Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam buncis di pot untuk kebun rumah sebenarnya tidak terlalu sulit. Tanaman ini dapat dibudidayakan di halaman, teras, balkon, maupun sudut rumah yang mendapatkan cukup sinar matahari.
Buncis termasuk tanaman sayuran yang pertumbuhannya relatif cepat. Namun, agar tanaman tidak sekadar tumbuh tinggi tetapi juga menghasilkan banyak polong, beberapa hal perlu diperhatikan sejak pemilihan benih hingga masa panen.
Menanam buncis dalam pot juga memiliki keuntungan tersendiri. Tanaman lebih mudah dipindahkan, kondisi media tanam dapat dikontrol, dan perawatannya bisa dilakukan tanpa membutuhkan lahan kebun yang luas.
Advertisement
Â
Mengenali Tipe Buncis dan Syarat Lingkungan Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288143/original/030974900_1783304441-buncis.jpg)
Buncis, tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan ini, termasuk dalam famili Fabaceae atau kacang-kacangan. Keunggulannya terletak pada kemampuannya mengikat nitrogen dari udara, yang secara alami menyuburkan tanah. Tanaman ini memiliki dua tipe pertumbuhan utama yang perlu diketahui sebelum memulai penanaman.
Buncis tipe merambat (Pole Beans) dicirikan oleh batangnya yang terus memanjang hingga mencapai 2-3 meter, sehingga memerlukan ajir atau penyangga. Tipe ini menawarkan periode panen yang lebih panjang dan produktivitas yang lebih tinggi. Sementara itu, buncis tipe tegak (Bush Beans) tumbuh menyerupai semak dengan tinggi maksimal 50-60 cm, tidak membutuhkan ajir, dan umumnya lebih cepat panen. Varietas seperti "Buncis Kenya" atau buncis perdu sangat cocok untuk ditanam di pot atau polybag karena ukurannya yang kompak namun mampu menghasilkan buah yang melimpah.
Untuk mencapai pertumbuhan optimal, buncis membutuhkan kondisi lingkungan spesifik. Suhu udara ideal berkisar antara 20-25°C dengan kelembapan udara sekitar 50-60%. Curah hujan tahunan yang dibutuhkan adalah sekitar 1.500-2.000 mm.
Paparan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam per hari sangat penting untuk fotosintesis maksimal. Kondisi tanah yang gembur, subur, kaya bahan organik, dan memiliki pH antara 5,5-6,5 juga krusial. Drainase tanah harus baik untuk mencegah genangan air yang bisa menyebabkan pembusukan akar.
Advertisement
Memilih Pot dan Meracik Media Tanam Ideal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345481/original/050998500_1789034345-3c3f02de-656f-4a27-9bb3-977f1bba409d.jpg)
Langkah awal yang krusial dalam cara menanam buncis di pot untuk kebun rumah adalah memastikan pemilihan wadah tanam yang tepat dan menyiapkan media yang subur. Pot atau polybag yang digunakan sebaiknya memiliki diameter minimal 25-30 cm dan kedalaman 30-40 cm. Ukuran ini memungkinkan sistem perakaran buncis berkembang dengan baik. Penting juga untuk memastikan pot memiliki lubang drainase di bagian bawah guna mencegah air menggenang, yang dapat merusak akar tanaman.
Media tanam yang ideal untuk buncis harus gembur, subur, memiliki drainase yang baik, aerasi cukup, serta mampu menahan kelembaban dan menyediakan nutrisi esensial. Campuran yang direkomendasikan adalah tanah subur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Beberapa perbandingan yang efektif meliputi 1:1 (tanah dan kompos) atau 2:1:1 (tanah, kompos, dan sekam bakar). Ada pula yang menyarankan kombinasi tanah, kompos, sekam mentah, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1:1.
Jika pH tanah cenderung asam, penambahan sekitar 1 sendok makan kapur dolomit per polybag dapat membantu menyeimbangkan kondisi tanah. Setelah media tanam siap, masukkan ke dalam pot hingga 80% volumenya, menyisakan ruang di bagian atas untuk memudahkan proses penyiraman dan pemupukan lanjutan.
Proses Seleksi Benih dan Penanaman yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345482/original/063794200_1789034345-d3abe792-ac0d-4f36-8949-e00c3c231018.jpg)
Keberhasilan budidaya buncis di pot sangat bergantung pada pemilihan benih berkualitas dan teknik penanaman yang benar. Pilihlah benih buncis yang genjah dan sesuai selera, yang dapat diperoleh dari buah buncis tua yang sudah dijemur atau dibeli dari toko bibit tanaman terpercaya. Varietas seperti buncis Kenya dikenal karena kecepatan berbuahnya dan hasil panen yang melimpah.
Sebagai perlakuan awal opsional, biji buncis dapat direndam dalam air hangat selama 2-4 jam, atau bahkan hingga 3 hari, untuk mempercepat proses perkecambahan. Buncis paling baik ditanam langsung dari benih ke dalam pot, tanpa perlu proses pindah tanam. Buatlah lubang tanam sedalam 2-3 cm atau 2,5-5 cm di media pot. Masukkan 2-3 biji buncis per lubang, atau 1-2 benih per lubang, bahkan 2-4 benih per pot sesuai rekomendasi.
Setelah benih dimasukkan, tutup kembali lubang dengan lapisan tanah tipis dan padatkan sedikit. Siram media tanam secara lembut menggunakan gembor atau sprayer hingga lembap merata. Letakkan pot di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh. Biji buncis biasanya akan berkecambah dalam 3-7 hari atau 5-7 hari, dan kecambah akan mulai muncul sekitar 7-15 hari setelah tanam.
Advertisement
Perawatan Rutin Menjamin Buncis Tumbuh Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345483/original/075745900_1789034345-f2b72ebc-38dd-4f23-8ed2-8cf275cd1cce.jpg)
Perawatan yang konsisten dan tepat adalah kunci untuk memastikan tanaman buncis tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah di pot. Penyiraman harus dilakukan secara teratur setiap hari, pagi dan sore, terutama saat musim kemarau. Pastikan media tanam tetap lembap, namun hindari kondisi becek atau tergenang air yang dapat menyebabkan akar membusuk. Setelah tanaman tumbuh stabil, penyiraman cukup dilakukan sekali sehari.
Pemupukan pertama dapat diberikan setelah tanaman berumur sekitar 2 minggu. Pupuk organik cair dapat diaplikasikan setiap dua minggu sekali untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif. Pupuk NPK, seperti NPK 16-16-16, bisa diberikan pada usia 6 hari tanam (seminggu sekali) dan pada usia 25 hari tanam. Pemupukan awal buncis pada umur 10 hari setelah tanam (HST) sangat dianjurkan menggunakan pupuk NPK Ponska dengan dosis 1 sendok teh per pohon. Penting untuk mematuhi dosis yang direkomendasikan karena pemupukan berlebihan justru dapat menghambat pertumbuhan buncis.
Jika Anda menanam buncis tipe merambat, pemasangan ajir atau tiang penyangga setinggi 1,5-2 meter perlu dilakukan sejak tanaman berumur 2 minggu. Ajir, yang bisa terbuat dari bambu atau kayu, akan mendorong pertumbuhan vertikal dan mendukung dedaunan yang sehat. Selain itu, penyiangan gulma harus dilakukan secara teratur agar tidak bersaing nutrisi dengan buncis. Pemangkasan tunas samping juga dianjurkan untuk mengonsentrasikan energi tanaman pada pertumbuhan batang utama dan pembentukan polong, serta menghilangkan batang yang mati, rusak, atau terjangkit penyakit.
Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Buncis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345484/original/093534200_1789034345-1e0b0635-aff8-4d57-84e9-486350d5336e.jpg)
Meskipun ditanam di pot, buncis tetap rentan terhadap serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil panen. Beberapa hama umum yang sering menyerang buncis meliputi lalat buncis (Ophiomyia phaseoli), kutu kebul (Bemisia tabaci), oret-oret (Leafminer), ulat grayak atau ulat buah (Spodoptera litura), thrips (Thrips parvispinus), kumbang daun, ulat jengkal semu, dan belalang.
Di sisi lain, penyakit yang kerap menyerang buncis antara lain Hawar Daun (Xanthomonas campestris), Karat Daun (Puccinia recondita), Virus Kuning (Bean Common Mosaic Virus), Antraknosa, dan Layu Bakteri. Pemantauan rutin terhadap gejala serangan hama dan penyakit sangat penting untuk deteksi dini.
Untuk pengendalian, Anda dapat menanam buncis berdampingan dengan tanaman Marigold atau kemangi di pot terpisah, karena aroma tanaman tersebut dapat mengusir serangga. Pengendalian hayati, seperti penggunaan parasitoid larva tawon braconid, efektif untuk lalat buncis. Jika serangan hama parah, insektisida dapat dipertimbangkan, meskipun larva yang merusak seringkali terlindung di dalam tanaman. Untuk penyakit virus, gunakan benih bebas virus dan segera cabut tanaman yang terserang parah. Sementara itu, untuk antraknosa dan layu bakteri, pastikan menggunakan benih sehat dan lakukan rotasi tanaman.
Advertisement
Waktu dan Cara Panen Buncis dari Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345485/original/007588300_1789034346-88fdc634-d5f9-4b2c-a8c0-c59db814d994.jpg)
Buncis umumnya siap panen sekitar dua bulan setelah ditanam, menandai puncak keberhasilan cara menanam buncis di pot untuk kebun rumah. Panen dapat dilakukan saat polong masih muda dan berwarna hijau segar, biasanya pada umur 60-70 hari setelah tanam. Beberapa varietas buncis tegak bahkan bisa dipanen lebih cepat, sekitar 55-60 hari. Tanaman buncis biasanya akan mulai berbuah sekitar 45 hari setelah tanam.
Indikator polong siap panen adalah ketika terasa padat namun masih renyah, belum berserat, atau bijinya belum terlalu menonjol. Saat memanen, gunakan gunting atau petik dengan tangan secara hati-hati agar tidak merusak batang utama tanaman.
Semakin sering buncis dipanen, tanaman akan semakin terangsang untuk memproduksi polong-polong baru, sehingga hasil panen bisa lebih berlimpah. Jika Anda berencana untuk mendapatkan benih sendiri, sisakan beberapa polong buncis hingga tua dan kering di pohonnya, kemudian panen bijinya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Buncis di Pot untuk Kebun Rumah
1. Apa keuntungan utama menanam buncis di pot untuk kebun rumah?
Keuntungan utamanya adalah fleksibilitas media tanam, memungkinkan bercocok tanam meskipun memiliki lahan terbatas, serta dapat menikmati hasil panen sayuran segar sendiri.
2. Berapa ukuran pot yang ideal untuk menanam buncis?
Gunakan pot atau polybag dengan diameter minimal 25-30 cm dan kedalaman 30-40 cm agar sistem perakaran buncis dapat berkembang dengan baik.
3. Jenis buncis apa yang cocok untuk ditanam di pot dan tidak merambat?
Buncis tipe tegak atau buncis perdu, seperti "Buncis Kenya", sangat cocok karena tidak memerlukan ajir dan berbuah lebat meskipun pohonnya kecil.Â
4. Bagaimana komposisi media tanam yang direkomendasikan untuk buncis di pot?
Campuran tanah subur dengan pupuk kompos atau pupuk kandang, dengan perbandingan 1:1 atau 2:1:1 (tanah:kompos:sekam bakar), sangat direkomendasikan.
5. Kapan buncis dapat mulai dipanen setelah ditanam?
Buncis umumnya siap panen sekitar dua bulan setelah ditanam, atau pada umur 60-70 hari setelah tanam, dan beberapa varietas bisa mulai berbuah 45 hari setelah tanam.Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325839/original/017388300_1786941962-SaveClip.App_774018427_18654331219062582_8550405466413949350_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345412/original/043692800_1789030992-cek_fakta_lesti_kejora.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260845/original/013183500_1781665170-Wapres_Gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345480/original/031616400_1789034345-be308496-bc36-41bd-8409-17a25780d3cd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345446/original/034050600_1789032851-Untitled0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335013/original/099888500_1787908276-01M13KVRCS9Q949KH379G8VA3Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345362/original/065682900_1789029877-ChatGPT_Image_Sep_9__2026__04_52_57_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335003/original/016425900_1787908255-01M13M6NH5WGGYCCRWJ7M372R8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345440/original/037020100_1789032783-Gemini_Generated_Image_8uva98uva98uva98.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333677/original/015877200_1787801836-pexels-kampus-7658810.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345396/original/074426100_1789030468-a1ae41fd-ec94-4860-b312-846a6247f068.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334985/original/090155700_1787908236-01M13MY6E5XZZBV48J0MM5NYJQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345198/original/036287700_1789024002-Oven_gas_besar.jpg)