8 Celah Rumah yang Bisa Jadi Jalan Masuk Tikus Saat Musim Hujan, Periksa Baik-Baik

Temukan kumpulan celah rumah yang bisa jadi jalan masuk tikus saat musim hujan. Kenali titik rawan dari dinding hingga saluran air untuk cegah serangan hama.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan sering kali membawa masalah tak diundang ke dalam hunian, salah satunya adalah invasi hewan pengerat yang mencari tempat berlindung dan sumber makanan yang lebih kering. Berdasarkan data dari Countrywide Pest Control, tikus memiliki kemampuan fisik yang luar biasa fleksibel, di mana mereka dapat menyelinap melalui bukaan sekecil satu hingga dua sentimeter saja.

Kondisi lingkungan yang basah dan lembap selama musim hujan mendorong hewan pengerat ini untuk mencari kehangatan di dalam bangunan manusia, membuat berbagai sudut rumah yang tidak tertutup rapat menjadi sasaran empuk.

Banyak pemilik rumah mengira bahwa kehadiran hewan pengerat ini mutlak disebabkan oleh kondisi hunian yang kotor, padahal studi tikus masuk rumah akibat adanya celah struktural yang terbuka. Hujan deras dapat menyebabkan pergeseran tanah, pelapukan material bangunan, hingga erosi pada fondasi yang akhirnya memperlebar retakan-retakan kecil yang sebelumnya tidak terlihat. 

Oleh karena itu, mengenali titik-titik krusial pada bangunan menjadi langkah awal yang sangat krusial guna melindungi keamanan tempat tinggal Anda sebelum kerusakan meluas. Mari simak daftar lengkapnya berikut ini agar hunian Anda tetap aman, bersih, dan bebas dari ancaman hama pengerat selama musim penghujan berlangsung, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (5/10/2026).

1. Celah di Bawah Pintu dan Jendela

Celah kecil yang berada di bawah pintu utama maupun pintu belakang sering kali dianggap sepele oleh sebagian besar pemilik rumah, padahal area ini merupakan jalur utama penyusupan hama. Seiring berjalannya waktu, karet penahan pintu (door sweep) yang sudah aus atau struktur kayu yang melengkung akibat kelembapan tinggi menciptakan ruang kosong yang sangat ideal bagi hewan pengerat. Tikus dapat meluncur masuk dengan sangat mudah melalui sela-sela tersebut terutama pada malam hari saat aktivitas hunian mulai menurun dan suasana menjadi sunyi.

Selain pintu, jendela rumah yang jarang dirawat atau tidak menutup dengan rapat juga memberikan peluang besar bagi hewan pengerat untuk menyelinap ke dalam ruangan. Berdasarkan catatan spesialis pengendali hama Rentokil, tikus mampu memanjat permukaan vertikal dengan lincah untuk menjangkau jendela di lantai atas atau area dapur yang lembap. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemilik rumah disarankan untuk segera mengganti karet pelindung yang rusak serta memasang pelindung tambahan agar celah tertutup sempurna secara kedap udara.

2. Retakan pada Dinding dan Fondasi Bangunan

Retakan halus yang muncul pada dinding maupun struktur fondasi rumah akibat pergeseran tanah saat musim hujan merupakan celah tersembunyi yang sangat berbahaya. Hewan pengerat dilengkapi dengan gigi depan yang sangat kuat dan terus tumbuh sepanjang hidupnya, memungkinkan mereka untuk menggerogoti material bangunan dan memperlebar retakan tersebut dalam waktu singkat. Area di dekat lantai yang sering tertutup oleh perabotan besar biasanya menjadi lokasi favorit bagi mereka untuk mulai merusak dinding.

Menurut panduan otoritatif Countrywide Pest Control, tikus sangat peka terhadap aliran udara hangat yang keluar dari celah-celah bangunan, yang menjadi indikasi adanya tempat berlindung yang nyaman di dalamnya. Kelembapan tinggi selama musim hujan juga membuat struktur plester dinding menjadi lebih lunak dan mudah dikikis oleh gigi tajam mereka. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala menggunakan semen instan atau sealant khusus sangat dianjurkan untuk menutup rapat setiap retakan sebelum menjadi jalur permanen bagi hama.

 

3. Pipa Saluran Air dan Sistem Drainase

Sistem perpipaan dan saluran pembuangan air di dalam rumah sering kali menjadi terowongan bawah tanah yang sangat digemari oleh tikus got saat debit air meningkat drastis akibat hujan. Hama jenis ini dikenal sebagai perenang handal yang mampu menahan napas dalam air hingga beberapa menit serta melintasi pipa vertikal dengan mudah demi mencari makanan dan tempat kering. Ketika saluran air tidak dilengkapi dengan saringan atau penutup yang kokoh, mereka bisa langsung muncul di area wastafel atau kamar mandi Anda.

Kehadiran sisa-sisa organik dan bau makanan yang mengalir melalui sistem drainase dalam ruangan semakin menarik indra penciuman tajam hewan pengerat untuk mendekati sumber aliran. Jika terdapat sambungan pipa yang longgar atau mengalami kebocoran kecil, tikus dapat keluar dari sistem perpipaan dan langsung bersarang di bawah kabinet dapur. Pemasangan jaring kawat besi atau floor drain anti-hama pada setiap ujung saluran pembuangan merupakan solusi teknis yang sangat efektif untuk memutus jalur tersebut.

4. Atap, Plafon, dan Genteng yang Bergeser

Area bagian atas rumah seperti loteng dan plafon sering kali menjadi tempat persembunyian yang sempurna karena kondisinya yang gelap, hangat, dan jarang dijamah manusia. Ketika musim hujan tiba, angin kencang dapat menyebabkan beberapa genteng bergeser atau pecah, meninggalkan celah terbuka bagi hewan pengerat yang mampu memanjat pohon atau kabel listrik luar ruangan. Dari atap, mereka dapat dengan mudah mengakses seluruh bagian bangunan melalui rongga-rongga kecil di bawah kerangka kayu.

Suara berisik di atas plafon pada malam hari biasanya menjadi indikasi awal bahwa hewan pengerat telah berhasil mendirikan sarang di area tersebut. Kerusakan material kayu lapuk di sekitar atap juga sangat memudahkan mereka untuk menggerogoti dan memperluas lubang akses masuk. Pemilik rumah disarankan untuk rutin memeriksa kondisi genteng, memangkas cabang pohon yang menyentuh dinding luar, serta menutup ventilasi atap dengan kawat kasa pelindung.

 

5. Lubang Bekas Instalasi Kabel dan Utilitas

Titik penetrasi utilitas seperti lubang bekas pemasangan kabel listrik, pipa AC, router internet, atau saluran gas sering kali ditinggalkan begitu saja tanpa disegel dengan sempurna setelah proses instalasi selesai. Lubang sekecil ukuran pensil di sekitar titik masuk utilitas ini sudah lebih dari cukup bagi tubuh fleksibel seekor tikus untuk menyusup ke dalam struktur bangunan. Jalur ini sangat disukai karena posisinya yang tersembunyi di balik perabotan besar dan jarang diperiksa oleh penghuni rumah.

Selain menjadi jalur keluar masuk yang leluasa, kabel-kabel listrik yang berada di dekat jalur utilitas ini sangat rentan menjadi sasaran gigitan yang berisiko memicu korsleting hingga kebakaran rumah. Kelembapan di sekitar dinding utilitas selama musim hujan membuat material di sekitarnya lebih lunak sehingga mempercepat proses perusakan oleh hama. Penyegelan menyeluruh menggunakan busa peredam khusus (expanding foam) atau semen tahan gigitan di sekitar titik utilitas wajib segera dilakukan.

6. Ventilasi Udara Tanpa Jaring Pelindung

Lubang ventilasi udara yang dirancang untuk sirkulasi oksigen di kamar mandi, dapur, atau gudang kerap menjadi titik lemah yang mengundang masuknya berbagai jenis hama. Tanpa adanya lapisan pelindung berupa kawat kasa yang rapat, ukuran lubang ventilasi yang terbuka bebas sangat memudahkan hewan pengerat memanjat dinding dan langsung melompat ke dalamnya. Besi ventilasi tua yang sudah berkarat atau keropos juga sangat mudah dijebol oleh gigitan kuat mereka.

Risiko ini akan semakin meningkat saat musim hujan karena tikus secara agresif mencari tempat yang lebih tinggi untuk menghindari genangan air di permukaan tanah. Penambahan jaring kawat halus berbahan logam pada seluruh lubang sirkulasi udara terbukti mampu menahan masuknya hewan pengganggu tanpa menghambat fungsi utama ventilasi rumah Anda. Pemeriksaan fisik pada kawat pelindung ini secara berkala juga penting untuk memastikan tidak ada bagian yang robek atau terlepas.

7. Celah pada Gudang dan Garasi yang Berantakan

Area penyimpanan seperti gudang dan garasi rumah sering kali menjadi zona merah karena dipenuhi oleh tumpukan kardus, barang-barang tak terpakai, serta minimnya intensitas cahaya harian. Barang-barang yang menumpuk rapi di sudut ruangan menciptakan struktur labirin yang sangat aman bagi hewan pengerat untuk membangun koloni tanpa terganggu oleh aktivitas manusia. Tikus juga kerap kali terbawa masuk secara tidak sengaja di dalam kardus atau karung barang yang baru dipindahkan dari luar.

Kondisi garasi yang sering terbuka saat kendaraan keluar masuk di kala hujan memberikan kesempatan emas bagi tikus luar untuk berlari mencari suaka ke dalam rumah. Pembersihan secara berkala, penggunaan wadah penyimpanan plastik tertutup rapat alih-alih kardus kertas, serta penataan ulang barang di gudang dapat meminimalisir daya tarik area tersebut. Memastikan pintu penghubung antara garasi dan ruang utama tertutup rapat adalah kunci pertahanan berikutnya.

 

8. Celah di Sekitar Kusen Jendela dan Pintu Lama

Kusen pintu dan jendela yang sudah termakan usia rentan mengalami pemuaian, pelapukan, serta keretakan akibat paparan air hujan secara terus-menerus dari luar ruangan. Kerusakan struktural pada kayu kusen ini menciptakan rongga-rongga kecil di perbatasan dinding yang sangat disukai oleh hama pengerat untuk memperlebar jalur masuk. Bau kayu yang lembap dan lapuk justru menjadi daya tarik tersendiri bagi indra penciuman hewan tersebut.

Perawatan rutin berupa pengecatan ulang, penggantian bagian kayu yang keropos, serta pengaplikasian sealant kedap air pada sela kusen dapat mencegah degradasi material bangunan. Dengan memastikan tidak ada celah longgar di sekeliling bingkai pintu dan jendela, Anda secara signifikan menutup jalur favorit hewan pengerat untuk menyelinap masuk. Langkah preventif sederhana ini akan menyelamatkan hunian Anda dari ancaman kerusakan yang lebih besar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Celah Rumah yang Jadi Jalur Masuk Tikus

Q: Seberapa kecil ukuran lubang yang bisa dilewati oleh seekor tikus?

A: Tikus memiliki kerangka tubuh yang sangat fleksibel dan dapat melewati lubang atau celah sekecil 1 hingga 1,5 sentimeter saja berkat struktur tulang rusuk mereka yang dapat menyusut.

Q: Apakah rumah yang selalu dibersihkan setiap hari dijamin bebas dari tikus?

A: Tidak selalu. Meskipun kebersihan mengurangi sumber makanan, tikus tetap bisa masuk jika ada celah struktural terbuka atau saluran air yang terhubung langsung dengan lingkungan luar.

Q: Apa bahan paling efektif untuk menutup celah lubang tikus?

A: Bahan yang paling tahan terhadap gigitan tikus meliputi semen instan, kawat ram logam, expanding foam khusus peredam, serta pelat logam pada bagian sambungan pintu.

Q: Mengapa tikus lebih sering masuk ke dalam rumah saat musim hujan?

A: Saat musim hujan, habitat alami dan sarang tikus di luar ruangan terendam air atau menjadi terlalu dingin, sehingga mereka terdorong masuk ke dalam bangunan manusia demi mencari kehangatan dan makanan.

Q: Apakah penggunaan perangkap saja sudah cukup untuk mengatasi masalah tikus?

A: Belum tentu cukup. Perangkap hanya menangkap individu tikus yang ada, namun jika jalur masuk utamanya tidak ditutup rapat, tikus baru akan terus berdatangan dari luar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6