7 Cara Menabung Walau Banyak Hutang, Tetap Sisihkan Dana Mulai Rp 50 Ribu

Cara menabung walau banyak hutang lewat 7 langkah realistis: bangun dana darurat mulai Rp 50 ribu tanpa mengorbankan cicilan. Cocok untuk gaji pas-pasan.

Diterbitkan 05 Juli 2026, 12:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Gaji masuk pagi, siangnya sudah terpotong cicilan, dan tabungan tinggal jadi wacana. Kalau kondisi ini terasa dekat dengan hidup Anda, tarik napas dulu, Anda benar-benar tidak sendirian.

Berdasarkan data OJK, indeks literasi keuangan penduduk Indonesia baru mencapai 65,43 persen pada 2024, sementara nilai pinjaman online yang beredar (outstanding) menembus sekitar Rp 80 triliun pada awal 2025. Artinya, banyak orang berutang, tetapi belum semuanya paham cara mengelolanya agar tetap bisa menabung.

Kabar baiknya, menabung sambil punya utang itu bukan hal mustahil. Kuncinya bukan pada besarnya angka, melainkan urutan dan konsistensi. Berikut panduannya, disusun untuk Anda yang bermodal pas-pasan dan bingung harus mulai dari mana.

Kenapa Menabung Saat Berutang Justru Penting

Banyak yang mengira, kalau masih berutang sebaiknya semua uang dipakai melunasi dulu, tabungan nanti belakangan. Faktanya, logika itu justru berisiko.

Tanpa secuil pun tabungan, satu kejadian tak terduga, ban bocor, HP rusak, anak sakit, bisa memaksa Anda kembali berutang. Inilah yang membuat banyak orang terjebak lingkaran gali lubang tutup lubang lewat pinjol, dengan bunga yang semakin mencekik.

Momen sekarang juga terasa tepat. Biaya hidup terus naik, sementara akses ke rekening tabungan otomatis, reksa dana pasar uang, hingga tabungan berbunga tinggi kini mudah dibuka dari ponsel. Membangun kebiasaan menabung, bahkan sambil mencicil, adalah bentuk pertahanan finansial paling dasar. Mengelola gaji bulanan dengan bijak menjadi titik awal yang menentukan.

Seberapa Sulit Menabung Walau Banyak Hutang dan Berapa yang Harus Disisihkan

Tingkat kesulitan: Menengah (memerlukan kedisiplinan, bukan kepintaran matematika).

Waktu yang dibutuhkan: Sekitar 15-30 menit per minggu untuk mencatat pengeluaran, plus 1 jam saat gajian untuk membagi pos-pos anggaran.

Modal awal (dana yang disisihkan):

Tier Nominal Cocok untuk
Hemat Rp 50 ribu / minggu Pekerja harian, penghasilan tidak menentu
Standar Rp 200 ribu / bulan Karyawan gaji UMR, IRT dengan uang belanja
Premium Rp 500 ribu+ / bulan Punya sisa lega setelah cicilan

Cocok untuk: individu maupun keluarga, penghasilan tetap maupun tidak menentu, dari gaji UMR sampai pekerja lepas. Mengatur keuangan pribadi dengan gaji kecil pun tetap memungkinkan asal perencanaannya matang.

Manfaat Nyata: Dari Tidur Lebih Nyenyak sampai Bebas Jerat Pinjol

Manfaat finansialnya paling jelas: sekecil apa pun dana darurat, ia memutus siklus meminjam untuk menutup kebutuhan mendadak. Anda berhenti membayar bunga di atas bunga.

Dari sisi mental, efeknya nyata. Sejumlah riset keuangan perilaku mengaitkan ketidakpastian finansial dengan tingkat stres dan kecemasan yang lebih tinggi. Sebaliknya, memiliki cadangan, meski kecil, memberi rasa kendali.

Manfaat kognitif dan sosialnya juga terbangun: mencatat arus kas melatih fokus dan pengendalian diri, sementara komunitas menabung membuat Anda tetap termotivasi. Semua ini modal penting menuju bebas utang.

7 Langkah Menabung Walau Masih Banyak Hutang

1. Petakan Semua Utang Anda Dulu

Tulis seluruh utang dalam satu daftar: jenis, sisa pokok, bunga, cicilan minimum, dan tanggal jatuh tempo. Langkah sederhana ini mengubah rasa panik menjadi peta yang bisa Anda kendalikan.

Urutkan dari bunga tertinggi (biasanya kartu kredit, paylater, atau pinjol) sampai terendah. Dari sini, Anda tahu utang mana yang paling "mahal" dan harus diprioritaskan.

2. Susun Anggaran dengan Metode 50/30/20 atau 70/20/10

Mengutip Capital One, metode 50/30/20 yang dipopulerkan Senator Elizabeth Warren membagi penghasilan bersih menjadi 50 persen kebutuhan, 30 persen keinginan, dan 20 persen untuk tabungan sekaligus pelunasan utang.

Kalau cicilan Anda besar, pakai versi lebih longgar seperti 70/20/10: 70 persen kebutuhan, 20 persen utang, 10 persen tabungan. Yang penting, tabungan punya "jatah" resmi, bukan sekadar sisa. Anda bisa memperdalam 13 cara menabung yang efektif dan konsisten untuk menemukan pola yang pas.

3. Prioritaskan Dana Darurat Mini, Mulai Rp 50 Ribu

Inilah inti "menabung walau banyak hutang". Sebelum agresif melunasi, kumpulkan dulu dana darurat kecil sebagai bantalan. Mengacu pada panduan Fidelity, langkah awal yang disarankan adalah membangun penyangga tunai kecil lebih dahulu, baru kemudian menargetkan 3-6 bulan biaya hidup pokok.

Dalam konteks Indonesia, target awal Rp 1 juta sudah cukup untuk memulai. Kumpulkan dari Rp 50 ribu per minggu bila perlu, yang penting rutin.

Ada perdebatan sehat soal ini. Sebagian pakar mengingatkan, menimbun terlalu banyak kas sementara bunga kartu kredit menggerus 2-3 persen per bulan justru merugikan. Rachel Sanborn Lawrence, perencana keuangan bersertifikat di Ellevest, dikutip dari CNBC, menuturkan,

"Secara logika, saya paham mengapa orang ingin memiliki dana cadangan itu. Memiliki sedikit tabungan memang benar-benar membantu orang tidur lebih nyenyak di malam hari."

Jalan tengahnya: bangun dana darurat mini dulu, lalu alihkan energi ke utang berbunga tinggi.

4. Pisahkan Rekening dan Otomatiskan Tabungan

Godaan terbesar adalah memakai uang tabungan untuk belanja harian. Solusinya, simpan di rekening terpisah, idealnya tanpa kartu ATM, dan aktifkan auto-debit tepat setelah gajian.

Haitham Suleiman, goals coach di U.S. Bank, sebagaimana dikutip dari U.S. Bank, menyatakan,

"Transfer otomatis membantu memperkuat kebiasaan menabung dan menghilangkan godaan untuk membelanjakan uang Anda ketika ia mudah dijangkau."

Prinsip "bayar diri sendiri dulu" ini membuat tabungan berjalan tanpa perlu kekuatan tekad setiap hari.

5. Pilih Strategi Pelunasan: Snowball atau Avalanche

Ada dua strategi populer. Snowball: lunasi utang bersaldo terkecil lebih dulu untuk dapat kemenangan cepat dan dorongan semangat. Avalanche: fokus pada utang berbunga tertinggi untuk menghemat total bunga.

Mengacu pada panduan Fidelity pula, metode avalanche menyerang kartu berbunga paling tinggi lebih dulu, lalu pindah ke bunga tertinggi berikutnya, sehingga total bunga yang Anda bayar lebih kecil. Pilih yang paling membuat Anda bertahan, karena strategi terbaik adalah yang benar-benar Anda jalankan.

6. Pangkas Pengeluaran, Nego Bunga, dan Stop Utang Baru

Pangkas dulu pos keinginan: langganan yang menumpuk, kopi harian, dan makan di luar tiap akhir pekan. Uang hasil hematnya langsung dialihkan ke utang dan tabungan.

Sebagaimana dilaporkan Mutual of Omaha, menurunkan bunga meski sedikit sangat berarti, memangkas bunga dari 20 persen ke 17 persen pada saldo tertentu bisa menghemat ratusan ribu per tahun. Jangan ragu menghubungi pihak bank untuk minta keringanan atau restrukturisasi.

Yang tak kalah penting: berhenti menambah utang baru. Waspadai kartu kredit dan paylater, dan pastikan setiap pinjaman online terdaftar di OJK. Pahami dulu manfaat dan risiko kartu kredit sebelum menggeseknya.

7. Tambah Penghasilan dan Kunci Alokasinya

Sebagaimana dilaporkan Mutual of Omaha juga, sejatinya hanya ada dua jalan keluar dari utang: menambah pemasukan atau memangkas pengeluaran. Setelah memangkas, kini saatnya menambah.

Manfaatkan waktu luang untuk usaha sampingan, lalu kunci alokasinya: seluruh penghasilan tambahan khusus untuk utang dan tabungan, bukan gaya hidup. Karyawan bisa melirik ide bisnis simpel untuk gaji UMR, sementara ibu rumah tangga punya banyak pilihan bisnis sampingan modal kecil dari rumah.

Timeline realistis:

  • Minggu 1: Selesaikan daftar utang dan buat anggaran.
  • Bulan 1: Aktifkan auto-debit, kumpulkan dana darurat pertama (mis. Rp 200-400 ribu).
  • Bulan 3: Dana darurat mini mendekati Rp 1 juta, satu utang kecil mulai lunas.
  • Bulan 6: Kebiasaan terbentuk, porsi tabungan bisa dinaikkan pelan-pelan.

Kesalahan umum yang harus dihindari:

  • Menunggu "lunas dulu baru menabung", padahal risiko darurat tak menunggu.
  • Menabung besar tetapi membiarkan cicilan kartu kredit menunggak.
  • Mencampur tabungan dengan rekening belanja harian.
  • Tergoda jasa "pelunasan pinjol" yang justru menawarkan utang baru.

Kata Praktisi dan Perencana Keuangan

Perencana keuangan Andy Nugroho menekankan, begitu cicilan terasa memberatkan, langkah pertama adalah berhenti mengambil pinjaman baru dan fokus melunasi yang ada. Menurutnya,

"Evaluasi pola pengeluaran dan membangun kebiasaan menabung menjadi langkah yang sangat penting setelah lepas dari utang."

Soal urutan prioritas, sebagian ahli global bahkan menempatkan dana darurat lebih dulu. Jessica Moorhouse, pakar keuangan, dikutip dari GOBankingRates, mengatakan,

"Jika Anda tidak punya uang tunai di bank, sesuatu bisa terjadi dan mengacaukan semua rencana Anda, lalu Anda harus mulai lagi dari titik nol."

Namun tabungan tak boleh membuat Anda abai pada bunga. Joy, perencana keuangan dari Pearl Planning, dikutip dari Bankrate, menjelaskan,

"Jika Anda tidak punya tabungan sama sekali, fokus hanya pada membayar utang bisa menjadi bumerang ketika kebutuhan atau biaya tak terduga muncul. Anda mungkin perlu meminjam lagi, dan utang bisa berubah menjadi pintu putar."

Simulasi Alokasi Gaji Rp 4 Juta dengan Cicilan

Berikut gambaran alokasi bagi Anda bergaji Rp 4 juta yang masih punya cicilan. Angka bisa disesuaikan, tetapi jaga total cicilan tetap di bawah 30 persen penghasilan.

Pos Persentase Nominal Catatan
Kebutuhan pokok 50% Rp 2.000.000 Sewa, makan, transport, listrik
Cicilan utang 20% Rp 800.000 Bayar minimum semua, lebihkan yang berbunga tinggi
Keinginan 15% Rp 600.000 Dipangkas sementara sampai utang turun
Tabungan & dana darurat 10% Rp 400.000 Rekening terpisah, auto-debit
Ekstra pelunasan 5% Rp 200.000 Serang utang bunga tertinggi

Dengan pola ini, dalam 6 bulan dana darurat Anda bisa mencapai sekitar Rp 2,4 juta, sambil utang tetap menyusut. Merujuk laporan Experian, skenario ideal memang menyisihkan sekitar 20 persen penghasilan bersih untuk tujuan keuangan, yang dibagi antara menabung dan melunasi utang.

Ingin mempercepat? Sebagaimana dilaporkan Mutual of Omaha, membayar setengah cicilan setiap dua minggu menghasilkan 26 kali setengah pembayaran per tahun, setara 13 kali pembayaran penuh, bukan 12, sehingga pokok utang turun lebih cepat.

Naik Level: Perbesar Tabungan dan Tambah Sumber Cuan

Setelah utang berbunga tinggi lunas dan dana darurat aman, naikkan porsi tabungan secara bertahap dan mulai kenali instrumen bertumbuh. Anda bisa belajar cara menabung saham yang benar untuk tujuan jangka panjang, atau tetap di reksa dana pasar uang yang likuid serta deposito perbankan yang dijamin oleh LPS untuk profil aman.

Untuk mempercepat semuanya, tambahan penghasilan adalah pengungkit paling kuat. Modal bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah, dan pemasaran cukup lewat marketplace seperti Tokopedia, Shopee, atau TikTok Shop. Beberapa jalur yang bisa dijajaki:

Sebagai gambaran hasil, satu produk dropship dengan margin Rp 5.000 yang terjual 50 unit sudah memberi Rp 250.000; jasa desain Rp 20.000 per pesanan dengan 5 order sehari bisa menghasilkan Rp 100.000. Jika ingin memilih peluang paling relevan tahun ini, telusuri 10 ide peluang bisnis modal kecil dan 25 ide usaha sampingan tanpa perlu karyawan.

Komunitas dan Sumber Belajar Keuangan

Belajar bareng membuat proses terasa ringan. Ikuti kanal edukasi OJK melalui Sikapi Uangmu, serta komunitas dan konten kreator finansial berbahasa Indonesia di Instagram, TikTok, dan YouTube yang membahas budgeting dan pelunasan utang.

Untuk tantangan menabung yang seru, banyak grup Facebook dan Telegram berbagi metode seperti tantangan 52 minggu atau nabung receh harian. Bila penghasilan Anda naik-turun, kisah nyata soal cara bertahan hidup di tengah penghasilan tidak menentu bisa jadi inspirasi. Pasangan muda pun dapat menerapkan prinsip yang sama lewat panduan mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji Rp 3 juta, dan biasakan disiplin sejak dini dengan tips menabung untuk masa depan.

Menabung walau banyak hutang bukan soal punya banyak uang, melainkan soal urutan yang benar: petakan utang, sisihkan dana darurat mini, otomatiskan, lalu serang utang termahal sambil menambah pemasukan. Mulailah dari Rp 50 ribu minggu ini, karena kebiasaan kecil yang konsisten selalu mengalahkan niat besar yang tertunda. Catatan penting: tulisan ini bersifat edukasi umum, bukan nasihat keuangan pribadi, jadi sesuaikan dengan kondisi Anda dan konsultasikan ke perencana keuangan bersertifikat bila perlu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menabung Walau Banyak Hutang

1. Lebih baik bayar hutang dulu atau menabung?

Idealnya keduanya berjalan bersamaan. Kumpulkan dulu dana darurat mini (sekitar Rp 1 juta atau satu bulan biaya hidup) sebagai bantalan, lalu fokuskan sisa dana untuk melunasi utang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjol. Dengan begitu, Anda tidak perlu berutang lagi saat ada kebutuhan mendadak.

2. Berapa idealnya menabung jika masih punya cicilan?

Tidak ada angka baku. Mulailah dari yang tidak memberatkan, bahkan Rp 50 ribu per minggu, dan targetkan sekitar 10 persen dari penghasilan bila memungkinkan. Yang terpenting, pastikan total cicilan utang tetap di bawah 30 persen penghasilan agar arus kas tetap sehat.

3. Apakah boleh memakai dana darurat untuk melunasi hutang?

Sebaiknya sisakan bantalan minimal agar tidak benar-benar kosong. Untuk mempercepat pelunasan, prioritaskan memangkas pengeluaran dan menambah penghasilan lebih dulu, atau jual aset yang tidak terpakai. Menguras habis dana darurat untuk membayar utang berisiko membuat Anda meminjam lagi saat keadaan darurat sungguhan datang.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6