Liputan6.com, Jakarta - Turi menjadi salah satu tanaman yang mulai banyak dicari warga perkotaan maupun pedesaan karena manfaatnya sebagai sayur, pakan ternak, dan peneduh alami di halaman rumah. Berita baiknya, pohon ini bisa ditanam meskipun Anda memiliki perkarangan rumah yang terbatas selama anda mengetahui cara menanam turi di halaman.
Pohon ini dikenal cepat tumbuh dan minim perawatan dibanding tanaman pekarangan lain pada umumnya. Daun turi bisa diolah menjadi sayur bening yang segar, sementara bunganya kerap dijadikan lalapan atau campuran pecel. Selain nilai konsumsi, turi juga membantu menyuburkan tanah karena akarnya mampu mengikat nitrogen dari udara secara alami.
Pada artikel ini, Anda dapat menemukan informasi seputar cara menanam turi di halaman sehingga pohon tersebut bisa tumbuh subur dan lebat. Mari simak ulasan selengkapnya berikut ini yang telah dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (10/8/2026).
Advertisement
Pilih Benih atau Bibit Turi yang Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319912/original/046060800_1786326348-0cc80c15-83e0-4af5-b387-bd56cfe905b9.jpg)
Benih turi bisa didapat dari polong tua yang sudah kering di pohon induk. Warna polong biasanya berubah menjadi cokelat kehitaman saat benih siap dipanen. Pilih pohon induk yang sehat dan produktif agar benih yang dihasilkan juga memiliki daya tumbuh baik.
Perhatikan kondisi benih sebelum ditanam ke media semai. Benih yang bagus terasa keras saat ditekan dan tidak berlubang bekas hama. Hindari benih dengan bercak jamur atau warna kusam karena kemungkinan besar sudah rusak dan sulit berkecambah.
Sebelum disemai, rendam benih dalam air hangat selama semalam penuh. Proses ini membantu melunakkan kulit benih yang keras sehingga perkecambahan berlangsung lebih cepat. Benih yang mengapung sebaiknya dibuang karena biasanya kosong atau tidak layak tanam.
Advertisement
Siapkan Media Tanam dan Lokasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319913/original/053388500_1786326348-6904d1c0-4f91-4b16-8481-47e8117bb37a.jpg)
Turi tumbuh baik pada tanah gembur yang kaya bahan organik. Campurkan tanah dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan dua banding satu. Pastikan media memiliki drainase baik agar air tidak menggenang di area perakaran.
Pilih lokasi tanam yang terkena sinar matahari langsung minimal enam jam sehari. Turi termasuk tanaman yang membutuhkan cahaya penuh untuk tumbuh optimal. Area terbuka di halaman depan maupun belakang rumah biasanya sudah memenuhi syarat ini.
Penanaman bisa dilakukan langsung di tanah atau menggunakan polybag untuk tahap awal. Polybag memudahkan pemantauan pertumbuhan sebelum bibit dipindahkan ke lahan permanen. Ukuran polybag minimal tiga puluh sentimeter sudah cukup untuk fase penyemaian awal.
Lakukan Penyemaian Benih Turi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319914/original/062068400_1786326348-2300e8af-0843-4c53-aa93-d4043915a749.jpg)
Masukkan benih ke dalam lubang tanam sedalam dua sentimeter pada media semai. Tutup permukaan dengan tanah tipis lalu siram menggunakan air secukupnya. Satu lubang cukup diisi satu benih agar pertumbuhan akar tidak saling berebut ruang.
Letakkan wadah semai di tempat teduh selama beberapa hari pertama. Siram media setiap pagi dan sore agar kelembapan tanah tetap terjaga. Kecambah turi biasanya muncul ke permukaan tanah dalam waktu lima hingga tujuh hari setelah tanam.
Setelah bibit memiliki empat hingga enam helai daun, tanaman siap dipindahkan ke lokasi tanam permanen. Proses pemindahan sebaiknya dilakukan sore hari untuk mengurangi tingkat stres pada akar. Bibit yang sudah kokoh akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Advertisement
Tanam Bibit Turi di Halaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319915/original/069956700_1786326348-51a36b06-0603-4789-b54b-7d1847257755.jpg)
Gali lubang tanam dengan kedalaman dan lebar sekitar tiga puluh sentimeter. Beri jarak antar lubang minimal tiga meter karena turi bisa tumbuh menjadi pohon dengan tajuk lebar. Jarak ini juga mencegah akar antar pohon saling berebut unsur hara.
Keluarkan bibit dari polybag secara hati hati agar akar tidak putus. Letakkan bibit tepat di tengah lubang tanam lalu timbun dengan campuran tanah dan kompos. Padatkan tanah secukupnya agar bibit berdiri tegak dan tidak mudah roboh.
Siram bibit segera setelah proses tanam selesai hingga tanah basah merata. Pasang ajir atau penyangga sederhana bila lokasi tanam sering terpapar angin kencang. Penyangga ini membantu batang muda tumbuh lurus selama masa adaptasi awal.
Rawat Tanaman Turi secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319916/original/078057700_1786326348-fa3a1750-91ed-47e8-8c13-a0837b25012a.jpg)
Siram tanaman turi secara rutin terutama pada musim kemarau atau saat tanaman masih muda. Frekuensi penyiraman bisa dikurangi setelah akar tanaman kuat dan mampu menjangkau sumber air di dalam tanah. Turi dewasa termasuk tanaman yang tahan terhadap kondisi kering.
Berikan pupuk kandang setiap satu hingga dua bulan sekali untuk mendukung pertumbuhan daun dan cabang. Pemupukan tambahan dengan pupuk NPK bisa dilakukan pada fase awal pertumbuhan. Hindari pemupukan berlebihan karena berpotensi merusak akar tanaman.
Pangkas cabang yang tumbuh tidak beraturan agar bentuk pohon tetap rapi dan tajuk tidak terlalu lebat. Periksa daun secara berkala untuk mendeteksi serangan ulat atau kutu sejak dini. Penanganan hama sejak awal mencegah kerusakan meluas ke bagian tanaman lain.
Advertisement
Tips Tambahan Menanam Turi di Halaman
Selain mengikuti tahapan tanam, ada langkah tambahan yang membantu pohon turi tumbuh maksimal di halaman rumah. Tips berikut bisa diterapkan setelah proses penanaman selesai agar hasilnya lebih optimal.
Perhatikan Jarak Tanam dari Bangunan: Tanam pohon turi minimal lima meter dari fondasi rumah atau saluran air karena akarnya bisa menyebar cukup jauh dan berpotensi mengganggu struktur bangunan di sekitar halaman.
Gunakan Mulsa di Sekitar Batang: Sebarkan mulsa organik seperti jerami atau daun kering di sekitar batang untuk menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma yang bisa mengganggu penyerapan nutrisi tanaman.
Ratakan Area Penyiraman: Sirami tanaman secara merata ke seluruh area perakaran, bukan hanya di dekat batang, agar akar berkembang menyebar dan tanaman lebih kuat menahan terpaan angin kencang.
Manfaatkan Daun Turi yang Rontok: Kumpulkan daun turi yang gugur untuk dijadikan kompos tambahan karena kandungan nitrogennya cukup tinggi dan bisa menyuburkan tanaman lain di halaman rumah.
Pantau Pertumbuhan Tajuk: Cek bentuk tajuk pohon setiap beberapa bulan sekali agar pemangkasan bisa dilakukan sebelum cabang tumbuh terlalu lebat dan menutupi tanaman lain di sekitarnya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Turi di Halaman
Berapa lama pohon turi berbuah setelah ditanam?
Pohon turi umumnya mulai berbunga dan berbuah dalam waktu delapan bulan hingga satu tahun setelah tanam, tergantung kondisi media tanam dan intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman.
Apakah turi bisa ditanam di lahan sempit?
Turi bisa ditanam di lahan sempit menggunakan polybag atau pot besar pada tahap awal, namun perlu dipindahkan ke area lebih luas begitu tajuk pohon mulai berkembang lebar.
Berapa tinggi maksimal pohon turi?
Pohon turi dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sepuluh meter dalam kondisi lingkungan yang mendukung, sehingga pemangkasan rutin diperlukan bila ditanam di halaman rumah dengan lahan terbatas.
Apakah daun turi aman dikonsumsi setiap hari?
Daun turi aman dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari menu sayur harian, namun konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari dan sebaiknya diimbangi dengan variasi bahan makanan lain.
Media tanam apa yang paling cocok untuk turi?
Media tanam yang paling cocok untuk turi adalah campuran tanah gembur dengan kompos atau pupuk kandang karena mampu menyediakan unsur hara sekaligus menjaga drainase air tetap lancar.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319911/original/039399200_1786326348-680797ca-84bc-4ade-a319-da64968fe5ad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319660/original/094435000_1786264464-Tempat_Lampu_LED_Bermotif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319608/original/094229100_1786261833-HL_tangan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317979/original/046487700_1786083046-IDw23VQzemSIiKQFQ81oglQqyZ0nTIyS1XDzS9ip.jpg)