renovasi dan perbaikan akibat berbagai faktor seperti banjir, kebakaran, dan usia bangunan. Para khalifah, sultan, dan raja-raja Muslim dari berbagai dinasti telah berkontribusi dalam pemeliharaan Ka'bah, menunjukkan komitmen mereka terhadap rumah suci ini, seperti yang juga dibahas dalam buku Sejarah Ka'bah: Kisah Rumah Suci yang Tak Lapuk Dimakan Zaman karya Ali Husni.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa keutamaan membaca doa saat melihat Ka'bah? 

Membaca doa saat melihat Ka'bah memiliki keutamaan besar karena pada momen tersebut diyakini pintu-pintu langit terbuka, sehingga doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Ini adalah kesempatan emas untuk memohon segala hajat dunia dan akhirat.

2. Apakah ada doa khusus yang harus dibaca saat pertama kali melihat Ka'bah?

Ya, ada doa khusus yang dianjurkan, yaitu doa yang memohon penambahan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa bagi Ka'bah, serta bagi mereka yang berhaji atau berumrah. Setelah itu, dianjurkan juga membaca doa keselamatan dari Allah SWT.

3. Bolehkah berdoa untuk urusan duniawi saat melihat Ka'bah?

Sangat dianjurkan. Imam An-Nawawi menganjurkan agar seseorang yang melihat Ka'bah berdoa apa saja yang berkaitan dengan kepentingan dunia dan akhirat, karena pada saat itu pintu langit terbuka lebar untuk pengabulan doa.

4. Apa saja adab yang perlu diperhatikan saat melihat Ka'bah?

Beberapa adab penting meliputi mengangkat kedua tangan sambil membaca doa, berusaha mendekati dan mencium Hajar Aswad (jika tidak memungkinkan, menyentuh dengan tangan lalu mencium tangan, atau melambaikan tangan dari jauh), serta memperbanyak zikir dan doa.

5. Siapa yang pertama kali membangun Ka'bah?

Ka'bah pertama kali dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT. Mereka meletakkan fondasi Ka'bah yang menjadi rumah ibadah pertama di muka bumi.

6. Mengapa Ka'bah menjadi kiblat umat Islam?

Ka'bah ditetapkan sebagai kiblat oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, menjadi arah yang seragam bagi umat Islam di seluruh dunia saat melaksanakan salat. Ini melambangkan persatuan dan kesatuan umat Muslim dalam beribadah kepada satu Tuhan.

7. Apakah Ka'bah pernah mengalami renovasi?

Ya, Ka'bah telah mengalami beberapa kali renovasi dan perbaikan sepanjang sejarahnya akibat berbagai faktor seperti bencana alam (banjir, kebakaran) dan usia bangunan. Para pemimpin Muslim dari masa ke masa selalu menjaga dan merawat kesucian Ka'bah.