Liputan6.com, Jakarta - Memelihara hewan di rumah kini bukan sekadar hobi pengisi waktu luang, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat modern, termasuk di Indonesia. Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa interaksi dengan hewan berbulu ini membawa dampak positif signifikan. Sebuah studi berjudul "Cat ownership and the Risk of Fatal Cardiovascular Diseases" dalam Journal of Vascular and Interventional Neurology (Qureshi et al., 2009, hlm. 132-135) mengungkapkan fakta mengejutkan tentang korelasi kepemilikan kucing dengan penurunan risiko penyakit mematikan. Salah satu manfaat memelihara kucing yang paling utama adalah kemampuannya menenangkan sistem saraf pemiliknya melalui interaksi fisik yang sederhana namun bermakna.
Di Indonesia, kucing adalah hewan peliharaan populer karena perawatannya yang relatif mudah dan sifatnya yang mandiri, cocok untuk masyarakat urban yang sibuk. Selain menjadi teman setia, keberadaan kucing di rumah menciptakan atmosfer yang lebih hidup dan hangat, membantu pemiliknya merasa lebih dibutuhkan dan dihargai. Berikut ulasan Liputan6.com tentang manfaat memelihara kucing dari berbagai sumber Jumat (31/7/2026).
1. Menurunkan Risiko Serangan Jantung Fatal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5176122/original/097616500_1743063040-young-housewife-apron-white-background-holds-her-beloved-pet-big-fluffy-cat-happy-family.jpg)
Keberadaan kucing di rumah terbukti secara ilmiah mampu menjaga kesehatan jantung pemiliknya dalam jangka panjang. Berdasarkan penelitian Qureshi dkk. (2009), individu yang pernah atau sedang memelihara kucing memiliki risiko kematian akibat serangan jantung 30% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah memeliharanya. Efek menenangkan dari mengelus kucing membantu menurunkan tekanan darah dan kecemasan, yang merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.
Manfaat ini tetap relevan bahkan setelah memperhitungkan faktor risiko lain seperti merokok, diabetes, dan kolesterol tinggi. Bagi masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat stres kerja tinggi dan gaya hidup sedenter, memiliki kucing bisa menjadi langkah preventif yang menyenangkan. Interaksi santai dengan kucing di malam hari setelah bekerja membantu menstabilkan detak jantung dan mengembalikan keseimbangan tubuh secara alami tanpa obat-obatan.
2. Terapi Penyembuhan Tulang Melalui Dengkuran (Purring)
Salah satu keunikan kucing yang paling ajaib adalah suara dengkuran atau purring yang dihasilkannya saat merasa nyaman atau sakit. Menurut penelitian Elizabeth von Muggenthaler dalam The Journal of the Acoustical Society of America (2001, hlm. 2666), frekuensi dengkuran kucing berada pada kisaran 25 hingga 140 Hz. Frekuensi getaran ini secara medis diketahui dapat membantu penyembuhan tulang, meredakan nyeri, dan mengurangi pembengkakan pada jaringan lunak.
Bagi penderita nyeri sendi atau cedera otot ringan, memangku kucing yang sedang mendengkur bisa menjadi terapi getaran alami yang menenangkan. Di Indonesia, di mana pengobatan alternatif cukup digemari, fenomena ini menambah nilai plus memelihara kucing. Getaran halus tersebut merangsang regenerasi sel tubuh, menjadikan momen bersantai bersama kucing tidak hanya nyaman secara emosional tetapi juga menyembuhkan secara fisik.
Advertisement
3. Mencegah Alergi pada Anak Sejak Dini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312104/original/024954100_1785480605-pexels-arteeem-1945539.jpg)
Banyak orang tua khawatir bulu kucing menyebabkan alergi, namun penelitian justru menunjukkan sebaliknya jika paparan terjadi sejak dini. Studi dalam Clinical & Experimental Allergy (Hesselmar et al., 1999, hlm. 611-617) menemukan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan hewan peliharaan di tahun pertama kehidupannya memiliki risiko lebih rendah terkena alergi di kemudian hari. Paparan awal terhadap alergen hewan melatih sistem kekebalan tubuh anak untuk tidak bereaksi berlebihan.
Di lingkungan tropis seperti Indonesia yang rentan debu dan polutan, sistem imun yang terlatih sejak kecil sangatlah penting. Manfaat memelihara kucing bagi anak tidak hanya sebatas teman bermain, tetapi juga sebagai "pelatih" alami bagi sistem pertahanan tubuh mereka. Hal ini sekaligus membantah mitos bahwa rumah dengan bayi harus steril sepenuhnya dari hewan peliharaan, asalkan kebersihan hewan tetap terjaga dengan baik.
4. Mengurangi Stres dan Kecemasan Akut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312105/original/047062600_1785480605-pexels-sam-lion-6001186.jpg)
Interaksi dengan kucing dapat memicu pelepasan hormon oksitosin, dopamin, dan serotonin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Sebuah riset yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension (Allen et al., 2001, hlm. 815-820) menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan memiliki respons tekanan darah yang lebih rendah terhadap stres mental dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan. Mengelus bulu kucing yang lembut memberikan sensasi taktil yang langsung mengirim sinyal relaksasi ke otak.
Dalam konteks kesehatan mental di Indonesia yang semakin menjadi perhatian, kucing bisa menjadi support system non-verbal yang efektif. Saat seseorang merasa cemas atau tertekan, kehadiran kucing yang diam namun menemani bisa lebih menenangkan daripada kata-kata penghiburan. Sifat kucing yang terkadang lucu dan tidak terduga juga menjadi hiburan instan yang mampu mengalihkan pikiran negatif menjadi tawa ringan.
5. Mengatasi Rasa Kesepian dan Depresi
Kucing memberikan cinta tanpa syarat yang sangat dibutuhkan oleh individu yang merasa terisolasi atau kesepian. Studi dalam jurnal BMC Psychiatry (Brooks et al., 2018, Artikel 31) menyoroti peran hewan peliharaan dalam membantu pengelolaan masalah kesehatan mental jangka panjang. Kucing memberikan rutinitas, rasa tanggung jawab, dan kehadiran fisik yang nyata bagi pemiliknya, yang merupakan elemen kunci dalam melawan gejala depresi.
Bagi lansia atau perantau di kota besar di Indonesia yang jauh dari keluarga, kucing sering kali dianggap sebagai anggota keluarga pengganti. Ikatan emosional yang terjalin membuat pemilik merasa memiliki tujuan hidup karena ada makhluk hidup lain yang bergantung padanya. Kehadiran mereka mengisi kekosongan di rumah, menjadikan suasana lebih hidup dan mengurangi perasaan sunyi yang bisa memicu penurunan kognitif.
Advertisement
6. Meningkatkan Kualitas Tidur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312106/original/064815200_1785480605-pexels-helenalopes-8076351.jpg)
Banyak pemilik kucing melaporkan bahwa mereka tidur lebih nyenyak saat kucing peliharaan mereka berada di dekatnya atau satu ruangan. Rasa aman dan nyaman yang ditimbulkan dari keberadaan hewan peliharaan membantu seseorang rileks lebih cepat saat akan tidur. Suara napas teratur dan dengkuran halus kucing berfungsi seperti white noise alami yang meninabobokan dan menjaga tidur tetap lelap sepanjang malam.
Meskipun kebiasaan kucing yang aktif di malam hari (nocturnal) kadang mengganggu, banyak orang Indonesia tetap membiarkan kucing tidur di kasur mereka. Survei dari Mayo Clinic Center for Sleep Medicine menemukan bahwa 41% pemilik hewan merasa peliharaannya justru membantu mereka tidur lebih baik. Kehangatan tubuh kucing yang menempel memberikan efek grounding yang nyaman, terutama saat cuaca sedang hujan atau dingin.
7. Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil
Selain menurunkan risiko jantung, interaksi rutin dengan kucing efektif menjaga tekanan darah tetap pada angka normal sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa berbicara dengan hewan peliharaan sering kali lebih menurunkan tekanan darah daripada berbicara dengan pasangan atau teman, karena hewan tidak menghakimi. Kondisi rileks tanpa takut dinilai inilah yang membuat pembuluh darah tidak menegang.
Manfaat ini sangat relevan bagi penderita hipertensi yang perlu menjaga emosi agar tetap stabil. Dengan hanya duduk santai sambil memperhatikan tingkah laku kucing yang menggemaskan, tubuh secara otomatis masuk ke mode istirahat. Manfaat memelihara kucing ini menjadi solusi kesehatan yang murah dan menyenangkan, melengkapi pola makan sehat dan olahraga yang dianjurkan dokter.
8. Membangun Empati dan Tanggung Jawab Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312107/original/078738100_1785480605-pexels-pitipat-usanakornkul-542797332-16597603.jpg)
Memelihara kucing melatih kepekaan sosial dan empati seseorang terhadap makhluk lain di sekitarnya. Merawat makhluk hidup yang tidak bisa berbicara menuntut pemilik untuk lebih peka terhadap bahasa tubuh dan kebutuhan non-verbal. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) pemiliknya, membuat mereka lebih sabar dan pengertian dalam menghadapi orang lain di kehidupan sosial.
Di masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, sifat empati ini sangat dihargai. Anak-anak yang dibesarkan dengan kucing cenderung tumbuh menjadi pribadi yang penyayang dan peduli lingkungan. Kucing mengajarkan bahwa setiap makhluk hidup berhak mendapatkan kasih sayang, makanan, dan perlindungan, sebuah nilai moral yang luhur untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya Vaksinasi dan Kebersihan Kandang
Meskipun manfaatnya melimpah, pemilik kucing wajib memperhatikan aspek kebersihan agar terhindar dari penyakit zoonosis seperti toksoplasmosis.
Kunci utamanya adalah rutin membersihkan kotoran kucing (litter box) setidaknya dua kali sehari dan mencuci tangan dengan sabun setelah berinteraksi.
Selain itu, pastikan kucing mendapatkan vaksinasi lengkap dan obat cacing rutin sesuai anjuran dokter hewan untuk melindungi kesehatan kucing dan seluruh anggota keluarga di rumah.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Manfaat Memelihara Kucing
Apakah benar memelihara kucing bisa menyembuhkan penyakit tulang?
Secara teknis, bukan menyembuhkan secara langsung seperti obat, tetapi mempercepat proses pemulihan. Penelitian menunjukkan bahwa frekuensi dengkuran kucing (25-140 Hz) adalah frekuensi terapeutik yang optimal untuk stimulasi pertumbuhan tulang dan perbaikan otot. Getaran ini mirip dengan alat terapi getar yang digunakan di dunia medis untuk mencegah pengeroposan tulang dan mempercepat penyambungan tulang yang patah, sehingga interaksi dekat dengan kucing yang mendengkur memberikan efek terapi pasif bagi pemiliknya.
Bagaimana cara manfaat memelihara kucing bekerja dalam mengurangi stres pekerja kantoran?
Mekanismenya bekerja melalui penurunan hormon kortisol (hormon stres) dan peningkatan oksitosin. Bagi pekerja kantoran yang seharian menghadapi tekanan tenggat waktu, pulang ke rumah dan disambut oleh kucing memberikan perubahan fokus instan dari pekerjaan ke kasih sayang. Aktivitas mengelus kucing selama 10 menit saja sudah cukup untuk menurunkan detak jantung dan merilekskan otot yang tegang, menciptakan transisi mental yang efektif dari mode "kerja" ke mode "istirahat".
Apakah penderita alergi debu boleh memelihara kucing?
Penderita alergi debu tetap bisa memelihara kucing dengan beberapa penyesuaian khusus dan disiplin kebersihan. Sebaiknya pilih ras kucing yang hypoallergenic atau yang kerontokan bulunya minim, serta hindari membiarkan kucing masuk ke kamar tidur. Penggunaan air purifier berkualitas di rumah dan rutin menyisir bulu kucing serta membersihkan rumah dari debu dan dander (serpihan kulit mati hewan) akan sangat membantu meminimalisir reaksi alergi, sehingga manfaat kebersamaannya tetap bisa didapatkan.
Â
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311975/original/026307100_1785471706-Screenshot_2026-07-31_103854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312103/original/008370700_1785480605-pexels-cottonbro-6865178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6509229/original/090335100_1779368381-Kucing_Pujanggana_Mengku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495385/original/010113200_1770367769-daniel-zopf-iQsbPwP-pYw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311059/original/080282900_1785387074-c53BqhErmxOxZpDo4tO3YRRXVgvqGY8XH9LO0NBB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311989/original/091367400_1785473843-keranjang_laundry.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5222291/original/004015500_1747388527-pexels-heyho-6758245.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311986/original/075996900_1785473519-Screenshot_2026-07-31_115112.jpg)