Makna dan Tradisi Malam 1 Suro 2025 dalam Budaya Jawa

Ketahui jadwal lengkap malam 1 Suro 2025, keutamaan dalam Islam dan tradisi Jawa, serta amalan yang bisa dilakukan untuk meraih berkah di awal tahun.

Diterbitkan 13 Juni 2025, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Daftar Isi
Jadi intinya...
  • Malam 1 Suro 2025 jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025, mulai pukul 18.00 WIB, menandai awal Tahun Baru Islam 1447 H.
  • Masyarakat Jawa memaknai Malam 1 Suro sebagai waktu sakral ketika pintu alam gaib terbuka dan roh leluhur memberikan berkah.
  • Tradisi Malam 1 Suro meliputi tirakatan, pengajian, ziarah kubur, dan arak-arakan, sebagai wujud introspeksi dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Liputan6.com, Jakarta Malam 1 Suro tahun 2025 jatuh pada Kamis malam, 26 Juni, mulai pukul 18.00 WIB atau selepas Maghrib.

Dalam tradisi Jawa, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam, sehingga malam tersebut menandai dimulainya tanggal 1 Suro yang jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025. Tahun ini, 1 Suro bertepatan dengan Jumat Kliwon dan juga menjadi hari libur nasional untuk memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1447 H.

Seperti dilansir dari Antara, Jumat (13/6/2025), Kata "Suro" berasal dari "Asyura" dalam bahasa Arab, yang berarti "sepuluh".

Seiring waktu, pelafalannya berubah dan diadopsi sebagai nama bulan pertama dalam kalender Jawa. Tradisi ini berakar dari masa Sultan Agung, yang pada tahun 1633 M menggabungkan penanggalan Islam dengan kalender Jawa sebagai upaya menyatukan nilai kejawen dan syariat Islam.

Sejak saat itu, ditetapkan tanggal 1 Muharram juga sebagai tahun baru Jawa. Tradisi memperingati malam 1 Suro pun terus dilestarikan oleh masyarakat Jawa dan rutin dilakukan setiap tahun.

 

Berbagai Daerah

Bagi masyarakat Jawa, malam 1 Suro adalah malam sakral yang sarat nuansa spiritual.

Dipercaya sebagai saat ketika alam gaib terbuka dan roh leluhur hadir, malam ini diisi dengan berbagai ritual seperti tirakatan, ziarah, pengajian, doa bersama, dan jamasan pusaka.

Di beberapa daerah, digelar pula kirab budaya seperti arak-arakan kerbau bule di Solo atau kenduri di desa-desa.

Sebaliknya, malam ini juga dianggap masyarakat Jawa bahwa bukan waktu yang tepat untuk mengadakan pesta atau hajatan besar, karena dipercaya dapat membawa sial.

Meski bentuk perayaan berbeda-beda di tiap daerah, makna malam 1 Suro tetap sama: sebagai momen refleksi, permohonan keselamatan, serta pengingat untuk selalu bersyukur dan menjaga hubungan spiritual dengan Tuhan dan sesama.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6