Sering Scroll HP? Ini 6 Dampak Fisik yang Sering Tak Disadari

Scroll HP memang menyenangkan, tetapi kebiasaan ini juga dapat memicu berbagai keluhan fisik jika dilakukan secara berlebihan.

Diterbitkan 30 Juli 2026, 20:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menggulir layar ponsel atau scrolling sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Mulai dari mengecek media sosial, membaca berita, hingga menonton video pendek, aktivitas ini sering dilakukan tanpa terasa menghabiskan waktu berjam-jam.

Meski terlihat sepele, kebiasaan terlalu lama menatap layar ponsel ternyata dapat memengaruhi kondisi tubuh. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi jika berlangsung terus-menerus, berbagai keluhan fisik bisa mulai muncul, mulai dari nyeri leher hingga gangguan tidur.

Berikut beberapa perubahan fisik yang kerap dikaitkan dengan kebiasaan terlalu lama menggunakan ponsel.

1. Bahu Menjadi Tegang

Banyak orang tidak menyadari bahwa bahunya ikut menegang saat menggunakan ponsel.

Tanpa disadari, bahu sering terangkat atau berada dalam posisi yang sama cukup lama. Lama-kelamaan, otot menjadi tegang dan terasa tidak nyaman.

Masalahnya, tubuh bisa menganggap posisi tersebut sebagai sesuatu yang normal jika dilakukan setiap hari.

Karena itu, penting untuk sesekali berhenti menggunakan ponsel, menggerakkan tubuh, serta melakukan peregangan ringan agar ketegangan pada bahu tidak terus menumpuk.

2. Pola Tidur Bisa Berubah

Banyak orang memiliki kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur.

Padahal, alih-alih membantu tubuh rileks, ponsel justru terus memberikan informasi baru yang membuat otak tetap aktif. Cahaya dari layar juga dapat memengaruhi ritme alami tubuh dalam mengatur waktu tidur.

Akibatnya, waktu tidur bisa semakin larut tanpa disadari. Apalagi media sosial dan berbagai aplikasi terus menyajikan konten baru yang membuat Anda ingin terus menggulir layar.

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi dampaknya adalah menghentikan penggunaan ponsel sekitar 30 menit sebelum tidur atau meletakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau saat malam hari.

3. Tangan dan Pergelangan Tangan Lebih Mudah Pegal

Gerakan kecil seperti mengusap layar atau mengetik memang terlihat ringan. Namun, ketika dilakukan ribuan kali setiap hari, tekanan pada otot dan sendi tangan dapat terus bertambah.

Sebagian orang mulai merasakan pegal pada ibu jari, jari-jari, pergelangan tangan, hingga lengan bawah.

Cara memegang ponsel juga berpengaruh. Menggenggam ponsel terlalu erat atau mempertahankan posisi pergelangan tangan yang sama dalam waktu lama dapat meningkatkan ketegangan pada otot dan sendi.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya carpal tunnel syndrome, yaitu gangguan yang menyebabkan nyeri, kesemutan, atau mati rasa pada tangan akibat tekanan pada saraf di pergelangan tangan.

4. Posisi Kepala Makin Maju dan Postur Tubuh Memburuk

Coba perhatikan orang-orang di ruang tunggu atau transportasi umum. Tidak sedikit yang duduk dengan kepala menunduk, bahu membungkuk, dan leher condong ke depan karena fokus melihat layar ponsel.

Posisi seperti ini sebenarnya bukan posisi alami tubuh jika dipertahankan dalam waktu lama.

Saat Anda menundukkan kepala untuk melihat ponsel, otot leher dan punggung bagian atas harus bekerja lebih keras menopang beban kepala. Semakin lama posisi tersebut dipertahankan, semakin besar pula tekanan yang diterima otot dan sendi.

Awalnya mungkin hanya terasa pegal atau kaku. Namun, jika menjadi kebiasaan setiap hari, kondisi ini dapat memicu nyeri leher, bahu, hingga punggung bagian atas yang berulang.

Risikonya bisa lebih besar bagi orang yang sehari-hari juga bekerja di depan komputer.

5. Mata Mudah Lelah dan Penglihatan Bisa Terganggu

Mata manusia sebenarnya tidak dirancang untuk menatap layar kecil yang terang selama berjam-jam tanpa jeda.

Namun, bagi banyak orang, melihat ponsel menjadi aktivitas pertama setelah bangun tidur dan terakhir sebelum tidur.

Saat fokus menatap layar, frekuensi berkedip biasanya berkurang. Akibatnya, mata menjadi lebih cepat kering, lelah, terasa perih, atau seperti berpasir.

Sebagian orang juga mengalami sakit kepala, penglihatan kabur, atau kesulitan mengalihkan fokus dari layar ke objek yang lebih jauh.

Hingga kini, penelitian mengenai dampak jangka panjang layar ponsel terhadap kesehatan mata masih terus berkembang. Beberapa studi menyebut keluhan tersebut bersifat sementara, sementara penelitian lain menunjukkan adanya peningkatan kasus rabun jauh (miopia) yang diduga berkaitan dengan penggunaan perangkat digital secara berlebihan.

Kabar baiknya, memberi waktu istirahat bagi mata secara rutin dapat membantu mengurangi keluhan tersebut.

6. Massa Otot Berpotensi Berkurang

Duduk sambil bermain ponsel termasuk aktivitas yang minim gerakan.

Seseorang bisa menghabiskan satu jam atau lebih hanya dalam posisi yang sama tanpa banyak menggerakkan tubuh. Jika hal ini terjadi berulang setiap hari, waktu yang dihabiskan untuk aktivitas fisik otomatis semakin sedikit.

Dalam jangka panjang, kurangnya aktivitas dapat membuat otot bekerja lebih sedikit sehingga berpotensi menyebabkan penurunan massa otot.

Kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kebugaran tubuh secara keseluruhan serta meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan jika tidak diimbangi dengan olahraga dan aktivitas fisik yang cukup.

Gunakan Ponsel dengan Bijak

Ponsel bukanlah musuh bagi kesehatan. Perangkat ini tetap memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bekerja hingga berkomunikasi.

Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa diselingi istirahat dapat memberikan dampak pada tubuh secara perlahan.

Meluangkan waktu untuk berdiri, berjalan sebentar, melakukan peregangan, mengistirahatkan mata, dan membatasi waktu scrolling bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh tanpa harus benar-benar menjauh dari teknologi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6