Amalkan 7 Doa Agar Anak Lembut Hatinya dan Nurut Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Mendidik anak keras kepala? Temukan kumpulan doa agar anak lembut hatinya dan nurut, serta tips pengasuhan efektif untuk membentuk karakter mulia.

Diperbarui 11 Agustus 2025, 10:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mendidik anak adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan membutuhkan kesabaran serta kebijaksanaan. Dalam menghadapi hal ini, banyak orang tua yang juga memanjatkan doa agar anak lembut hatinya dan nurut.

Doa bukan hanya sekadar permohonan, melainkan juga bentuk pengakuan akan kekuasaan Allah SWT dalam membentuk karakter dan perilaku seseorang. 

Mengutip buku Ensiklopedi Hak dan Kewajiban dalam Islam karya Syaikh Sa’ad Yusuf Mahmud Abu Aziz, doa merupakan kenikmatan besar yang diberikan Allah SWT dan dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya.

Allah SWT juga berjanji akan mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan hamba-Nya. Jadi, dengan memanjatkan doa untuk anak, bukan tidak mungkin Allah akan meluluhkan pikiran dan perasaan si buah hati agar lebih menuruti perkataan sang Ibu.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (11/08/2025).

Doa agar Anak Lembut Hatinya dan Nurut (Arab, Latin, dan Artinya)

Memanjatkan doa adalah salah satu ikhtiar spiritual orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Dihimpun dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf, berikut adalah beberapa bacaan doa agar anak nurut perkataan ibunya yang dapat diamalkan setiap hari:

Doa agar anak nurut perkataan ibunya

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqina imama.

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami, dan keturunan-keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Doa agar anak berbakti kepada orang tua

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

Latin: Allahumma barikli fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho'atik, war zuqni birrohum.

Artinya: “Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepada-Mu dan karuniakanlah hamba rezeki berupa bakti mereka.”

Doa agar anak nurut dan pintar

اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّة

Latin: Allahummamla’ quluba auladina nuron wa hikmatan wa ahlihim liqobuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah.

Artinya: “Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”

Doa untuk melembutkan hati anak

اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُࣖ

Latin: Allaahu laṭiifum bi’ibaadihi yarzuqu may yasyaa’, wa huwal-qawiyyul-‘aziiz.

Artinya: “Allah Maha Lembut takdir-Nya (serta melimpah-limpah kebaikan dan belas kasihan-Nya) terhadap hamba-hamba-Nya; Ia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya (menurut peraturan yang sudah ditetapkan), dan Dialah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy-Syura:19).

Doa agar anak menjadi orang yang baik

رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Latin: Robbiy habli mil ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami'ud du'a.

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Al-Furqon: 38).

Doa untuk anak yang keras kepala agar nurut

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Latin: Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik.

Artinya: "Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu."

Doa agar anak shaleh dan shaleha

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

Latin: Allahummaj 'al awladana awladan sholehiin haafizhiina lil qur'ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholeh sholehah, orang-orang yang hafal Alquran dan sunah, orang-orang yang paham dalam agama diberkahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat."

Doa-doa ini bahkan sebelumnya pernah dipanjatkan oleh para nabi, rasul, dan sejumlah orang pilihan Allah SWT. Dan Dia mengabulkan doa mereka dengan benar-benar memberikan keturunan yang takwa lagi penurut.

Pentingnya Sikap Lemah Lembut dan Kasih Sayang dalam Mendidik Anak

Sikap lemah lembut dan kasih sayang merupakan fondasi penting dalam mendidik anak, yang tidak hanya membentuk karakter tetapi juga memengaruhi perilaku sopan mereka.

Guru yang cerdas adalah mereka yang mampu mengekspresikan sikap lemah lembut dan kasih sayangnya secara tepat kepada anak didik.

Kemampuan ini tidak terpisahkan dari kompetensi yang dimiliki setiap guru, terutama terkait dengan sikap lemah lembut dan kasih sayang, seperti diungkapkan dalam skripsi PENGARUH SIKAP LEMAH LEMBUT DAN KASIH SAYANG GURU TERHADAP PERILAKU SOPAN SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-HIDAYAH SUKAMAJU KECAMATAN SINGINGI HILIR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI karya Sri Pituti (2020).

Sikap lemah lembut dan kasih sayang guru akan memberikan dampak positif bagi siswa dalam proses pembelajaran.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 159 yang menyatakan bahwa karena rahmat Allah-lah seseorang berlaku lemah lembut, dan sekiranya bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri. Sikap lemah lembut dan penyayang tercermin pada sikap sopan, ramah, berwajah ceria, dan bertutur kata yang lembut.

Kasih sayang memiliki peranan yang penting dalam pengembangan ruh dan keseimbangan jiwa anak-anak. Kondisi keluarga yang penuh dengan kasih sayang dapat menimbulkan kelembutan sikap anak-anak. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian akan memiliki kepribadian yang mulia, senang mencintai orang lain, dan berperilaku baik dalam masyarakat.

Peran Komunikasi Efektif dalam Membentuk Karakter Anak

Komunikasi yang efektif memegang peranan krusial dalam pembentukan karakter anak, termasuk dalam menumbuhkan kelembutan hati dan ketaatan.

Komunikasi merupakan wadah bagi setiap orang untuk menyatakan ide atau pendapatnya agar orang lain bisa memberikan respons sesuai yang diharapkan. Melalui komunikasi, setiap orang mengetahui dan memahami keinginan individu lain sehingga mereka bisa sama-sama memberikan respons atas keinginan tersebut.

Dalam pengasuhan, komunikasi dua arah antara orang tua dan anak sangat penting agar anak merasa didengar pendapatnya dan dihargai keberadaannya. Hal ini membantu anak memahami apa yang diinginkan orang tua dan mendorong mereka untuk berperilaku baik.

Sebuah skripsi berjudul ANALISIS KASUS STRICT PARENTS DALAM PEMBENTUKAN MENTAL ANAK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS KELURAHAN MANGLI KECAMATAN KALIWATES KABUPATEN JEMBER) oleh Galuh Aninditasari (Juni 2024) menyoroti pentingnya komunikasi dalam membentuk mental anak.

Komunikasi yang positif telah terbukti meningkatkan harga diri anak-anak, mengajarkan mereka keterampilan resolusi konflik, dan membantu mereka membentuk hubungan yang sehat dengan orang lain. Ini adalah komponen vital dalam upaya agar anak lembut hatinya dan nurut.

Membentuk Lingkungan yang Mendukung Ketaatan dan Kelembutan Hati

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, termasuk dalam membentuk hati yang lembut dan perilaku yang nurut. Kondisi keluarga yang penuh dengan kasih sayang dapat menimbulkan kelembutan sikap anak-anak.

Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian akan memiliki kepribadian yang mulia, senang mencintai orang lain, dan berperilaku baik dalam masyarakat, sebagaimana dijelaskan dalam skripsi Sri Pituti (2020).

Selain lingkungan keluarga, lingkungan sosial di sekitar anak juga dapat sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, baik psikis, karakter, cara bersosialisasi, maupun emosi anak.

Oleh karena itu, orang tua sebaiknya memilih lingkungan dan pola asuh yang tepat dan ideal bagi anaknya, seperti yang disarankan dalam skripsi Galuh Aninditasari (Juni 2024).

Pembiasaan dan latihan yang konsisten dalam lingkungan yang positif akan membentuk sikap tertentu pada anak yang lambat laun akan bertambah jelas dan kuat, akhirnya menjadi bagian dari pribadinya. Lingkungan yang mendukung akan memperkuat upaya orang tua agar anak lembut hatinya dan nurut.

Daftar Sumber

  • Al-Qur'an dan Terjemahnya. Al-Qur'an dan Terjemahnya. Departemen Agama RI
  • Ensiklopedi Hak dan Kewajiban dalam Islam karya Syaikh Sa’ad Yusuf Mahmud Abu Aziz.
  • Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf
  • Al-Qur'an dan Terjemahnya Edisi Penyempurnaan 2019, Juz 1--10. Al-Qur'an dan Terjemahnya Edisi Penyempurnaan 2019, Juz 1--10. Kementerian Agama - Pustaka Lajnah. 2019.
  • Galuh Aninditasari. ANALISIS KASUS STRICT PARENTS DALAM PEMBENTUKAN MENTAL ANAK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS KELURAHAN MANGLI KECAMATAN KALIWATES KABUPATEN JEMBER). Skripsi. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Juni 2024.
  • Sri Pituti. PENGARUH SIKAP LEMAH LEMBUT DAN KASIH SAYANG GURU TERHADAP PERILAKU SOPAN SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-HIDAYAH SUKAMAJU KECAMATAN SINGINGI HILIR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. 2020.

FAQ

1. Apakah doa orang tua untuk anak pasti dikabulkan?

Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Doa yang dipanjatkan dengan tulus pasti akan dikabulkan, namun bisa jadi dalam bentuk yang berbeda dari yang kita harapkan atau dalam waktu yang Allah tentukan. Yang terpenting adalah terus berdoa dan berikhtiar dengan cara yang baik.

2. Berapa kali sehari sebaiknya mendoakan anak?

Tidak ada batasan khusus dalam berdoa untuk anak. Sebaiknya jadikan doa sebagai bagian dari rutinitas harian, misalnya setelah shalat fardhu, sebelum tidur, atau kapan saja saat hati tergerak untuk berdoa. Yang penting adalah konsistensi dan ketulusan dalam berdoa.

3. Apakah boleh mendoakan anak yang sudah dewasa?

Tentu saja boleh, bahkan sangat dianjurkan. Doa orang tua untuk anak tidak mengenal batas usia. Bahkan dalam hadits disebutkan bahwa doa orang tua untuk anak adalah salah satu doa yang mustajab dan selalu dikabulkan Allah.

4. Bagaimana jika anak masih keras kepala meskipun sudah sering didoakan?

Sabar adalah kunci utama dalam mendidik anak. Terus berdoa sambil memperbaiki metode pengasuhan. Terkadang perubahan tidak terjadi secara instan, namun melalui proses yang panjang. Yang terpenting adalah tidak menyerah dan terus berusaha dengan cara yang baik.

5. Apakah ada waktu khusus yang mustajab untuk mendoakan anak?

Waktu-waktu mustajab untuk berdoa antara lain: sepertiga malam terakhir, antara maghrib dan isya, setelah shalat fardhu, hari Jumat antara ashar dan maghrib, dan saat turun hujan. Namun, doa dapat dipanjatkan kapan saja dengan hati yang tulus.

6. Bagaimana cara membuat anak mau mendengarkan nasihat orang tua?

Kunci utamanya adalah membangun komunikasi yang baik dengan anak. Gunakan bahasa yang lembut, dengarkan pendapat anak, berikan contoh yang baik, dan ciptakan suasana yang nyaman untuk berdiskusi. Hindari memaksakan kehendak atau menggunakan kekerasan dalam bentuk apapun.

7. Apakah mendidik anak dengan tegas bertentangan dengan sikap lemah lembut?

Tidak bertentangan. Tegas dan lembut dapat berjalan berdampingan. Tegas dalam menegakkan aturan dan nilai-nilai yang baik, namun lembut dalam cara penyampaiannya. Yang terpenting adalah menghindari kekerasan fisik dan kata-kata yang menyakitkan hati anak.