Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI masih menghitung kebutuhan tambahan rangkaian kereta untuk KRL Jabodetabek. Tambahan rangkaian KRL tersebut rencananya tetap dipasok oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengakui adanya arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menambah 30 rangkaian KRL Jabodetabek demi pengembangan layanan. Saat ini, kebutuhan biaya dan skema pengadaannya masih terus dimatangkan.
"Kalau arahan Pak Prabowo kan itu pengembangan. Makanya kita lakukan kemarin kajian terkait dengan kebutuhan finance dan kebijakan terkait dengan kereta. Memang kita tetap pilihan pertamanya itu INKA. Kita lihat dulu kapasitas INKA bisa sediakan berapa," ungkap Anne saat ditemui di Jakarta, dikutip Rabu (4/11/2026).
Advertisement
Setiap skema pengadaan KRL masih terus dibahas. Anne menyebut baik opsi impor maupun produksi lokal, nantinya seluruh proses akan dilakukan melalui INKA seiring dengan arahan dari pemerintah.
"Kalau misalkan nanti ada alternatif impor, itu pasti harus lewat INKA dan juga berkoordinasi terus dengan pemerintah. Karena yang namanya impor, mau itu kereta yang baru maupun tidak baru, itu sudah diatur dengan peraturan kementerian," tutur Anne.
Anne belum dapat berbicara banyak mengenai target rampungnya pengadaan 30 trainset tambahan tersebut. Pasalnya, saat ini KAI masih menunggu INKA merampungkan 16 rangkaian kereta yang masih dalam kontrak pesanan sebelumnya.
"Saat ini yang dilakukan KAI adalah memastikan dulu yang 16 trainset dari INKA ini selesai. Kemudian menentukan konsep konservasi kereta-kereta lama," tuturnya.
Â
Sudah Siapkan Skema Pendanaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193249/original/009056300_1745217727-WhatsApp_Image_2025-04-21_at_11.25.07.jpeg)
Selain bicara mengenai kontrak pesanan yang belum rampung, Anne juga menyebut pihaknya tengah menghitung kebutuhan dana. Hal ini turut berkaitan dengan alokasi subsidi Public Service Obligation (PSO) yang diberikan pemerintah kepada KAI.
"Kita menunggu dulu yang 16 kereta tadi sekaligus mengkaji dan mengajukan, karena kita kan butuh yang namanya finance juga, strategi PSO-nya juga, kemudian kebijakan tadi," ucap Anne.
Meski begitu, Anne memastikan skema pengadaannya sudah disiapkan. "Makanya kelihatannya ini bagaimana. Tapi jangan khawatir, kita sudah ada beberapa skenario. Tinggal nanti keputusannya yang mana, pasti kita kasih tahu sama teman-teman," tandasnya.
Â
Advertisement
Prabowo Minta Tambah 30 Rangkaian KRL
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401954/original/097423500_1762232551-IMG_3118.jpg)
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk membeli 30 rangkaian KRL Commuter Line Jabodetabek. Prabowo menekankan dirinya tidak ragu-ragu menggelontorkan anggaran besar demi kepentingan masyarakat luas.
"Kereta api kita harus, saya kasih petunjuk, akan kita perluas, akan kita perbesar. Untuk Jabodetabek, Dirut PT KAI mengatakan harus membuat tambahan kereta, rangkaian baru," kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Menurut Presiden, pengadaan satu rangkaian kereta membutuhkan anggaran sebesar US$ 9 juta. Prabowo menyebut Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin awalnya mengajukan dana Rp 4,8 triliun untuk membeli rangkaian baru KRL Commuter Line.
Namun, Prabowo mengalokasikan anggaran hingga Rp 5 triliun agar pengadaan 30 rangkaian baru KRL dapat terealisasi. Ia menegaskan kepentingan masyarakat berada di atas segala-galanya.
"Satu rangkaian butuh uang US$ 9 juta. Benar? Beliau ajukan totalnya Rp 4,8 triliun. Ya? Saya setujui, bahkan akan saya alokasikan. Beliau mengajukan Rp 4,8 triliun. Saya setujui tidak Rp 4,8 triliun, tapi Rp 5 triliun saya setujui," tuturnya.
"Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat di atas segala kepentingan," sambung Prabowo.
Â
Target Selesai Satu Tahun
Presiden pun memerintahkan Direktur Utama PT KAI untuk menyelesaikan tambahan 30 rangkaian kereta baru tersebut dalam waktu singkat. Meski KAI menargetkan rampung dalam satu tahun, Prabowo berharap prosesnya bisa dipercepat menjadi 6 bulan.
"Saya minta harus dilaksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, secepatnya. Bisa berapa bulan, Dirut KAI? Berapa? Ini didengar loh. 6 bulan? Sudah lah kita kasih saja 1 tahun. Nanti dia stres tidak bisa tidur, ya kan? Kalau kau bisa 6 bulan, oke. Tapi 1 tahun harus," jelas Prabowo.
"Ini rakyat yang saksi ya? Jadi nanti ada tambahan 30 rangkaian baru," imbuhnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519844/original/068556900_1772598514-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-04T112728.479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193250/original/024500700_1745217727-WhatsApp_Image_2025-04-21_at_11.25.08.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)