Liputan6.com, Jakarta - Doa ruqyah untuk orang lain adalah metode penyembuhan Islami menggunakan bacaan Al-Quran, doa-doa ma'tsurat, dan dzikir untuk gangguan spiritual, psikis, maupun fisik.
Praktik doa ruqyah untuk orang lain bukan hanya sekedar tradisi, tetapi memiliki landasan kuat dalam syariat Islam. Melalui bacaan ayat-ayat suci dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah, seseorang dapat membantu saudaranya yang sedang mengalami kesulitan dengan cara yang dibenarkan agama.
Melansir dari Kemenag.go.id, ruqyah telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW ketika beliau diajari malaikat Jibril untuk menghadapi jin ifrit, menunjukkan bahwa praktik ini bukan hanya diperbolehkan tetapi juga dianjurkan dalam Islam.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (04/08/2025).
Bacaan Doa Ruqyah untuk Orang Lain Arab, Latin, dan Artinya
1. Doa Ruqyah Utama (Diajarkan Malaikat Jibril)
Arab: أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا. وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا
Latin: A'ûdzu biwajhillâhil karîm, wabikalimâtillâhit-tâmmâtil-latî lâ yujâwizuhunnâ barrun wa fâjirun, min syarri mâ yanzilu minas-samâ'i, wa min syarri ma ya'ruju fîhâ, wa min syarri mâ dzara'a fil-ardhi, wamin syarri ma yakhruju minhâ
Artinya: "Aku berlindung dengan wajah Allah Yang Maha Mulia, dan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak dapat dilampaui oleh orang baik maupun jahat, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan yang naik ke langit, dari keburukan yang diciptakan di bumi dan keburukan yang keluar darinya."
2. Doa Ruqyah dari Malaikat Jibril
Arab: بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ
Latin: Bismillahi arqika, min kulli syai'in yu'dzika, min syarri kulli nafsin aw 'ainin hasidin, Allahu yasyifika bismillahi arqika
Artinya: "Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang menyakitkanmu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu."
3. Doa Penyembuhan Umum
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allahumma rabban-naasi, adzhib al-ba'sa wasyfiki, wa anta asy-syaafii, laa syifaa'a illa syifaa'uka, syifaa'an laa yughaadiru saqaman
Artinya: "Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah dia. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."
Melansir dari Muslim.or.id, Syaikh Abdul Aziz bin Baz menekankan bahwa doa-doa ruqyah ini harus dibaca dengan penuh keyakinan bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah SWT.
4. Ta'awudz untuk Perlindungan Anak
Arab: أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin: U'idzukuma bi kalimatillahi at-taammati min kulli syaitanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammatin
Artinya: "Aku memohon perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan dan binatang berbisa, dan dari setiap mata yang jahat."
5. Doa untuk Mengusir Gangguan Jin
Arab: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: A'udzu billahi minasy-syaitanir-rajim
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."
Advertisement
Konsep Dasar Ruqyah untuk Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4380793/original/005316200_1680480714-man-praying-floor-indoors.jpg)
Ruqyah untuk orang lain secara etimologi berasal dari kata Arab "raqiya-yarqi-ruqyatan" yang berarti berlindung atau memohon perlindungan. Ruqyah untuk orang lain adalah bentuk pengobatan spiritual yang dilakukan seseorang kepada orang lain dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran, doa-doa ma'tsurat, dan dzikir untuk tujuan penyembuhan atau perlindungan.
Konsep ruqyah untuk orang lain berbeda dengan ruqyah mandiri karena melibatkan peran aktif orang lain sebagai peruqyah. Praktik ini memerlukan pemahaman mendalam tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi, baik dari sisi peruqyah maupun yang diruqyah. Tujuan utamanya adalah membantu saudara seiman yang mengalami gangguan spiritual, psikis, atau fisik dengan cara yang sesuai syariat.
Mengutip dari jurnal HISBAH: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol. 16 No. 2, ruqyah untuk orang lain merupakan bentuk pelayanan sosial dalam Islam yang menggabungkan aspek spiritual dan psikologis untuk membantu orang lain mencapai kesembuhan.
Dalam praktiknya, ruqyah untuk orang lain harus dilakukan dengan niat yang ikhlas, menggunakan bacaan yang syar'i, dan tidak mengandung unsur syirik. Peruqyah harus memiliki pemahaman yang cukup tentang ayat-ayat dan doa-doa yang akan dibacakan, serta memiliki akidah yang kuat bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah SWT.
Syarat dan Adab Melakukan Ruqyah untuk Orang Lain
Pelaksanaan ruqyah untuk orang lain memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
- Syarat pertama adalah menggunakan kalam Allah (Al-Quran), asma dan sifat-sifat Allah, atau doa-doa yang bersumber dari Rasulullah SAW. Peruqyah tidak boleh menggunakan mantra-mantra jahiliyyah atau bacaan yang mengandung unsur syirik.
- Syarat kedua adalah menggunakan bahasa Arab atau bahasa lain yang dipahami maknanya. Hal ini penting agar peruqyah mengetahui dengan pasti apa yang dibacakan dan tidak terjerumus pada praktik yang menyimpang.
- Ketiga, peruqyah harus meyakini bahwa ruqyah bukanlah yang memberikan pengaruh secara langsung, melainkan semua atas izin dan kehendak Allah SWT.
Melansir dari Al-Risalah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol. 13 No. 1, Al-Hafizh Ibnu Hajar menegaskan bahwa para ulama berijma' atas kebolehan ruqyah dengan syarat-syarat tersebut. Pelanggaran terhadap syarat-syarat ini dapat menjadikan praktik ruqyah tidak sah atau bahkan terjerumus pada kesyirikan.
Adapun adab yang harus diperhatikan meliputi:
- Pertama, peruqyah harus dalam keadaan suci dan berwudhu.
- Kedua, menghadap kiblat jika memungkinkan.
- Ketiga, jika yang diruqyah adalah perempuan, harus ada mahramnya.
- Keempat, tidak boleh menyentuh bagian tubuh yang tidak diperbolehkan.
- Kelima, melakukan ruqyah dengan suara yang dapat didengar namun tidak berteriak-teriak.
- Keenam, tidak memungut bayaran atau memasang tarif tertentu, meskipun boleh menerima pemberian sukarela.
Advertisement
Tata Cara Praktis Ruqyah untuk Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3039313/original/079114600_1580697243-the-man-who-drank-the-water-4067318_1920.jpg)
Tahap Persiapan
1. Persiapan Peruqyah
- Berwudhu dan dalam keadaan suci
- Shalat dua rakaat sunnah sebelum memulai
- Menyucikan niat hanya karena Allah SWT
- Memastikan memiliki pengetahuan yang cukup tentang ruqyah syar'iyyah
2. Persiapan Lingkungan
- Memilih tempat yang tenang dan suci
- Memastikan tidak ada benda-benda yang mengandung unsur syirik
- Menyediakan air putih untuk diminum setelah ruqyah
- Memastikan privasi terutama jika yang diruqyah perempuan
3. Persiapan Pasien
- Menjelaskan tujuan dan proses ruqyah
- Memastikan pasien dalam keadaan suci jika memungkinkan
- Membersihkan akidah dari segala bentuk kesyirikan
- Membangun keyakinan bahwa kesembuhan hanya dari Allah
Tahap Pelaksanaan
4. Pembukaan
- Membaca ta'awudz dan basmalah
- Membaca doa pembuka ruqyah
- Meletakkan tangan di atas kepala atau bagian yang sakit (sesuai adab)
5. Bacaan Inti
- Surat Al-Fatihah (dibaca 7 kali)
- Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
- Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (masing-masing 3 kali)
- Doa-doa ruqyah yang ma'tsurat
6. Menangani Reaksi
- Tetap tenang jika pasien menunjukkan reaksi
- Melanjutkan bacaan dengan lebih khusyuk
- Tidak berhenti di tengah proses kecuali darurat
- Meminta bantuan jika diperlukan untuk memegangi pasien
Jenis-Jenis Gangguan yang Bisa Diobati dengan Ruqyah
Ruqyah untuk orang lain dapat membantu mengatasi berbagai jenis gangguan, baik yang bersifat spiritual, psikis, maupun fisik. Gangguan spiritual yang paling umum adalah gangguan jin, sihir, dan 'ain (mata jahat atau hasad).
Gejala gangguan jin meliputi
- perubahan perilaku yang drastis,
- sering bermimpi buruk,
- takut berlebihan pada hal-hal spiritual, dan
- kesulitan dalam beribadah.
Gangguan sihir memiliki ciri-ciri khusus seperti
- sakit yang berpindah-pindah tanpa sebab medis yang jelas,
- munculnya benda-benda aneh di dalam tubuh,
- hubungan keluarga yang tiba-tiba memburuk, dan
- penurunan drastis dalam rezeki atau pekerjaan.
Sementara gangguan 'ain atau mata jahat biasanya terjadi setelah dipuji berlebihan atau dilihat dengan perasaan iri dan dengki.
Mengutip dari penelitian dalam HISBAH: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, gangguan psikis yang dapat diatasi dengan ruqyah meliputi
- depresi,
- kecemasan berlebihan,
- trauma, dan
- gangguan tidur.
Namun, penting untuk memahami bahwa ruqyah bukanlah pengganti pengobatan medis, melainkan pelengkap yang dapat dilakukan bersamaan.
Gangguan fisik yang sering diatasi dengan ruqyah antara lain
- sakit kepala berkepanjangan,
- nyeri pada persendian,
- gangguan pencernaan tanpa sebab medis, dan
- penyakit kronis yang sulit sembuh.
Dalam kasus-kasus ini, ruqyah berfungsi sebagai terapi spiritual yang mendukung proses penyembuhan medis. Penting untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sambil melakukan ruqyah sebagai ikhtiar spiritual.
Advertisement
Waktu dan Kondisi yang Dianjurkan untuk Ruqyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3112740/original/038261400_1587956306-20200427-Masjid-Agung-Sanaa-2.jpg)
Pemilihan waktu yang tepat dalam melakukan ruqyah untuk orang lain memiliki pengaruh terhadap efektivitas proses penyembuhan spiritual. Waktu-waktu yang dianjurkan berdasarkan sunnah Rasulullah SAW antara lain:
- sepertiga malam terakhir,
- antara Maghrib dan Isya,
- setelah shalat Subuh, dan
- pada hari Jumat terutama antara Ashar dan Maghrib.
Kondisi yang dianjurkan untuk melakukan ruqyah adalah ketika peruqyah dan yang diruqyah sama-sama dalam keadaan suci, tenang, dan khusyuk. Hindari melakukan ruqyah saat sangat lelah, tergesa-gesa, atau dalam kondisi emosi yang tidak stabil. Tempat yang dipilih sebaiknya tenang, bersih, dan jauh dari gangguan suara atau aktivitas lain yang dapat mengganggu konsentrasi.
Melansir dari Kemenag.go.id, Rasulullah SAW sering melakukan ruqyah pada malam hari karena suasana yang lebih tenang memungkinkan konsentrasi yang lebih baik. Namun, ruqyah tetap boleh dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan, terutama dalam kondisi darurat atau ketika pasien sangat memerlukan pertolongan segera.
Faktor lingkungan juga perlu diperhatikan, seperti memastikan tidak ada musik, gambar-gambar yang tidak Islami, atau benda-benda yang dapat mengganggu konsentrasi spiritual. Pencahayaan yang cukup namun tidak menyilaukan, sirkulasi udara yang baik, dan suhu ruangan yang nyaman dapat mendukung proses ruqyah berjalan dengan optimal.
Pantangan dan Hal yang Harus Dihindari
Dalam melakukan ruqyah untuk orang lain, terdapat beberapa pantangan yang harus dihindari agar praktik ini tidak menyimpang dari syariat Islam.
Pantangan utama adalah:
- menggunakan mantra-mantra jahiliyyah,
- meminta bantuan kepada jin atau syetan,
- menggunakan jimat atau azimat, dan
- meyakini bahwa diri sendiri yang menyembuhkan tanpa izin Allah SWT.
Peruqyah harus menghindari praktik-praktik yang menyerupai dukun, seperti:
- membakar kemenyan,
- menggunakan air yang dicampur dengan benda-benda aneh,
- meminta bayaran yang berlebihan,
- atau memberikan janji-janji yang tidak realistis tentang kesembuhan.
Semua praktik ini dapat menjerumuskan pada kesyirikan dan menodai kesucian ruqyah syar'iyyah.
Dari sisi adab berinteraksi,
- peruqyah tidak boleh menyentuh bagian tubuh yang tidak diperbolehkan,
- berduaan dengan lawan jenis tanpa mahram,
- atau menciptakan suasana yang dapat menimbulkan fitnah.
Khusus untuk meruqyah perempuan, harus ada mahram yang mendampingi dan sentuhan hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan dengan tetap menjaga batasan syariat.
Mengutip dari Al-Risalah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, peruqyah juga harus menghindari sikap sombong atau merasa memiliki kelebihan khusus. Kesembuhan yang terjadi sepenuhnya atas izin Allah, dan peruqyah hanyalah wasilah atau perantara. Sikap rendah hati dan selalu mengembalikan segala keberhasilan kepada Allah merupakan adab yang sangat penting dalam praktik ruqyah.
Advertisement
Daftar Sumber
- Kemenag.go.id
- Muslim.or.id
- Afiyatin, Alfiyah Laila. (2019). "Ruqyah Sebagai Pengobatan Berbasis Spiritual Untuk Mengatasi Kesurupan." HISBAH: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, Vol. 16, No. 2.
- Anim, Sarbini. (2022). "Ruqiyah in the Perspective of Islamic Fiqh." Al-Risalah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Vol. 13, No. 1.
- Al-Hulwani. (2008). Pengobatan Cara Nabi SAW terhadap Kesurupan, Sihir, dan Gangguan Makhluk Halus. Jakarta: Darul Haq.
- Susanto, D. (2014). "Dakwah Melalui Layanan Psikoterapi Ruqyah bagi Pasien Penderita Kesurupan." Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5(2).
FAQ
1. Apakah orang awam boleh melakukan ruqyah untuk orang lain?
Ya, orang awam boleh melakukan ruqyah untuk orang lain asalkan memenuhi syarat-syarat syar'i seperti menggunakan bacaan Al-Quran dan doa-doa ma'tsurat, tidak mengandung unsur syirik, dan dilakukan dengan niat yang ikhlas. Namun, sebaiknya mempelajari terlebih dahulu tata cara yang benar dari ahli yang kompeten.
2. Bolehkah mengambil upah dari ruqyah untuk orang lain?
Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Yang lebih utama adalah tidak mengambil upah atau memasang tarif tertentu, namun boleh menerima pemberian sukarela dari yang diruqyah. Hal ini karena ruqyah merupakan bentuk amal ibadah dan dakwah yang sebaiknya dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT.
3. Bagaimana jika yang diruqyah menunjukkan reaksi keras seperti berteriak atau mengamuk?
Reaksi keras dalam ruqyah bisa jadi merupakan tanda adanya gangguan spiritual. Peruqyah harus tetap tenang, melanjutkan bacaan dengan lebih khusyuk, dan jika perlu meminta bantuan orang lain untuk menjaga keamanan. Yang terpenting adalah tidak berhenti di tengah proses kecuali dalam kondisi yang benar-benar berbahaya.
4. Apakah ruqyah untuk orang lain bisa dilakukan secara jarak jauh?
Ruqyah idealnya dilakukan secara langsung dengan kehadiran fisik peruqyah dan yang diruqyah. Namun, dalam kondisi tertentu seperti pandemi atau jarak yang sangat jauh, beberapa ulama membolehkan ruqyah jarak jauh melalui media komunikasi, meskipun efektivitasnya mungkin tidak seoptimal ruqyah langsung.
5. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk satu sesi ruqyah?
Tidak ada ketentuan pasti mengenai durasi ruqyah karena tergantung pada kondisi pasien dan jenis gangguan yang dialami. Umumnya satu sesi ruqyah berlangsung antara 30 menit hingga 2 jam. Yang terpenting adalah melakukan ruqyah dengan khusyuk dan tidak tergesa-gesa.
6. Apakah perlu mengulangi ruqyah jika belum ada perubahan setelah satu kali sesi?
Ya, ruqyah boleh dan bahkan dianjurkan untuk diulang jika belum menunjukkan hasil yang optimal. Beberapa kasus gangguan spiritual memerlukan ruqyah berkali-kali hingga pasien benar-benar sembuh. Yang penting adalah tetap sabar, berdoa, dan meyakini bahwa kesembuhan datang dari Allah SWT.
7. Bagaimana cara membedakan ruqyah syar'iyyah dengan praktik perdukunan?
Ruqyah syar'iyyah hanya menggunakan Al-Quran dan doa-doa ma'tsurat, tidak menggunakan jimat atau benda-benda aneh, tidak meminta bantuan jin atau makhluk gaib, dan meyakini bahwa kesembuhan hanya dari Allah. Sedangkan perdukunan biasanya menggunakan mantra-mantra jahiliyyah, jimat, kemenyan, dan praktik-praktik yang mengandung unsur syirik.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5346802/original/063133700_1757650216-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__68_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5362936/original/004760500_1758877364-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1606091/original/096400200_1495811585-20170526-Salat-Terawih-JT7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)