Cara Menanam Basil di Pot dari Biji dan Stek agar Rimbun

Cara menanam basil di pot dari biji dan stek batang, plus tips memilih media tanam, menyiram, memberi pupuk, hingga memangkas agar daun rimbun.

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam basil di pot cukup sederhana. Siapkan pot dengan lubang drainase dan media tanam yang gembur, lalu semai biji atau tanam stek batang basil.

Setelah itu, letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari minimal enam jam sehari dan siram secara teratur. Pucuknya juga perlu kamu pangkas rutin supaya hasil dari cara menanam basil di pot ini bisa dipanen berkali-kali.

Mengacu pada panduan Royal Horticultural Society (RHS), herba ini mudah ditanam dari biji dan tumbuh subur di kondisi hangat dan cerah, sehingga daun aromatiknya bisa dipanen melimpah. RHS juga menyebut basil cocok untuk kebun sekecil apa pun, baik di pot, di tanah, maupun di dalam ruangan di ambang jendela yang terang. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (6/11/2026). 

1. Cara Menanam Basil di Pot dari Biji

Menanam dari biji adalah pilihan paling hemat, apalagi kalau kamu ingin punya banyak tanaman sekaligus. Langkah pertama memahami cara menanam basil di pot dari biji adalah menyiapkan wadah dan media tanam dengan benar, karena dua hal ini paling menentukan sehat atau tidaknya akar basil.

Paris Lalicata, pakar tanaman, dikutip dari AOL menyatakan, "Kelebihan berkebun di wadah adalah kamu bisa menanam basil di dalam ruangan sepanjang tahun, asalkan cahayanya cukup."

  • Pilih pot yang cukup besar: Mengutip panduan Scotts Miracle-Gro, kalau menanam di pot, pilih wadah berukuran sekitar 30 cm atau lebih besar. Bahan pot juga berpengaruh. Pot terakota berpori sehingga tanah bisa "bernapas" dan akar lebih terhindar dari busuk, tetapi tanahnya juga lebih cepat kering. Sebaliknya, pot plastik atau keramik berglasir menahan kelembapan lebih lama, sehingga lebih membantu jika kamu tinggal di daerah yang sangat panas.
  • Siapkan media tanam yang gembur: Jangan memakai tanah kebun biasa, karena terlalu berat dan bisa memadat di dalam pot sehingga akar "tercekik". Kamu bisa memakai campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Sebagaimana diungkapkan Bonnie Plants, basil menyukai tanah yang subur dan lembap, tetapi tetap berdrainase baik, dengan pH 6 sampai 7.
  • Lembapkan media sebelum dimasukkan: Basahi tanah dulu sebelum mengisi pot supaya kondisinya pas untuk biji. Isi pot dengan media tanam dan sisakan ruang sekitar 2,5 cm di bagian atas.
  • Tabur biji secara merata: Taburkan biji basil di atas tanah yang sudah lembap dengan jarak sekitar 0,6 cm, lalu tutup tipis dengan lapisan tanah. Supaya biji tidak hanyut, jaga kelembapan tanah dengan menyemprotkan air menggunakan botol semprot.
  • Tutup pot untuk menjaga kelembapan: Siram tipis atau semprot tanahnya, lalu tutup pot dengan plastik wrap agar kelembapan terperangkap. Buka penutupnya setelah tunas mulai muncul.
  • Jaga suhu tetap hangat: Sebagaimana dikutip dari Epic Gardening, suhu optimal untuk perkecambahan basil berkisar 24-29 derajat Celsius. Di sebagian besar wilayah Indonesia, suhu seperti ini mudah didapat. Biji basil biasanya berkecambah dalam waktu satu minggu di tanah lembap dan hangat.
  • Pindahkan bibit ke pot permanen: Setelah bibit setinggi beberapa sentimeter dan punya setidaknya satu set daun dewasa, pindahkan ke pot yang lebih besar.
  • Tips singkat: jika kamu menyemai di pot kecil, tanam beberapa biji sekaligus untuk berjaga-jaga kalau ada yang tidak tumbuh. Setelah itu, sisakan bibit yang paling kuat.

2. Cara Menanam Basil di Pot dari Stek Batang

Kalau kamu sudah punya tanaman basil atau baru membeli seikat basil segar di pasar, stek batang bisa jadi jalan pintas. Dalam praktiknya, cara menanam basil di pot dengan stek lebih cepat daripada menunggu biji berkecambah, dan sifat tanaman barunya sama dengan induknya. Panduan lebih lengkapnya bisa kamu baca di ulasan tentang menanam basil dari stek batang.

Sebagaimana dilaporkan Rural Sprout, seorang penanam basil bisa membesarkan tanaman yang sangat rimbun, dan semuanya bermula dari pot kecil berisi basil yang bisa dibeli di toko kelontong mana pun. Ia juga menyarankan agar kamu memilih pot yang lebih dalam daripada lebarnya jika memungkinkan.

  • Pilih batang yang sehat: Ambil stek batang sepanjang 10-15 cm, lalu potong tepat di bawah buku daun. Buku daun atau node adalah tonjolan kecil tempat daun menempel di batang, dan dari sinilah akar baru akan tumbuh. Pilih batang yang belum berbunga.
  • Buang daun bagian bawah: Lepaskan daun-daun di bagian bawah agar tidak ada yang terendam air. Sisakan dua sampai empat helai daun di pucuk.
  • Rendam di dalam air: Masukkan batang ke dalam gelas berisi air dan letakkan di tempat yang terang, tetapi tidak terkena sinar matahari langsung. Ganti airnya setiap beberapa hari.
  • Tunggu akar tumbuh: Akar biasanya muncul dalam satu sampai dua minggu, meskipun ada stek yang butuh waktu lebih lama.
  • Tanam ke pot: Pindahkan stek ke pot begitu akarnya sudah sepanjang 2,5-5 cm. Buat lubang kecil di tengah media tanam, masukkan stek dengan hati-hati, lalu tekan tanah di sekitar bibit dengan mantap supaya akar menempel baik dengan tanah.
  • Beri masa adaptasi: Selama beberapa hari pertama, simpan pot di tempat teduh atau yang hanya mendapat cahaya tidak langsung agar tanaman tidak stres. Setelah muncul daun baru, pindahkan pot secara bertahap ke lokasi yang lebih terang.

3. Cara Merawat dan Memanen Basil di Pot agar Rimbun

Menanam hanyalah awal. Bagian yang menentukan keberhasilan cara menanam basil di pot sebenarnya adalah perawatan harian, mulai dari cahaya, air, pupuk, sampai teknik memangkas. Contoh sederhananya, bayangkan basil yang tidak pernah dipangkas, batangnya akan tumbuh tinggi kurus, cepat berbunga, dan daunnya sedikit.

Berdasarkan panduan The Old Farmer's Almanac, basil perlu disiram saat tanah bagian atas sedalam sekitar 2,5 cm terasa kering, dan tanaman di pot biasanya perlu disiram lebih sering daripada yang ditanam langsung di tanah. Selain itu, basil di pot mungkin perlu pupuk lebih sering karena nutrisinya ikut terbawa air siraman.

  • Penuhi kebutuhan cahaya: Letakkan pot di tempat cerah yang mendapat sinar matahari setidaknya 6-8 jam sehari. Karena iklim Indonesia cukup panas, perhatikan juga hal ini: sinar matahari sore yang terik bisa membuat tanaman stres, terutama di daerah bersuhu di atas 32 derajat Celsius, sehingga kombinasi matahari pagi dan teduh di sore hari sering kali paling cocok. Kalau lahanmu terbatas, kamu bisa mencoba membuat kebun basil mini di jendela dapur. 
  • Siram dengan cara yang tepat: Merujuk Savvy Gardening, basil di pot umumnya disiram setiap satu atau dua hari, kecuali saat cuaca sedang hujan atau sejuk.
  • Supaya tidak menebak-nebak, tusukkan jari ke tanah sampai ruas kedua jika terasa kering, siram, tetapi jika masih sejuk dan agak lembap, tunggu sehari lagi. Siram sampai air sedikit keluar dari lubang drainase, lalu buang air yang tersisa di tatakan setelah 15-20 menit.
  • Beri pupuk secukupnya: Pupuk yang berlebihan bisa merusak aroma dan rasa basil, jadi gunakan dengan hemat. University of Minnesota Extension menyarankan pupuk cair dengan setengah dosis label setiap 4-6 minggu untuk tanaman di dalam ruangan, dan setiap 3-4 minggu untuk basil yang ditanam di luar.
  • Pangkas pucuk sejak dini: Teknik ini dikenal sebagai pinching. Potong batang utama sekitar 0,6 cm di atas buku daun, bukan di bawahnya, supaya cabang-cabang kecil bisa tumbuh dari buku daun tersebut. Setelah dipangkas, dua tunas samping yang baru biasanya sudah terlihat dalam 7-10 hari.
  • Buang bunga yang muncul: Begitu kuncup bunga terlihat, segera petik atau gunting. Dengan begitu, tenaga tanaman dipakai untuk menumbuhkan daun, bukan biji.
  • Panen di waktu yang tepat: Panen basil saat tanaman sudah setinggi 15-20 cm dan punya setidaknya empat set daun. Petiklah di pagi hari pada hari ketika basil tidak tersiram air atau hujan selama beberapa hari, karena saat itulah minyak atsirinya paling pekat.

Susan Betz, penulis yang mengkhususkan diri pada tanaman herba, dikutip dari AOL menyatakan, "Petik pucuk tunasnya untuk mendorong pertumbuhan yang rimbun."

Mark Whittier, color and foliage merchant di Pike Nurseries, dikutip dari AOL menyatakan, "Pangkas atau panen sesering mungkin untuk menahan munculnya bunga dan mencegah batang menjadi berkayu. Begitu batang berkayu, basil menjadi pahit dan melewati masa terbaiknya."

Sally McCabe, associate director of community education Pennsylvania Horticultural Society, dikutip dari Yahoo menyatakan, "Kamu juga bisa memanen sepanjang musim tanam, idealnya sebelum tanaman berbunga."

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menanam Basil di Pot

Banyak pemula sudah mengikuti langkah tanam dengan benar, tetapi basilnya tetap layu, kurus, atau cepat mati. Biasanya penyebabnya adalah kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele. Manfaat utama mengenali kesalahan ini bagi kamu adalah tanaman bisa diselamatkan sebelum terlambat.

Sebagaimana disampaikan Utah State University Extension, basil membutuhkan tambahan nitrogen untuk menopang pertumbuhan daunnya yang cepat, sehingga tanaman yang rutin dipangkas atau ditanam di pot perlu dipupuk secara teratur dengan pupuk serbaguna yang larut air.

  • Memakai pot tanpa lubang drainase: Tanpa drainase yang baik, kelebihan air akan menumpuk di dasar pot dan memicu busuk akar serta masalah lainnya.
  • Menaruh kerikil di dasar pot: Banyak orang mengira cara ini membantu drainase. Padahal, penelitian tentang "perched water table" menunjukkan kerikil justru membuat air tertahan lebih tinggi di zona akar.
  • Hanya memetik daun satu per satu: Saat panen, jangan sekadar mencabuti daun satu per satu karena cara ini tidak mendorong tumbuhnya tunas baru; sebaiknya potong bagian atas batang.
  • Membuang daun besar di bagian bawah: Daun-daun besar itulah yang menyerap sinar matahari paling banyak untuk memberi makan tanaman, dan membuangnya tidak membantu tanaman menumbuhkan cabang baru.
  • Memangkas terlalu cepat: Tanaman yang punya kurang dari tiga pasang daun sebaiknya belum dipangkas.
  • Memotong di bawah buku daun: Potongan di bawah buku daun menyisakan batang kosong tanpa tunas, sehingga tanaman tidak bisa bercabang dan batangnya akan mengering.
  • Memanen terlalu banyak sekaligus: Hindari mengambil lebih dari sekitar sepertiga tanaman dalam satu kali panen.

Ryan McEnaney, pakar berkebun sekaligus penulis buku Field Guide to Outside Style, dikutip dari AOL menyatakan, "Daun basil itulah yang menyerap sinar matahari, berfotosintesis, mengubahnya menjadi energi, serta menumbuhkan batang dan daun baru."

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Basil di Pot

Berapa lama basil di pot bisa mulai dipanen?

Umumnya basil sudah bisa dipanen sekitar 4-6 minggu setelah tanam, tergantung kondisi pertumbuhannya. Patokan praktisnya, mulai panen saat tanaman setinggi 15-20 cm dan sudah punya beberapa set daun. 

Apakah basil bisa ditanam di dalam ruangan? 

Bisa, asalkan cahayanya cukup. Letakkan pot di dekat jendela yang paling terang. Kalau cahaya alami terbatas, gunakan lampu tanam (grow light) selama 12-14 jam per hari.

Berapa tanaman basil yang ideal dalam satu pot?

Untuk pot berdiameter 20-25 cm, tanam satu sampai dua bibit; untuk pot sekitar 30 cm, tanam dua sampai tiga bibit dengan formasi segitiga longgar. Jarak yang cukup membuat sirkulasi udara lancar dan tiap tanaman punya ruang untuk tumbuh rimbun.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6