Liputan6.com, Jakarta - Lemari dan rak yang lembap dapat ditandai dengan munculnya bau pengap, permukaan yang terasa basah, hingga perubahan kondisi pada barang yang disimpan. Masalah ini umumnya terjadi karena sirkulasi udara yang kurang baik, posisi furnitur terlalu dekat dengan dinding, atau adanya sumber air di sekitar tempat penyimpanan.
Kelembapan yang dibiarkan dapat memengaruhi pakaian, buku, dokumen, dan berbagai peralatan rumah tangga. Selain menimbulkan bau, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan permukaan lemari dan rak mengalami perubahan jika terus terpapar uap air. Karena itu, penanganan perlu dilakukan dengan mencari sumber kelembapan dan memperbaiki sirkulasi udara.
Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga lemari dan rak tetap kering. Perawatan rutin juga diperlukan agar kondisi ruang penyimpanan tetap terpantau dan masalah kelembapan dapat diketahui sejak awal. Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6.com pada Selasa (18/8).
Advertisement
1. Beri Jarak antara Lemari dan Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326961/original/045664400_1787044524-Lemari_lembap.jpg)
Meletakkan lemari terlalu rapat dengan dinding dapat menghambat pergerakan udara, terutama jika dinding berada di area yang mudah lembap atau terasa dingin. Ruang yang sempit di bagian belakang lemari membuat udara lebih sulit berganti sehingga kelembapan dapat bertahan lebih lama.
Berikan jarak beberapa sentimeter antara lemari dan dinding agar terdapat ruang untuk sirkulasi udara. Cara ini juga memudahkan pemeriksaan pada bagian belakang lemari apabila terdapat tanda air, jamur, atau permukaan yang mulai lembap.
Periksa bagian belakang lemari secara berkala, terutama jika furnitur berada di dekat kamar mandi, jendela, atau dinding yang berbatasan dengan area basah. Bersihkan debu dan segera keringkan bagian yang terkena air.
Advertisement
2. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering
Menyimpan pakaian yang masih menyimpan air dapat meningkatkan kelembapan di dalam lemari. Kondisi tersebut semakin mudah terjadi jika pakaian dimasukkan ketika ruangan tertutup dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik.
Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari. Pakaian yang baru disetrika juga sebaiknya dibiarkan beberapa saat hingga suhunya turun sebelum disimpan.
Pintu lemari dapat dibuka selama beberapa menit setelah pakaian diambil atau dimasukkan. Langkah sederhana ini membantu pertukaran udara dan mengurangi udara yang terperangkap di dalam lemari.
3. Buka Pintu Lemari Secara Berkala
Lemari yang selalu tertutup dapat membuat udara terperangkap, terutama ketika ruangan jarang mendapatkan sirkulasi udara. Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, kelembapan di dalam ruang penyimpanan dapat meningkat.
Buka pintu lemari pada pagi atau siang hari ketika kondisi ruangan memungkinkan terjadinya pertukaran udara. Pastikan waktu yang dipilih tidak bertepatan dengan kondisi luar ruangan yang sangat lembap.
Saat hujan turun atau udara luar terasa lembap, pintu lemari sebaiknya tidak dibiarkan terbuka terlalu lama. Penyesuaian waktu membuka lemari penting agar udara yang masuk tidak justru meningkatkan kelembapan.
Advertisement
4. Jangan Memenuhi Rak dengan Barang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326964/original/006861500_1787044542-Lemari_kayu_rapuh.jpg)
Rak yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak di antara barang. Kondisi tersebut juga membuat bagian sudut, belakang, dan bawah rak lebih sulit diperiksa ketika mulai muncul tanda kelembapan.
Sisakan ruang di antara barang dan hindari menumpuk benda hingga memenuhi seluruh bagian rak. Barang dapat dikelompokkan berdasarkan jenis agar penyimpanan lebih teratur dan bagian rak lebih mudah dibersihkan.
Keluarkan barang secara berkala untuk membersihkan bagian sudut, belakang, dan bawah rak. Pemeriksaan tersebut juga membantu menemukan tanda kelembapan sebelum masalah menyebar ke barang yang disimpan.
5. Gunakan Penyerap Kelembapan
Pewangi ruangan tidak dapat digunakan sebagai solusi utama untuk lemari yang lembap karena fungsinya lebih ditujukan untuk mengurangi atau mengubah bau. Sumber kelembapan tetap perlu ditangani agar masalah tidak terus berulang.
Gunakan produk penyerap kelembapan yang sesuai untuk ruang penyimpanan dan letakkan berdasarkan petunjuk penggunaannya. Pastikan wadah ditempatkan dengan aman agar cairan yang terkumpul tidak mengenai pakaian, buku, atau barang lainnya.
Periksa kondisi penyerap kelembapan secara rutin. Jika wadah sudah penuh atau produk telah melewati masa penggunaannya, segera ganti agar kemampuannya dalam membantu mengurangi kelembapan tetap optimal.
Advertisement
6. Bersihkan Lemari dan Rak Secara Rutin
Debu yang menumpuk di sudut dan bagian belakang lemari atau rak dapat membuat kondisi ruang penyimpanan lebih sulit dipantau. Pembersihan rutin diperlukan agar permukaan tetap bersih sekaligus memudahkan pemeriksaan terhadap tanda kelembapan.
Keluarkan barang dari lemari atau rak, kemudian bersihkan permukaannya menggunakan kain yang bersih dan kering. Setelah selesai, biarkan pintu atau laci terbuka hingga seluruh bagian benar-benar kering sebelum barang dikembalikan.
Jangan terburu-buru memasukkan barang setelah proses pembersihan. Pastikan tidak ada permukaan yang masih basah sehingga kelembapan tidak kembali terperangkap di dalam ruang penyimpanan.
7. Periksa Sumber Kebocoran di Sekitar Lemari
Lemari yang kembali lembap setelah dibersihkan dapat menunjukkan adanya sumber air di sekitarnya. Air bisa berasal dari dinding, atap, lantai, pipa, jendela, atau area lain yang berdekatan dengan tempat penyimpanan.
Periksa kondisi dinding dan area sekitar lemari ketika muncul bau pengap atau permukaan terasa basah. Perhatikan pula adanya noda air, perubahan pada permukaan dinding, atau tanda kebocoran lain yang dapat menjadi sumber masalah.
Kebocoran perlu ditangani sebelum lemari dibersihkan kembali. Jika sumber air berasal dari bagian bangunan yang membutuhkan perbaikan khusus, gunakan bantuan tenaga yang memiliki kemampuan untuk menangani kerusakan tersebut.
Advertisement
8. Atur Posisi Rak agar Mendapat Sirkulasi Udara
Rak yang diletakkan di sudut ruangan dan jauh dari sumber aliran udara dapat menyimpan kelembapan lebih lama. Kondisi tersebut semakin mungkin terjadi jika rak terlalu dekat dengan dinding atau dikelilingi barang lain.
Pilih posisi rak yang memungkinkan udara bergerak di sekitarnya. Jika memungkinkan, letakkan rak di area yang mendapatkan sirkulasi dari jendela atau ventilasi tanpa membuat barang di dalamnya terpapar air hujan secara langsung.
Hindari menutup seluruh sisi rak dengan barang atau furnitur lain. Ruang di sekitar rak perlu tetap tersedia agar sirkulasi udara berlangsung dan bagian belakangnya mudah diperiksa.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lemari dan Rak yang Lembap
1. Apa penyebab lemari menjadi lembap?
Lemari dapat menjadi lembap karena sirkulasi udara yang kurang baik, pakaian yang belum kering, kebocoran air, atau posisi lemari yang terlalu dekat dengan dinding.
2. Bagaimana cara mengatasi lemari yang bau lembap?
Kosongkan lemari, bersihkan seluruh permukaan, keringkan dengan baik, dan gunakan penyerap kelembapan. Sumber air atau penyebab kelembapan juga perlu diperiksa agar bau tidak kembali.
3. Apakah pewangi dapat menghilangkan kelembapan di lemari?
Pewangi hanya membantu mengurangi atau menutupi bau. Produk tersebut tidak mengatasi sumber kelembapan sehingga penyebabnya tetap perlu ditangani.
4. Apakah lemari perlu diberi jarak dari dinding?
Ya. Memberikan jarak antara lemari dan dinding membantu sirkulasi udara di bagian belakang serta memudahkan pemeriksaan apabila terdapat air atau kelembapan.
5. Seberapa sering lemari perlu dibersihkan?
Lemari perlu diperiksa dan dibersihkan secara rutin. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan kondisi ruangan, terutama jika area tersebut mudah pengap atau lembap.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466673/original/082916800_1767862212-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-08T154559.006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326962/original/043097300_1787044533-Lemari_kayu_lembap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5124885/original/086799300_1738907998-sick-woman-with-cough-throat-infection-bed-covering-his-face-while-coughing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326550/original/005447200_1787026676-cov222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326566/original/053619300_1787027899-Dapur_Minimalis_3x2_Tetap_Lega_dengan_Meja_Makan_Mini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4148528/original/053782100_1662454939-dev-benjamin-pwr2uTPpz68-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326482/original/004893700_1787025916-050f67f1-8045-4b14-8c2e-6b5b02eed585.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479154/original/064883200_1768969910-Ayam_Kampung_Bertelur_di_Kandang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326465/original/083959200_1787024538-bb02bae2-d99d-4994-bdc7-87c34f6ad484.jpg)