Doa Buka Puasa Senin-Kamis Latin, Arab, dan Arti: Panduan Lengkap untuk Muslim

Pahami bacaan doa buka puasa Senin-Kamis latin, Arab, dan artinya untuk menyempurnakan ibadah Anda. Temukan juga keutamaan dan manfaat puasa sunah ini bagi kesehatan serta spiritualitas.

Diterbitkan 18 September 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Senin-Kamis melatih ketahanan fisik serta memperkuat spiritualitas umat Muslim. Memahami dan melafalkan doa buka puasa Senin-Kamis latin dengan benar menjadi bagian penting untuk menyempurnakan ibadah ini.

Membaca doa saat berbuka puasa merupakan momen krusial yang menandai berakhirnya ibadah puasa dan menjadi bentuk syukur kepada Allah SWT. Khususnya, doa buka puasa Senin-Kamis latin membantu mereka yang belum fasih membaca tulisan Arab.

Melansir dari Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya (2023) oleh Fasya Dzulhijah, Syahda Safa Salsabila, dan Muhamad Bisma Laudza Daidaban, puasa dapat menetralkan racun serta zat-zat yang menumpuk di saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya. 

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (17/9/2025).

Bacaan Doa Buka Puasa Senin-Kamis: Arab, Latin, dan Artinya

Membaca doa berbuka puasa adalah salah satu sunah yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah puasa, termasuk puasa Senin-Kamis. Terdapat beberapa redaksi doa berbuka puasa yang dikenal luas di kalangan umat Islam, yang masing-masing memiliki dasar dan keutamaannya sendiri.

Salah satu doa berbuka puasa yang populer dan sering diamalkan adalah sebagai berikut:

"اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ"

Doa buka puasa Senin-Kamis latin: "Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa 'alayka tawakkaltu wa 'alaa rizqika afthortu, birohmatika yaa arhamar roohimiin."

Artinya: "Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang." 

Selain itu, berdasarkan riwayat hadits yang shahih, terdapat doa berbuka puasa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Doa ini dilansir dari buku Koreksi Tuntas Buku 37 Masalah Populer oleh Abdurrahman Al-Mukaffi.

"ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ، إِنْ شَاءَ اللَّهُ"

Doa buka puasa Senin-Kamis latin: "Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah."

Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah." 

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinilai shahih oleh sejumlah ulama. Doa ini dianjurkan untuk dibaca setelah seseorang membatalkan puasa dengan meminum air atau memakan makanan ringan seperti kurma, sebagaimana kebiasaan Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa.

Niat Puasa Senin dan Kamis: Panduan Lengkap

Niat merupakan rukun puasa yang sangat penting, karena tanpa niat, puasa seseorang tidak sah. Niat puasa Senin dan Kamis harus dilafalkan pada malam hari sebelum fajar menyingsing, atau paling lambat sebelum masuk waktu subuh. Keikhlasan hati dalam berniat menjadi kunci utama diterimanya ibadah puasa.

Berikut adalah bacaan niat untuk puasa Senin:

"نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى"

Latin: "Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ."

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah ta'ala." (Sumber: A’lal Aulia M. Zain, 2022)

Dan berikut adalah bacaan niat untuk puasa Kamis:

"نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى"

Latin: "Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ."

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah ta'ala." (Sumber: A’lal Aulia M. Zain, 2022)

Niat ini dapat dibaca dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia, namun yang paling utama adalah keikhlasan hati dalam menjalankannya. Doa puasa tidak hanya sekadar ucapan, tetapi juga merupakan komitmen spiritual untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Keutamaan Puasa Senin-Kamis Menurut Hadits

Puasa Senin-Kamis memiliki banyak keutamaan dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yang menjadikannya sebagai amalan rutin. Keutamaan ini tidak hanya terkait dengan pahala, tetapi juga dengan momen-momen istimewa yang terjadi pada kedua hari tersebut.

Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab: "Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku." (HR. Muslim No. 1162). Hal ini menunjukkan betapa istimewanya hari Senin dalam sejarah kenabian dan mengapa Nabi SAW memuliakannya.

Nabi Muhammad SAW sangat menekankan perhatiannya pada puasa sunah Senin dan Kamis, jarang beliau meninggalkannya, karena manfaat dan keutamaan puasa sunah Senin dan Kamis yang begitu banyak. Dari Aisyah RA mengatakan: "Rasulullah SAW biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis." (HR. An Nasa’i 2362 dan Ibnu Majah No. 1739).

Adapun salah satu keutamaan dari puasa sunah Senin dan Kamis adalah pada hari tersebut amalan setiap makhluk dihadapkan pada Allah SWT, sehingga Nabi SAW senang bila amalnya diangkat ketika Nabi SAW sedang berpuasa.

Hal ini sesuai hadits Nabi SAW: "Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, maka semua hamba yang beriman diampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang diantara dia dan saudaranya terjadi permusuhan maka katakanlah, tundalah pengampunan antara kedua orang ini sampai keduanya berdamai." (HR. Muslim No. 2565).

Manfaat Kesehatan Puasa Senin-Kamis

Puasa Senin-Kamis tidak hanya memberikan keutamaan spiritual, tetapi juga membawa berbagai manfaat kesehatan yang telah diakui secara ilmiah.

  • Praktik menahan diri dari makan dan minum selama beberapa jam ini dapat memberikan dampak positif pada tubuh dan organ-organ vital.

Menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyah yang dikutip dari Buku barokah puasa sunah Senin Kamis oleh Ridwan Malik, puasa sangat efektif memberikan perlindungan tubuh luar maupun dalam. Dengan berpuasa, tubuh dapat mencegah kerusakan akibat timbunan materi yang sudah busuk, menetralisasi racun dan bakteri, serta mencegah perkembangan penyakit akibat makan berlebihan.

  • Proses ini sering disebut sebagai detoksifikasi, di mana tubuh membersihkan diri dari zat-zat berbahaya.
  • Penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak, meningkatkan jumlah sel saraf, dan meningkatkan fungsi kognitif otak.
  • Puasa juga membantu mencegah ensefalitis, dan puasa yang dipadukan dengan olahraga dapat meningkatkan jumlah mitokondria pada neuron, serta meningkatkan protein di otak, yang pada gilirannya meningkatkan fungsi otak yang mengatur memori, sensor, dan perilaku. (Sumber: Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2023).
  • Selain itu, puasa Senin-Kamis juga dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Menurut penelitian Triliana dan Airlangga pada tahun 2018 yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Islam, puasa dapat menyebabkan penurunan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam darah, sehingga puasa merupakan salah satu cara yang efektif untuk menghindari hiperkolesterolemia. Penurunan kadar kolesterol pada orang berpuasa yang mengurangi konsumsi lemak dapat mencapai 15-25%.

Peningkatan Kecerdasan Spiritual dan Mental Melalui Puasa Senin-Kamis

Puasa Senin-Kamis tidak hanya memberikan dampak positif pada kesehatan fisik, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan kecerdasan spiritual (SQ) dan kesehatan mental seseorang. Ibadah ini melatih individu untuk lebih memahami diri, mengendalikan emosi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Menurut Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’alimu al-Muta’allim, para penuntut ilmu seharusnya berpuasa karena dengan puasa, otak akan lebih mudah berkonsentrasi dan menjadikan anggota tubuh tidak malas untuk melaksanakan ibadah. Hal ini menjelaskan bahwa puasa dapat meningkatkan kecerdasan spiritual.

Penelitian yang dilakukan oleh A’lal Aulia M. Zain pada tahun 2022 dengan judul PENGARUH PUASA SUNAH SENIN KAMIS TERHADAP TINGKAT KECERDASAN SPIRITUAL PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA menunjukkan bahwa puasa sunah Senin-Kamis dapat meningkatkan kecerdasan spiritual pada mahasiswa.

Kecerdasan spiritual, menurut Danah Zohar dan Ian Marshall dalam buku Kecerdasan Spiritual, adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai.

Puasa juga dapat mengasah kesabaran dan menahan emosi. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa itu perisai. Apabila salah seorang di antara kamu semua sedang berpuasa maka jangan sekali-kali berkata jorok dan jangan bikin keributan, jika ada salah seorang yang mencaci maki atau mengajak hendaklah ia mengadakan: saya sedang berpuasa." (HR. Muslim No. 1151). 

Penelitian oleh Syifa’ul Qulub pada tahun 2016 tentang Pengaruh Puasa terhadap Kecerdasan Spiritual juga menemukan bahwa puasa dapat berpengaruh dalam peningkatan kecerdasan spiritual, di antaranya

  • menambah rasa rendah hati,
  • membersihkan jiwa,
  • menambah kesabaran,
  • meningkatkan rasa syukur,
  • tawakkal, dan
  • memperbaiki akhlak.

Melalui puasa, seseorang akan lebih memahami dirinya sendiri, sadar eksistensi, dan terus mencari hakikat kehidupan.

Adab dan Sunah Saat Berbuka Puasa Senin-Kamis

Selain membaca doa buka puasa Senin-Kamis latin dan niat, terdapat beberapa adab dan sunah yang dianjurkan saat berbuka puasa. Mengamalkan sunah-sunah ini dapat menambah keberkahan dan pahala dari ibadah puasa yang telah dijalankan.

Beberapa amalan sunah saat berbuka puasa antara lain:

  • Menyegerakan Berbuka: Rasulullah SAW menganjurkan untuk segera berbuka puasa begitu waktu magrib tiba.
  • Berbuka dengan yang Manis: Dianjurkan untuk berbuka dengan kurma atau air putih, atau makanan manis lainnya, sesuai kebiasaan Nabi Muhammad SAW.
  • Membaca Doa Berbuka: Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, membaca doa berbuka puasa adalah sunah yang sangat ditekankan.
  • Memperbanyak Doa: Waktu berbuka puasa adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir pada waktu menjelang berbuka hingga sesudahnya.

Berikut adalah doa sebelum makan saat berbuka puasa:

"اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، بِسْمِ اللَّهِ."

Latin: "Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa adzaaban naar, bismillaah."

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang telah Engkau karuniakan dan lindungilah kami dari siksa neraka. Dengan menyebut nama Allah."

Dan berikut adalah doa sesudah makan saat berbuka puasa:

"الْمُسْلِمِينَ. الحمد لله الذي أطعمنا وسقانا وجعلنا من"

Latin: "Alhamdulillaahilladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa minal muslimiin."

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan telah memberi kami minum, dan menjadikan kami termasuk orang yang patuh."

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Doa Buka Puasa Senin-Kamis

Q1: Apa itu puasa Senin-Kamis?

Puasa Senin-Kamis adalah salah satu jenis puasa sunah dalam Islam yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, di mana umat Muslim menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari Senin dan Kamis setiap minggunya. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan.

Q2: Mengapa dianjurkan puasa Senin-Kamis?

Puasa Senin-Kamis dianjurkan karena pada hari-hari tersebut, amalan manusia diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT, dan Rasulullah SAW sendiri sering berpuasa pada hari-hari ini. Selain itu, hari Senin adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, hari beliau diutus sebagai Rasul, dan hari beliau menerima wahyu pertama.

Q3: Kapan waktu membaca doa buka puasa Senin-Kamis?

Doa buka puasa Senin-Kamis dibaca setelah matahari terbenam, yaitu saat waktu magrib tiba, sebelum atau sesudah membatalkan puasa dengan makanan atau minuman ringan. Waktu ini dianggap mustajab untuk berdoa, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir.

Q4: Apakah ada perbedaan doa buka puasa Senin-Kamis dengan puasa lainnya?

Secara umum, doa buka puasa untuk puasa Senin-Kamis sama dengan doa buka puasa untuk puasa sunah lainnya atau puasa wajib seperti Ramadhan. Terdapat beberapa redaksi doa yang bisa dipilih, seperti "Allahumma lakasumtu..." atau "Dzahabazh zhama’u...".

Q5: Apa saja manfaat puasa Senin-Kamis bagi kesehatan?

Puasa Senin-Kamis memiliki berbagai manfaat kesehatan, di antaranya adalah detoksifikasi tubuh, membantu mengontrol berat badan, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), melindungi kesehatan otak, meningkatkan fungsi kognitif, serta memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan.

Q6: Bagaimana niat puasa Senin-Kamis?

Niat puasa Senin adalah "Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ" (Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah ta'ala). Sedangkan niat puasa Kamis adalah "Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ" (Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah ta'ala). Niat ini diucapkan pada malam hari sebelum fajar.

Q7: Apakah puasa Senin-Kamis wajib?

Tidak, puasa Senin-Kamis adalah puasa sunah, bukan puasa wajib. Artinya, jika dikerjakan akan mendapatkan pahala, namun jika ditinggalkan tidak akan berdosa. Meskipun demikian, karena keutamaannya yang besar dan anjuran dari Rasulullah SAW, banyak umat Muslim yang rutin melaksanakannya.