Liputan6.com, Jakarta Idul Adha, hari raya kurban, selalu diiringi khutbah yang penuh makna. Khutbah ini tak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga mengajak umat untuk merenungkan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan nilai-nilai luhur di baliknya. Di masyarakat Jawa, penyampaian khutbah Idul Adha dalam bahasa Jawa memberikan sentuhan kearifan lokal yang mendalam, menyentuh hati para jamaah.
Khutbah Idul Adha bahasa Jawa, sebagai bagian dari tradisi keagamaan di Jawa, memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebersamaan. Bahasa Jawa yang digunakan mampu mendekatkan pesan-pesan spiritual kepada jamaah, menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat. Dengan memahami tata cara dan contoh teks khutbah, diharapkan para khatib dapat menyampaikan pesan Idul Adha dengan lebih efektif dan bermakna.
Advertisement
Tujuan utama artikel ini adalah memberikan panduan komprehensif bagi para khatib yang ingin menyampaikan khutbah Idul Adha dalam bahasa Jawa. Diharapkan artikel ini dapat membantu para khatib dalam mempersiapkan khutbah yang inspiratif, bermakna, dan sesuai dengan konteks budaya Jawa. Dengan memahami tata cara dan contoh teks khutbah, diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyampaian pesan Idul Adha dan memperkuat pemahaman jamaah terhadap nilai-nilai qurban.
Simak tata cara lengkap khutbah Idul Adha dan contoh teks khutbah Idul Adha bahasa Jawa, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (13/5/2025).
Khutbah Idul Adha: Makna dan Filosofinya
Khutbah Idul Adha merupakan ceramah yang disampaikan setelah shalat Idul Adha. Khutbah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang makna Idul Adha, mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi inti dari pesan yang disampaikan, menggambarkan keteladanan dalam menghadapi ujian dan pengorbanan demi ketaatan kepada Allah.
Sejarah khutbah Idul Adha telah berlangsung sejak masa Rasulullah SAW. Khutbah ini merupakan bagian integral dari perayaan Idul Adha, menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual yang relevan dengan kehidupan umat Muslim. Khutbah Idul Adha juga berfungsi sebagai media untuk mengingatkan umat akan pentingnya berkurban, baik secara materiil maupun spiritual.
Pesan utama khutbah Idul Adha adalah mengajak umat untuk meneladani keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS. Khutbah juga menekankan pentingnya berbagi dengan sesama, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Penggunaan bahasa Jawa dalam khutbah ini bertujuan untuk mendekatkan pesan-pesan tersebut kepada masyarakat Jawa, sehingga lebih mudah dipahami dan diresapi.
Nilai filosofis penggunaan bahasa Jawa dalam khutbah Idul Adha sangat penting. Bahasa Jawa, sebagai bahasa ibu bagi sebagian besar masyarakat Jawa, mampu menumbuhkan rasa keakraban dan kedekatan emosional antara khatib dan jamaah. Hal ini membuat pesan-pesan khutbah lebih mudah terserap dan dihayati oleh para jamaah.
Advertisement
Syarat Khutbah Idul Adha yang Perlu Diketahui
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210971/original/091010800_1746521381-35a809bc-4568-495f-a8ae-24e0aac67ddf.jpg)
Khutbah Idul Adha memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh khatib. Khatib haruslah seorang laki-laki yang suci dari hadas besar dan kecil, serta menutup aurat. Ia juga harus berdiri jika mampu. Isi khutbah harus didengar oleh minimal 40 jamaah.
Perbedaan madzhab fiqih mungkin memberikan sedikit variasi dalam syarat-syarat khutbah, namun inti dari syarat tersebut tetap sama, yaitu memastikan kesucian, kesiapan, dan keabsahan khatib dalam menyampaikan khutbah. Hal ini penting untuk menjaga kesakralan dan keabsahan ibadah.
Menjaga kesucian dan kesiapan khatib sangat penting untuk memastikan khutbah disampaikan dengan khusyuk dan penuh keikhlasan. Hal ini akan berpengaruh pada pemahaman dan penerimaan pesan khutbah oleh para jamaah.
Syarat-syarat ini bertujuan untuk menjaga kesempurnaan dan keabsahan pelaksanaan ibadah Idul Adha, termasuk khutbah yang disampaikan. Dengan memenuhi syarat-syarat tersebut, diharapkan khutbah dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi para jamaah.
Rukun Khutbah Idul Adha dan Penjelasannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210968/original/055759100_1746521381-WhatsApp_Image_2025-05-06_at_15.43.30.jpeg)
Khutbah Idul Adha memiliki beberapa rukun yang harus dipenuhi. Rukun tersebut antara lain memuji Allah SWT, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, wasiat tentang ketakwaan, membaca ayat Al-Qur'an pada salah satu khutbah, dan mendoakan kaum muslimin pada khutbah kedua.
Memuji Allah SWT dan membaca shalawat merupakan bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Wasiat tentang ketakwaan mengingatkan jamaah akan pentingnya menjaga ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Membaca ayat Al-Qur'an memberikan penguatan pesan keagamaan dalam khutbah. Doa untuk kaum muslimin merupakan bentuk kepedulian dan doa untuk kebaikan seluruh umat Islam.
Perbedaan rukun khutbah Idul Adha dengan khutbah Jumat terletak pada beberapa detail, namun inti dari pesan dan tujuannya tetap sama, yaitu menyampaikan pesan keagamaan dan nilai-nilai keislaman.
Advertisement
Tata Cara Lengkap Khutbah Idul Adha
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5116935/original/013302500_1738379955-1738376234285_tujuan-khutbah.jpg)
Khutbah Pertama: Khatib menghadap jamaah, mengucapkan salam, mengumandangkan takbir 9 kali, membaca tahmid/hamdalah, shalawat Nabi, wasiat takwa, nasihat tentang ketakwaan, haji, dan qurban, lalu menutup khutbah pertama.
Khutbah Kedua: Khatib mengumandangkan takbir 7 kali, membaca tahmid/hamdalah, shalawat Nabi, wasiat takwa, membaca ayat Al-Qur'an, doa ampunan untuk umat Islam, doa sapu jagat, menutup khutbah dan mengucapkan salam.
Tata cara ini harus dijalankan dengan khusyuk dan penuh keikhlasan agar pesan khutbah tersampaikan dengan baik. Khatib harus memahami isi khutbah dan menyampaikannya dengan lugas dan mudah dipahami.
Penguasaan materi dan penyampaian yang baik akan membuat khutbah lebih efektif dan berkesan bagi para jamaah. Khatib juga perlu memperhatikan intonasi suara dan mimik wajah agar khutbah lebih hidup dan menarik.
Contoh Teks Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa Bagian Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
Berikut ini adalah khutbah Idul Adha bahasa Jawa yang disusun oleh Ustadz Beni Setyawan HanifPondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo:
Pelajaran Yang Berharga dari Kisah Nabi Ibrahim
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الله أكبر3 … الله أكبر3 … الله أكبر3 …الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا إله إلا الله والله أكبر, الله أكبر و لله الحمد
إن الحمد لله نحمده ونستعينه و نستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ,أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله و صحبه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين… أما بعد
فيا عباد الله أوصي نفسي و إياكم بتقوى الله عز وجل فقد فاز المتقون
قال الله تعالى في القرآن الكريم : ( ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون )
Kaum Muslimin lan Muslimat, Jama’ah sholat Idul Adha ingkang berbahagia…
Alhamdulillah, Wonten enjing ingkang kebak berkah lan rohmat meniko, Kito dados umat islam ngraosaken kebahagiaan, kebahagiaan saget merayakan hari raya idul adha kanthi sesarengan, Pramilo kito kedhah tansah bersyukur dumateng Allah, lan ngagungaken asmanipun Allah kanthi maos takbir lan tahmid.
Jama’ah sholat Idul Adha ingkang dipun rohmati Allah…
Kawontenan Hari raya Idul Adha meniko, ngemutaken dhumateng kito sedoyo kaliyan perjuangan lan pengorbanan Nabi Ibrohim alaihi sallam ingkang sampun kasebat wonten Al Qur’an.
Allah Ta’ala sampun menceritakan kisahipun Nabi Ibrohim ‘alaihi sallam wonten Al Qur’an, setunggalipun kisah ingkang penuh hikmah lan pelajaran ingkang kedhah dipun mangartosi.
Allah Ta’ala sampun paring pangandikan wonten surat Ash-Shoffat ayat 102:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102)
Ingkang artosipun:
“Maka, tatkala anak itu (yaitu Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi, bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia ( Ismail ) menjawab: ‘Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’.” (QS. Ash Shaffat: 102) [1]
Ayat meniko paring penjelasan:
Bileh Nabi Ibrohim ‘alaihi sallam dipun uji keimanan lan ketaatanipun supados menyembelih putranipun, ingkang asmanipun Ismail.
Nabi Ibrohim lan putranipun meniko termasuk tiyang ingkang sabar lan taat dhumateng Allah Ta’ala, purun nindakaken dhawuhipun Allah.
Pramilo kanthi kesabaran lan ketaatan meniko, perintah supados menyembelih Nabi Ismail ‘alaihissalaam, Allah ganti supados menyembelih hewan ternak.
Kisah meniko dados asal usul dipun syariataken ibadah menyembelih hewan qurban.
Kisahipun Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam meniko mengandung hikmah lan pelajaran ingkang saget dipun pendhet:
Pelajaran ingkang sepindah
Bilih panggesangan meniko mbetahaken perjuangan, meraih kebahagiaan lan kesuksesan meniko mbetahaken pengorbanan, semanten ugi meraih keselamatan hidup wonten ndonyo lan akhirat meniko mbetahaken perjuangan lan pengorbanan.
Allah Ta’ala berfirman wonten surat Ash Shof ayat: 10:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
Ingkang Artosipun:
“Wahai orang-orang yang beriman, maukah kamu aku tunjukkan kepada suatu perniagaan, yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad (berjuang) di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Ash Shaf: 10) [2]
Ayat meniko nedhahaken: Bilih meraih keselamatan dan kebahagiaan hidup meniko mbetahaken perjuangan lan pengorbanan. Kesuksesan meniko mboten saget dipun raih kanthi berpangku tangan lan bermalas-malasan. Ananging kesuksesan meniko saget dipun raih kanthi usaha keras lan dipun iringi do’a nyenyuwun dhumateng Allah Ta’ala.
Allahu akbar, Allahu akbar, walillahilhamd.
Jama’ah sholat idul Adha ingkang dipun rohmati Allah….
Pelajaran ingkang kaping kalih
ingkang saget dipun pendet saking kisahipun Nabi Ibrohim ‘alaihissalaam inggih puniko:
Bilih panggesangan wonten ngalam ndonyo puniko penuh ujian lan cobaan, kados dene Nabi Ibrohim ‘alaihissalaam ingkang dipun uji keimanan lan ketaatanipun dhumateng Allah Ta’ala, semanten ugi tiyang ingkang beriman meniko badhe dipun uji keimananipun.
Allah Ta’ala berfirman wonten surat Al Ankabut ayat: 1 dumugi ayat 3:
الم (1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3)
Ingkang artosipun :
“Alif laam miim (1) Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji? (2) Dan Sungguh kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar (jujur dlm imannya) dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (3).” (QS. Al Ankabut: 1-3) [3]
Ayat meniko nedahaken bilih: Tiyang ingkang beriman badhe dipun uji keimananipun, semakin tinggi keimananipun semakin berat ujianipun, Ujian keimanan meniko macem-macem werninipun.
Allah Ta’ala ugi berfirman wonten surat Al Baqarah ayat 155:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155)
Ingkang artosipun :
“Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah: 155) [4]
Ayat meniko nedhahaken bileh tiyang ingkang beriman badhe dipun uji keimananipun kanthi ujian ingkang bermacam-macam, dipun uji dengan rasa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta lan dipun uji dengan kehilangan tiyang ingkang dipun tresnani.
Jamaah sholat Idul Adha ingkang dipun rohmati Allah…
Ujian meniko sejatosipun tondo bilih Allah tresno dhumeteng hambanipun. Kanjeng Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam sampun paring pangandikan wonten Hadist ingkang dipun riwayataken imam Ibnu Majah rahimahullah.
عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ.
Ingkang artosipun:
“Besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian dan sungguh Allah Ta’ala apabila menyukai suatu kaum maka Allah akan mengujinya dan memberikan cobaan, maka barang siapa ridho dengan ujian tersebut maka akan mendapatkan keridhoan Allah dan barang siapa marah dengan ujian tersebut maka akan mendapatkan kemarahan Allah.” (HR. Imam Ibnu Majah) [5]
Hadist meniko nedhahaken bileh ujian meniko sejatosipun tondo tresnanipun Allah dhumateng hambanipun, lan besarnya pahala meniko tergantung beratnya ujian, semakin berat ujian seseorang, milo semakin besar pahalanipun, lan tiyang ingkang ridho lan sabar anggenipun nampi ujian meniko badhe pikantuk keridhoanipun Allah lan pikantuk pahala ingkang ageng sanget.
Allahu akbar, Allahu akbar, walillahilhamd…
Jama’ah sholat idul Adha ingkang dipun rohmati Allah….
Pelajaran ingkang kaping tigo
saking kisahipun Nabi Ibrohim ‘alaihissalaam inggih puniko:
Tiyang ingkang beriman meniko kedhah nggadahi cita-cita ingkang tinggi, Kados dene Nabi Ibrohim ‘alaihissalaam ingkang nggadahi cita-cita ingkang tinggi, inggih meniko pados keridhoanipun Allah Ta’ala. Semanten ugi cita-cita tertinggi tiyang ingkang beriman inggih puniko pados keridhoanipun Allah, pados surga firdaus, surgo ingkang paling tinggi derajatipun.
Kanjeng Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam sampun paring pangandikan wonten Hadist ingkang dipun riwayataken Imam Bukhori rahimahullah.
فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّة
Ingkang artosipun :
“Apabila engkau meminta kepada Allah maka mintalah surga firdaus, karena surga firdaus adalah surga yang paling baik dan paling tinggi, dan atapnya adalah arsynya Allah, dan dari Surga firdauslah mengalir sungai-sungai surga.” (HR. Al Bukhori) [6]
Hadist meniko nedahaken bileh Kanjeng Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam paring anjuran dhumateng umatipun supados nggadahi cita-cita ingkang tinggi, lan cita-cita tertinggi tiyang ingkang beriman inggih puniko pados kebahagiaan ingkang langgeng wonten surganipun Allah Ta’ala. Pramilo kito kedah berusaha, berdoa, bersemangat anggenipun mengejar cita-cita kito sami.
Kanjeng Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam sampun paring pangandikan wonten Hadist ingkang dipun riwayataken Imam Muslim rahimahullah.
احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز
Ingkang artosipun:
“Bersemangat dalam mengerjakan hal-hal yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan Allah dan janganlah merasa lemah.” (HR. Muslim) [7]
Hadist meniko nedhahaken bileh kito dipun perentahaken supados bersemangat anggenipun ngibadah, bersemangat anggenipun bekerja, bersemangat anggenipun nindakaken perkawis ingkang bermanfaat, lan ampun kesupen bileh usaha meniko kedah dipun diiringi kalian do’a nyenyuwun dhumateng Allah Ta’ala.
Allahu akbar, Allahu akbar, walillahilhamd…
Jama’ah sholat idul Adha ingkang dipun rohmati Allah….
Advertisement
Contoh Teks Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa Bagian Kedua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210969/original/067795200_1746521381-48245f82-ed09-40ef-883e-a15efe7e07c5.jpg)
Pelajaran ingkang kaping sekawan
saking kisahipun Nabi Ibrohim ‘alaihissalsam inggih puniko:
Menjalani panggesangan wonten ngalam donyo puniko mbetahaken kesabaran, kesabaran anggenipun nindakaken dawuhipun Allah lan kesabaran anggenipun nebihi awisanipun Allah, amargi kesuksesan hidup wonten ndonyo lan akhirat meniko saget dipun raih kanthi kesabaran. Bersabar sebentar wonten ngalam ndonyo kangge meraih kebahagiaan ingkang abadi wonten alam akhirat.
Allah Ta’ala berfirman wonten surat Ar Ra’du ayat 22 lan 23:
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ (23) سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ (24)
Ingkang artosipun:
“(yaitu) Surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang-orang yang sholeh dari bapak-bapak mereka, isteri-isteri mereka dan anak cucu mereka, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum ( Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu ). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’du: 23-24) [8]
Ayat meniko nedhahaken bileh saksampunipun tiyang ingkang beriman meniko mlebet surgo sesarengan kalian anggota keluarga lan anak turunipun ingkang sholeh, milo poro malaikat podho paring ucapan selamat dhumateng penduduk suwargo: “Salamun ‘alaikum bima shabartum (Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu)..”
Allahu akbar, Allahu akbar, walillahilhamd…
Jama’ah sholat idul Adha ingkang ingkang berbahagia….
Lan Pelajaran ingkang terakhir
Bileh ibadah haji ingkang mbetahaken perbekalan, kangge menempuh perjalanan haji ingkang berat lan tebih sanget meniko, ngemutaken dhumateng kito sedoyo kalian perjalanan negeri akhirat ingkang berat lan tebih sanget, kito sedoyo sampun menyadari bileh tiyang gesang wonten ngalam ndonyo meniko namung sementara, lan badhe menempuh perjalanan negeri akhirat ingkang berat lan tebih sanget, perjalanan negeri akhirat ingkang satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia, perjalanan melawati alam kubur, alam mahsyar, jembatan sirot lan akhiripun surgo utawi nerakanipun Allah Ta’ala.
Pramilo perjalanan negeri akhirat ingkang berat lan tebih meniko mbetahaken bekal lan sangu ingkang kathah, lan saksae-saenipun bekal inggih puniko ketaqwaan dhumateng Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala paring pangandikan wonten Al Qur’an surat Al Baqarah:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
Ingkang artosipun:
“Dan berbekallah kalian maka sebaik-baik bekal adalah ketakwaan.” (QS. Al Baqarah: 197) [9]
Ayat meniko nedhahaken bilih kito sedoyo dipun perentahaken supados pados bekal lan sangu kangge menempuh perjalanan negeri akhirat, lan saksae- saenipun bekal lan sangu inggih puniko ketaqwaan dhumateng Allah Ta’ala.
Mugi kito sedoyo pikanthuk kebahagiaan lan keselamatan hidup wonten ndonyo lan akhirat, aamiin ya Rabbal alamin…
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ, وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ , وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
والسلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Melestarikan tradisi khutbah dalam bahasa daerah sangat penting untuk memperkuat identitas budaya dan keagamaan. Semoga kita semua dapat memaknai Idul Adha dengan mendalam dan mengamalkan nilai-nilai pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7831469/original/012176400_1780651630-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_13.01.18__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239408/original/049205600_1780024133-5808621281987571588.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675134/original/082353600_1780469988-1000336312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7517869/original/075662500_1780290249-Cara_Menghilangkan_Bau_Daging_di_Freezer_Usai_Idul_Adha.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7516880/original/051039500_1780289122-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239877/original/052325600_1780024780-17674852802150296434.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7147268/original/077510400_1779935388-5.jpg)