Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardhu, Doa yang Bisa Diamalkan Setiap Hari

Begini urutan dzikir setelah sholat fardhu yang benar sesuai ajaran dari Rasulullah SAW.

Diterbitkan 12 Juli 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setelah menyelesaikan sholat fardhu, salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah berdzikir. Aktivitas dzikir ini bukan hanya sebagai pelengkap ibadah, melainkan sebagai bentuk kesadaran spiritual untuk terus mengingat Allah SWT di setiap waktu. Urutan dzikir setelah sholat menjadi pedoman penting bagi umat Islam agar dapat memperbanyak pahala, menenangkan hati, serta memperkuat hubungan batin dengan Sang Pencipta. Kebiasaan ini juga merupakan warisan dari Rasulullah SAW yang diikuti dan dijaga oleh para sahabat serta ulama setelahnya. 

Dalam buku Do'a dan Dzikir Pilihan karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW selalu memulai dzikir setelah sholat dengan membaca istighfar sebanyak tiga kali. Salah satu dzikir yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW setelah sholat adalah membaca istighfar tiga kali, lalu melanjutkan dengan dzikir-dzikir lainnya seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Pernyataan ini memperkuat bahwa urutan dzikir setelah sholat bukan hal sembarangan, melainkan ibadah yang sudah dicontohkan secara langsung oleh Nabi SAW. 

Selain itu, dalam buku Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas, menjelaskan bahwa pentingnya konsistensi dalam mengamalkan dzikir harian ini. Dengan Menyusun urutan dzikir setelah sholat fardhu dengan sistematis agar mudah diamalkan oleh umat Muslim di berbagai usia dan latar belakang. Dengan mengikuti urutan dzikir setelah sholat yang telah diajarkan Nabi SAW dan dijelaskan para ulama, umat Islam dapat menumbuhkan keistiqamahan dalam ibadah harian secara perlahan tapi penuh makna. 

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Sabtu (12/7/2025). 

Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardhu 

Urutan dzikir setelah sholat fardhu ini merupakan ajaran dari Rasulullah SAW. Berikut ini urutannya yang bisa diamalkan setiap hari, yakni: 

1. Membaca Istighfar 3 Kali 

 أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ 

Latin: Astaghfirullah wa atubu ilaih 

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya." 

2. Membaca Doa Keselamatan 

اللهم أنت السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجَلالِ وَالإِكْرَامِ 

Latin: Allahumma antassalam waminkassalam tabarakta yaa dzaljalali wal ikram 

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Pemberi Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Engkau pemberi barokah, wahai pemilik Keagungan dan Kemuliaan." 

3. Membaca Tahlil dan Doa Tambahan 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 

Latin: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qadiir 

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian, dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa." 

4. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Masing-masing 33 kali) 

Bacaan Tasbih: 

سُبْحَانَ الله 

Latin: Subhanallah 

Artinya: "Maha Suci Allah." 

Bacaan Tahmid: 

الْحَمْدُ للهِ 

Latin: Alhamdulillah 

Artinya: "Segala puji bagi Allah." 

Bacaan Takbir: 

 اللَّهُ أَكْبَرُ 

Latin: Allahu Akbar 

Artinya: "Allah Maha Besar." 

5. Menggenapkan Dzikir Menjadi 100 Kali dengan Membaca 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ 

Latin: Lailahaillallah wahdahula syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai-in qadir 

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa." 

6. Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) 

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ 

Latin: Allahu laa ilaaha illaa huwa, al-hayyul qayyum, laa ta`khudzuhu sinatuw-wa laa nauum. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardhi, man dzal-ladzii yasyfa‘u ‘indahu illa bi`idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum, 

wala yuhituna bi syai`in-min ‘ilmihi illa bimaa syaa`, wasi‘a kursiyyuhussamaawaati wal-ardhi, wa laa ya`udhuu hifzhuhumaa wahuwal-‘aliyyul-‘azhiim. 

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. 

Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izinNya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. 

Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmuNya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” 

7. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Masing-masing 3 kali setelah Subuh dan Maghrib, 1 kali setelah shalat lainnya) 

Surat Al-Ikhlas: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2)... 

Surat Al-Falaq: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (2)... 

Surat An-Nas: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2)... 

Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu 

1. Menyempurnakan Ibadah Sholat 

Sholat fardhu adalah ibadah utama yang merupakan rukun Islam kedua. Namun, sholat belum tentu sempurna tanpa disertai dzikir dan doa setelahnya. Dzikir setelah sholat menjadi penyempurna ibadah, seperti halnya pakaian indah yang menjadi lengkap dengan hiasan. Rasulullah SAW sendiri selalu berdzikir setiap selesai sholat wajib. Hal ini menunjukkan bahwa dzikir bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari tata cara ibadah yang dicontohkan oleh Nabi SAW. 

Dalam hadits riwayat Muslim no. 597 disebutkan: 

“Rasulullah SAW apabila selesai dari shalat, beliau beristighfar tiga kali dan membaca: ‘Allahumma antas salaam wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam’.” 

2. Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat 

Salah satu keutamaan paling luar biasa dari dzikir setelah sholat fardhu adalah penghapusan dosa dan pengangkatan derajat. Rasulullah SAW bersabda bahwa dzikir seperti tasbih, tahmid, dan takbir dapat menghapus kesalahan dan mengangkat posisi seseorang di sisi Allah. 

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: 

“Ada dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat di timbangan (pahala), dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhanallah wa bihamdih, Subhanallahil ‘Azim.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Bacaan ini bisa dibaca setiap hari setelah sholat fardhu dan menjadi amal ringan namun berpahala besar. 

3. Mendatangkan Ketenteraman dan Ketenangan Hati 

Dzikir setelah sholat berfungsi sebagai penenang jiwa. Hati yang selalu ingat kepada Allah akan lebih damai dan jauh dari rasa gelisah. Allah SWT menyatakan dalam Al-Qur'an: 

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28) 

Sholat yang diiringi dzikir akan membuat jiwa tidak hanya berserah secara fisik, tapi juga menemukan ketenangan batin. Dzikir menjadi terapi spiritual yang sangat kuat, terlebih dilakukan dalam suasana pasca-sholat yang tenang. 

4. Menjadi Tameng dari Setan 

Setelah selesai sholat, terkadang hati manusia kembali terjerat oleh bisikan dunia atau setan. Maka, dzikir berfungsi sebagai pelindung dari godaan setan. Dalam hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang berdzikir setelah sholat seperti orang yang berada dalam perlindungan benteng kokoh. 

Dalam Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas, dijelaskan bahwa dzikir adalah penjagaan terbaik dari syaitan. Ketika seseorang selesai sholat lalu dia berdzikir kepada Allah, maka seolah-olah ia membentengi dirinya dari gangguan yang akan datang. 

5. Membuka Pintu Rezeki dan Kemudahan Urusan 

Keutamaan lain dari dzikir setelah sholat adalah menjadi sebab terbukanya rezeki dan kemudahan dalam urusan dunia maupun akhirat. Orang yang rutin berdzikir akan selalu dilindungi, dipermudah, dan dicukupkan oleh Allah SWT. Dzikir seperti “La hawla wa la quwwata illa billah” atau “Astaghfirullah” adalah amalan yang mendatangkan banyak keberkahan dan solusi dari kesempitan hidup. Nabi SAW bersabda: 

“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesusahan, dan kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad) 

6. Mengundang Cinta Allah SWT 

Orang yang senantiasa berdzikir adalah orang yang dicintai oleh Allah SWT. Dzikir merupakan ibadah hati yang menunjukkan kecintaan dan pengagungan kepada Allah SWT. Semakin sering seorang hamba menyebut nama-Nya, semakin dekat ia kepada Allah SWT. Dzikir setelah sholat adalah waktu emas untuk meluapkan rasa syukur dan cinta kepada Allah dengan lisan dan hati yang khusyuk. 

7. Dicatat Sebagai Amalan yang Terus Mengalir 

Amalan dzikir yang ringan ini akan menjadi amal jariyah ruhani yang terus dicatat oleh malaikat meski terlihat sepele. Bahkan dzikir yang dibaca setelah sholat lima waktu sering dijadikan rutinitas para sahabat, tabi’in, dan ulama salaf karena mereka memahami nilainya yang sangat tinggi. 

Dalam Ensiklopedi Dzikir dan Doa karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa dzikir setelah shalat adalah kebiasaan para ulama dan orang-orang shaleh sejak zaman Nabi hingga kini, karena keutamaannya sangat besar dan terus mengalirkan pahala. 

8. Mendapat Syafaat dan Naungan di Akhirat 

Dzikir merupakan amalan yang akan menjadi syafaat bagi pelakunya di akhirat. Orang yang terbiasa berdzikir setelah sholat akan termasuk golongan yang hatinya hidup dan mendapatkan naungan dari Allah di hari kiamat. 

Sebagaimana sabda Nabi SAW: 

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan yang tidak berdzikir, seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. Bukhari) 

Maksudnya yakni orang yang melazimi dzikir setelah sholat seolah hidup dengan ruh yang bersinar, sedangkan yang lalai seperti jasad tanpa kehidupan rohani. 

QnA Seputar Urutan Dzikir Setelah Sholat 

Q: Apakah dzikir setelah sholat wajib hukumnya? 

A: Dzikir setelah sholat tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Rasulullah SAW selalu melakukannya, dan para sahabat pun mengikutinya. Dzikir ini menjadi amalan yang mendatangkan pahala besar dan berbagai keutamaan lainnya seperti ketenangan hati, penghapus dosa, dan perlindungan dari setan. 

Q: Apakah urutan dzikir setelah sholat harus sama setiap kali? 

A: Tidak harus sama persis, karena Rasulullah SAW terkadang membaca dzikir yang berbeda-beda setelah sholat. Namun, membaca dzikir dengan urutan yang umum dan populer seperti istighfar → doa → tasbih-tahmid-takbir → tahlil adalah amalan yang sangat baik karena menggabungkan banyak hadits shahih. Intinya, dzikir yang dibaca tetap bersumber dari tuntunan Nabi SAW. 

Q: Kapan waktu yang tepat untuk membaca dzikir setelah sholat? 

A: Dzikir sebaiknya dibaca segera setelah salam penutup sholat fardhu, sebelum melakukan aktivitas lain atau berpindah tempat. Namun jika tertunda sebentar karena ada keperluan mendesak, dzikir tetap boleh dilanjutkan selama belum terlalu lama terputus dari suasana ibadah. 

Q: Apakah dzikir ini dibaca dengan suara keras atau pelan? 

A: Dzikir setelah sholat boleh dibaca dengan suara pelan (sirr) ataupun suara lembut yang terdengar sendiri, sesuai kebiasaan dan situasi. Dalam sholat berjamaah, imam bisa membacanya dengan suara sedang untuk diikuti makmum, sebagaimana dilakukan oleh banyak ulama salaf. 

Q: Apakah boleh membaca dzikir dari buku atau aplikasi jika belum hafal? 

A: Boleh. Bahkan sangat dianjurkan untuk memulai dengan membaca dzikir dari buku terpercaya atau aplikasi islami jika belum hafal. Dalam buku Do’a dan Dzikir Pilihan karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani dan Dzikir Pagi Petang oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas sangat membantu untuk membiasakan bacaan yang benar. 

Q: Bolehkah langsung berdiri setelah salam tanpa membaca dzikir? 

A: Boleh, terutama jika ada keperluan mendesak. Namun, sangat dianjurkan untuk menyempatkan waktu meski hanya beberapa menit untuk dzikir singkat setelah sholat karena pahalanya sangat besar dan menenangkan jiwa.