Liputan6.com, Jakarta - Siapa bilang galon bekas hanya bisa dibuang atau dijual ke pengepul? Anda bisa memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah untuk menyalurkan hobi berkarya. Melalui artikel ini, mari berkenalan dengan ide kreatif mengubah galon bekas menjadi lampu hias estetik yang bisa mempercantik kamar atau ruang tamu Anda.
Proyek kerajinan tangan ini menawarkan banyak keunggulan menarik bagi siapa saja yang ingin mencobanya. Dari segi biaya, proyek ini sangat murah karena memanfaatkan barang bekas yang sudah ada di rumah. Selain itu, Anda turut berpartisipasi dalam gerakan ramah lingkungan dengan mengurangi limbah sampah plastik. Hasil akhirnya pun tampak sangat estetik dan bisa disesuaikan dengan berbagai gaya interior seperti minimalis, boho, atau rustic, serta benar-benar fungsional sebagai lampu tidur atau lampu dekorasi ruangan.
Mari ikuti panduan lengkap mengenai cara membuat lampu hias dari galon bekas ini sebagai solusi kreatif untuk mempercantik dekorasi rumah Anda dengan anggaran minimal. Simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber.
Advertisement
1. Persiapan Bahan dan Alat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304200/original/063543300_1784709836-1.jpg)
Sebelum memulai proses pembuatan, pastikan Anda telah menyiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan agar pekerjaan tidak terhambat. Berikut adalah daftar alat dan bahan yang wajib disiapkan:
- Galon bekas (air mineral ukuran besar, seperti Le Minerale)
- Tali goni (hemp twine), tali katun, atau tali eceng gondok
- Lem tembak (glue gun) dan banyak stik lem cadangan
- Cutter atau gunting untuk memotong galon
- Kabel lampu lengkap dengan fitting dan saklar on/off
- Bohlam lampu LED yang hemat energi dan tidak mudah panas
- Cat akrilik atau pilox (opsional, untuk mewarnai bagian tutup galon)
- Solder atau paku panas untuk melubangi tutup galon
- Spidol dan penggaris untuk menandai ukuran potongan
- Obeng untuk membantu merangkai komponen kabel
Advertisement
2. Siapkan dan Bersihkan Galon Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304201/original/071439200_1784709836-2.jpg)
Pilihlah galon bekas air mineral ukuran besar yang masih utuh dan tidak mengalami keretakan atau pecah di bagian bodinya. Pastikan galon dalam kondisi bersih dan cuci seperlunya hingga bagian dalamnya benar-benar kering tanpa menyisakan tetesan air atau kotoran.
Setelah itu, lepaskan tutup galon dari wadahnya dan simpan di tempat aman karena komponen tutup ini akan digunakan kembali pada tahap perakitan lampu. Sebagai catatan penting, galon dengan permukaan bergelombang akan memberikan efek tekstur garis yang sangat menarik dan artistik setelah nantinya dililiti dengan tali.
3. Potong Galon untuk Membentuk Kap Lampu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304202/original/079328600_1784709836-3.jpg)
Mulailah proses pembentukan kap lampu dengan mengukur jarak 21 cm dari bagian atas galon ke arah bawah menggunakan penggaris. Buat tanda titik-titik keliling menggunakan spidol agar garis potongan nantinya lurus.
Potong galon mengikuti garis tanda tersebut menggunakan cutter atau gunting yang tajam. Jika Anda memakai cutter, buatlah lubang tusukan awal terlebih dahulu agar ujung gunting bisa masuk dengan mudah. Guntinglah secara perlahan dan hati-hati agar tepian potongan tampak rapi.
Perlu diingat bahwa bagian yang digunakan adalah bagian atas atau leher galon yang akan berfungsi sebagai kap lampu utama. Jangan buru-buru membuang bagian bawah galon yang tersisa karena bagian tersebut masih bisa disimpan untuk proyek daur ulang kerajinan tangan lainnya.
Â
Advertisement
4. Lubangi Tutup Galon untuk Rangkaian Lampu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304203/original/086459100_1784709836-4.jpg)
Ambil kembali tutup galon yang sudah dilepaskan pada tahap awal tadi. Anda perlu membuat lubang di tengah tutup ini untuk jalur masuk kabel dan fitting.
Gunakan solder panas untuk melelehkan dan melubangi bagian tengah tutup dengan hati-hati karena alat ini bersuhu sangat tinggi. Sebagai alternatif, Anda bisa memakai paku yang dipanaskan di atas kompor atau memotongnya perlahan menggunakan ujung cutter. Pastikan ukuran lubang tersebut cukup pas, tidak terlalu longgar agar fitting lampu tidak goyang, namun cukup besar untuk melewatkan kabel.
5. Rakit Lampu dan Pasang ke Tutup Galon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304204/original/093799800_1784709836-5.jpg)
Masukkan jalur kabel dari sisi bagian dalam tutup galon menuju ke arah luar, dengan posisi kepala fitting lampu nantinya berada di bagian bawah (tersembunyi di dalam rongga galon) sementara kabel dan saklar berada di sisi luar.
Pastikan kabel telah menembus lubang tutup dengan rapi. Kencangkan posisi tutup galon pada dudukannya agar rangkaian fitting lampu tidak mudah bergeser. Apabila ukuran kabel dirasa terlalu panjang, Anda dapat memotong dan merapikan ujung tembaganya terlebih dahulu sebelum menyambungkannya kembali ke perangkat fitting.
Â
Advertisement
6. Cat Tutup Galon (Opsional)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304205/original/001235400_1784709837-6.jpg)
Untuk menyamarkan warna dasar tutup botol agar tampak selaras dengan balutan tali hias nantinya, Anda bisa mewarnai bagian luar tutup galon. Gunakan cat akrilik atau pilox semprot untuk hasil yang merata.
Bagi Anda yang menyukai konsep minimalis, pengaplikasian warna putih, krem, atau warna natural lain yang senada dengan tema ruangan sangat direkomendasikan. Biarkan lapisan cat tersebut mengering secara sempurna dalam beberapa menit sebelum Anda melanjutkan ke tahap pelilitan tali.
7. Liliti Galon dengan Tali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304206/original/008866200_1784709837-7.jpg)
Tahap ini merupakan inti dari pembuatan kerajinan dan menjadi bagian yang paling banyak memakan waktu. Siapkan gulungan tali goni, tali katun, atau tali eceng gondok pilihan Anda.
Oleskan cairan lem tembak pada permukaan badan galon secara bertahap per sisi—hindari mengoleskan lem secara langsung di seluruh permukaan sekaligus karena lem tembak cepat sekali mengeras sebelum tali sempat ditekan. Lilitkan tali secara melingkar dari bagian bawah galon menuju ke atas dengan posisi gulungan yang rapat agar tidak menyisakan celah plastik yang terlihat.
Anda juga bisa mengombinasikan warna tali yang berbeda di beberapa tingkat lilitan untuk memunculkan kesan gaya dekorasi boho atau rustic yang unik. Agar lebih efisien, lem per bagian secara berjedanya. Di ujung akhir lilitan, masukkan sisa potongan tali ke bagian dalam rongga galon agar permukaannya tampak bersih tanpa ada serabut menjuntai.
Advertisement
8. Pasang Bohlam dan Finishing Akhir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304207/original/016154200_1784709837-8.jpg)
Langkah penyelesaian dimulai dengan memasang bohlam lampu LED ke dalam fitting yang sudah terpasang. Pastikan posisi bohlam menggantung tepat di bagian tengah kap lampu agar pancaran cahayanya menyebar merata.
Sebelum menempatkannya di ruangan, lakukan uji coba dengan mencolokkan kabel ke stopkontak untuk memastikan aliran listrik dan nyala lampu berfungsi normal. Sebagai sentuhan dekorasi tambahan, Anda bisa melilitkan sedikit tali pita atau makrame di sekitar leher tutup galon untuk mempermanis tampilannya. Bersihkan sisa-sisa benang lem tembak yang menempel, dan lampu hias estetik buatan tangan Anda pun siap digunakan untuk mempercantik sudut kamar atau ruang tamu.
Pertanyaan Seputar Lampu Hias dari Galon Bekas
Q:Â Apakah lampu dari galon bekas aman digunakan?
A: Aman, asalkan Anda menggunakan bohlam LED yang tidak memancarkan panas berlebih. Jangan pernah memakai bohlam pijar konvensional karena suhu panasnya berisiko melelehkan struktur galon plastik atau perekat lem tembak.
Q:Â Berapa biaya untuk membuat lampu hias dari galon bekas?
A: Biayanya sangat terjangkau. Jika galon dan wadah tali sudah tersedia di rumah, perkiraan rincian belanja tambahannya meliputi:
- Kabel dan fitting lampu: Rp 15.000 – Rp 35.000
- Bohlam lampu LED: Rp 10.000 – Rp 25.000
- Lem tembak dan refill: Rp 10.000 – Rp 20.000
- Cat akrilik/pilox (opsional): Rp 10.000 – Rp 25.000
- Total estimasi: Rp45.000 – Rp100.000
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya?
A: Pengerjaan rata-rata memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam. Durasi tersebut sebagian besar dihabiskan pada proses melilitkan tali secara teliti agar hasilnya rapat dan rapi.
Q:Â Tali apa yang paling baik digunakan?
A: Tali goni (hemp twine) sangat pas untuk menonjolkan kesan rustic, tali katun menghadirkan tekstur lembut khas gaya minimalis, sementara tali eceng gondok memberikan nuansa serat alam yang kuat dan eksotis. Anda bebas memilih jenis tali sesuai selera.
Q:Â Apakah harus pakai lem tembak? Bisa pakai lem lain?
A: Lem tembak merupakan pilihan paling optimal karena karakternya yang cepat kering serta memiliki daya rekat kuat pada permukaan plastik. Jenis lem cair lain seperti lem UHU atau lem serbaguna sejenis bisa digunakan, namun membutuhkan waktu tunggu lebih lama agar kering sempurna.
Q:Â Bagaimana cara membersihkan lampu jika berdebu?
A: Cukup bersihkan permukaan lilitan tali menggunakan kain microfiber kering atau tiup tumpukan debunya memakai blower angin kecil. Hindari mencuci atau membasuhnya dengan air guna mencegah kerusakan pada serat tali dan rekatan lem.
Q:Â Bisakah lampu ini dijadikan ide jualan?
A: Tentu saja. Kerajinan lampu hias estetik berbahan dasar limbah galon ini memiliki daya tarik jual yang cukup tinggi sebagai dekorasi ruangan bernilai seni. Produk jadi biasanya dipasarkan seharga Rp50.000 hingga Rp150.000 tergantung tingkat kerumitan desain serta jenis material tali yang dipakai.
Q:Â Apa yang harus dilakukan jika galon yang tersedia berukuran terlalu besar?
A: Jika ukuran galon dirasa terlalu besar, Anda bisa beralih menggunakan galon air mineral mini berkapasitas 1,5 liter atau memotong batas tinggi galon kurang dari 21 cm agar proporsional dengan ruangan kecil.
Q:Â Bagaimana cara menyembunyikan ujung tali agar rapi?
A: Masukkan sisa potongan ujung tali ke bagian dalam celah leher galon lalu beri tetesan lem di sisi bagian dalam tersebut. Dengan cara ini, ujung tali tidak akan terlihat dari luar sehingga hasil akhirnya tampak mulus.
Q:Â Apakah bagian bawah galon yang tersisa bisa digunakan?
A: Tentu bisa. Sisa potongan bagian bawah galon yang menyerupai mangkuk dapat dimanfaatkan kembali menjadi pot tanaman hias gantung, wadah penyimpanan serbaguna, atau tempat pensil estetik untuk proyek DIY berikutnya.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304199/original/054653600_1784709836-Gemini_Generated_Image_k0wx6ck0wx6ck0wx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307024/original/070540700_1784950132-Gemini_Generated_Image_gvv8x7gvv8x7gvv8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306975/original/051727700_1784946498-0f663323-7722-4cdd-a65e-9576030d6f68.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305326/original/006586400_1784791792-HL_cabai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484980/original/044235800_1769490537-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305123/original/091131400_1784785423-Gemini_Generated_Image_wfaherwfaherwfah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305056/original/075068800_1784783395-663694f4-ac1a-4316-bbf0-cf80e20fb58b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304774/original/099261100_1784770268-e407db35-bd41-4f49-99e5-49dada8a009f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304770/original/064187800_1784770101-kolam_galon_jepang_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304558/original/081771400_1784720479-ChatGPT_Image_Jul_22__2026__06_01_39_PM.jpg)