Liputan6.com, Jakarta - Tahun Baru Islam atau 1 Muharam menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Momen ini menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, menjadi waktu tepat untuk merenungkan perjalanan hidup, memohon ampunan, dan menyambut tahun baru dengan harapan serta doa terbaik.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa awal tahun 1 Muharam. Doa awal tahun 1 Muharam dipanjatkan sebagai permohonan perlindungan dari segala godaan, pertolongan dalam melawan hawa nafsu, serta harapan agar selalu didekatkan kepada Allah SWT.
Advertisement
Merujuk pada kitab Al-Jami’ Al-Kabir karya Imam As-Suyuthi, beliau mencantumkan doa akhir dan awal tahun dalam karyanya tersebut. Selanjutnya, doa dalam kitab Imam As-Suyuthi tersebut ditambahkan lafadz shalawat di awal kalimat oleh Mufti Batavia, Habib (Sayyid) Utsman bin Yahya.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (25/6/2025).
Doa Awal Tahun 1 Muharam Arab, Latin, dan Artinya
Doa awal tahun 1 Muharam menjadi amalan penting untuk mengawali tahun baru Islam dengan harapan dan keberkahan. Merujuk pada kitab Al-Jami’ Al-Kabir karya Imam As-Suyuthi, beliau mencantumkan doa akhir dan awal tahun dalam karyanya tersebut. Selanjutnya, doa dalam kitab Imam As-Suyuthi tersebut ditambahkan lafadz shalawat di awal kalimat oleh Mufti Batavia, Habib (Sayyid) Utsman bin Yahya.
Melansir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), ketentuan waktu pembacaan doa awal tahun 1 Muharam perlu diperhatikan dengan baik oleh setiap Muslim. Berikut adalah bacaan doa awal tahun:
Doa Awal Tahun
Teks Arab:
اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَاعَامٌ جَدْيُدٌ قَدْ أَقْبَل. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشْيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وِالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم
Teks Latin:
“Allahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal. Wa ‘alaa fadhlikal-‘azhimi wujuudikal-mu’awwal. Wa haadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbal. Nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa-ihii wa junuudihii. Wal’auna ‘alaa haadzhihin-nafsil-ammarati bis-suu-i. Wal-isytighaala bimaa yuqorribuni ilaika zulfa. Yaa dzal-jalaali wal-ikraam. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.”
Teks Terjemahan:
“Ya Allah Engkaulah yang abadi, dahulu, lagi awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu perlindungan dalam tahun ini dari godaan setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.”
Advertisement
1 Muharam Tanggal 27 Juni 2025
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4499171/original/048171000_1689128383-7311067.jpg)
Kapan 1 Muharam 2025? Mengutip dari SKB 3 Menteri Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H atau Tahun Baru Islam 2025 diperingati pada Jumat (27/6). Hari itu juga merupakan libur nasional.
Itu artinya, 1 Muharam 1447 H atau 1 Muharam 2025 jatuh pada 27 Juni 2025. Ini juga sesuai dengan penanggalan dalam kalender Hijriah 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Berdasarkan kalender Hijriah 2025, 1 Muharam 2025 bertepatan dengan 27 Juni 2025. Jika mengikuti ketetapan tersebut, maka bulan Muharam 2025 berlangsung sampai tanggal 25 Juli 2025.
Berikut rincian tanggal-tanggal penting di bulan Muharam 1447 H (2025), melansir dari kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kemenag RI:
- 1 Muharam 1447 H: 27 Juni 2025
- 2 Muharam 1447 H: 28 Juni 2025
- 3 Muharam 1447 H: 29 Juni 2025
- 4 Muharam 1447 H: 30 Juni 2025
- 5 Muharam 1447 H: 1 Juli 2025
- 6 Muharam 1447 H: 2 Juli 2025
- 7 Muharam 1447 H: 3 Juli 2025
- 8 Muharam 1447 H: 4 Juli 2025
- 9 Muharam 1447 H: 5 Juli 2025
- 10 Muharam 1447 H: 6 Juli 2025
- 11 Muharam 1447 H: 7 Juli 2025
- 12 Muharam 1447 H: 8 Juli 2025
- 13 Muharam 1447 H: 9 Juli 2025
- 14 Muharam 1447 H: 10 Juli 2025
- 15 Muharam 1447 H: 11 Juli 2025
- 16 Muharam 1447 H: 12 Juli 2025
- 17 Muharam 1447 H: 13 Juli 2025
- 18 Muharam 1447 H: 14 Juli 2025
- 19 Muharam 1447 H: 15 Juli 2025
- 20 Muharam 1447 H: 16 Juli 2025
- 21 Muharam 1447 H: 17 Juli 2025
- 22 Muharam 1447 H: 18 Juli 2025
- 23 Muharam 1447 H: 19 Juli 2025
- 24 Muharam 1447 H: 20 Juli 2025
- 25 Muharam 1447 H: 21 Juli 2025
- 26 Muharam 1447 H: 22 Juli 2025
- 27 Muharam 1447 H: 23 Juli 2025
- 28 Muharam 1447 H: 24 Juli 2025
- 29 Muharam 1447 H: 25 Juli 2025
Amalan di Bulan Muharam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862237/original/068114000_1718260727-pexels-rdne-7249762.jpg)
Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Terdapat berbagai amalan sunnah yang dapat dikerjakan untuk meraih keberkahan di bulan ini. Sujumlah amalan sunnah yang bisa dikerjakan di bulan Muharram adalah puasa awal Muharram, puasa Tasua, puasa Asyura, mengupas kepala anak yatim, bersedekah, dan memperbanyak istighfar.
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR. Muslim).
1. Puasa Awal Muharram
Berpuasa pada hari pertama bulan Muharram merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk mengawali tahun baru Hijriah dengan amal saleh. Puasa ini dikerjakan tepat pada tanggal 1 Muharram. Pada tahun 2025 ini, 1 Muharram 1447 H jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Adapun niat puasa sunnah Muharram adalah sebagai berikut, melansir dari buku Meraih Surga dengan Puasa karya H Herdiansyah Achmad Lc:
Niat Puasa Awal Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillâhi ta'âla.
Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."
2. Puasa Tasua
Selain pada awal Muharram, umat muslim juga dianjurkan untuk mengerjakan puasa pada tanggal 9 Muharram atau dikenal dengan puasa Tasua. Puasa ini dianjurkan sebagai bentuk penyelisihan terhadap tradisi kaum Yahudi, yang hanya berpuasa pada hari Asyura saja. Puasa Tasua 2025 dikerjakan pada Sabtu, 5 Juli 2025. Berikut adalah niat puasa Tasua, melansir dari Buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.
3. Puasa Asyura
Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini merupakan salah satu puasa yang sangat dianjurkan di bulan Muharram. Puasa Asyura dikerjakan sebagai bentuk penghormatan terhadap kemenangan yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir'aun.
Puasa Asyura 2025 jatuh pada Minggu, 6 Juli 2025. Adapun niat puasa Asyura adalah sebagai berikut, melansir dari Buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."
4. Puasa 11 Muharram
Ibnu Qayyim al-Jauziyah dan sejumlah ulama lainnya berpendapat bahwa disunnahkan berpuasa juga pada tanggal 11 Muharram, selain tanggal 9 (Tasu'a) dan 10 (Asyura). Pendapat ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, melansir dari Buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
"Berpuasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan kaum Yahudi, dengan berpuasa satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya." (HR. Ahmad).
Niat Puasa 11 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillâhi ta'âla.
Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."
5. Memperbanyak Istighfar
Di bulan Muharram, umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak permohonan ampun kepada Allah SWT. Salah satu bacaan istighfar yang paling utama dan sangat dianjurkan adalah sayyidul istighfar. Rasulullah SAW bersabda, melansir dari buku Doa & Dzikir Sepanjang Tahun karya H Hamdan Hamedan, M A:
"Barang siapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga." (HR. Bukhari no. 6.306)
Berikut ini bacaan sayyidul istighfar:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ.
Arab Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A-'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u laka bi-dzanbii, faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah Menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji- Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada- Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu."
6. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada bulan Hijriah. Puasa ini merupakan salah satu amalan saleh yang dianjurkan untuk dilakukan secara rutin setiap bulan, termasuk di bulan Muharram.
Dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW menekankan keutamaan puasa Ayyamul Bidh. Salah satunya tertuang dalam wasiat beliau kepada sahabat Abu Hurairah RA, melansir dari laman MUI:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّاامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْر
"Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur." (HR Bukhari no 1178)
Advertisement
FAQ
1. Apa itu doa awal tahun 1 Muharram dan kapan dibaca?
Doa awal tahun 1 Muharram adalah bacaan yang dianjurkan untuk dibaca pada malam pergantian tahun Hijriah, tepatnya antara Maghrib dan Isya pada tanggal 1 Muharram. Doa ini bertujuan memohon perlindungan dari keburukan tahun sebelumnya dan kebaikan di tahun yang akan datang.
2. Apakah membaca doa awal tahun wajib dalam Islam?
Tidak, membaca doa awal tahun bukanlah kewajiban atau amalan fardhu dalam Islam. Namun, ia termasuk amalan baik yang dianjurkan oleh para ulama sebagai bentuk introspeksi dan permohonan kebaikan kepada Allah di awal tahun baru Hijriah.
3. Apa isi bacaan doa awal tahun 1 Muharram?
Isi doa awal tahun berisi permohonan perlindungan dari keburukan yang dilakukan selama tahun sebelumnya, dan memohon agar amal perbuatan diterima serta diberi kekuatan untuk memperbaiki diri. Banyak doa ini bersumber dari kumpulan doa para ulama, seperti dalam kitab Al-Azkar karya Imam Nawawi.
4. Apakah doa awal tahun disebutkan dalam hadits?
Tidak ada hadits shahih yang secara spesifik menyebut doa awal tahun, tetapi amalan doa pada waktu-waktu penting adalah bagian dari kebiasaan baik yang dianjurkan. Hal ini sesuai dengan prinsip Islam yang mendorong doa dalam setiap keadaan, termasuk saat pergantian waktu.
5. Apakah ada waktu khusus untuk membaca doa awal tahun?
Doa awal tahun biasanya dibaca setelah shalat Maghrib pada malam 1 Muharram. Ini karena dalam penanggalan Hijriah, hari baru dimulai sejak terbenam matahari.
6. Apa keutamaan membaca doa awal tahun?
Meskipun tidak disebutkan keutamaannya secara eksplisit dalam hadits, membaca doa awal tahun memberikan ruang refleksi dan niat untuk memperbaiki diri. Ini juga menjadi momen spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah di awal tahun Hijriah.
7. Bolehkah membaca doa awal tahun dalam bahasa Indonesia?
Boleh. Doa dapat dibaca dalam bahasa Arab, namun jika belum hafal, membaca doa dalam bahasa Indonesia tetap sah dan bisa menyampaikan maksud hati kepada Allah. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan dalam berdoa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4105871/original/008506600_1659148619-Tahun-Baru-Islam-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6467310/original/074652300_1779329364-perayaan-tahun-baru-islam-jawa-di-surakarta-kembali-beda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3214081/original/074063100_1597893428-ramadan-2366301_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258005/original/098217100_1781274255-a02bde8a-5408-4394-96ba-968c51077929.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837148/original/057742900_1716182391-haji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5933770/original/078360100_1778831227-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5147777/original/080836800_1740973885-cac3366a-77d9-4654-a09b-f2ed915290f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)