8 Cara Membuat Rumah Tetap Wangi meski Jarang Membuka Jendela, Tak Cukup Hanya Mengandalkan Pewangi

Rumah tetap wangi meski jendela jarang dibuka bisa dicapai dengan mengatasi sumber bau, meningkatkan sirkulasi udara internal, dan memanfaatkan pengharum alami.

Diterbitkan 30 September 2026, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah yang jarang mendapat udara dari luar lebih mudah terasa pengap, terutama ketika aktivitas memasak, mencuci, mandi, atau menyimpan pakaian dilakukan setiap hari. Karena itu, cara membuat rumah tetap wangi meski jarang membuka jendela tidak cukup hanya dengan menyemprotkan pengharum ruangan. Sumber bau perlu ditangani agar aroma tidak sekadar tertutup sementara.

Kelembapan juga menjadi salah satu penyebab rumah berbau kurang sedap. Handuk yang belum kering, spons lembap, karpet, sofa, hingga sudut kamar mandi dapat menyimpan bau yang kemudian menyebar ke ruangan lain.

Jika jendela memang jarang dibuka karena alasan keamanan, cuaca, debu, atau desain rumah, suasana tetap bisa dibuat lebih segar dengan kebiasaan sederhana. Mulai dari membersihkan sumber bau, mengurangi kelembapan, memanfaatkan exhaust fan, hingga menggunakan bahan penyerap bau dapat membantu rumah terasa lebih nyaman. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu, (30/9/2026)

1. Kurangi Sumber Bau Sebelum Menambahkan Pewangi

Langkah pertama dalam cara membuat rumah tetap wangi meski jarang membuka jendela adalah mencari sumber bau, bukan langsung menutupinya dengan pengharum. Real Simple menjelaskan bahwa rumah yang benar-benar terasa segar sebaiknya tidak hanya diberi aroma tambahan, tetapi sumber bau perlu diatasi terlebih dahulu. Para ahli yang dikutip Real Simple juga menekankan pentingnya mencari dan menetralkan penyebab bau.

Tempat sampah, kotak pasir hewan, sisa makanan, saluran pembuangan, pakaian kotor, serta kain yang lembap merupakan beberapa titik yang patut diperiksa. Kebiasaan membuang sampah secara teratur dan membersihkan bagian dalam tempat sampah dapat mencegah bau menetap.

Jangan lupa bagian yang sering luput dari perhatian. Tutup tempat sampah, keset kamar mandi, spons dapur, kain lap, dan area di sekitar wastafel juga dapat menjadi sumber aroma kurang sedap. Ketika sumbernya sudah dikendalikan, kebutuhan menggunakan pewangi ruangan secara berlebihan pun dapat dikurangi.

2. Kendalikan Kelembapan di Dalam Rumah

Kelembapan merupakan salah satu faktor penting yang berkaitan dengan bau pengap. Real Simple menyebut kelembapan sebagai salah satu penyebab utama munculnya bau rumah. Sumber tersebut menyarankan penggunaan hygrometer untuk mengetahui tingkat kelembapan dan mempertimbangkan dehumidifier ketika kelembapan terlalu tinggi.

Pada rumah yang jarang membuka jendela, perhatian terhadap kelembapan menjadi semakin penting. Handuk sebaiknya digantung hingga benar-benar kering sebelum disimpan. Spons dapur juga perlu dikeringkan dan diganti secara berkala. Keset kamar mandi sebaiknya tidak dibiarkan terus-menerus dalam kondisi basah.

Untuk area kecil seperti kamar mandi, lemari, atau ruang laundry, bahan penyerap kelembapan dapat ditempatkan di lokasi yang sesuai. Southern Living juga menyarankan penggunaan produk penyerap kelembapan dan bau pada area yang mudah lembap, serta memastikan kebocoran segera diperbaiki.

3. Manfaatkan Exhaust Fan dan Aliran Udara

Jarang membuka jendela bukan berarti rumah harus sepenuhnya tanpa pergerakan udara. Kamar mandi dan dapur dapat memanfaatkan exhaust fan untuk membantu mengeluarkan udara lembap dan bau dari sumbernya.

Real Simple menyebut kipas kamar mandi, kipas langit-langit, dan cooker hood sebagai bagian dari cara membantu mengedarkan udara di rumah ketika jendela tidak selalu menjadi pilihan.

Di dapur, cooker hood sebaiknya dinyalakan ketika memasak, terutama saat menumis, menggoreng, atau memasak makanan dengan aroma kuat. Di kamar mandi, exhaust fan dapat digunakan selama aktivitas yang menghasilkan banyak uap dan beberapa saat setelahnya.

Jika terdapat kipas angin, arahkan aliran udara agar tidak hanya membuat penghuni merasa sejuk, tetapi juga membantu menggerakkan udara di dalam ruangan. Perlu diingat, kipas biasa lebih berfungsi untuk mengedarkan udara, bukan menggantikan ventilasi atau menghilangkan polutan dari rumah.

4. Bersihkan Permukaan Kain Secara Rutin

Karpet, sofa, bantal dekorasi, tirai, seprai, dan berbagai permukaan kain dapat menyimpan aroma lebih lama dibandingkan permukaan keras. Real Simple mencatat bahwa karpet, upholstery, bantal, linen tempat tidur, dan penutup jendela dapat menjadi tempat menumpuknya bau.

Karena itu, jangan hanya membersihkan lantai dan meja. Seprai perlu dicuci secara berkala, sementara sarung bantal, selimut, dan tirai juga perlu mendapatkan perhatian sesuai petunjuk perawatannya.

Untuk karpet dan sofa, penyedotan debu secara rutin dapat membantu mengurangi debu dan partikel yang berkontribusi terhadap bau. Southern Living juga menyarankan membersihkan vacuum cleaner, termasuk wadah debu, filter, dan sikatnya, sebelum menggunakannya untuk menyegarkan karpet.

Baking soda juga dapat digunakan untuk membantu menyerap bau pada karpet atau permukaan kain tertentu. Setelah didiamkan, sisa bubuk perlu disedot sampai bersih menggunakan vacuum cleaner.

5. Bersihkan Saluran Air dan Area yang Sering Basah

Saluran pembuangan yang jarang dibersihkan dapat menjadi sumber bau yang menyebar ke seluruh ruangan. Rambut, sisa sabun, dan kotoran yang menumpuk di saluran wastafel atau shower dapat menghasilkan aroma tidak sedap.

Real Simple menyarankan pembersihan saluran wastafel dan shower secara rutin untuk mengurangi penumpukan kotoran dan menjaga bau tetap terkendali.

Kebiasaan sederhana ini terutama penting untuk rumah dengan ventilasi terbatas. Bersihkan saringan saluran, singkirkan rambut dan kotoran yang menumpuk, kemudian pastikan area sekitar saluran tidak terus-menerus basah.

Hal yang sama berlaku untuk toilet. Bagian luar toilet, tutup, tangki, dan area sekitar dasar toilet perlu dibersihkan secara menyeluruh. Real Simple menyarankan pembersihan toilet secara rutin karena bau tidak hanya berasal dari bagian mangkuk.

6. Gunakan Baking Soda atau Arang Aktif untuk Menyerap Bau

Ketika jendela jarang dibuka, bahan penyerap bau dapat menjadi pelengkap yang praktis. Baking soda dapat ditempatkan dalam wadah terbuka di area tertentu yang memiliki aroma kurang sedap. Southern Living menyebut baking soda dapat digunakan pada sofa, karpet, dan area dapur untuk membantu menyerap bau.

Real Simple juga merekomendasikan activated charcoal atau arang aktif sebagai pilihan penetral bau tanpa menambahkan aroma baru. Bahan tersebut dapat ditempatkan di area yang mudah berbau, seperti dekat tempat sampah atau ruang tertentu yang memiliki masalah aroma.

Cara ini cocok bagi penghuni rumah yang tidak menyukai aroma pewangi yang kuat. Rumah tidak harus berbau parfum untuk terasa bersih; terkadang aroma yang paling nyaman justru adalah ketika bau tidak sedap sudah hilang.

7. Tambahkan Aroma Alami Secukupnya

Setelah sumber bau dibersihkan, barulah aroma tambahan dapat digunakan sebagai pelengkap. Real Simple menyarankan berbagai pilihan alami seperti rosemary, mint, lavender, citrus, hingga rempah untuk menciptakan aroma lembut di dalam rumah.

Salah satu cara yang sederhana adalah membuat simmer pot. Kulit jeruk, lemon, kayu manis, cengkih, atau daun herbal dapat dimasukkan ke dalam panci berisi air kemudian dipanaskan dengan api kecil. Uap aromatik yang dihasilkan dapat membuat area dapur dan ruang sekitarnya terasa lebih segar.

Southern Living juga menyarankan memanfaatkan kulit lemon, jeruk, atau grapefruit dengan cara merebusnya perlahan dalam air.

Namun, simmer pot harus selalu diawasi dan tidak boleh dibiarkan menyala tanpa perhatian. Jika rumah memiliki penghuni yang sensitif terhadap aroma tertentu, gunakan bahan dalam jumlah secukupnya.

8. Pertimbangkan Air Purifier dan Tanaman

Air purifier dapat menjadi pilihan tambahan untuk rumah yang sering tertutup. Real Simple menjelaskan bahwa air purifier dengan filter HEPA dapat membantu mengurangi kontaminan mikroskopis di udara, termasuk bulu hewan dan partikel tertentu.

Meski demikian, air purifier tidak sama dengan ventilasi. Alat ini membantu menyaring udara yang ada di dalam ruangan, tetapi tidak otomatis memasukkan udara segar dari luar. Karena itu, penggunaannya sebaiknya dipadukan dengan pengendalian kelembapan, pembersihan rutin, dan exhaust fan.

Tanaman juga dapat menjadi elemen tambahan untuk menciptakan suasana rumah yang lebih segar. Real Simple menyebut beberapa tanaman memiliki kemampuan penyaringan udara tertentu dan tanaman beraroma lembut dapat ditempatkan di dekat area yang membutuhkan kesegaran.

Yang terpenting, tanaman tidak sebaiknya diperlakukan sebagai pengganti ventilasi. Media tanam yang terlalu basah justru dapat menambah kelembapan dan berpotensi menimbulkan bau jika tidak dirawat dengan baik.

Jangan Berlebihan Menggunakan Pewangi Ruangan

Rumah yang wangi tidak selalu berarti rumah yang dipenuhi aroma parfum. Southern Living mengingatkan bahwa penggunaan bahan aromatik secara berlebihan justru dapat membuat rumah berbau seperti pengharum buatan, alih-alih terasa benar-benar bersih.

Real Simple juga mencatat bahwa rumah yang bersih sebenarnya tidak harus memiliki aroma tertentu. Bahkan, salah satu ahli yang dikutip sumber tersebut menyatakan bahwa rumah yang bersih dapat saja tidak memiliki aroma sama sekali.

Jadi, kunci cara membuat rumah tetap wangi meski jarang membuka jendela adalah menciptakan kondisi yang membuat bau sulit berkembang. Kurangi sumber bau, jaga permukaan tetap bersih dan kering, manfaatkan exhaust fan, kendalikan kelembapan, lalu tambahkan aroma alami secara ringan jika diperlukan.

Dengan pendekatan tersebut, rumah tetap dapat terasa segar tanpa harus terus-menerus membuka semua jendela atau mengandalkan pewangi ruangan yang kuat.

Tanya Jawab Seputar Sirkulasi Udara dalam Rumah

1. Apakah rumah harus selalu membuka jendela agar udara tetap segar?

Tidak selalu, tetapi pertukaran udara tetap penting. Jika jendela jarang dibuka, manfaatkan exhaust fan, cooker hood, kipas untuk membantu pergerakan udara, serta air purifier sebagai pelengkap. Membuka jendela secara berkala ketika kondisi memungkinkan tetap menjadi salah satu cara sederhana untuk memasukkan udara segar dan mengurangi udara pengap. Real Simple menyebut membuka jendela sebagai cara mudah untuk membawa kesegaran ke dalam rumah.

2. Mengapa rumah yang tertutup lebih mudah berbau pengap?

Salah satu penyebabnya adalah kelembapan dan akumulasi sumber bau. Handuk basah, spons, karpet, pakaian, sisa makanan, serta saluran air dapat menyumbang aroma kurang sedap. Kelembapan yang berlebihan juga dapat mendukung munculnya bau apek dan jamur.

3. Apakah kipas angin bisa menggantikan ventilasi?

Tidak sepenuhnya. Kipas angin membantu menggerakkan udara di dalam ruangan, tetapi tidak selalu mengeluarkan udara lama dan menggantinya dengan udara dari luar. Karena itu, kipas lebih tepat digunakan sebagai bagian dari strategi sirkulasi bersama ventilasi, exhaust fan, atau sistem penyaringan udara.

4. Bagaimana cara mengurangi bau tanpa menggunakan pengharum ruangan?

Mulailah dengan membersihkan sumber bau. Buang sampah secara rutin, bersihkan saluran air, cuci kain yang berbau, keringkan handuk dan spons, serta kendalikan kelembapan. Baking soda dan arang aktif juga dapat digunakan untuk membantu menyerap atau menetralkan bau.

5. Apakah tanaman bisa membuat sirkulasi udara rumah lebih baik?

Tanaman dapat menjadi elemen tambahan yang membantu menciptakan suasana rumah yang lebih segar, dan beberapa jenis tanaman memiliki kemampuan penyaringan udara tertentu. Namun, tanaman tidak menggantikan ventilasi, exhaust fan, atau air purifier. Perawatan tanaman juga penting karena media yang terlalu lembap justru dapat menjadi sumber masalah baru.

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6