Sukses

Ceu Popong, Mendadak Kondang Gara-gara Palu Paripurna

Liputan6.com, Jakarta - Ceu Popong mendadak kondang usai memimpin sidang paripurna pemilihan ketua dan wakil ketua DPR, Kamis 2 Oktober 2014 dini hari. Banyak yang menyanjung, banyak juga yang mengkritik. Tapi tak sedikit juga yang tertawa melihat aksi Ceu Popong memimpin sidang.

Lalu siapakah perempuan bernama lengkap Popong Otje Djundjunan itu? Ceu sendiri merupakan sebutan untuk kakak perempuan. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 30 Desember 1938. Karena lahir, besar, dan lama tinggal di Bandung, tak heran jika Ceu Popong kerap berbicara dalam bahasa Sunda.

Ketika memimpin sidang, beberapa kali Ceu Popong terdengar berkomentar dalam bahasa Sunda, salah satunya saat mencari palu sidang. "Mana paluna, euweuh? (Di mana palunya? tak ada)," katanya.

Lulus dari SMA Negeri 5 Bandung, Ceu Popong kuliah di IKIP Bandung yang kini bernama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Aktif berpolitik mengantarkan Ceu Popong menjadi anggota DPR pada 1987 dari Partai Golkar. Politisi partai beringin ini sudah lima kali menjadi anggota dewan. Pada periode 2009-2014 dia duduk di Komisi X  Fraksi Golkar.

Tak hanya dia yang aktif berpolitik, suaminya, R. Otje Djundjunan, juga berpolitik. Otje tercatat menjadi walikota Bandung pada 1971-1976.

Selain menjadi politisi, di tanah kelahirannya Ceu Popong juga dikenal sebagai pengusaha. Dia pernah menjadi komisaris Aston Tropicana Hotel dan pembina High School di Rajawali Hospital. Di laman Facebook-nya, Ceu Popong juga menulis pekerjaan sebagai komisaris di PT Indonesia Musik Televisi (IMTV).

Tak melulu berpolitik, ibu 4 anak ini juga aktif di berganisasi baik di bidang sosial, pendidikan, dan budaya. Ibu empat anak ini mengaku sudah aktif berorganisasi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Tak heran jika ia sudah mengikuti 62 organisasi. Ceu Popong juga terkenal dengan kiprahnya memperjuangkan emansipasi wanita.

Pada Kamis 17 Maret 2011, Ceu Popong dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh UPI atas jasanya dalam menanamkan budaya Sunda dalam kehidupan bermasyarakat.

Kini di usianya yang senja, Ceu Popong masih aktif berpolitik. Dia merupakan anggota tertua DPR periode 2014-2019. Karena senioritasnya inilah, Popong didaulat memimpin sidang pelantikan dan pemilihan pimpinan DPR periode 2014-2019, bersama anggota DPR termuda dari Partai Gerindra, Ade Rezki Pratama.

Di laman Facebook-nya, Ceu Popong meraih banyak pujian atas aksinya memimpin sidang perdana DPR periode 2014-2019 pada Kamis 1 Oktober 2014 kemarin.

"salout buat nenek/ibu gw popong itje djundjunan.....," tulis Ryono Prakasha.

Seorang lainnya bernama Sujana Dekam Rahayu menulis, "thebest salut ibu Popong Otje Djundjunan harusnya jd Presiden RI." (Yus)