Intervensi Sumur BN-38 Dongkrak Produksi Minyak PEP Bunyu

Per 5 Oktober 2026, produksi gas dari Sumur BN-38 tercatat mencapai 0,52 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), melampaui target sebesar 0,10 MMSCFD.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 20:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan well intervention atau intervensi sumur yang dilakukan PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) dari Sumur BN-38 di Lapangan Bunyu.

Pasca intervensi, produksi minyak dari sumur tersebut meningkat signifikan, dari sebelumnya sekitar 8 barel menjadi 733 barel pada awal produksi.

Peningkatan juga terjadi pada produksi gas. Per 5 Oktober 2026, produksi gas dari Sumur BN-38 tercatat mencapai 0,52 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), melampaui target sebesar 0,10 MMSCFD.

Peningkatan produksi Sumur BN-38 merupakan hasil evaluasi komprehensif dengan pemutakhiran analisis data subsurface, termasuk data saturasi log, untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai keberadaan dan potensi sisa hidrokarbon.

“Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi intervensi yang tepat, termasuk penerapan water shut off dengan mengisolasi dan melakukan penyemenan pada interval yang terindikasi menghasilkan air, serta melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan produksi minyak sekaligus meminimalkan masuknya air,” jelas Senior Manager Bunyu Field, Ruri Heriandi, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, hasil evaluasi sumur BN-38 menunjukkan bahwa interval J-72 masih menyimpan potensi hidrokarbon yang belum terproduksikan secara optimal sehingga PEP Bunyu Field melaksanakan pembukaan kembali interval J-72.

“Alhamdulillah, hasil awalnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dan semoga bisa bertahan dalam waktu yang panjang,” imbuhnya.

Optimalisasi Aset

Sementara itu, General Manager Zona 10, Darmapala, menyampaikan bahwa Perusahaan terus menerapkan inovasi dan teknologi dalam kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivasi sumur-sumur migas sehingga dapat meningkatkan produktivitas, recovery rate, serta memperpanjang usia sumur.

“Keberhasilan well intervention di Sumur BN-38 menunjukkan bahwa optimalisasi aset eksisting dapat memberikan tambahan produksi yang berarti. Upaya seperti ini akan terus kami dorong untuk mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki Pertamina,” ujar Darmapala.

Di tengah tantangan operasional lapangan-lapangan yang sudah mature, PEP Bunyu Field terus berupaya menjaga keberlanjutan produksi migas dari lapangan ini dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6