Sholawat Nabi Yunus dalam Bahasa Arab dan Artinya, Penyejuk Hati di Tengah Ujian

Sholawat Nabi Yunus merupakan doa penuh makna dari kisah Nabi Yunus di perut ikan paus, dikenal sebagai permohonan pertolongan dan pengampunan dosa dari Allah SWT.

Diterbitkan 16 Juli 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setiap manusia pasti menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya, entah itu berupa tekanan batin, kehilangan orang tercinta, kegagalan, atau musibah yang datang bertubi-tubi. Dalam kondisi seperti ini, ajaran Islam memberi solusi ruhani yang menenangkan, yakni memperbanyak dzikir dan doa yang bersumber dari kisah para nabi.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan saat hati sedang diuji adalah sholawat Nabi Yunus, sebuah kalimat pengakuan dan permohonan ampun yang penuh makna, yang diajarkan langsung dari peristiwa berat yang dialami Nabi Yunus ‘alaihissalam. 

Dalam Buku Saku Dzikir dan Doa (1982) yang ditulis oleh Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, disebutkan bahwa sholawat Nabi Yunus adalah dzikir agung yang jika dibaca dengan penuh pengharapan dan keikhlasan, maka Allah akan kabulkan doa tersebut, sebagaimana Dia mengabulkan doa Nabi Yunus di dalam perut ikan. Kalimat dzikir ini tidak hanya menjadi media untuk berserah diri, tetapi juga bentuk keyakinan seorang hamba terhadap kasih sayang dan pertolongan Allah SWT dalam situasi paling sulit sekalipun. 

Sementara itu, dalam Ensiklopedi Zikir dan Doa (2018) karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa sholawat Nabi Yunus termasuk doa yang mustajab, dan sangat dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang berada dalam keadaan darurat atau kesusahan.

Penulis menegaskan bahwa siapa saja yang membaca doa ini dengan keyakinan penuh dan niat yang benar, maka Allah akan mengangkat kesulitannya, sebagaimana Dia angkat kesulitan Nabi Yunus dari kegelapan lautan. Maka tidak mengherankan jika sholawat Nabi Yunus ini menjadi penyejuk hati di tengah ujian, karena mengandung kekuatan spiritual yang luar biasa dalam membangun kembali harapan dan ketenangan jiwa. 

Berikut Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (16/7/2025). 

Bacaan Sholawat Nabi Yunus 

Sholawat Nabi Yunus merupakan doa yang dapat dilafalkan umat Islam saat mengalami kesulitan dan cobaan dalam hidup. Sholawat Nabi Yunus adalah doa yang dibaca Nabi Yunus AS ketika terjebak di perut ikan paus. Dalam kondisi yang mencekam tersebut, Nabi Yunus AS tetap optimis dan percaya bahwa Allah SWT adalah penyelamat terbesar. Ia kemudian memanjatkan doa yang berasal dari potongan ayat ke 87 surah Al Anbiya. Berikut adalah bacaan sholawat Nabi Yunus dalam tulisan Arab, Latin, dan Artinya:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ 

Arab Latin: La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin 

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." 

Sholawat Nabi Yunus ini merupakan permohonan ampun dan penyesalan yang tulus kepada Allah SWT. Nabi Yunus menyebutkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT dan Dia tidak bersekutu dengan makhluk-Nya apapun. Nabi Yunus juga mengakui kesalahannya sebagai seorang yang zalim. Doa ini menjadi teladan bagi umat muslim untuk selalu memohon ampun kepada Allah dan mengakui kesalahan mereka. 

Keutamaan Mengamalkan Sholawat Nabi Yunus 

1. Mendapat Jalan Keluar dari Kesulitan yang Paling Sulit 

Salah satu keutamaan utama dari sholawat Nabi Yunus adalah sebagai dzikir mustajab dalam menghadapi kesulitan hidup. Kalimat yang dibaca Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan paus merupakan permohonan ampun yang disampaikan dengan penuh keikhlasan, pengakuan diri sebagai hamba yang lemah, dan pujian kepada Allah sebagai Tuhan yang Mahasuci. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anbiya: 87–88, yang artinya: 

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka ia menyeru dalam kegelapan: ‘Laa ilaaha illa Anta, subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimin.’ Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kesusahan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” 

Ayat ini menunjukkan bahwa sholawat Nabi Yunus bukan hanya berhasil menyelamatkan beliau dari situasi mustahil, yakni terjebak dalam perut ikan raksasa di dasar laut tetapi juga menjadi wasilah pertolongan bagi orang-orang beriman yang meneladaninya dalam berdoa dan bertobat. 

2. Dzikir yang Diakui Langsung oleh Allah sebagai Dzikir Mustajab 

Tidak semua doa atau dzikir disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an, apalagi disertai pernyataan bahwa doa itu langsung dikabulkan. Namun, sholawat Nabi Yunus mendapatkan keistimewaan luar biasa karena Allah sendiri menyebutkan bahwa Dia mengabulkan doa tersebut dan menyelamatkan Nabi Yunus, serta menjadikannya sebagai contoh bagi orang-orang yang beriman. 

Hal ini menunjukkan bahwa kalimat tersebut bukan sekadar bacaan biasa, tetapi telah diabadikan dalam wahyu sebagai bentuk keistimewaan dzikir. Dalam Buku Saku Dzikir dan Doa karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, dijelaskan bahwa sholawat Nabi Yunus adalah senjata bagi setiap Muslim dalam kegelapan hidup. Siapa yang mengulanginya dengan penuh ketundukan dan iman, niscaya akan Allah bantu sebagaimana Dia bantu Nabi Yunus. 

3. Menjadi Sarana Taubat yang Paling Ringkas dan Khusyuk 

Banyak orang merasa berat untuk beristighfar atau bertobat karena tidak tahu harus mulai dari mana. Sholawat Nabi Yunus adalah solusi praktis untuk memulai taubat, bahkan dari titik terdalam keputusasaan. Kalimat ini telah menjadi pengakuan kesalahan paling sempurna dari seorang nabi yang maksum, yang menyadari kekhilafannya dalam mengambil keputusan (yaitu meninggalkan kaumnya tanpa izin dari Allah). 

Jika seorang nabi saja mengakui kesalahan dan meminta ampun dengan kalimat ini, maka umat biasa tentu lebih pantas dan sangat dianjurkan untuk menirunya. Dalam Ensiklopedi Zikir dan Doa karya Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa sholawat Nabi Yunus menjadi sarana taubat yang sangat kuat, karena ia menggabungkan tauhid, tanzih, dan istighfar dalam satu kalimat penuh ketundukan. 

4. Menenangkan Jiwa di Tengah Kecemasan dan Tekanan Hidup 

Dzikir yang pendek ini juga memiliki kekuatan luar biasa dalam menenangkan jiwa yang sedang resah. Dalam kondisi tekanan mental yang tinggi, sering kali seseorang kesulitan fokus dalam ibadah. Namun sholawat Nabi Yunus sangat ringkas, mudah dihafalkan, dan dapat dibaca berulang-ulang untuk mengisi kekosongan hati yang sedang kalut. 

Dalam praktik spiritual, kalimat ini sering diamalkan sebagai wirid harian, terutama ketika seseorang menghadapi kegagalan, penyakit, musibah, utang, atau rasa takut. Dengan membacanya secara berulang, hati akan terasa lebih ringan, dan keyakinan kepada pertolongan Allah perlahan-lahan tumbuh kembali. 

Cara Mengamalkan Sholawat Nabi Yunus 

Melansir dari buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa (2012) oleh Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, sholawat Nabi Yunus AS bukan hanya menjadi bacaan yang dikenal karena dipanjatkan dalam situasi paling genting, tetapi juga memiliki keutamaan luar biasa dalam kehidupan seorang Muslim. Disebutkan bahwa sholawat ini dapat diamalkan untuk memohon kesembuhan dari penyakit dan agar seseorang wafat dalam keadaan syahid. Dalam riwayat Sa’ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW bersabda: 

“Barang siapa yang berdoa dengannya kepada orang yang sakit sebanyak 40 kali maka jika ia mati, ia mati dalam keadaan membawa pahala mati syahid. Jika sembuh maka sembuh dalam keadaan dosanya terampuni.” (HR. Imam Hakim). 

Hadis ini menunjukkan betapa agungnya doa tersebut sebagai amalan spiritual untuk memohon keberkahan hidup dan akhir yang baik. Para ulama pun menganjurkan agar sholawat Nabi Yunus dibaca secara istiqamah, terutama sebanyak 40 kali setelah salat Subuh, sebagai bagian dari ikhtiar batiniah agar Allah SWT memberikan perlindungan dan keselamatan sepanjang hari. 

Selain itu, terdapat pula amalan membaca sholawat Nabi Yunus ini sebanyak 1.000 kali sebagai bentuk istighfar massal atau tobat mendalam, yang ditujukan untuk meraih ampunan atas dosa-dosa besar maupun kecil. Rutinitas membaca sholawat Nabi Yunus ini diyakini mampu melunakkan hati, membuka pintu rahmat Allah SWT, serta mengangkat beban kehidupan yang menyesakkan dada. Maka tak heran jika doa singkat ini menjadi wirid pilihan banyak ulama salaf maupun umat Muslim hingga hari ini. 

QnA Seputar Sholawat Nabi Yunus 

Q: Dari mana asal kalimat sholawat Nabi Yunus ini? 

A: Kalimat ini diucapkan oleh Nabi Yunus saat beliau berada dalam perut ikan besar, setelah meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah. Kisahnya terekam dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 87–88. Doa tersebut kemudian diabadikan sebagai dzikir yang mustajab. 

Q: Apakah sholawat Nabi Yunus bisa diamalkan setiap hari? 

A: Ya, dzikir ini sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari. Tidak ada batasan waktu atau jumlah tertentu dalam membacanya, namun lebih baik jika dilakukan secara rutin sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT dan permohonan ampun. 

Q: Apakah doa ini bisa diamalkan oleh siapa saja? 

A: Ya, doa ini berlaku untuk semua umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak hingga dewasa. Tidak ada batasan usia atau status tertentu untuk bisa mengamalkannya. 

Q: Apakah sholawat Nabi Yunus termasuk doa mustajab? 

A: Ya. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman bahwa doa ini dikabulkan-Nya dan menjadi jalan keselamatan bagi Nabi Yunus. Bahkan, Allah berjanji: 

“Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya: 88) 

Maksudnya adalah siapa pun yang membaca doa ini dengan iman dan harap, akan mendapatkan pertolongan Allah SWT. 

Q: Apakah sholawat Nabi Yunus bisa dibaca saat berdoa untuk orang lain? 

A: Bisa. Doa ini memang bersifat pribadi, namun dapat dijadikan permohonan agar Allah menolong orang lain yang sedang berada dalam kesulitan. Misalnya, seorang ibu membacanya sambil memohon keselamatan anaknya, atau seorang teman membacanya untuk sahabatnya yang sedang sakit. 

Q: Apakah boleh membaca sholawat Nabi Yunus dalam salat? 

A: Boleh dibaca dalam sujud saat salat sunnah atau salat tahajud sebagai bentuk doa pribadi, karena Rasulullah SAW menganjurkan memperbanyak doa dalam sujud. Namun tidak dibaca dalam rukun tertentu salat yang memiliki bacaan tetap (seperti dalam rukuk atau tasyahhud). 

 

 

Sumber: 

Al-Qahthani, Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf. 1982. Buku Saku Dzikir dan Doa. Solo: Pustaka Arafah. 

An-Nawawi, Imam. 2018. Ensiklopedi Zikir dan Doa. Solo: Pustaka Arafah. 

El-Syafa, Ahmad Zacky. 2012. Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa. Yogyakarta: Mutiara Media.