Liputan6.com, Jakarta - Menanam tanaman buah sering dianggap sebagai langkah jangka panjang yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi pemilik lahan. Tidak sedikit jenis tanaman mampu menghasilkan produksi lebih baik setelah memasuki usia matang. Kondisi inilah yang membuat pohon buah yang semakin tua semakin tinggi nilai panennya banyak diminati oleh petani, maupun penghobi berkebun di berbagai daerah.
Berbeda dari tanaman musiman, sejumlah pohon buah memiliki kemampuan meningkatkan produktivitas seiring perkembangan ukuran batang, percabangan dan sistem perakaran. Hasil panen umumnya menjadi lebih stabil dari tahun ke tahun, sehingga potensi keuntungan juga bisa bertambah. Oleh sebab itu, pohon buah yang semakin tua semakin tinggi nilai panennya sering dipandang sebagai aset kebun bernilai ekonomi tinggi.
Selain menghasilkan buah dalam jumlah lebih banyak, tanaman berumur matang biasanya memiliki kemampuan beradaptasi lebih baik terhadap kondisi lingkungan. Produksi cenderung lebih konsisten pada setiap musim panen, apabila kebutuhan nutrisi dan perawatan terpenuhi secara optimal. Keunggulan tersebut menjadikan pohon buah yang semakin tua semakin tinggi nilai panennya sebagai pilihan menarik untuk investasi pertanian jangka panjang.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (18/6/2026).
1. Durian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568373/original/008970200_1777357773-unnamed__22_.jpg)
Durian termasuk salah satu pohon buah yang sangat terkenal memiliki nilai ekonomi tinggi dan sering dijadikan sebagai aset jangka panjang oleh para petani maupun pemilik kebun buah. Tanaman ini dikenal mampu hidup dalam waktu yang sangat lama serta terus meningkatkan produktivitasnya seiring bertambahnya usia.
Pohon durian yang telah berumur puluhan tahun umumnya memiliki ukuran batang yang jauh lebih besar, sistem perakaran yang sangat kuat, serta tajuk yang lebar dan rimbun. Kondisi tersebut memungkinkan tanaman menyerap air dan unsur hara dalam jumlah lebih besar sehingga mampu mendukung proses pembentukan bunga dan buah secara lebih optimal dibandingkan ketika tanaman masih berada pada fase pertumbuhan muda.
Selain jumlah panen yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun, kualitas buah yang dihasilkan oleh pohon durian tua juga sering kali lebih unggul. Banyak petani berpengalaman meyakini bahwa pohon yang telah mencapai usia produktif matang mampu menghasilkan buah dengan cita rasa yang lebih konsisten pada setiap musim panen. Daging buah biasanya terasa lebih tebal, teksturnya lebih lembut, aroma khasnya lebih kuat, dan tingkat kemanisannya lebih stabil.
Berbagai keunggulan tersebut membuat buah durian dari pohon berumur tua sering memiliki daya tarik tersendiri di pasaran dan mampu memberikan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan hasil panen dari tanaman yang masih muda.
Advertisement
2. Mangga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488201/original/084620800_1769741228-ilustrasi_pohon_mangga.jpg)
Mangga merupakan salah satu tanaman buah tahunan yang terkenal memiliki umur produktif sangat panjang. Dalam kondisi pertumbuhan yang baik dan mendapatkan perawatan secara rutin, pohon mangga mampu menghasilkan buah selama puluhan tahun tanpa mengalami penurunan produktivitas yang signifikan.
Seiring bertambahnya umur tanaman, ukuran batang akan semakin besar, percabangan semakin banyak, dan luas tajuk terus berkembang sehingga area pembentukan bunga menjadi lebih luas dibandingkan saat tanaman masih muda.
Tidak mengherankan apabila banyak pohon mangga tua tetap menjadi andalan utama di berbagai kebun buah. Kemampuannya menghasilkan panen yang stabil dari musim ke musim menjadikan tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang sangat menarik. Pada beberapa varietas unggulan, buah yang berasal dari pohon mangga berusia matang bahkan sering dianggap memiliki kualitas lebih baik, baik dari segi ukuran, warna, maupun cita rasa.
Oleh sebab itu, keberadaan pohon mangga tua sering dianggap sebagai aset produktif yang mampu memberikan keuntungan dalam jangka waktu yang sangat panjang.
3. Kelengkeng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7442052/original/053635100_1780217883-7366ec20-df22-40b0-bcbd-4fb39d9e7a59.jpg)
Kelengkeng menjadi salah satu tanaman buah favorit di berbagai wilayah Indonesia karena memiliki permintaan pasar yang relatif tinggi sepanjang tahun. Buahnya yang manis dan digemari oleh berbagai kalangan membuat tanaman ini memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan.
Pohon kelengkeng yang semakin dewasa umumnya mengalami peningkatan jumlah cabang produktif sehingga mampu mendukung pembentukan dompolan buah dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan saat tanaman masih berada pada usia awal produktif.
Apabila mendapatkan pemeliharaan yang baik berupa pemupukan teratur, pengairan yang memadai, serta pengendalian hama dan penyakit secara tepat, produktivitas tanaman kelengkeng dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Banyak petani menjadikan kelengkeng sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang karena tanaman ini mampu memberikan hasil panen yang relatif stabil setelah memasuki masa produktif penuh. Semakin matang usia pohon, semakin besar pula peluang untuk memperoleh hasil panen yang melimpah dan bernilai ekonomi tinggi.
Advertisement
4. Alpukat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
Alpukat dikenal sebagai tanaman buah yang memiliki umur panjang dan dapat terus berproduksi selama bertahun-tahun apabila dirawat secara optimal. Pohon alpukat yang telah memasuki usia tua biasanya memiliki batang yang kokoh, sistem perakaran yang luas, serta tajuk yang berkembang sangat besar.
Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara menjadi lebih baik sehingga proses pembentukan buah dapat berlangsung secara maksimal.
Selain peningkatan jumlah buah yang dihasilkan, pohon alpukat dewasa juga sering menghasilkan buah dengan ukuran yang lebih seragam dan kualitas yang lebih baik. Daging buah cenderung lebih tebal, tekstur lebih lembut, dan tingkat kematangan lebih merata. Karakteristik tersebut memberikan nilai tambah yang cukup besar bagi petani maupun pelaku usaha perdagangan buah segar.
Tidak heran apabila banyak kebun alpukat mempertahankan pohon-pohon tua karena dianggap memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan tanaman yang baru memasuki masa produksi.
5. Rambutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563594/original/069727100_1776911178-Pohon_Rambutan_Binjai.jpg)
Rambutan merupakan salah satu tanaman buah tahunan yang terkenal sangat produktif setelah mencapai usia matang. Pohon rambutan yang telah tumbuh selama bertahun-tahun biasanya memiliki tajuk yang sangat lebar dan percabangan yang padat sehingga mampu mendukung pembentukan buah dalam jumlah luar biasa banyak pada setiap musim panen. Dalam kondisi pemeliharaan yang baik, satu pohon rambutan dewasa dapat menghasilkan ribuan buah dalam satu periode panen.
Produktivitas yang terus meningkat seiring bertambahnya usia tanaman menjadikan rambutan sebagai salah satu komoditas buah yang memiliki nilai ekonomi cukup menarik. Banyak keluarga petani masih mengandalkan pohon rambutan tua sebagai sumber pendapatan utama karena kemampuannya menghasilkan panen secara rutin dari tahun ke tahun. Semakin besar dan matang usia tanaman, semakin tinggi pula potensi hasil panen yang dapat diperoleh dari setiap musim produksi.
Advertisement
6. Manggis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262229/original/029104300_1781775443-13485331474383112400.jpeg)
Manggis sering disebut sebagai salah satu tanaman buah investasi yang sangat menjanjikan untuk jangka panjang. Julukan tersebut bukan tanpa alasan, sebab tanaman ini memiliki umur produktif yang sangat panjang dan mampu terus menghasilkan buah selama puluhan tahun.
Meskipun membutuhkan waktu relatif lama sebelum mulai berbuah, pohon manggis yang telah mencapai usia dewasa biasanya mampu menghasilkan panen bernilai tinggi secara berkelanjutan dalam waktu yang sangat lama.
Harga buah manggis yang cenderung stabil dan memiliki permintaan cukup baik di pasar domestik maupun ekspor membuat tanaman ini banyak diminati oleh petani. Seiring bertambahnya umur tanaman, jumlah cabang produktif dan luas tajuk biasanya meningkat sehingga potensi pembentukan buah juga menjadi lebih besar.
Oleh sebab itu, pohon manggis tua sering dianggap sebagai aset kebun yang sangat berharga dan mampu memberikan keuntungan ekonomi secara berkesinambungan.
7. Sawo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7603916/original/068256900_1780388088-Ide_Pohon_Kecil_yang_Rimbun_Tapi_Akar_Tetap_Aman_untuk_Rumah_Model_Pohon_Sawo.jpeg)
Sawo termasuk tanaman buah yang memiliki kemampuan berproduksi dalam jangka waktu sangat panjang. Pohon yang telah memasuki usia dewasa biasanya menunjukkan peningkatan produktivitas dibandingkan saat masih muda. Sistem perakaran yang semakin kuat dan tajuk yang semakin berkembang memungkinkan tanaman menghasilkan buah lebih banyak dan lebih rutin pada setiap musim produksi.
Selain memiliki umur produktif yang panjang, sawo juga dikenal relatif mudah dalam hal perawatan. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di berbagai kondisi lingkungan dan tidak memerlukan perlakuan yang terlalu rumit dibandingkan beberapa jenis tanaman buah lainnya.
Kombinasi antara kemudahan perawatan dan kemampuan menghasilkan panen secara berkelanjutan menjadikan sawo sebagai pilihan menarik untuk ditanam di pekarangan rumah maupun kebun produktif jangka panjang.
Advertisement
8. Duku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262230/original/059257100_1781775443-5899284955793323850.jpeg)
Duku merupakan salah satu tanaman buah bernilai ekonomi tinggi yang telah lama dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman ini dikenal memiliki umur panjang dan mampu bertahan produktif selama puluhan tahun apabila dirawat dengan baik.
Pohon duku yang telah berumur tua umumnya memiliki tajuk yang luas, batang yang kokoh, dan sistem perakaran yang kuat sehingga mampu mendukung produksi buah dalam jumlah besar ketika memasuki musim panen.
Meskipun memerlukan waktu yang relatif lama untuk mencapai fase produktif penuh, hasil yang diperoleh biasanya sebanding dengan masa penantian tersebut. Pohon duku dewasa sering menghasilkan panen melimpah dengan kualitas buah yang baik sehingga menjadi aset penting bagi pemilik kebun.
Tidak sedikit kebun duku yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan tetap mampu memberikan nilai ekonomi yang tinggi selama bertahun-tahun.
Pertanyaan Seputar Pohon Buah yang Tinggi Nilai Panennya
 1. Apa yang dimaksud dengan pohon buah yang semakin tua semakin tinggi nilai panennya?
Istilah ini merujuk pada pohon buah yang cenderung menghasilkan panen lebih banyak, lebih stabil, atau memiliki kualitas buah lebih baik setelah memasuki usia produktif yang matang.
2. Mengapa beberapa pohon buah menjadi lebih produktif saat berumur tua?
Seiring bertambahnya usia, sistem perakaran, ukuran batang, dan percabangan berkembang lebih sempurna sehingga kemampuan tanaman dalam mendukung produksi buah menjadi lebih baik.
3. Apakah semua pohon buah mengalami peningkatan hasil panen saat tua?
Tidak. Peningkatan produktivitas sangat bergantung pada jenis tanaman, kondisi lingkungan, serta kualitas perawatan yang diberikan selama masa pertumbuhan.
4. Apa keuntungan menanam pohon buah jangka panjang?
Selain menghasilkan buah untuk konsumsi, tanaman dapat menjadi aset produktif yang memberikan nilai ekonomi selama bertahun-tahun.
5. Mengapa pohon tua sering dianggap sebagai investasi kebun?
Karena banyak pohon dewasa mampu menghasilkan panen lebih besar dibandingkan tanaman muda sehingga potensi pendapatannya lebih tinggi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134529/original/089698800_1739622825-20250215-Prabowo-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471178/original/094932900_1768279584-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557993/original/024820400_1776401612-Gemini_Generated_Image_byxyg9byxyg9byxy.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312499/original/027247200_1785499474-watermarked_img_13887921445509553971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564871/original/061974900_1777003092-kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310835/original/061073100_1785375988-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291707/original/094355000_1783574182-cempedak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310223/original/029179100_1785310647-8956c29c-b459-4831-8b31-fd5171d3e0a9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308824/original/035420300_1785204368-baf323f5-3742-4015-8030-6f9bfe433f84.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308607/original/081643000_1785149756-6c4d4266-2ac6-4dfc-b88b-7f0172d7e6ce.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307698/original/079189500_1785061246-Untitled.jpg)