Pria Kritis di Gedung Mangkrak Pasar Kliwon, Penyebab Masih Misteri

Mudliun (24) ditemukan kritis setelah diduga jatuh dari lantai 5 Gedung Parkir Sisi Barat Pasar Kliwon. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 09:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gedung Parkir Sisi Barat Pasar Kliwon, Kudus, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan setelah Mudliun (24) ditemukan tergeletak dalam kondisi kritis di sisi barat bangunan tersebut, Senin (5/10/2026). Namun, penyebab peristiwa tersebut masih menjadi misteri.

Mudliun diduga jatuh dari lantai 5 gedung dengan ketinggian sekitar 15 meter. Korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB setelah dua petugas Satuan Tata Tertib (Satib) Pasar Kliwon mendengar suara seseorang meminta pertolongan.

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kapolsek Kudus AKP Rusmanto mengatakan, kedua petugas yang sedang berpatroli kemudian mencari sumber suara tersebut.

Mereka selanjutnya menemukan korban sudah tergeletak di tanah di sebelah barat Gedung Parkir Sisi Barat Pasar Kliwon, Jalan Jenderal Sudirman, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus.

Dugaan korban terjatuh dari lantai 5 diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang yang diduga milik Mudliun di lantai tersebut.

"Di lantai 5 ditemukan sepeda, jam tangan dan topi yang diduga milik korban," ujar Rusmanto, Selasa (6/10/2026).

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Rendeng dan petugas SPKT Polsek Kudus.

Tim URC Sat Samapta dan Tim Inafis Polres Kudus langsung mendatangi lokasi. Sekitar 10 menit kemudian, petugas tiba dan melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Loekmonohadi Kudus untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya satu unit sepeda lipat merek Pacific, sandal, dan jam tangan.

 

Gedung Parkir Lama Mangkrak Kembali Disorot

Insiden tersebut kembali menyoroti keberadaan Gedung Parkir Sisi Barat Pasar Kliwon yang selama bertahun-tahun belum dimanfaatkan secara optimal.

Bangunan bertingkat tersebut dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten Kudus dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah. Namun, hingga kini pemanfaatannya sebagai fasilitas publik belum maksimal dan kondisi bangunan kerap menjadi perhatian.

Kondisi gedung yang belum difungsikan secara optimal juga memunculkan pertanyaan mengenai aspek keamanan, terutama akses menuju lantai-lantai atas yang semestinya mendapatkan pengawasan dan pengamanan.

Terlebih, insiden terbaru terjadi di lantai 5 dengan ketinggian sekitar 15 meter dan menyebabkan korban harus mendapatkan perawatan medis.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan kondisi bangunan maupun minimnya pengamanan sebagai faktor penyebab kejadian. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan bagaimana korban dapat berada di lantai 5 hingga akhirnya terjatuh.

Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti insiden sekaligus memberikan gambaran mengenai aspek keselamatan di gedung parkir yang dibangun menggunakan anggaran daerah tersebut.