Liputan6.com, Jakarta - Memiliki halaman rumah yang hijau dan asri adalah impian setiap pemilik hunian. Namun, tidak sedikit yang menyerah ketika mendapati lahan mereka kurang subur atau kering. Padahal, ada banyak pilihan tanaman rumahan untuk pekarangan dengan kondisi tanah tandus yang bisa menjadi solusi jitu. Anda tetap bisa menyulap halaman rumah menjadi oase yang menyegarkan mata tanpa harus repot membongkar dan mengganti seluruh lapisan tanah.
Dalam dunia lanskap dan perkebunan, kondisi tanah yang minim unsur hara serta cepat kering akibat paparan sinar matahari seringkali menjadi tantangan utama. Air yang cepat menguap membuat mayoritas tanaman hias layu dan mati. Meski demikian, keajaiban alam selalu menghadirkan jenis-jenis flora tangguh yang berevolusi untuk tahan banting di lingkungan ekstrem sekalipun.
Bagi Anda yang memiliki rutinitas padat dan tidak punya banyak waktu untuk perawatan ekstra, memilih jenis vegetasi yang tepat adalah kunci utama. Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber deretan rekomendasi tanaman hias hingga peneduh yang tidak hanya kuat menghadapi kekeringan, tetapi juga sukses mempercantik estetika eksterior hunian Anda setiap hari.
Advertisement
1. Bunga Bougenville (Bunga Kertas)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356981/original/073001600_1790228629-32efb31d-239a-48e4-b189-29d05266a50f.jpg)
Bougenville atau yang akrab disapa bunga kertas adalah primadona bagi pekarangan yang panas dan kering. Tanaman ini justru akan mogok berbunga jika terlalu banyak disiram air, sehingga sangat cocok ditanam di area dengan tanah yang kurang subur. Semakin terik matahari yang diterimanya, semakin rimbun dan cerah pula bunga yang dihasilkan.
Warna-warni kelopaknya yang mencolok, mulai dari merah muda, ungu, hingga oranye, dijamin akan langsung menghidupkan suasana rumah Anda. Perawatannya sangat praktis, cukup pangkas dahan yang mulai tidak beraturan untuk merangsang pertumbuhan tunas dan bunga baru secara maksimal.
Advertisement
2. Kamboja (Plumeria)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337870/original/093088300_1788261207-Screenshot_2026-09-01_180856.jpg)
Identik dengan nuansa tropis ala resor di Bali, pohon kamboja memiliki sistem perakaran yang sangat kuat dalam mencari cadangan air di kedalaman tanah. Batangnya yang berkayu tebal mampu menyimpan cadangan cairan, menjadikannya sangat toleran terhadap cuaca panas dan tanah yang tandus.
Selain daya tahannya yang luar biasa, kamboja juga memancarkan aroma wangi yang khas dan menenangkan saat bunganya mekar. Struktur rantingnya yang artistik juga menjadikannya focal point (pusat perhatian) yang sangat estetik untuk taman depan rumah Anda.
3. Lidah Mertua (Sansevieria)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301201/original/094845200_1784443877-tanaman_tahan_mpanas_lidah_meryua.jpeg)
Jika ada penghargaan untuk tanaman yang paling sulit mati, Lidah Mertua pasti menjadi salah satu kandidat terkuatnya. Tanaman ini mampu bertahan di berbagai kondisi ekstrem, termasuk tanah yang sangat miskin nutrisi dan kurang air selama berminggu-minggu.
Di balik ketangguhannya, Lidah Mertua memiliki bentuk daun tegak yang memberi kesan modern dan minimalis. Hebatnya lagi, tanaman ini dikenal sebagai salah satu pembersih udara alami terbaik yang mampu menyerap polutan beracun di sekitar area rumah.
Advertisement
4. Kaktus dan Sukulen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302212/original/099273200_1784536574-d3105f12-5047-49ff-a68d-9e64290a21ba.jpg)
Tidak ada yang bisa meragukan kemampuan kaktus dan keluarga sukulen dalam menghadapi tanah tandus. Habitat asli mereka yang berada di gurun pasir membuat mereka dianugerahi jaringan penyimpan air ekstra besar pada bagian batang dan daunnya yang berdaging tebal.
Kini, variasi kaktus lanskap semakin beragam dan mudah ditemukan di pasaran. Anda bisa menanam kaktus koboi yang menjulang tinggi untuk memberikan kesan industrialis, atau menyusun aneka sukulen kecil di area taman bebatuan (rock garden) yang kering namun tetap menawan.
5. Bunga Tapak Dara (Vinca)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504601/original/063575500_1771246878-bunga_tapak_dara.jpg)
Bunga Tapak Dara adalah pilihan cerdas bagi Anda yang menginginkan tanaman penutup tanah atau ground cover yang rajin berbunga namun tak rewel. Vinca sangat menyukai panas dan terbukti mampu tumbuh subur di tanah berpasir maupun tanah lempung yang miskin nutrisi.
Hadir dalam berbagai warna cantik seperti putih, merah muda, hingga ungu pekat, Tapak Dara tumbuh merimbun ke samping. Tanaman ini akan menutupi permukaan tanah yang gersang dengan hamparan bunga yang mekar sepanjang tahun tanpa henti.
Advertisement
6. Lidah Buaya (Aloe Vera)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295702/original/083325800_1783939530-4.jpg)
Selain populer sebagai bahan alami untuk perawatan rambut dan kulit, Lidah Buaya adalah tanaman hias eksterior yang luar biasa tangguh. Daunnya yang tebal dan berduri halus difungsikan untuk meminimalisir penguapan, sehingga ia bebas tumbuh meski jarang mendapat asupan air.
Menanam Lidah Buaya di pekarangan memberikan keuntungan ganda. Anda mendapatkan sentuhan hijau yang menyegarkan mata, sekaligus memiliki 'apotek hidup' yang siap digunakan kapan saja saat ada anggota keluarga yang mengalami luka bakar ringan atau iritasi kulit.
7. Bunga Euphorbia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314862/original/052630900_1785811270-Euphorbia_Milii.jpeg)
Dikenal lewat batangnya yang dipenuhi duri tajam, Euphorbia adalah lambang ketangguhan sejati. Tanaman ini sangat toleran terhadap cuaca kemarau panjang dan kondisi media tanam yang kering kerontang sekalipun.
Menariknya, meskipun terlihat garang dengan durinya, Euphorbia menghasilkan kelompok bunga berukuran kecil yang berkumpul rapat dalam warna-warna cerah memikat. Sangat ideal ditanam di tepi pagar sebagai elemen dekoratif yang sekaligus berfungsi sebagai pengaman alami rumah.
Advertisement
8. Lavender
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316179/original/072064600_1785915682-9.jpg)
Banyak yang belum tahu bahwa Lavender justru membenci tanah yang terlalu subur dan lembap. Tanaman herbal ini berkembang sangat baik di lingkungan tanah berpasir, berbatu, dan kering, karena habitat aslinya berada di kawasan Mediterania yang panas.
Kehadiran semak Lavender di pekarangan tidak hanya menghadirkan warna ungu kebiruan yang elegan, tetapi juga menebarkan aroma relaksasi yang khas. Bonus tambahannya, aroma wangi ini sangat dihindari oleh nyamuk, sehingga pekarangan Anda bebas dari gangguan serangga.
9. Palem Kuning (Areca Palm)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294192/original/056387800_1783822071-Modern_Indonesian_Terrace.jpg)
Untuk menciptakan ilusi keteduhan di tanah yang gersang, Palem Kuning adalah kandidat yang sangat direkomendasikan. Tanaman ini sanggup beradaptasi di tanah yang minim gizi, asalkan mendapatkan asupan cahaya matahari yang melimpah setiap harinya.
Daun-daunnya yang menyirip dan merimbun memberikan efek visual yang sejuk sekaligus meredam hembusan angin yang membawa debu. Kehadiran palem di sudut pekarangan sukses menginjeksi nuansa liburan tropis yang santai ke dalam hunian Anda.
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Pilihan Tanaman Rumahan untuk Pekarangan dengan Kondisi Tanah Tandus
1. Apakah tanaman di tanah tandus perlu diberi pupuk?
Ya, meski tangguh, pemberian pupuk kompos atau kandang secara berkala (misalnya 3-4 bulan sekali) akan membantu memperbaiki struktur tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman.
2. Berapa kali saya harus menyiram tanaman-tanaman tersebut?
Sebagian besar tanaman di atas hanya membutuhkan penyiraman 1 hingga 2 kali seminggu, atau saat permukaan tanah benar-benar terasa kering ketika disentuh.
3. Apakah aman menanam kamboja atau kaktus langsung di tanah?
Sangat aman. Pastikan saja area tersebut tidak rentan tergenang air saat hujan turun, karena akar tanaman penyuka kering sangat rentan terhadap pembusukan jika terlalu terendam.
4. Bagaimana cara menggemburkan tanah pekarangan yang sudah terlanjur keras?
Anda bisa mencampur lapisan atas tanah dengan sekam bakar, pasir kasar, dan pupuk kompos organik. Cara ini ampuh memperbaiki sirkulasi udara dan porositas air pada tanah.
5. Bisakah deretan tanaman ini ditanam di dalam pot?
Tentu saja. Jika tanah di pekarangan Anda murni bebatuan keras, Anda bisa menggunakan pot berukuran besar berbahan tanah liat sebagai alternatif media tanam yang tetap indah dipandang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561710/original/027708500_1776757647-cek_fakta_bansos_ibu_hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350031/original/038888200_1789552849-cek_fakta_-_Bank_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230141/original/048825600_1747983618-PatungEmas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854795/original/015060900_1717646117-cek_fakta_antam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353908/original/039639800_1789983054-e92fe25b-638e-4a2e-b877-762fa2878929.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365873/original/096339100_1791199190-Gemini_Generated_Image_afnglxafnglxafng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365808/original/041505400_1791195851-Gemini_Generated_Image_dezzgxdezzgxdezz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365906/original/010809600_1791201189-30780ecd-9509-4456-bb37-8f1966ad1285.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365826/original/014960100_1791197286-Gemini_Generated_Image_ihhubfihhubfihhu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3964051/original/015538300_1647395015-air-conditioning-decoration-interior.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365692/original/059663400_1791189070-Gemini_Generated_Image_11nvtx11nvtx11nv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513862/original/033295900_1772074336-unnamed__74_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365646/original/043661900_1791187465-Gemini_Generated_Image_6rawju6rawju6raw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365647/original/066708600_1791187488-3619ecb2-30b3-4e83-b42b-8d1592e607ea.jpg)