Cara Membuat Perangkap Serangga Sederhana dari Barang Bekas, Mudah Dibuat di Rumah

Cara membuat perangkap serangga sederhana dari barang bekas seperti botol plastik dan stoples untuk lalat buah serta nyamuk.

Diterbitkan 01 September 2026, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Serangga seperti lalat buah dan nyamuk dapat mengganggu kenyamanan di rumah. Salah satu cara tambahan yang dapat dicoba adalah menggunakan perangkap sederhana dengan bahan yang menarik serangga tertentu, tetapi jenis perangkap dan bahan pemikat perlu disesuaikan dengan serangga yang menjadi sasaran. Cara ini dapat menjadi pilihan praktis untuk membantu mengurangi keberadaan serangga tertentu di sekitar rumah.

Beberapa perangkap dapat dibuat dari barang yang sudah tidak terpakai, seperti botol plastik, stoples, dan plastik pembungkus makanan. Berikut beberapa cara yang menggunakan bahan sederhana dan memiliki panduan pembuatan yang dapat dijadikan acuan, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (1/9).

1. Perangkap Lalat Buah dari Botol Plastik Bekas

Botol plastik bekas minuman dapat dimanfaatkan untuk membuat perangkap lalat buah berbentuk corong. Potong bagian atas botol, kemudian balik bagian tersebut dan masukkan kembali ke bagian bawah sehingga leher botol mengarah ke dalam wadah.

Masukkan bahan pemikat ke bagian bawah botol, misalnya cuka sari apel atau bahan yang mengalami fermentasi. Lalat buah diketahui tertarik pada berbagai bahan seperti buah dan sayuran yang terlalu matang, makanan fermentasi, jus buah, serta cuka.

Pastikan bagian atas dan bawah botol terpasang dengan baik sehingga tidak terdapat celah besar untuk keluar. Letakkan perangkap di area yang terdapat lalat buah, tetapi tetap bersihkan buah yang terlalu matang, sisa makanan, dan sumber lain yang dapat menarik atau menjadi tempat berkembang biak lalat buah.

2. Perangkap Nyamuk dari Botol Plastik Bekas

Botol plastik berukuran 2 liter dapat digunakan untuk membuat perangkap yang memanfaatkan karbon dioksida (COâ‚‚) dari proses fermentasi sebagai salah satu pemikat nyamuk. Dalam salah satu panduan, bagian atas botol dipotong dan dipasang kembali secara terbalik sehingga membentuk corong, sementara campuran pemikat ditempatkan di bagian bawah botol.

Untuk campurannya, panduan tersebut menggunakan 1 cangkir air, ¼ cangkir gula, dan 1 gram ragi untuk botol 2 liter. Air yang digunakan dapat berupa air yang tidak mengandung klorin atau air yang telah direbus dan didinginkan; setelah campuran dibuat, ragi akan memfermentasi gula dan menghasilkan CO₂.

Perangkap ini sebaiknya diposisikan sebagai salah satu metode tambahan, bukan cara utama untuk mengendalikan nyamuk di rumah. Untuk mengurangi keberadaan nyamuk, tetap lakukan langkah pengendalian lain, terutama menghilangkan atau mengosongkan wadah yang dapat menampung air dan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

3. Perangkap Lalat Buah dari Stoples dan Plastik Bekas

Stoples atau wadah bekas yang bersih juga dapat digunakan sebagai perangkap lalat buah. Masukkan sedikit cuka sari apel ke dalam wadah, kemudian tutup bagian atasnya menggunakan plastik pembungkus makanan dan kencangkan dengan karet agar plastik tidak mudah terlepas.

Buat beberapa lubang kecil pada plastik menggunakan tusuk gigi. Aroma cuka sari apel dapat menarik lalat buah, sedangkan lubang pada penutup memungkinkan lalat masuk ke dalam perangkap dan membuatnya lebih sulit keluar.

Perangkap ini dapat digunakan di area seperti dapur atau tempat penyimpanan buah yang menjadi lokasi aktivitas lalat buah. Namun, perangkap sebaiknya tetap disertai dengan membersihkan sumber makanan dan tempat perkembangbiakan karena langkah tersebut penting dalam pengendalian lalat buah.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membuat Perangkap

Gunakan botol, stoples, dan barang bekas lain yang masih layak digunakan serta bersihkan terlebih dahulu. Jika perlu memotong botol plastik, gunakan alat dengan hati-hati karena bagian plastik yang terpotong dapat memiliki tepi yang tajam.

Pilih perangkap berdasarkan jenis serangga yang ingin dikurangi. Perangkap dengan cuka atau bahan fermentasi dapat digunakan untuk menarik lalat buah, sedangkan perangkap botol dengan campuran gula dan ragi menggunakan COâ‚‚ hasil fermentasi sebagai salah satu pemikat nyamuk.

Perangkap juga tidak menggantikan upaya menjaga kebersihan dan menghilangkan sumber serangga. Langkah yang dapat dilakukan antara lain membuang makanan yang sudah terlalu matang atau membusuk, membersihkan sisa makanan, serta untuk nyamuk, menyingkirkan genangan atau wadah berisi air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Perangkap Serangga Sederhana dari Barang Bekas

1. Apakah perangkap dari barang bekas efektif untuk mengurangi serangga?

Perangkap dapat menjadi salah satu cara tambahan untuk menangkap atau menarik serangga tertentu, tetapi efektivitasnya bergantung pada jenis serangga, bahan pemikat, dan penempatan perangkap. Kebersihan lingkungan dan penghilangan sumber serangga tetap penting dilakukan.

2. Bahan apa yang dapat digunakan untuk menarik lalat buah?

Cuka sari apel dan bahan yang mengalami fermentasi dapat digunakan sebagai pemikat lalat buah. Buah atau sayuran yang terlalu matang, makanan fermentasi, dan jus buah juga diketahui dapat menarik lalat buah.

3. Mengapa gula dan ragi digunakan dalam perangkap nyamuk?

Campuran gula dan ragi mengalami fermentasi yang menghasilkan karbon dioksida (COâ‚‚). Gas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pemikat nyamuk dalam perangkap.

4. Apakah perangkap nyamuk dari botol dapat menggantikan cara lain untuk mengendalikan nyamuk?

Tidak. Perangkap tersebut sebaiknya digunakan sebagai metode tambahan, sementara genangan dan wadah yang dapat menampung air tetap perlu dihilangkan untuk membantu mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk.

5. Di mana sebaiknya perangkap serangga diletakkan?

Letakkan perangkap di area yang menunjukkan aktivitas serangga sasaran, seperti di sekitar sumber lalat buah. Untuk nyamuk, perangkap dapat digunakan sebagai metode tambahan, tetapi area sekitar rumah tetap perlu diperiksa dan dibersihkan dari wadah atau genangan air.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6