Liputan6.com, Jakarta - Buah dan sayuran yang terlihat segar belum tentu langsung siap disantap begitu keluar dari kantong belanja. Sejak dipanen hingga sampai di dapur, bahan makanan ini dapat bersentuhan dengan tanah, air, wadah penyimpanan, tangan banyak orang, hingga berbagai permukaan selama proses distribusi. Mencucinya sebelum dimakan atau diolah menjadi langkah sederhana untuk membantu mengurangi kotoran dan mikroorganisme yang mungkin menempel pada permukaannya.
Namun, cara mencuci buah dan sayuran sebenarnya tidak perlu dibuat terlalu rumit. Menggunakan banyak sabun, merendam terlalu lama, atau mencuci seluruh stok buah sekaligus justru bukan kebiasaan yang paling dianjurkan. Jenis buah dan sayuran juga memerlukan perlakuan yang sedikit berbeda agar bersih tanpa merusak teksturnya. Berikut bagaimana cara mencuci buah dan sayuran yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (15/9).
Mengapa Buah dan Sayuran Tetap Perlu Dicuci?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429085/original/025211800_1764573352-mencuci_sayur.jpg)
Buah dan sayuran segar dapat membawa tanah, debu, maupun mikroorganisme dari lingkungan tempatnya tumbuh dan berbagai tahapan setelah dipanen. Kontaminasi bahkan masih bisa terjadi setelah bahan makanan dibawa pulang, misalnya melalui tangan, talenan, pisau, atau permukaan dapur yang kurang bersih. Karena itu, mencuci hasil bumi segar tetap diperlukan sekalipun tampilannya sudah terlihat bersih.
Mencuci juga tetap disarankan pada buah atau sayuran yang kulitnya tidak ikut dimakan. Melon, alpukat, jeruk, atau buah berkulit tebal lainnya, misalnya, sebaiknya dibersihkan sebelum dikupas atau dipotong. Pisau yang melewati permukaan kulit berpotensi memindahkan kotoran atau mikroorganisme dari bagian luar menuju daging buah.
Meski begitu, pencucian tidak membuat buah dan sayuran menjadi steril sepenuhnya. Proses ini terutama membantu menghilangkan kotoran pada permukaan dan mengurangi jumlah mikroorganisme yang mungkin ada. Karena itu, kebersihan tangan, peralatan memasak, serta cara menyimpan bahan makanan juga tetap menjadi bagian penting dari keamanan pangan.
Advertisement
Cara Mencuci Buah dan Sayuran yang Benar
Tidak diperlukan proses panjang untuk membersihkan sebagian besar buah dan sayuran segar. Air bersih yang mengalir, tangan yang bersih, serta teknik yang disesuaikan dengan tekstur bahan sudah cukup menjadi dasar pencucian sehari-hari.
1. Cuci Tangan Sebelum Memegang Buah dan Sayuran
Mulailah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air sebelum mengolah buah atau sayuran. Tangan dapat menjadi jalur perpindahan kotoran dan mikroorganisme ke makanan, terutama setelah memegang kemasan belanja, daging mentah, telepon genggam, atau benda lain di dapur.
Pastikan pula area persiapan seperti talenan, pisau, mangkuk, dan meja dalam keadaan bersih. Bila sebelumnya digunakan untuk mengolah daging, unggas, telur, atau makanan mentah lainnya, cuci peralatan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyiapkan buah dan sayuran yang akan dimakan tanpa dimasak.
2. Buang Bagian yang Rusak atau Membusuk
Periksa kondisi buah dan sayuran sebelum dicuci. Bagian yang memar atau rusak dapat dipotong dan dibuang sebelum bahan diolah. Sementara itu, buah atau sayuran yang sudah menunjukkan tanda pembusukan sebaiknya tidak dipaksakan untuk dikonsumsi.
Langkah ini juga memudahkan proses pencucian karena bahan yang masih baik dapat dibersihkan dengan lebih menyeluruh. Untuk sayuran berdaun seperti selada atau kol, lapisan daun terluar yang kotor atau rusak dapat dilepaskan terlebih dahulu sebelum bagian sisanya dicuci.
3. Bilas di Bawah Air Mengalir
Pegang buah atau sayuran di bawah air bersih yang mengalir sambil menggosok permukaannya secara lembut menggunakan tangan. Pada kebanyakan jenis hasil bumi segar, cara sederhana ini sudah menjadi metode utama untuk membantu membersihkan tanah, debu, serta kotoran pada permukaan.
Hindari sekadar memasukkan seluruh bahan ke dalam baskom berisi air lalu membiarkannya terendam lama. Kotoran yang terlepas dapat tetap berada di dalam air. Jika perendaman singkat diperlukan untuk melonggarkan tanah pada sayuran tertentu, angkat bahan dari air kotor lalu bilas kembali menggunakan air mengalir.
4. Gosok Buah dan Sayuran yang Permukaannya Keras
Buah dan sayuran bertekstur keras seperti melon, mentimun, kentang, atau wortel dapat dibantu dengan sikat sayuran bersih. Gosok secara lembut sambil dialiri air sehingga kotoran yang menempel pada lekukan atau tekstur kulitnya lebih mudah terangkat.
Sikat yang digunakan sebaiknya memang dikhususkan untuk bahan makanan dan dijaga kebersihannya. Hindari menggosok terlalu keras pada buah yang permukaannya mudah rusak karena luka pada kulit justru dapat mempercepat penurunan kualitas bahan.
5. Keringkan Setelah Dicuci
Setelah pencucian selesai, tiriskan lalu keringkan buah dan sayuran menggunakan lap bersih atau tisu dapur. Pengeringan membantu mengurangi kelembapan pada permukaan sekaligus membuat bahan lebih nyaman untuk langsung dikonsumsi atau diolah.
Tahap ini menjadi semakin penting apabila buah atau sayuran tidak langsung dimakan. Menyimpan bahan yang masih terlalu basah dapat membuat sebagian jenis buah dan sayuran lebih cepat mengalami penurunan kualitas atau ditumbuhi jamur.
Cara Mencuci Sayuran Berdaun dan Rempah Segar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4966490/original/036588400_1728639481-close-up-hands-washing-vegetables.jpg)
Sayuran berdaun memiliki banyak lipatan dan celah sehingga tanah dapat terselip di antara daunnya. Untuk selada, bayam, kangkung, sawi, atau sayuran serupa, pisahkan bagian daunnya jika memungkinkan, kemudian bilas menggunakan air bersih sambil diperiksa satu per satu. Daun terluar yang rusak atau sangat kotor dapat dibuang.
Apabila terdapat cukup banyak pasir atau tanah, sayuran dapat dimasukkan sebentar ke dalam mangkuk berisi air bersih lalu digerakkan perlahan agar kotoran terlepas. Angkat sayuran dari bagian atas agar tanah yang mengendap di dasar wadah tidak kembali mengenai daun, kemudian bilas lagi menggunakan air mengalir.
Untuk rempah segar seperti daun ketumbar, parsley, basil, atau daun bawang, gunakan tekanan air yang tidak terlalu kuat agar bagian yang lembut tidak memar. Setelah ditiriskan, sayuran berdaun dapat dikeringkan menggunakan salad spinner atau diletakkan di atas lap bersih hingga air berlebih berkurang.
Advertisement
Cara Mencuci Buah Beri dan Buah yang Mudah Rusak
Stroberi, raspberry, blackberry, dan buah beri lainnya memerlukan perlakuan lebih lembut karena kulit serta daging buahnya mudah memar. Buah seperti ini sebaiknya dicuci mendekati waktu ketika akan dimakan, bukan langsung setelah pulang dari berbelanja. Kelembapan tambahan selama penyimpanan dapat mempercepat kerusakan pada bahan yang sensitif.
Masukkan buah ke saringan, lalu bilas perlahan menggunakan air dingin atau sejuk. Hindari menggosok atau menekan buah terlalu keras. Setelah air tiris, letakkan buah di atas tisu atau lap dapur bersih dan tepuk perlahan hingga kelembapan berlebih berkurang.
Prinsip serupa dapat digunakan pada anggur. Bilas sesuai jumlah yang akan dikonsumsi, kemudian keringkan. Bila ingin mencuci seluruh stok sekaligus untuk alasan kepraktisan, pastikan buah benar-benar kering sebelum kembali dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
Cara Mencuci Melon, Apel, Mentimun, dan Buah Berkulit Keras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054652/original/075656200_1734416884-Screenshot_2024-12-17_132228.jpg)
Buah berkulit tebal tetap perlu dicuci meskipun kulitnya nanti dibuang. Melon menjadi contoh yang mudah dipahami. Ketika pisau memotong kulit yang kotor, bagian mata pisau dapat melewati kulit tersebut lalu menyentuh daging buah yang akan dimakan.
Bilas seluruh permukaannya di bawah air mengalir kemudian gosok menggunakan tangan. Untuk kulit yang keras atau bertekstur kasar, gunakan sikat sayuran bersih secara perlahan. Cara ini juga dapat diterapkan pada mentimun, kentang, wortel, dan beberapa jenis buah atau sayuran lain yang cukup kuat untuk disikat.
Setelah selesai, keringkan permukaan sebelum buah dikupas atau dipotong. Jangan lupa menggunakan pisau dan talenan yang bersih, terutama apabila bahan akan langsung dimakan tanpa melalui proses pemasakan.
Advertisement
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Mencuci Buah dan Sayuran
Cara mencuci buah dan sayuran yang terlalu rumit belum tentu membuat makanan menjadi lebih aman. Beberapa kebiasaan berikut justru sebaiknya dihindari.
- Menggunakan sabun atau deterjen: bahan pembersih tersebut tidak dibuat untuk digunakan langsung pada buah dan sayuran.
- Tidak mencuci buah yang akan dikupas: kotoran pada kulit dapat berpindah ke bagian dalam melalui tangan atau pisau.
- Merendam terlalu lama: selain tidak diperlukan untuk sebagian besar bahan, perendaman dapat memengaruhi tekstur beberapa jenis buah dan sayuran.
- Mencuci buah beri terlalu jauh sebelum dimakan: kelembapan yang tersimpan dapat mempercepat penurunan kualitas.
- Menggunakan sikat yang kotor: sikat justru dapat menjadi sumber kontaminasi jika kebersihannya tidak dijaga.
- Memakai talenan bekas daging mentah tanpa dicuci: kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang.
- Menyimpan buah dan sayuran dalam keadaan sangat basah: kelembapan berlebih dapat mempercepat kerusakan pada beberapa jenis bahan.
Apakah Buah dan Sayuran Kemasan Perlu Dicuci Lagi?
Periksa keterangan pada kemasan sebelum mencuci ulang produk seperti salad, sayuran potong, atau campuran sayuran siap makan. Produk yang sudah diberi keterangan telah dicuci atau siap dimakan umumnya tidak memerlukan pencucian ulang.
Jika kemasan tidak mencantumkan keterangan tersebut, perlakukan produknya seperti buah atau sayuran segar lainnya. Bilas dengan air mengalir sebelum dikonsumsi atau diolah sesuai karakter masing-masing bahan.
Setelah kemasan dibuka, jaga produk tetap terpisah dari daging atau bahan mentah lain di lemari es. Perhatikan pula kondisi produk. Apabila sudah berlendir, berbau tidak wajar, atau menunjukkan tanda pembusukan, mencucinya kembali tidak membuat bahan tersebut layak dikonsumsi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mencuci Buah dan Sayuran
1. Apakah mencuci buah hanya dengan air sudah cukup?
Untuk sebagian besar buah dan sayuran, membilasnya secara menyeluruh dengan air bersih mengalir sambil menggosok perlahan sudah cukup untuk membantu membersihkan kotoran pada permukaannya.
2. Apakah buah perlu dicuci meskipun kulitnya akan dikupas?
Ya. Mencuci sebelum mengupas membantu mengurangi kemungkinan kotoran pada kulit berpindah ke bagian dalam melalui pisau atau tangan.
3. Bolehkah mencuci buah menggunakan sabun cuci piring?
Tidak disarankan. Sabun atau deterjen dapat meninggalkan residu pada permukaan buah dan sayuran sehingga cukup gunakan air bersih untuk mencucinya.
4. Apakah stroberi sebaiknya dicuci sebelum disimpan?
Lebih baik mencuci stroberi mendekati waktu konsumsi karena kelembapan selama penyimpanan dapat membuat buah lebih cepat rusak.
5. Apakah sayuran kemasan siap makan harus dicuci ulang?
Jika pada kemasan sudah tertulis siap dimakan atau telah dicuci, umumnya produk tersebut tidak perlu dicuci kembali.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274994/original/087837900_1672212290-Ma_ruf1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489908/original/070071700_1769946135-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-01T182051.705.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5260255/original/062425500_1750565237-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348576/original/047079800_1789449971-b29600f6-18d3-46aa-a061-148ef29785f2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153031/original/043774000_1592213946-young-chinese-woman-picking-up-dirty-clothes-isolated-pointing-temple-with-finger-thinking-focused-task_1187-43584.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312701/original/032742700_1785552610-kain_linen.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296644/original/092702300_1784019241-fec79bd9-d7da-4b0c-88a0-0beed55e5eab.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7604878/original/030875700_1780389181-515984220213883969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127276/original/084053400_1739164598-pexels-david-garrison-1128051-2128817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348584/original/076980200_1789450169-0b9674b4-9cb0-4272-9c3e-535b5d23f468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348544/original/088663900_1789448682-Warna_Cat_yang_Menenangkan_untuk_Setiap_Ruangan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348639/original/089830600_1789452390-pexels-marcio-ribeiro-608242116-17884109.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348530/original/077237200_1789448060-39cdec3a-0e67-48d9-b796-b120170cb3fb.jpg)