Liputan6.com, Jakarta - Hampir lima hari dalam sepekan, Alya menempuh perjalanan dari Stasiun Bojonggede menuju Stasiun Sudirman dengan menggunakan KRL. Ia harus transit di Stasiun Manggarai sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat kerja.
Rutinitas tersebut membuat Alya cukup akrab dengan kondisi KRL pada jam sibuk. Kepadatan penumpang menjadi pemandangan yang biasa ia temui. Saat kereta penuh, mendapatkan ruang untuk sekadar berdiri pun terkadang harus diperjuangkan.
Bagi Alya, pilihan pada akhirnya sederhana: berdesakan atau mengambil risiko terlambat bekerja. Ia memilih tetap masuk ke dalam kereta, meski harus berhimpitan dengan penumpang lain.
Advertisement
“Kalau desek-desekan itu kita enggak tahu ya gimana buat ngadepinnya, soalnya semua kan juga pasti desek-desekan. Paling cuma yang penting bisa masuk ke dalam kereta biar nggak telat kerja. Terus paling ngedorong yang lain ke dalam biar bisa masih longgar,” ujar Alya saat ditemui tim redaksi di Stasiun Manggarai, Senin (28/9/2026).
Bagi Alya, menunggu kereta berikutnya bukan perkara sederhana. Selisih waktu dua hingga tiga menit saja bisa berdampak pada perjalanan berikutnya. Ia menyebut keterlambatan tersebut bahkan dapat membuat waktu tiba mundur hingga sekitar 20 menit.
Karena itu, ketika kereta datang dalam kondisi penuh, Alya berusaha tetap masuk. Dorong-dorongan di antara penumpang pun terkadang tidak terhindarkan.
Berharap Lebih Banyak KRL 12 Gerbong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360168/original/047595600_1790593629-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_16.07.46__1_.jpeg)
Kepadatan yang dirasakan hampir setiap hari membuat Alya berharap rangkaian KRL dengan 12 gerbong lebih banyak dioperasikan, terutama pada jam sibuk.
Menurutnya, penggunaan rangkaian dengan lebih banyak gerbong dapat membantu mengurangi penumpukan penumpang, termasuk di stasiun.
“Apalagi kalau di jam-jam sibuk itu lebih banyakin yang di 12 atau engga 10 minimal. Jangan yang 8 terus. Dari kemarin kan ada yang 8 terus, nah itu bikin padat, jadi penumpukan di stasiunnya juga,” ujar Alya.
Meski harus menghadapi situasi tersebut, Alya tetap memilih KRL sebagai transportasi utama. Selain mudah digunakan untuk perjalanan menuju tempat kerja, biaya perjalanan juga dinilainya masih terjangkau.
“Lebih mudah, terjangkau juga, terus harganya juga masih bisa masuk ke dalam kantong UMR lah,” ujarnya.
Bagi Alya, KRL menjadi bagian dari rutinitas untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kepadatan memang menjadi tantangan, tetapi kebutuhan untuk tiba di tempat kerja tepat waktu membuatnya tetap bertahan menggunakan moda transportasi tersebut.
Advertisement
Kapasitas Gerbong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360156/original/051771000_1790592992-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_16.06.52.jpeg)
Di balik pengalaman Alya, kepadatan itu juga tergambar dari kapasitas satu gerbong KRL. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan satu gerbong memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar sekitar 3 meter atau luas sekitar 60 meter persegi.
Dengan kepadatan hingga delapan orang per meter persegi, satu gerbong KRL dapat menampung sekitar 480 penumpang.
“Sekarang ini 1 meter persegi itu bisa 8 orang, jadi 400-an, 480,", ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426401/original/044620800_1764304062-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-28T112538.162.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360171/original/015599500_1790593922-Cek_Fakta_-_Sri_Mulyani_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290555/original/019424000_1753145219-1000011471.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360169/original/002852600_1790593643-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_16.07.46.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446117/original/028221500_1765873306-1000023609.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372835/original/028910900_1612912970-WhatsApp_Image_2021-02-10_at_06.19.50__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5418012/original/013015200_1763559690-kereta_api.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460715/original/071076300_1767273436-kereta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340381/original/050166300_1788504432-IMG_0661.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340236/original/096929200_1788496391-b0e7f1ce-4a9d-4219-94ad-2bfe857d56b5.jpg)