Doa Sholat Hajat: Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Ingin tahu doa sholat hajat? Artikel ini menyediakan berbagai versi doa, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya, serta tips agar hajat cepat terkabul.

Diperbarui 05 Juni 2025, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholat hajat merupakan salah satu solusi yang diajarkan dalam Islam ketika seorang muslim memiliki keinginan atau kebutuhan khusus yang ingin dipenuhi. Setelah menunaikan sholat hajat, membaca doa sholat hajat menjadi bagian yang sangat penting untuk memaksimalkan ibadah ini. Doa sholat hajat merupakan puncak dari ibadah tersebut, karena pada saat itulah seorang hamba mengungkapkan hajat dan kebutuhannya secara langsung kepada Allah SWT.

Dalam praktiknya, doa sholat hajat memiliki kekhususan tersendiri yang dibedakan dari doa-doa sholat sunnah lainnya. Banyak muslim yang telah melaksanakan sholat hajat namun tidak mengetahui dengan pasti doa sholat hajat yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Padahal, membaca doa sholat hajat dengan benar dapat meningkatkan kemungkinan terkabulnya hajat yang diinginkan.

Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan dalam bukunya, Nihayatuz Zain tahun 2002, menjelaskan bahwa seseorang yang tengah menghadapi kesulitan hidup, memiliki kebutuhan penting demi kebaikan agama dan urusan duniawinya, dianjurkan untuk menunaikan shalat hajat sebagai bentuk permohonan kepada Allah.

Memahami dan mengamalkan doa sholat hajat yang benar merupakan langkah penting untuk memaksimalkan ibadah ini. Doa sholat hajat yang dibaca dengan khusyuk dan penuh keyakinan akan lebih berpeluang untuk dikabulkan oleh Allah SWT, terutama jika dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab seperti sepertiga malam terakhir. 

Berikut ini telah Liputan6.com rangkum bacaan doa sholat hajat, tata cara membacanya, serta amalan tambahan yang dapat dilakukan, pada Kamis (05/06/2025).

 

Tata Cara Shalat Hajat dan Bacaan Niatnya

Shalat hajat merupakan salah satu ibadah sunnah yang dilakukan ketika seseorang memiliki kebutuhan atau sedang mengalami kesulitan, baik dalam urusan dunia maupun agama. Pelaksanaannya dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan harapan akan pertolongan Allah SWT.

Mengutip artikel dari Kementrian Agama Republik Indonesia, adapun tata cara pelaksanaan shalat hajat adalah sebagai berikut:

1. Niat Shalat Hajat

Shalat ini diawali dengan membaca niat dalam hati atau dilafalkan secara lisan, sebagai bentuk kesungguhan untuk melaksanakan ibadah karena Allah SWT. Lafal niatnya sebagai berikut:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالٰى

Ushallî sunnatal ḥâjati rak‘ataini adâ’an lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Berikut langkah-langkah utama dalam melaksanakan shalat hajat:

2. Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, baca doa iftitah seperti dalam shalat sunnah pada umumnya.

3. Al-Fatihah dan Surat Pendek

Pada setiap rakaat, baca Surat Al-Fatihah, dilanjutkan surat pendek. Disunnahkan membaca Surat Al-Ikhlas di rakaat pertama dan Ayat Kursi di rakaat kedua.

4. Gerakan Shalat

Lanjutkan dengan ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti shalat biasa.

5. Rakaat Kedua

Lakukan gerakan dan bacaan seperti rakaat pertama. Setelah dua rakaat, akhiri dengan salam.

6. Jumlah Rakaat

Shalat hajat dilakukan minimal dua rakaat dan bisa diulang hingga maksimal dua belas rakaat, dua rakaat setiap salam.

Doa Utama Sholat Hajat

Setelah menunaikan sholat hajat, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca. Doa ini merupakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan memiliki makna yang sangat dalam. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT untuk mengabulkan hajat yang diinginkan serta memohon ampunan dan rahmat-Nya.

Berikut adalah doa utama yang dianjurkan untuk dibaca setelah sholat hajat:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil 'arsyil karimil 'azhim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin. As'aluka mujibati rahmatik, wa 'aza'ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada' li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah SWT Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah SWT, Tuhan penguasa singgasana yang agung. Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Aku Mohon kepada-Mu segala hal yang bisa menghadirkan rahmat-Mu dan dorongan kuat untuk mendapatkan ampunan-Mu, luapan segala kebajikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan dosa menghampiriku kecuali Engkau mengampuninya, jangan biarkan kesedihan menghinggapiku kecuali Engkau memberikan jalan keluarnya, dan tiada suatu hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Zat yang Maha Kasih di antara para pengasih."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan merupakan doa yang sangat komprehensif. Doa ini tidak hanya memohon untuk dikabulkannya hajat yang diinginkan, tetapi juga memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan, memohon pembebasan dari kesedihan, serta memohon rahmat dan keselamatan dari Allah SWT. Membaca doa ini dengan penuh keyakinan dan khusyuk setelah melaksanakan sholat hajat dapat meningkatkan kemungkinan terkabulnya hajat yang diinginkan.

 

Zikir dan Bacaan Tambahan Setelah sholat Hajat

Selain membaca doa utama setelah sholat hajat, terdapat beberapa zikir dan bacaan tambahan yang dianjurkan untuk diamalkan agar semakin memaksimalkan ibadah ini. Zikir dan bacaan tambahan ini dapat dibaca setelah doa utama, dan sebaiknya dibaca dengan jumlah yang telah ditentukan.

Salah satu zikir yang dianjurkan adalah membaca istighfar sebanyak 100 kali. Berikut adalah bacaan istighfar yang dapat diamalkan:

اسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ

Astaghfirullaahal 'azhiim.

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung."

Atau bisa juga membaca istighfar yang lebih lengkap sebagai berikut:

اسْتَغْفِرُ اللَّهَ رَبِّي مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَاتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaha rabbii min kulli dzanbin waatuubuilaihi.

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah, Tuhanku, dari dosa-dosa dan aku bertaubat kepada-Mu."

Membaca istighfar setelah sholat hajat bertujuan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang mungkin menjadi penghalang terkabulnya doa. Dengan membersihkan diri dari dosa-dosa, diharapkan permohonan kita akan lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

Setelah membaca istighfar, dianjurkan juga untuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali. Berikut adalah bacaan shalawat yang dianjurkan:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ الرِّضَا وَارْضَ عَنْ أَصْحَابِهِ رِضَا الرِّضَا

Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammadin shalaat ar ridha wardha 'an ashaabihir ridha ridha.

Artinya: "Ya Allah, berilah karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhai dan ridhailah para sahabat sekalian."

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena shalawat memiliki keutamaan yang besar dan dapat menjadi perantara terkabulnya doa. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya doa itu terhalang antara langit dan bumi, tidak akan naik sedikitpun hingga engkau bershalawat kepada Nabimu." (HR. Tirmidzi)

 

Fungsi dan Manfaat Shalat Hajat

 

Shalat hajat memiliki manfaat lahir dan batin bagi yang melaksanakannya:

Manfaat Lahiriah

Shalat ini membantu seseorang meraih kebutuhan duniawi, seperti kenaikan jabatan atau kelulusan ujian. Dengan keyakinan dan doa yang sungguh-sungguh, Allah SWT dapat mengabulkan hajat tersebut.

Manfaat Batiniah

Secara batin, shalat hajat memberi ketenangan hati, meningkatkan keimanan, dan menumbuhkan rasa tawakal atas segala ketetapan Allah SWT, apa pun hasil yang diberikan. Ringkasan ini mempertahankan inti makna dengan gaya bahasa yang lebih ringkas dan mudah dipahami.

 

Memohon Hajat dengan Sujud

Setelah membaca doa utama, istighfar, dan shalawat, langkah selanjutnya adalah memohon hajat yang diinginkan dengan cara bersujud. Sujud merupakan posisi hamba yang paling dekat dengan Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Kondisi hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud." (HR. Muslim)

Dalam sujud, dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa berikut:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau ya Allah. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."

Doa ini terinspirasi dari doa yang dibaca oleh Nabi Yunus AS ketika berada dalam perut ikan. Doa ini memiliki kekuatan yang luar biasa dan merupakan salah satu doa yang mustajab, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 87-88:

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman."

Memohon hajat dengan cara bersujud dan membaca doa ini dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan dapat meningkatkan kemungkinan terkabulnya hajat yang diinginkan. Dalam sujud, kita juga dapat mengungkapkan hajat yang diinginkan dengan bahasa kita sendiri, karena Allah SWT Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati hamba-Nya.

 

Waktu Terbaik untuk sholat Hajat dan Membaca Doanya

Meskipun sholat hajat dan membaca doanya bisa dilakukan kapan saja, terdapat beberapa waktu yang dianggap lebih utama dan mustajab (dikabulkan) untuk melaksanakan ibadah ini. Memilih waktu yang tepat untuk sholat hajat dan membaca doanya dapat meningkatkan kemungkinan terkabulnya hajat yang diinginkan.

Dilansir dari Jurnal Ilmiah UIN Sunan Kalijaga berjudul Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat, waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat hajat dan membaca doanya adalah pada sepertiga malam terakhir. Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Tuhan kita 'Azza wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir, pada saat itu Dia berfirman: Barang siapa yang berdoa kepadaku, pasti Aku kabulkan, barang siapa yang memohon kepadaku pasti Aku beri, dan barang siapa yang meminta ampun kepadaku pasti Aku ampuni." (HR Jama'ah)

Selain sepertiga malam terakhir, terdapat beberapa waktu lain yang juga dianggap mustajab untuk berdoa, antara lain:

  • Setelah sholat fardhu, terutama setelah sholat Subuh dan Ashar
  • Pada hari Jum'at, terutama pada saat-saat terakhir sebelum maghrib
  • Ketika sedang berpuasa, terutama saat berbuka
  • Ketika sedang dalam perjalanan (safar)
  • Ketika hujan turun

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya kapan pun dan di mana pun. Yang terpenting adalah berdoa dengan penuh keyakinan, khusyuk, dan terus menerus (istiqomah), serta disertai dengan usaha yang maksimal.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 186: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Doa setelah sholat hajat merupakan bagian penting dalam ibadah sholat hajat, yang bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar mengabulkan hajat atau kebutuhan yang diinginkan. Doa ini memiliki kekhususan tersendiri, baik dari segi bacaan maupun tata cara membacanya.

 

Pertanyaan Seputar Sholat Hajat dan Doa Sholat Hajat

1. Q: Apakah ada doa khusus yang dibaca setelah shalat hajat?

A: Tidak ada doa yang secara khusus ditetapkan. Namun, dianjurkan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh sesuai hajat masing-masing, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa sendiri.

2. Q: Kapan waktu terbaik untuk membaca doa setelah shalat hajat?

A: Doa dibaca setelah selesai shalat dua rakaat. Waktu yang paling utama adalah di sepertiga malam terakhir, karena itu waktu mustajab untuk berdoa.

3. Q: Apakah boleh mengulang-ulang doa yang sama dalam shalat hajat?

A: Boleh. Mengulang doa menunjukkan kesungguhan dan kerendahan hati di hadapan Allah SWT.

4. Q: Apakah doa dalam shalat hajat harus panjang?

A: Tidak harus panjang. Yang terpenting adalah ketulusan dan keyakinan dalam memohon kepada Allah SWT.

5. Q: Apakah boleh menyebut nama orang lain dalam doa shalat hajat?

A: Boleh. Doa bisa dipanjatkan untuk diri sendiri maupun orang lain, seperti keluarga, teman, atau siapa pun yang diharapkan mendapatkan kebaikan.