Liputan6.com, Jakarta Bahasa Jawa masih dituturkan puluhan juta orang, tetapi makin sedikit anak muda yang percaya diri menuliskannya. Di titik itulah teks pawarta, yakni berita berbahasa Jawa, menjadi latihan yang menyenangkan sekaligus bernilai.
Menulis pawarta bahasa Jawa juga memiliki sejumlah manfaatnya, antara lain melatih kemampuan berpikir runtut, memperkuat identitas budaya, membantu nilai pelajaran Bahasa Jawa, sekaligus membuka jalan menjadi kreator konten daerah. Sama seperti belajar menyusun teks berita dalam bahasa Indonesia, keterampilan ini bisa dipakai seumur hidup.
Modalnya sederhana, yaitu satu peristiwa di sekitarmu, buku tulis, dan kemauan mencoba. Tulisan ini memandu kamu dari nol, mulai pengertian, struktur, unsur 5W+1H, sampai 7 langkah praktis dan contoh siap tiru. Jadi simak pembahasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (13/7/2026).
Advertisement
Apa Itu Pawarta dan Seberapa Sulit?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4646688/original/021303800_1699871038-mr-cup-fabien-barral-Mwuod2cm8g4-unsplash.jpg)
Berita dalam bahasa Jawa biasa disebut pawarta, yang dalam bahasa Indonesia berarti teks berita. Kata pawarta berasal dari lingga (kata dasar) warta yang artinya kabar. Fungsinya sama dengan berita pada umumnya, hanya medianya bahasa Jawa.
Berdasarkan jenis terbitnya, pawarta dibagi menjadi dua, yaitu ariwarti (terbit setiap hari) dan kalawarti (tidak terbit setiap hari). Pawarta bisa disampaikan lisan (radio), tulisan (koran, majalah, situs web), maupun audio visual (televisi).
Advertisement
Manfaat Menulis Pawarta untuk Otak, Budaya, sampai Peluang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4851276/original/038429700_1717399497-Ilustrasi_menulis__puisi__pantun.jpg)
Secara kognitif, kerangka 5W+1H memaksa otak bekerja sistematis untuk memilah fakta, menyusun sebab-akibat, lalu menuangkannya secara ringkas. Kebiasaan ini menajamkan fokus dan kemampuan berpikir kritis, keterampilan yang berguna di sekolah maupun dunia kerja.
Secara budaya, pawarta melatih pemakaian bahasa yang tepat. Kamu akan terbiasa memilih diksi, memahami peristiwa lokal, dan mengenali kekayaan sastra Jawa lain seperti cerkak atau cerita cekak serta geguritan.
Secara mental, menulis rutin bisa menjadi penyalur stres yang sehat, mirip efek menenangkan saat merenungi kata mutiara bahasa Jawa atau kata-kata motivasi berbahasa Jawa. Ada pula sisi finansial, yakni penulis dan kreator konten daerah kian dicari, sebuah dorongan untuk terus berlatih dengan semangat kerja keras.
Panduan Lengkap Menulis Pawarta Bahasa Jawa
Sebuah tulisan disebut pawarta apabila memenuhi enam ciri. Pawarta harus faktual (benar-benar terjadi, bukan rekaan), aktual atau anyar (masih baru dan relevan), serta penting (bermanfaat bagi khalayak, bukan sekadar menarik bagi penulisnya).
Tiga ciri lain adalah obyektif (netral, tanpa opini pribadi), imbang (menyajikan semua pihak bila ada konflik), dan lengkap (memuat unsur 5W+1H). Inilah pembeda pawarta dari sekadar cerita atau gosip.
Struktur Teks Pawarta
Struktur pawarta baku dan mudah diingat:
- Irah-irahan (judul): padat, jelas, mewakili inti peristiwa.
- Alinea pambuka (teras pawarta): paragraf pembuka berisi ringkasan singkat yang menjawab pertanyaan dasar 5W+1H, sehingga pembaca langsung memahami inti berita.
- Blegere pawarta (isi): tubuh berita yang menguraikan peristiwa secara rinci.
- Panutup pawarta: ringkasan, latar belakang, atau dampak lanjutan.
Unsur 5W+1H dan Asal-usulnya
Enam pertanyaan inilah nyawa sebuah pawarta. Menariknya, kerangka ini berakar jauh sebelum era koran modern.Â
| Unsur | Basa Jawa | Pitakon |
|---|---|---|
| What | Apa | Kedadeyan apa sing dumadi? |
| Who | Sapa | Sapa sing melu utawa keno dampak? |
| When | Kapan | Kapan kedadeyane? |
| Where | Ing ngendi | Ana ing ngendi papane? |
| Why | Kena apa (napa) | Kena apa bisa kelakon? |
| How | Kepriye | Kepriye lakune kedadeyan? |
Piramida Terbalik, Rahasia Menyusun Isi
Setelah teras, kembangkan isi dengan pola piramida terbalik, di mana informasi terpenting di atas, detail pendukung menyusul. Sebagaimana dikutip dari MasterClass, gaya ini lahir dari penemuan telegraf, di mana kabar terpenting dikirim lebih dulu agar tetap sampai walau sambungan terputus.
Pola ini justru makin relevan di era ponsel. Sebagaimana dilaporkan Nielsen Norman Group, piramida terbalik cocok dengan cara pengguna membaca di web, karena informasi paling penting (siapa, apa, kapan, di mana, mengapa) muncul di awal, disusul detail dan latar belakang.Â
7 Langkah Menulis Pawarta dari Nol
- Ngumpulna data. Amati langsung peristiwa atau wawancara narasumber, pastikan 5W+1H sudah lengkap.
- Nemtokna topik. Pilih satu peristiwa yang aktual dan penting bagi pembaca.
- Gawe cengkorongan. Susun kerangka: teras dulu, lalu urutan detail dari paling penting.
- Milih ragam basa. Tentukan ragam ngoko atau krama sesuai sasaran dan situasi.
- Nulis teras pawarta. Rangkum inti dalam satu-dua kalimat; usahakan ringkas, sekitar 30-45 kata.
- Ngembangna isi. Uraikan tubuh berita dengan piramida terbalik dan kutipan narasumber.
- Nemtokna irah-irahan lan mriksa maneh. Buat judul terakhir, lalu periksa fakta, ejaan, dan tanda baca.
Pada langkah keempat, penting menyadari ragam ngoko dan krama (undha-usuk basa). Untuk narasumber terhormat, kutipan sebaiknya memakai krama inggil agar terasa santun dan pas.
Tuladha (Contoh) Pawarta Singkat + 5W+1H
Contoh berikut sengaja disusun sebagai bahan latihan, bukan berita nyata, agar kamu mudah menirunya.
Warga Kampung Nglaras Gotong Royong Ngresiki Kali sadurunge Mangsa Udan
Puluhan warga Kampung Nglaras nganakake kerja bakti ngresiki kali ing dina Minggu esuk. Kegiatan iki ditindakake supaya banyu lancar lan permukiman ora gampang kebanjiran nalika mangsa udan teka.
Warga bebarengan ngangkat sampah, ngeruk lendhut, lan mbenerake talud sing gogrog. Miturut panitia, kerja bakti iki bakal dianakake saben sasi sepisan supaya lingkungan tetep resik lan sehat.
| Unsur | Isi |
|---|---|
| What | Kerja bakti ngresiki kali |
| Who | Puluhan warga Kampung Nglaras |
| When | Dina Minggu esuk |
| Where | Kali ing Kampung Nglaras |
| Why | Nyegah banjir nalika mangsa udan |
| How | Ngangkat sampah, ngeruk lendhut, mbenerake talud |
3 Kesalahan Pemula yang Perlu Dihindari
- Nyampur opini. Pawarta harus obyektif; simpan penilaian pribadi dan sampaikan fakta apa adanya.
- Teras kepanjangen. Jangan menumpuk semua detail di kalimat pertama; cukup inti peristiwa.
- Ragam basa ora ajeg. Hindari mencampur ngoko dan krama tanpa aturan dalam satu berita.
Menulis pawarta pada akhirnya bukan sekadar menuntaskan tugas, melainkan ikut menjaga bahasa Jawa tetap bernapas. Mulailah dari satu peristiwa kecil di sekitarmu, tulis dengan jujur dan lengkap, lalu terbitkan. Setiap pawarta yang kamu buat adalah satu langkah nyata melestarikan basa ibu.
Artikel ini disusun tim redaksi rubrik pendidikan dan budaya dengan merujuk materi ajar Bahasa Jawa, sumber akademik, serta praktik jurnalistik, khusus untuk membantu pembaca pemula belajar menulis pawarta secara benar dan runtut.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pawarta Bahasa Jawa
Q: Apa itu pawarta bahasa Jawa?
A: Pawarta bahasa Jawa adalah teks berita yang ditulis atau disampaikan dalam bahasa Jawa. Fungsinya sama dengan berita pada umumnya, yakni menyampaikan informasi yang faktual, aktual, dan penting kepada masyarakat, hanya saja medianya menggunakan bahasa daerah.
Q: Apa saja unsur 5W+1H dalam pawarta?
A: Unsurnya ada enam, yaitu what (apa), who (sapa), when (kapan), where (ing ngendi), why (kena apa), dan how (kepriye). Keenam unsur ini wajib ada agar berita jelas, runtut, dan mudah dipahami, dan idealnya sudah tergambar sejak paragraf pembuka atau teras pawarta.
Q: Bagaimana struktur teks pawarta yang benar?
A: Struktur pawarta terdiri atas irah-irahan (judul), alinea pambuka atau teras pawarta, blegere pawarta (isi), dan panutup pawarta. Isi berita disusun dengan pola piramida terbalik, yaitu informasi terpenting diletakkan lebih dulu, baru diikuti detail pendukung.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862795/original/084121900_1718280170-Gunung_anak_krakatau_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295180/original/064690600_1783917113-cek_fakta_-_cpns_kemenag_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288241/original/028962800_1783308113-s30XblwBMnDiBu2fFp1CMgVXNueadA0ZE5yC2LZr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294310/original/071433600_1783829242-ar12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294767/original/085878900_1783865269-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295343/original/020374400_1783926373-Argentina_fans.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293559/original/029478700_1783736101-campaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293974/original/060964700_1783766241-dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121792/original/089615500_1660295127-000_DV796670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294722/original/070659100_1783855098-Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295295/original/055994100_1783924053-Anak_Indonesia_yang_Cerdas_dan_Menang_Lomba_Internasional_Didampingi_Orang_Tuanya.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289212/original/086696900_1783395733-iTEqwJ6Sr1SJIHALP8LvpbBxZN9r6jHxNrFIH20l.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295304/original/023584500_1783925127-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291553/original/055660800_1783569040-i2XFnhUu9LFhV4zWZCmcJENrJ3QTQNaUS8xWEZyl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291914/original/038662200_1783579903-X86dymvfH4MzrAfSSUmZfSztDXszX30xxlUrYFcl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3354239/original/044328800_1611127016-20210120-Program-PEN-Sektor-Ketenagalistrikan-Herman-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428474/original/011515100_1618382719-Garuda-Indonesia2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289192/original/076771300_1783395690-GTfYO803GrDwiUQew6PYqILeZPg5Uu6HQKH5ofK9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295234/original/007282200_1783920869-Cover.jpg)