Liputan6.com, Jakarta - Pada Pemilu 2009, Partai Demokrat punya slogan: katakan tidak pada korupsi. Namun, setelah memenangkan pemilu, sejumlah tokoh dalam iklan itu justru terjerak kasus korupsi. Kini, menjelang Pemilu 9 April mendatang, Partai Demokrat punya 'slogan baru': tolak politik uang.
"Kita ingin mengajak semuanya mengawal demokrasi jurdil pada 9 April mendatang dan kami tolak politik uang. Agar nanti menghasilkan wakil rakyat yang amanah dan mau bekerja keras untuk menyejahterakan masyarakat," kata Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/3/2014).
Nurhayati tak menyebut apakah seruan menolak politik uang itu sebagai slogan baru Demokrat atau bukan. Yang jelas, untuk mendukung penolakan pada politik uang, Nurhayati meminta seluruh penyelenggara pemilu untuk mengawal jalannya pesta demokrasi tersebut. Anggota Komisi I DPR itu meminta agar tak ada lagi transaksi kursi anggota Dewan.
"Oleh karena itu kami minta seluruh penyelenggara pemilu termasuk KPI dan aparat penegak hukum untuk bersikap netral. Ini adalah pemilu pesta demokrasi rakyat apabila dijadikan ajang transaksional sampai kapan pun kita bermimpi mendapatkan wakil rakyat yang amanah," terang dia.
"KPK harus turun untuk melakukan pencegahan korupsi, karena berapa yang dikeluarkan dan didapat tidak seimbang. Wakil rakyat mengabdi bukan jualan atau transaksional."
Selain itu, Nurhayati juga meminta agar LSM yang selama ini mengawal jalannya pemilu juga ikut menyuarakan penolakan pada politik uang. "Selama ini belum melihat ada poster gerakan yang bersih, tak ada poster tolak politik uang. Kami prihatin sudah menghabiskan banyak biaya pemilu‬," ujar Nurhayati. (Raden Trimutia Hatta)
Baca juga:
Demokrat: PDIP Jangan Goreng Isu Jokowi Capres
Advertisement
Demokrat: Kami Bukan Pemenang Survei, Tapi Pemilu
40 Caleg Demokrat Belum Lapor Dana Kampanye, Wasekjen: Tidak Tahu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/632537/original/demokrat-140203-b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2384193/original/016916200_1539657980-warren.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317176/original/027139700_1786004635-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316786/original/087225900_1785989372-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316754/original/007216600_1785987240-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293221/original/001620600_1783678641-Screenshot_20260710_143709_X.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291399/original/077963100_1783545405-1000556563.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9231694/original/072688800_1783125132-1001448707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554539/original/050504300_1776074556-aldi_taher.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541602/original/077209800_1774871254-1_copy.jpg)