9 Cara Membuat Hidroponik Sederhana Tanpa Pompa, Tak Perlu Peralatan Rumit

Cara membuat hidroponik sederhana tanpa pompa, budidaya tanaman jadi mudah dan hemat biaya.

Diterbitkan 22 Agustus 2026, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat hidroponik sederhana tanpa pompa bisa menjadi pilihan buat kamu yang ingin mulai berkebun di rumah tanpa banyak peralatan. Metode ini lebih hemat biaya dan cocok diterapkan di lahan terbatas, bahkan untuk pemula.

Salah satu pilihan yang mudah dicoba adalah hidroponik pasif, karena tidak membutuhkan listrik untuk mengalirkan air dan nutrisi. Cara membuat hidroponik sederhana tanpa pompa dapat memanfaatkan sistem sumbu atau metode Kratky dengan wadah yang mudah ditemukan.

Selain praktis, cara membuat hidroponik sederhana tanpa pompa juga memungkinkan tanaman tetap mendapatkan air dan nutrisi secara perlahan. Dengan bahan sederhana dan perawatan rutin, kamu bisa menanam sayuran maupun tanaman herbal sendiri di rumah. 

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara membuat hidroponik sederhana tanpa pompa, Sabtu (22/8/2026).

1. Sistem Sumbu dengan Dua Wadah

Sistem sumbu menjadi salah satu pilihan paling mudah untuk membuat hidroponik tanpa pompa. Metode ini memanfaatkan prinsip kapilaritas, yaitu larutan nutrisi dari wadah bawah diserap melalui sumbu menuju media tanam dan akar. Kamu bisa menggunakan dua wadah, kain flanel atau tali katun sebagai sumbu, serta media tanam seperti rockwool, cocopeat, atau perlite.

Cara membuat: Lubangi bagian bawah wadah atas untuk memasukkan sumbu, lalu isi dengan media tanam dan bibit. Isi wadah bawah dengan larutan nutrisi, kemudian letakkan wadah atas sehingga ujung sumbu menyentuh larutan. Pastikan media tidak terendam seluruhnya agar akar tetap mendapatkan udara.

2. Sistem Sumbu dari Botol Plastik Bekas

Botol plastik bekas berukuran sekitar 1,5–2 liter dapat dimanfaatkan menjadi hidroponik sederhana yang hemat biaya. Botol ini pada dasarnya menggunakan prinsip sistem sumbu, tetapi dibuat dalam bentuk yang lebih ringkas sehingga cocok diletakkan di teras, balkon, atau ambang jendela.

Cara membuat: Potong botol menjadi dua bagian dan balik bagian atas sehingga menyerupai corong. Lubangi tutup botol, masukkan sumbu, lalu isi bagian atas dengan media tanam dan bibit. Bagian bawah diisi larutan nutrisi, kemudian satukan kedua bagian botol dengan posisi ujung sumbu menyentuh larutan.

3. Sistem Sumbu Menggunakan Ember

Ember atau wadah plastik berukuran lebih besar juga bisa digunakan untuk membuat sistem sumbu. Pilihan ini cocok jika ingin menanam beberapa tanaman sekaligus tanpa menggunakan pompa. Gunakan ember yang bersih, kuat, dan tidak pernah digunakan untuk menyimpan bahan kimia.

Cara membuat: Buat beberapa lubang pada tutup ember untuk menempatkan net pot. Pasang sumbu pada setiap net pot hingga ujungnya dapat menyerap larutan dari dalam ember. Masukkan media tanam dan bibit, kemudian isi ember dengan larutan nutrisi secukupnya.

4. Metode Kratky dengan Toples

Metode Kratky merupakan hidroponik pasif yang tidak membutuhkan pompa maupun listrik. Tanaman ditempatkan di atas wadah berisi larutan nutrisi, sementara akar perlahan tumbuh ke bawah mengikuti penurunan permukaan air. Metode ini cocok untuk tanaman berukuran kecil seperti selada atau beberapa jenis sayuran daun.

Cara membuat: Gunakan toples atau wadah yang cukup dalam dan buat lubang pada tutupnya sesuai ukuran net pot. Isi net pot dengan media tanam dan bibit, lalu masukkan ke dalam lubang. Tambahkan larutan nutrisi hingga menyentuh bagian bawah net pot pada awal penanaman, tetapi jangan sampai seluruh media terendam.

5. Metode Kratky dalam Satu Wadah Besar

Jika ingin menanam beberapa tanaman sekaligus, metode Kratky dapat diterapkan menggunakan ember atau bak plastik bertutup. Wadah yang lebih besar menyediakan reservoir nutrisi yang cukup sehingga cocok untuk budidaya beberapa tanaman dalam satu tempat.

Cara membuat: Buat beberapa lubang pada tutup wadah dengan jarak yang cukup. Pasang net pot berisi media dan bibit pada setiap lubang, lalu masukkan larutan nutrisi ke dalam wadah. Atur ketinggian larutan agar bagian bawah net pot dapat menjangkau nutrisi, sementara sebagian ruang akar tetap mendapatkan udara.

6. Kratky dari Wadah Plastik Bekas

Wadah makanan atau kotak plastik bekas yang cukup dalam juga dapat dimanfaatkan sebagai instalasi Kratky. Cara ini cocok bagi pemula karena bahannya mudah ditemukan dan tidak membutuhkan rangka yang rumit. Sebaiknya gunakan wadah yang tidak mudah bocor dan cukup kuat untuk menahan larutan nutrisi.

Cara membuat: Bersihkan wadah terlebih dahulu, kemudian buat lubang pada tutupnya untuk menempatkan net pot. Isi net pot dengan media tanam dan bibit, lalu masukkan ke dalam lubang. Tambahkan larutan nutrisi hingga mencapai bagian bawah net pot dan sisakan ruang udara untuk akar.

7. Hidroponik Botol dengan Metode Kratky

Selain sistem sumbu, botol plastik juga bisa digunakan untuk menerapkan metode Kratky. Bentuknya yang ringkas membuat instalasi ini mudah ditempatkan di area rumah yang terbatas. Pilih tanaman berukuran kecil agar kapasitas botol tetap sesuai dengan kebutuhan pertumbuhannya.

Cara membuat: Potong bagian atas botol dan gunakan bagian tersebut sebagai tempat tanaman. Letakkan media tanam serta bibit di dalam wadah atau net pot, kemudian tempatkan di atas reservoir larutan nutrisi. Pastikan akar dapat mencapai larutan dan memiliki ruang yang cukup untuk memperoleh oksigen.

8. Kratky untuk Beberapa Tanaman

Metode Kratky juga dapat dibuat untuk beberapa tanaman dalam satu wadah. Cara ini lebih efisien jika kamu ingin menanam sayuran daun dalam jumlah lebih banyak. Gunakan bak plastik atau wadah besar dengan tutup yang cukup kokoh.

Cara membuat: Buat beberapa lubang pada tutup dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Masukkan net pot berisi media dan bibit ke setiap lubang, kemudian isi wadah dengan larutan nutrisi. Periksa ketinggian larutan secara berkala karena semakin banyak tanaman, semakin cepat air dan nutrisi berkurang.

9. Rakit Apung Sederhana

Rakit apung merupakan metode lain yang bisa dibuat secara sederhana, meskipun sebenarnya lebih optimal jika dilengkapi aerasi. Karena tidak menggunakan pompa udara, versi sederhana ini sebaiknya digunakan untuk tanaman kecil dan jumlah terbatas. Pemantauan kondisi air menjadi lebih penting agar akar tetap mendapatkan oksigen yang cukup.

Cara membuat: Siapkan wadah berisi larutan nutrisi dan lembaran styrofoam yang ukurannya sesuai dengan wadah. Buat beberapa lubang pada styrofoam untuk memasukkan net pot berisi media dan bibit. Letakkan styrofoam di atas larutan sehingga dapat mengapung, kemudian pastikan akar tanaman dapat menyentuh atau berada dekat dengan larutan nutrisi. 

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Hidroponik Sederhana Tanpa Pompa

Apakah hidroponik bisa dibuat tanpa pompa?

Bisa. Hidroponik tanpa pompa umumnya menggunakan sistem pasif seperti sistem sumbu (wick system) dan metode Kratky. Keduanya tidak membutuhkan listrik untuk mengalirkan air dan nutrisi ke tanaman.

Apa saja bahan yang dibutuhkan untuk membuat hidroponik tanpa pompa?

Bahan yang diperlukan cukup sederhana, seperti wadah atau botol bekas, net pot, media tanam, bibit tanaman, air, dan nutrisi hidroponik. Untuk sistem sumbu, tambahkan kain flanel atau tali katun sebagai penghantar larutan nutrisi.

Tanaman apa yang cocok ditanam dengan hidroponik tanpa pompa?

Sayuran berdaun seperti selada, pakcoy, kangkung, dan sawi cukup cocok untuk sistem sederhana ini. Tanaman yang berukuran kecil dan memiliki masa panen relatif singkat biasanya lebih mudah dirawat dengan metode hidroponik pasif.

Apa perbedaan sistem sumbu dan metode Kratky?

Sistem sumbu menggunakan kain atau tali untuk menarik larutan nutrisi dari reservoir menuju media tanam. Sementara itu, metode Kratky tidak menggunakan sumbu karena akar tanaman langsung berkembang menuju larutan nutrisi di dalam wadah.

Apa yang perlu diperhatikan saat membuat hidroponik tanpa pompa?

Pastikan tanaman mendapatkan cahaya yang cukup, larutan nutrisi tersedia dalam jumlah sesuai, dan akar tetap memperoleh oksigen. Periksa pula kondisi air secara berkala serta hindari wadah yang terlalu transparan agar pertumbuhan alga dapat diminimalkan.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6